
cerita sebelumnya:
Eva berlatih sihir gelapnya di kediaman Sayn dan dia bisa membuat lubang dimensi yang lebih besar dari biasanya. Tapi dia tidak sadar bahwa Reina melihat semua nya dan melaporkan nya ke Marquis Zent dan kedua orang itu bersiap membuat rencana untuk menjebak Eva.
***
Tanpa dia sadari, waktunya untuk belajar di kerajaan Kano tinggal dua bulan lagi. Setelah program pertukaran pelajar ini selesai, dia dan anak-anak lainnya akan kembali ke kerajaan Well. Jujur saja bagi Eva, waktu yang dia jalani di kerajaan Kano tidak terlalu spesial tapi dia mendapat pelajaran berharga tentang sistem kehidupan di kerajaan ini. Dan menurut nya tentu saja kerajaan Well memiliki sistem yang lebih baik bagi para rakyat walaupun sistem pemerintahan mereka tidak stabil karena kemungkinan kudeta sangat besar.
Setelah menyelesaikan misi dari akademi, mereka harus mempersiapkan ujian kelulusan mereka dalam dua bulan ini. Ujian akan dibagi menjadi dua sesi, ujian tertulis dan juga ujian praktik. ujian praktik akan diadakan di bulan terakhir. Jadi mereka harus belajar untuk mempersiapkan ujian pertama terlebih dahulu.
"Halo, kalian bisa ajarkan aku tidak?" pangeran Erick tersenyum bahagia dan muncul di depan mereka. Tangannya bersandar di meja dan dia menompang dagunya dengan kedua tangan sambil bersiul.
Wajah Eva langsung berkedut. Dan Berta terlihat sangat bahagia. Dengan mata berbinar, Berta membalasnya dengan sangat bersemangat "Tentu saja!" walaupun sebenarnya dia juga tidak terlalu pintar dan belum pernah mengajarkan orang lain sama sekali.
"Aku tidak menyangka, seseorang dengan otak tidak pintar bisa menjadi putra mahkota" suara dengan nada menyindir tiba-tiba datang. Itu adalah Sayn. Pria itu datang dan menatap pangeran Erick dengan wajah cemberut. Keberadaan pangeran Erick benar-benar mengiritasi matanya. Dia benar-benar tidak menyukai orang ini.
Pangeran Erick tersenyum kecil. "Aku tidak sebodoh itu" katanya tanpa beban. "Lagipula para pangeran di kerajaan ini lebih buruk dari ku" katanya lagi sambil berbisik.
Mendengar perkataannya, Berta membeku sejenak. Dan pipi Sayn berkedut. Walaupun pangeran Erick tidak menyatakan hal itu terlalu keras, tetap saja mereka berada di dalam kelas sekarang. Menghina keluarga kerajaan akan mendapatkan hukuman yang sangat berat walaupun orang itu adalah bangsawan dari kerajaan lain.
Sayn tentu saja merasa sangat tersinggung. Dia adalah salah satu dari pangeran yang dimaksud dan dia menyadarinya. Sayn menatap pangeran Erick dengan mata melotot. Tetapi pangeran Erick bersikap santai, seakan dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Berta menjadi canggung karena dia terhimpit diantara kedua pangeran. Sementara Eva menatap keduanya seperti melihat drama comedy.
__ADS_1
"Pangeran, Berta akan mengajarimu. Jadi aku pergi dulu. Ada beberapa hal yang harus aku lakukan" kata Eva
Tapi pangeran Erick langsung menghalangi nya. "Ehhhhh? Aku ingin kita semua belajar bersama." lanjutnya dengan mata berkaca-kaca. "Aku dengar bahwa putri duke sangat pintar. Bagaimana mungkin tega meninggalkan orang bodoh seperti ku dibelakang" katanya sedih.
Melihat aktingnya, wajah Eva pun berkedut. Tentu saja Eva tahu bahwa pria ini hanya berpura-pura agar bisa menempel di sekitar nya. Dan Eva masih tidak tahu tujuan kenapa pangeran Erick mendekatinya. Karena tingkah pangeran itu sangat random dan tidak bisa ditebak sama sekali.
