Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Kerajaan Kano: Senjata Aneh


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Eva kembali ke kamarnya sehabis dari istana Sayn. Dan Robert sudah menunggunya disana. Robert mengintrogasi nya dan Eva menjawab seadanya.


Robert memutuskan untuk menginap di kamar Eva dan dia bermimpi aneh lagi gara-gara sihir gelap yang keluar dari tubuhnya.


***


Keesokan harinya, saat aku bangun aku tidak melihat Robert. Orang itu sudah pergi entah kemana. Ini memang kebiasaannya. Dia akan menginap di tempat ku saat malam, lalu menghilang saat pagi.


"Eva! Eva! Kau masih tidur?!" tiba-tiba aku menerima telepati dari seseorang. Suara teriakannya sangat keras. Tentu saja orang ini Lilac yang kelihatannya sangat antusias akan sesuatu.


"Iya, iya, aku sudah bangun. Ada apa?"


"Ah...ayo kita jalan-jalan! Aku menemukan beberapa tempat yang menakjubkan kemarin. Aku ingin kau melihatnya. Dan aku juga ingin mencari asyik lainnya."


"Iya, iya."


Dan begitulah...beberapa jam kemudian Lilac muncul dan mendobrak pintu kamarku.


"Ayo pergi!" katanya dengan penuh semangat. Aku hanya membiarkan diriku diseret seperti patung olehnya.


Kami akhirnya melintasi gerbang istana dan keluar ke jalanan. Kali ini kami masih berada di distrik mewah khusus para bangsawan.


Lilac membawaku melewati distrik itu dan masuk ke distrik di bawahnya, yang penuh dengan oara pendagang. Lalu kami menyusuri jalan dan menemukan sebuah toko.


"Kau pasti akan suka barang-barang yang ada di dalam Eva!" kata Lilac antusias.


Aku hanya menatapnya pasrah.


Saat kami masuk, aku langsung melihat ruangan yang penuh dengan senjata.


"Toko senjata?" tanyaku sambil mengernyit bingung.


"Hem, hem" Lilac mengangguk.


Ah~ untuk apa senjata ini? Aku sama sekali tidak berminat mengoleksi senjata. Tapi tidak mungkin aku mengatakan ini kepada Lilac yang sangat antusias.


Aku bukan pendekar pedang, jadi tidak terlalu antusias mengumpulkan senjata. Berbeda dengan Lilac yang berprofesi sebagai pendekar pedang. Dia sangat menyukai senjata, khususnya pedang.


Mata Lilac berbinar saat dia mengamati seluruh isi toko.


"Ah!" Lilac memekik kaget. "Mereka menambahkan senjata baru lagi" dia berlari senang menuju senjata itu.


Lilac dengan antusias menuju rak senjata dan meninggalkan ku sendiri di depan pintu masuk. Aku berdiri mematung sambil mengamati sekelilingku. Ada banyak sekali senjata. Senjata-senjata ini sangat tidak menarik minatku.


Walaupun ada banyak senjata keren. Entah kenapa membayangkan melukai seseorang dengan senjata membuatku lebih takut dari pada melukai mereka dengan sihir.

__ADS_1


Ada banyak sekali pedang dengan berbagai ukuran dan bentuk. Aku juga melihat tombak-tombak panjang dengan aura mendominasi. Lalu aku juga melihat busur-busur cantik yang digantung di tepi dinding.


Saat aku mulai bosan dan memutuskan untuk duduk di kursi tamu, sesuatu tiba-tiba menarik perhatianku. Itu adalah sebuah senjata! Senjata itu adalah sebuah pisau kecil yang ukuran mirip dengan pisau dapur.


Pisau itu disimpan tidak beraturan di sudut ruangan. Dibuang begitu saja di dekat pot bunga. Bergabung dengan senjata-senjata lainnya yang sudah usang dan tak layak pakai. Aku yakin itu tumpukan senjata bekas. Tapi kenapa aku tertarik dengan senjata usang seperti ini?


Aku menghampiri pisau itu. Pisau itu tidak terlihat mewah dan elegan sama sekali. Bahkan sarungnya penuh robekan. Tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan pisau ini? terasa pisau ini menggerakkan alam bawah sadarku untuk mengambilnya.


Aku mengambil pisau itu dan perlahan mulai mengeluarkan nya dari sarung. Dan tebak apa yang kutemukan? Aku melihat sebuah pisau kecil yang sudah berkarat dan menghitam! Pantas saja benda ini dibuang!


tapi tunggu dulu...Kenapa aku melihat aura gelap menyelimuti pisau? Ah! Pisau ini memiliki elemen gelap!


"Bagaimana bisa?!" gumamku kaget sambil mengayunkan benda itu. Pisau ini terlihat seperti pisau rongsokan biasa. Tapi ada aura gelap yang mengelilingi nya. Tapi kenapa auranya tidak terlihat tadi? Aku mencoba bereksperimen dan menaruhnya kembali ke dalam sarung lusuh itu. Dan benar saja! Aura gelap itu langsung menghilang! Ternyata sarung jelek ini menahan aura gelap dari si pisau.


"Pisau elemen gelap ya..."


Sebenarnya aku tidak tahu seberapa hebat benda ini. Aku sama sekali tidak punya pengetahuan tentang senjata. Semua isi otakku penuh dengan sihir. Apa aku bertanya saja pada Robert nanti?


"Tapi apa perlu aku membawa benda jelek ini? Walaupun ini senjata dengan sihir gelap tapi bentuknya sangat jelek. Aku tidak tahu ini akan berguna atau tidak..." pikirku ragu-ragu. Aku ingin menaruhnya kembali di sudut. Lagipula aku tidak menggunakan senjata. Bisa jadi benda ini tidak berguna untukku.


