Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5. Pertandingan Sihir: Babak Pertama 8


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Tim dari Jiwa Sihir datang untuk menjemput Reina. Perkelahian antara kedua tim hampir saja terjadi, tapi Reina langsung menghentikannya.


Saat tim Jiwa Sihir pergi, Eva dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka. Perjalanan mereka berjalan dengan muluc, tanpa ada rintangan yang terlalu berarti. Sampai akhirnya mereka tiba untuk melewati daerah paling berbahaya dan juga teraman (untuk sembunyi). Mereka perlu persiapan yang cukup untuk melintasi rawa ini.


***


Setelah semua persiapan selesai, kami langsung melangkah masuk. Seperti biasa, kami mempercepat lari kami dengan sihir angin, sehingga kami bisa berlari cepat melintasi ranting-ranting pohon. Sebenarnya ini tidak terlalu menguntungkan. Kalau saja kita punya lebih banyak penyihir angin, kita semua bisa terbang, sama seperti tim Jiwa Sihir. Kelihatannya empat orang dari tim itu adalah pengguna elemen angin, kecuali Reina yang hanya punya elemen tunggal.


Rawa itu sangat gelap. Walaupun bola-bola api Robert memberikan penerangan disekeliling, kita tidak bisa melihat sesuatu yang terjadi di kejauhan.


Aku mengira akan ada banyak pohon mati dan tanah yang menghitam karena rawa ini mengeluarkan aura kematian. Tapi ternyata tidak seperti yang aku bayangkan. Walaupun suasana disini sangat sunyi dan mematikan karena tempat ini sangat gelap dan berkabut. Tapi keadaan tempat ini sama saja seperti rawa biasa. Tanah berair dan dikelilingi pohon-pohon rindang.


Kami tetap berusaha waspada walaupun perjalanan kami berjalan lancar. Kami tidak melihat satu pun binatang sihir di rawa ini. Situasi ini sangat aneh. Mengingatkanku pada kejadian sebelumnya, bahwa ada binatang sihir kuat yang bersarang di rawa ini.


Setelah tiga puluh menit melintas, kami sama sekali tidak melihat ujung dari rawa ini.


Kenapa rawa ini terasa jauh sekali? Padahal menurut peta, daerah rawa sama sekali tidak besar.


Ternyata bukan hanya aku saja yang bingung. Semua orang di tim kami juga sangat bingung. Kenapa rawa ini terasa besar sekali?


Jadi kami memutuskan untuk berhenti, karena melihat yang lainnya juga sudah kelelahan. Mereka perlu istirahat untuk mengisi ulang mana mereka.


Tidak lupa kami memasang pendeteksi mana, untuk mendeteksi musuh tidak terlihat. Kami sangat waspada apabila ada binatang sihir kuat yang tiba-tiba datang dan menyerang kami.


Robert membuka peta sekali lagi.


"Seharusnya kita sudah keluar dari rawa..." dia bergumam dengan bingung.


"Apa mungkin kita perlu berjalan sedikit lagi?" tanyaku sambil mengerutkan kening.

__ADS_1


Robert berpikir sebentar sebelum menjawab. "Mungkin..Tapi aku merasa seperti ada yang aneh. Entah kenapa situasi ini sangat familiar. Tapi kita hanya perlu meneruskan perjalanan kita sekarang"


Kami beristirahat selama sepuluh menit, lalu melanjutkan perjalanan kembali.


Kami melintasi rawa selama sepuluh menit, dan belum terlihat tanda-tanda bahwa kami akan keluar.


Aku melihat keadaan disekitarku. Pohon-pohon dan bebatuan ini terasa sangat familiar....Atau ini hanya perasaanku saja?


"Tunggu sebentar" Robert tiba-tiba berkata.


"Dua orang dari kalian tetap disini" perintahnya tiba-tiba.


"Ehhh?!"


Semua orang menatapnya dengan wajah terkejut.


Apa Robert ingin meninggalkan anggota timnya? Kenapa dia melakukannya dengan tiba-tiba seperti ini?


"Aku ingin mengecek sesuatu" jawab Robert singkat.