Oleh karena itu, sekali lagi Eva kembali membentuk kelompok belajar empat orang seperti kelompok sebelumnya untuk menyelesaikan misi. Sayn entah bagaimana bergabung tanpa mengatakan apapun, seperti sebelumnya.
***
Marquis Zent bergegas dengan cepat menunju ke aula kerajaan. Dia meminta pertemuan pribadi dengan Raja Well untuk memberitahu informasi yang sudah didapatkan nya. Jujur saja dia benar-benar sangat antusias kali ini.
Sesampainya di aula kerajaan, Raja Well sudah menunggunya dengan malas dan bergumam. "Ada apa pak tua Zent?"
Raja mengangkat alisnya, tapi dia tidak mengatakan apa pun. Raja memberikan waktu kepada Marquis Zent untuk menjelaskan informasi penting yang didapatnya.
Marquis Zent pun menceritakan semuanya dengan pelan dan pasti. Dia menggunakan Reina sebagai jaminan kalau informasi yang didapatnya terpercaya karena Reina adalah penyihir cahaya. Dan penyihir cahaya bisa dengan mudah mendeteksi penyihir gelap.
"Jadi Yang Mulia, saya tidak bermaksud menuduh Duke Court. Tapi kita harus mengecek semuanya, terutama istrinya Diana. Karena sangat besar kemungkinan wanita itu adalah penyihir gelap yang menyamar."
BRUK! Raja Well memukul kursi tahta nya karena sangat emosi. "Omong kosong!" dia berteriak marah. "Bagaimana mungkin Enell bisa menipu kerajaan dan membuat penyihir gelap menjadi bangsawan!"
__ADS_1
"Anda harus tenang Yang Mulia. Saya juga tidak percaya dengan informasi yang saya dapatkan."
"Aku juga tidak percaya. Kau tidak berbohong padaku bukan?" Raja Well melotot.
"Saya ti...tidak berani... Yang Mulia" kata Marquis Zent dengan nada suara bergetar ketakutan.
Raja Well berusaha menarik napas dan menenangkan dirinya. "Saya tidak mempercayai mu sepenuhnya Marquis. Tapi bukan berarti aku tidak mempedulikan hal ini. Aku akan melakukan inspeksi di rumah Duke untuk membuktikan kebenaran nya"
"Baik yang mulia"
Marquis Zent menatap Raja lagi dengan ragu-ragu. "Tapi...tapi kalau semua itu terbukti benar, apa yang akan Yang Mulia lakukan?"
Raut wajah Raja Well berubah menyeramkan. "Kalau itu memang benar, mungkin saja penyihir jahat itu menggunakan sihir untuk mencuci otak Enell. Aku tidak akan membiarkan nya." Dia mengepalkan tangannya erat-erat.
"Aku tidak tahu kenapa dia menggunakan Enell dan menyusup ke kerajaan kita selama bertahun-tahun. Aku yakin tujuan mereka tidak baik. Dan untuk Enell, aku akan memaafkan nya selama dia memberikan penyihir gelap itu kepada kita. Aku tidak akan langsung membunuhnya. Aku akan mengintrogasi penyihir itu lebih dulu tentang rencana yang akan mereka lakukan di kerajaan ini"
"Tapi bagaimana kalau Duke melakukan hal itu secara sadar. Dan ternyata dia menghalangi rencana Yang Mulia. Lagipula penyihir itu adalah istrinya" kata Marquis Zent skeptis.
"Jangan bicara omong kosong!" Raja berteriak marah sekali lagi. "Enell pasti dicuci otak oleh penyihir gelap itu. Sejak penyihir gelap sangat ahli menggunakan sihir pikiran. Kita akan lihat nanti"
Dia menatap Marquis Zent serius "Sekarang siapkan pasukan. Kita akan menuju ke kediaman Duke. Bawa beberapa penyihir dan juga alat sihir. Kita akan membuktikan apakah benar wanita itu adalah penyihir gelap. Kita harus menangkap nya hidup-hidup kalau itu benar dan tidak boleh membiarkan dia melarikan diri."
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia"
Marquis Zent tersenyum kecil sekali lagi sebelum akhirnya meninggal kan aula untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh raja. Dia benar-benar menantikan saat dimana Duke sombong itu jatuh dari masa kejayaan nya. Membayangkan itu saja benar-benar membuat hatinya sangat senang.