Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Pertukaran Pelajar


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Fena ikut dengan Ricko kembali ke hutan Riot. Sementara Eva menjalani hari-harinya seperti biasa. Dua minggu berlalu, rumor tentang mahluk asing semakin mereda. Dan orang-orang sudah mulai mengabaikan keberadaan penyihir gelap dan hari-hari berjalan seperti biasanya.


Eva berencana membuka toko. Dia menjadikan Vivian sebagai manager dari toko itu. Dan dalam sebulan, Alat - alat sihir yang dijual oleh Eva meludak dipasaran. Menyebabkan seluruh ibukota dipenuhi dengan robot-robot pembersih yang sangat lucu.


Lalu dua bulan berlalu dan Eva mendapatkan pemberitahuan bahwa dia terpilih menjadi siswa pertukaran pelajar ke kerajaan Kano.


***


Enam bulan berlalu dengan cepat. Aku sudah harus bersiap-siap untuk pindah.


"Hati-hati saat disana" Diana menasehati dengan lembut. Ada Evan di pangkuannya. Bayi itu sudah bisa duduk dan bermain sekarang. Eva sibuk menemaninya bermain sambil mencubit pipinya.


"BYAA!"


Evan merasa sangat kesal karena pipinya sering dicubit. Dia marah dan mengigit jariku tiba-tiba. Tapi tentu saja tidak ada gigi yang terasa sama sekali. Sehingga membuat ku semakin ingin menganggunya.


"Itu tidak jauh ibu. Aku bisa kembali ke sini kapan pun dengan sihir teleportasi" kataku.


"Tapi tetap saja itu adalah kerajaan orang lain"


kata Diana cemas.


"Jangan khawatir kan aku. Aku sudah sangat besar sekarang" aku langsung memeluk dan mencium pipi Diana.


"Um, kau benar. Saat kau selesai nanti, ulang tahunmu yang kelima belas akan tiba. Kau ingin hadiah apa?" Diana bertanya tiba-tiba.


Padahal ulang tahunku masih sangat lama. "Apapun. Aku menyukai semua hal yang ibu berikan" aku tersenyum tulus.

__ADS_1


Aku menghabiskan waktu dengan keluarga ku semalam sebelum aku pergi. Tidak lupa aku berpamitan pada Vivian juga.


"Jangan terlalu memaksakan dirimu. Kalau pekerjaan mu terlalu berat, kau bisa memperkejakan beberapa orang untuk membantumu membuat laporan" aku menasehatinya. Vivian menjadi gila kerja sekarang. Restauran nya sukes besar dan toko itu juga. Aku membuat nya menjadi sangat sibuk seperti ini sehingga aku merasa sedikit bersalah sekarang.


"Um, hati-hati saat di kerajaan orang lain nanti" kata Vivian. Dia menasehatiku balik. "Jangan membuat masalah disana"


Aku tertawa canggung. Vivian menganggap ku sebagai orang yang sangat suka mencari masalah. Padahal aku tidak pernah mencari masalah sama sekali. Masalah itu yang datang dengan sendirinya dan kadang membuat ku bingung. Mungkin aku tidak akan bisa hidup tanpa masalah.


Aku juga harus berpisah dengan Ren. Mungkin aku akan sangat jarang mengunjungi rumah pohonnya.


Aku tidak perlu menyampaikan salam perpisahan kepada Robert karena dia akan mengantar kami kembali ke Kerajaan Kano. Tapi tugasnya hanya mengantar kami sana, setelah tugas ini dia akan kembali ke kerajaan Well.


Hari yang dinanti pun sudah tiba. Setiap siswa yang terpilih disuruh untuk berkumpul di aula akademi karena kepala sekolah akan menyampaikan sesuatu sebelum kepergian mereka.


Aku bisa melihat ada lima belas orang sisea dari berbagai tingkat yang terpilih sebagai siswa pertukaran. Di antara mereka aku bisa melihat wajah yang sangat familiar seperti Lilac dan Reina. Aku juga pernah melihat wajah beberapa orang lainnya tapi aku tidak ingat nama mereka sama sekali.


Kebetulan sekali saat itu aku dan Lilac bertatapan, gadis itu hanya tersenyum kecil saat hal itu terjadi. Biasanya dia akan menghampiri ku dan berkata "Eva" dengan riang nya. Tapi hal itu tidak terjadi kali ini, seakan-akan hubungan pertemanan kita semakin menjauh. Jujur saja, aku sudah jarang bermain dengan Lilac akhir-akhir ini. Dia lebih sering menghabiskan waktunya dengan Reina. Tapi tidak masalah. Aku hanya berharap kami tidak bermusuhan.


