
BAB 7: EVA VS DENIS
Cerita sebelumnya:
Denis tetap tidak akan membiarkan Eva membawa Diana melarikan diri dari kerajaannya. Pasalnya, Diana masih menjadi tersangka pembunuhan Raja dan dia masih seorang penyihir gelap. Denis ingin menyelidikinya lebih lanjut. tapi Eva ingin membawa ibunya melarikan diri dan berkonflik dengan Denis. Sehingga mau tidak mau kedua orang itu saling bertarung satu sama lain.
***
Eva tidak pernah mengira bahwa dia akan berakhir bertarung melawan Denis seperti ini. Dia adalah tokoh utama antagonis yang dibunuh oleh Denis sebelumnya. Ketakutan menyebar di pikirannya karena hal itu.
Apa aku akan mati lebih awal? Dia berpikir.
Tidak, tidak. Dia dengan cepat menyangkal pikiran negative nya.
Dia bukan Eva yang ada di dalam novel. Gadis kecil lemah dan arogan. Dia bukan orang seperti itu. Dia sekarang adalah gadis jenius yang menguasai semua elemen. Dan dia kuat! Eva berusaha memotivasi dirinya sendiri untuk menjadi lebih percaya diri.
Denis menatap Eva serius yang mengarahkan senjata tajam ke arahnya. Dia tahu bahwa ketajaman belati itu tidak masuk akal. Dan dia tahu bahwa Eva sangat serius ingin melukainya.
Denis mengeluarkan pedangnya dan berkata. "Aku tidak akan menganggapmu mudah hanya karena kau tunanganku"
Eva menggertakan giginya kesal "Sudah kubilang, aku bukan tunanganmu!"
__ADS_1
Lalu dia mulai menyerang Denis dengan belatinya.
Denis menghalangi serangan Eva dengan pedangnya. Dan bunyi dari kedua senjata mereka bergema di seluruh aula.
Eva kuat. Dia menggunakan sihir untuk memperkuat tubuhnya yang lemah serta menambah kelincahan kaki dan tangannya. Tapi Denis lebih kuat. Denis terlatih sebagai prajurit. Dan tubuhnya sangat kuat seperti dinding yang tidak tertembus. Eva merasa bahwa setiap serangannya sama sekali tidak berguna.
Denis tersenyum. Eva mungkin menang kalau dia melawan prajurit sihir biasa. Tapi tidak untuknya. Baginya, gadis kecil itu tetap akan menjadi gadis kecil.
Tapi Denis cukup kaget karena Eva bisa menyerang seperti ini. karena penyihir tidak mempunyai kekuatan yang baik seperti ini. Kekuatan tubuhnya hampir setara dengan para prajurit sihir di kerajaannya.
Eva kesal. Seperti yang dia duga. Denis kuat. Dia bahkan tidak bisa membuat nya kewalahan walaupun dia sudah menggunakan semua sihir yang bisa memperkuat tubuhnya. Dia juga melemparkan beberapa sihir ke arah Denis. Tapi Denis menangkisnya dengan mudah.
Inferno dan badai angin dengan serpihan es muncul di aula. Menyebabkan kekacauan. Bahkan para penduduk yang duduk di kursi penonton juga terkena dampaknya. Tapi untungnya ada pelindung yang mengelilingi seluruh aula sehingga serangan itu tidak mengenai mereka secara langsung. Jadi semua orang dengan cepat bangkit dari tempat duduk mereka untuk melarikan diri.
Serangan sihir Eva membuat semua orang juga terkena imbasnya. Beberapa penyihir yang tidak bereaksi ikut terhempas dan terbakar menjadi abu. Para bangsawan yang melihat semuanya dari atas merinding ketakutan. Mereka pada awalnya pengecut dan tidak mau ikut campur tangan. Mereka hanya mengirim para bawahan mereka ke medan tempur.
"Kau ingin membunuh semua orang?" Denis menatap Eva dengan tatapan ganas. Dia tidak menyangka bahwa Eva akan melukai para penduduk yang tidak bersalah itu.
"Aku tidak mau. Tapi kau memaksaku" jawab Eva. Dia tidak lagi mempedulikan hidup orang lain yang ada di tempat ini. Selama ibu dan ayahnya selamat, dia bahkan tidak masalah mengorbankan dirinya kali ini dan menerima nasib kematiannya.
Sihir tingkat tinggi Eva tidak melukai Denis. Karena pria itu langsung mengaktifkan alat sihir pelindung dan menghindar dengan cepat.
__ADS_1
Denis terbang dan dia memasang wajah serius. Dia menuju ke arah Eva dengan cepat. Lalu menebas pedangnya.
BAM! Tebasan itu bahkam membuat lantai menjadi hancur lebur.
Serangan Denis cepat. Eva menghindar dengan sihir anginnya tapi itu cukup terlambat. Dia terkena serangannya dan menyebabkan bahunya berdarah dan patah.
Walaupun Eva kuat. Denis lebih kuat. Karena pengalaman tempur Denis lebih banyak dan Denis sudah mengatasi situasi hidup dan mati lebih dari sekali dalam hidupnya. Sementara Eva hanya berlatih dan berlatih tanpa ada kesempatan untuk melawan orang lain yang sekuat dirinya. Hampir semua musuh Eva lebih lemah dari nya dan sangat mudah untuk dihancurkan.
Dia merasakan sakit yang teramat sangat saat melihat darah mengalir deras keluar dari bahunya. Eva tetap tenang. Dia menggunakan sihir cahaya nya. Bahunya bercahaya dan secara perlahan menutup lukanya. Walaupun begitu, patah tulang nya belum sembuh. Dia perlu waktu beberapa menit untuk menyembuhkan nya dan tentu saja Denis tidak akan memberikan waktu itu padanya.
Denis mengibaskan pedangnya. Dia melihat cahaya di bahu Eva dan bergumam dingin, "sangat berguna". Itulah alasan kenapa sihir cahaya sangat diidamkan. Karena kalian bisa menyembuhkan diri kalian sendiri tanpa minum ramuan apapun. itu sangat praktis.
Denis menyerang lagi dengan kecepatan penuh. Eva langsung menangkis serangannya dengan belati miliknya. Tangannya bergetar. Bahunya yang patah tidak mampu menahan serangan itu dan menyebabkan belati di tangannya terlempar ke belakang.
Lalu Denis mengarahkan bilah pedang ke lehernya. Eva membeku. Dia kira dia akan mati tapi Denis berhenti tiba-tiba dan berkata "menyerah lah"
"Tidak" jawab Eva singkat.
Lalu PRANG! Sihir aneh mengenai pedang Denis. Sihir itu sangat kuat. Menyebabkan pedang itu terlepas dan tangannya dan terpental ke samping.
"Kau berani melukai cucuku?" Emerta tiba. Dia menatap Denis dengan mata melotot.
__ADS_1