"Jangan buang aku mastaaa" sebuah suara teriakan tiba-tiba menyerang kepalaku saat aku ingin meletakkan si pisau. Aku sedikit kaget. Suaranya seperti suara anak kecil dengan dialeg yang cadel.


"...."


"Mastaa ini aku, jangan buang aku..."


Aku mulai menatap pisau jelek di tanganku! Tidak salah lagi! Suara itu berasal dari sini!!


"Iya mastaaa....jangan buang aku hiks, jangan buang aku hiks..." kata si pisau itu sambil terisak.


"Aku tidak tahu kau bisa bicara...Kau hidup? Atau kau dikutuk?"


"Bukan mastaaa, aku adalah senjata sihir. Tapi orang yang menempaku memasukkan sebuah jiwa ke dalamnya. Bisa dibilang aku bukan senjata sihir biasa tapi senjata jiwa. Aku juga lebih hebat dari senjata lainnya. Mastaa jangan buang aku...." kata si pisau itu dengan nada memohon.


"...." kau berpikir sebentar. Aku sama sekali tidak pernah mendengar penjelasan apa pun tentang "Senjata jiwa" di dalam novel. Dan aku baru tahu ada senjata yang bisa bicara. Ini sangat menarik. Tidak masalah untuk membawa nya.


"Baiklah, aku akan mengambilmu"


"Yeahh~" pisau itu berteriak kegirangan. "Akhirnya aku keluar dari tempat jelek ini hahahaha"


"Kau punya nama?"


"Aku tidak punya mastaa. Masta sendiri yang harus memberikan nama padaku..." jelasnya


"Hmm..." Nama ya? Nama apa yang cocok untuk sebuah pisau? "Ah! Bagaimana kalau Lily? Karena suaramu seperti anak perempuan. Kurasa nama itu cukup imut"


"Tidak masalah mastaa. Aku menyukainya~"

__ADS_1


"Oke, mulai sekarang aku akan memanggilmu Lily..."


"Baik mastaaa~"


Mereka pun selesai memilih senjata yang mereka minati.


Saat Lilac melihat Eva mengambil sebuah pisau lusuh dari tempat pembuangan, dia mengernyit bingung. "Kenapa kau memilih barang lusuh yang akan dibuang? Ayolah Eva...Kita tidak bisa sering-sering kemari. Kau harus memilih barang yang paling bagus dan paling kau sukai"


"Aku suka ini kok" jawabku singkat.


"Haa~ baiklah. Aku harap kau tidak akan menyesal..."


Bukan hanya Lilac yang bingung, bahkan penjaga toko juga kebingungan. Senjata-Senjata lusuh itu sengaja dikumpulkan di sudut ruangan karena dia ingin menjual semua senjata itu di tempat daur ulang. Dia tidak menyangka kalau ada pelanggan yang akan membelinya.


"Maaf nona, senjata ini sudah lusuh dan akan didaur ulang. Aku takut senjata ini tidak bisa dipakai lagi karena sudah rapuh" penjaga toko itu menjelaskan dengan sopan.


Lily si pedang bergidik ngeri saat mendengar kata "daur ulang". Dia tidak bisa membayangkan bahwa tubuhnya dihancurkan lalu digabung dengan tubuh senjata lainnya untuk membentuk senjata baru. Untung saja dia menemukan seorang master dan segera keluar dari tempat ini. Kalau tidak....dia sama sekali tidak bisa membayangkan nasibnya.


"Tidak apa-apa. Aku punya rencana sendiri untuk benda ini" jawbaku santai.


"Baiklah nona. Karena itu barang bekas, nona tidak perlu membayar. nona bisa mengambilnya"


"Eh? ini gratis? benarkah?"


Penjaga toko itu mengangguk. "Kalau nona ingin, nona bisa membawa senjata bekas lainnya"


"Ah, tidak usah, tidak usah. Pisau ini sudah cukup"


Akhirnya kedua orang itu keluar dari toko senjata setelah selesai bertransaksi. Eva dan Lilac masing-masing menggantung senjata yang baru mereka beli di pinggang kecil mereka.


"Bagaimana? Bukankah toko itu cukup bagus?" tanya Lilac dengan mata berbinar.


"Ehm"


"Ayo! Aku akan membawamu ke tempat lainnya. Kau harus pergi ke tempat ini. Mereka menjual banyak obat aneh tapi keren. Aku harap mereka punya barang baru juga ~" sahut Lilac dengan antusias menarik tangan Eva.


Ah~ Jadi tujuan selanjutnya toko ramuan ya? Tidak buruk juga.


Kami akhirnya tiba di dekat toko ramuan yang dimaksud.


"Eh lihat! Bukankah itu si gadis penyembuh" kata Lilac sambil menujuk ke samping.


Aku juga melihat ke arah yang ditunjuk Lilac. Aku melihat Reina di sana. Dia sedang bersama seseorang yang mengenakan jubah. Hmm...tapi posisi aneh apa ini? Aku melihat orang berjubah itu memeluk Reina dengan posisi romantis yang membuat orang lain salah paham.


Awalnya aku bersikap biasa saja, tapi tudung si jubah jatuh ke bawah dan wajahnya terlihat.


Ahhh!! Itu Sayn!

__ADS_1


Akhirnya kedua orang ini bertemu juga. Tapi apa-apaan ini? Apa ini event romantis mereka? Jadi bagaimana pun juga Sayn tetap akan bertemu dengan Reina ya? Apa Sayn juga akan jatuh cinta pada Reina seperti cerita di dalam novel?


Likee ya 💩


__ADS_2