"Baiklah, kalau begitu aku akan tinggal" kata Charlotte langsung. "Aku juga ingin mengecek sesuatu"


"Aku juga" aku juga mengajukan diri. Aku sedikit penasaran dengan daerah ini. Ingin menjelajah sedikit.


Robert tidak keberatan. Dia dan dua orang lainnya segera maju ke depan.


Aku dan Charlotte berdiri di tempat kami, tidak bergerak.


"Aku ingin mengecek sesatu dulu. Aku akan kembali secepatnya" kata Charlotte kemudian.


"Eh? Tapi tempat ini berbahaya. Kau yakin akan pergi sendiri?"

__ADS_1


"Jangan khawatir. Aku membawa banyak sekali alat sihir. Dan juga aku bisa menggunakan sihir lain selain sihir cahaya" Charlotte langsung menghilang. Kelihatannya dia teleportasi ke suatu tempat.


Eh? Aku sedikit penasaran kemana gadis itu pergi. Apa dia melakukan sesuatu secara rahasia?


Hmm, aku tidak terlalu memikirkannya. Aku tahu Charlotte merupakan tokoh antagonis, sama sepertiku. Bisa jadi dia merencanakan hal yang buruk. Tapi aku sama sekali tidak merasakan bahaya saat di dekatnya. Kelihatannya dia mulai berubah sejak kejadian Dean Caro waktu itu. Atau ini hanya perasaanku saja?


Aku juga tidak tinggal diam. Aku melirik sesuatu tadi, dan itu membuatku sangat penasaran. Maksudku, aku selalu melihat benda yang sama saat aku melintasi rawa ini. Apa benda ini tersebar diseluruh tempat ya?


Aku menggeluarkan bola api dan menerbangkannya di sekeliling untuk membuat penerangan. Lalu aku mulai melintasi daerah yang paling gelap. Agar mengurangi bahaya, aku mencoba terbang. Setelah beberapa menit, aku menemukan benda itu.


Sebenarnya benda ini memancarkan cahaya emas kecil yang dapat kulihat dari kejauhan saat aku melintas. Jadi aku cukup penasaran. Apa ini emas atau sesuatu. Tapi ternyata bukan.


Cahaya emas itu berasal dari sesuatu yang bersarang di atas pohon mati yang lumayan tinggi. Cahaya itu berasal dari sebuah telur yang ada di atas pohon. Telur itu seukuran telur ayam biasa, hanya saja cangkangnya berwarna emas.


Aku sangat penasaran dan ingin mengambil telur itu. Tapi aku mengurungkan niatku. Aku takut itu telur dari binatang sihir yang kuat, dan binatang sihir itu akan marah kalau aku mengambil telurnya.


Aku hanya memperhatikan telur itu sebentar sebelum berbalik pergi. Ternyata cahaya aneh yang kulihat saat melintas tadi hanya pantulan dari sebuah telur kecil.


Aku menjelajah lagi ke daerah sekitarnya dan aku tidak menemukan apapun. Aku tidak menemukan binatang sihir atau pun item yang menarik. Hanya ada bebatuan, aku melihat baru aneh, tapi aku mengacuhkannya. Hanya ada pepohonan dan juga sungai dangkal dengan tanah berlumpur.


Setelah kehilangan minat dengan tempat ini, aku segera kembali ke tempat awal. Ke titik kumpul saat aku berpisah dengan Robert.


Saat aku sampai ternyata Charlotte sudah tiba lebih dulu dan menunggu.


Dia tidak mengatakan apapun dan aku juga tidak bertanya. Kami hanya bertapapan sebentar sebelum menaruh perhatian ke sisi lainnya.


Beberapa menit kemudian, kelompok Robert akhirnya kembali.


"Sudah kuduga" Robert bergumam sambil memegang dagunya.


"Pantas saja kita tidak bisa keluar dari rawa ini. Ternyata mereka memasang segel yang membuat kita melintasi tempat yang sama. Aku merasa familiar karena aku merasa selalu melintasi tempat yang sama. Sekarang kita perlu mencari benda yang menyegel tempat ini. Atau kita tidak akan pernah berjalan keluar".

__ADS_1


Ah! Pantas saja aku selalu melihat cahaya telur burung itu saat melintas, ternyata kiya selalu melintasi tempat yang sama.


__ADS_2