"Jangan membuat masalah saat kalian berada di sana. Belajar lah dengan baik dan lihatlah sisi lain yang kalian tidak bisa lihat di kerajaan ini. Aku berharap kalian akan menjadi individu berbakat dan juga berpikiran terbuka saat kalian menyelesaikan pendidikan kalian disana" kepala sekolah mulai memberikan beberapa nasehat. Sebelum akhirnya dia mengirim kami ke semua ke Kerajaan Kano dengan lingkaran sihir yang ada di aula


Dalam sekejap kami tiba di aula lainnya. Apa kami sudah berada di kerajaan Kano sekarang?


"Ikut aku anak-anak" kata Robert sambil menuntun kami ke suatu ruangan. Kami semua mengikuti nya. Dia membawa kami ke sebua ruangan kosong dan menyuruh kami semua duduk.


"Sistem belajar yang ada di Kerajaan Kano sangat berbeda dari Kerajaan Well. Di tempat ini, hanya keturunan kerajaan dan bangsawan saja yang bisa mendapatkan pendidikan formal. Rakyat biasa tidak berhak mendapatkan pendidikan seperti itu" Robert memulai penjelasannya.


"Aku tahu bahwa ada beberapa dari kalian yang bukan keturunan seorang bangsawan di tempat ini, tapi sangat berbakat. Aku ingin kalian menunjukkan kemampuan kalian di tempat ini. Tapi jangan membuat masalah seperti berkelahi satu sama lain dengan bangsawan itu. Karena aku yakin akan ada beberapa bangsawan yang memandang rendah status kalian karena kalian bukan bangsawan"


Beberapa siswa yang bukan bangsawan, menghela napas mereka dengan berat. Seakan-akan mereka akan menjalani hari yang sangat berat beberapa bulan di tempat ini. bagi mereka menahan emosi lebih menguras tenaga daripada harus belajar dengan sistem kebut semalam.

__ADS_1


"Hanya itu saja. Semoga kalian berhasil. Kerajaan Kano sudah menjadikan gedung ini sebagai tempat penginapan kalian. Ada beberapa kamar di tempat ini. Kalian bisa menentukan kamar kalian sendiri sekarang karena kalian sudah dewasa. Jangan bertengkar hanya karena tidak mendapat kan kamar yang tidak diinginkan. Utusan dari Kano akan menemui kalian besok, untuk sekarang kalian bisa beristirahat." ini adalah peringatan terakhir Robert sebelum akhirnya dia menghilang dari tempat ini.


Ternyata tempat ini adalah sebuah gedung yang sangat luas. Ada aula kosong di tengahnya, bahkan ada ruang pertemuan dengan meja panjang dan juga kursi. Sekarang kami berlima belas akan tinggal dalam satu ruangan dengan konsep asrama. Ini cukup menarik.


Para siswa pun mulai memilih kamar mereka. Para siswa laki-laki memilih kamar di sebelah kiri dan siswa perempuan memilih kamar di sebelah kanan. Walaupun siswa perempuan dan laki-laki dicampur dalam satu gedung, mereka tetap harus memiliki kamar secara terpisah.


Jujur saja, ada banyak sekali kamar. Tidak perlu untuk berebut kamar. Tapi tidak semua kamar yang ada disini adalah kamar yang besar. Dan beberapa orang juga memutuskan untuk sekamar bersama agar mereka bisa mengurus kamar itu dengan lebih mudah.


Aku kebetulan melihat Lilac berdiri dengan linglung di lorong. Apa dia belum memilih kamar? Aku jadi ingin mengajak nya untuk sekamar dengan ku.


"Li.. "


"Lilac, ayo sekamar denganku!" Reina tiba-tiba muncul sambil memeluk lengan Lilac.


Suaraku langsung tercekat.


"Oh? Reina, baiklah" Lilac menjawab sambil tersenyum.


"Em, Eva?" Lilac baru saja menyadari keberadaan ku.


"Ah, halo" aku tersenyum canggung. "Aku ingin menyapamu sejak kita sudah lama sekali tidak berbicara satu sama lain" kata ku malu-malu.


"Lilac, ayo masuk. Aku benar-benar ingin melihat kamar nya!" kata Reina bersemangat. Dia langsung menarik Lilac sambil membusungkan dadanya bangga.


Dan dengan begitu, aku diabaikan. Aku hanya melihat kedua orang itu sambil menggelengkan kepalaku.


"Ya, sudahlah. Aku kira aku akan sendiri" kataku menyerah.


Aku langsung memilih kamar kosong. Kamar itu tidak terlalu luas dan juga tidak mewah seperti kamar asramaku yang lama. Kamar ini lebih terlihat seperti kamar di penginapan murah. Hanya ada kasur, satu kursi dan satu meja bundar. Semuanya terlihat sederhana. Mungkin ini alasannya tidak ada orang yang menginginkan kamar ini. Bisa dibilang, aku mendapat kan kamar sisa yang tidak dipilih oleh orang lain.

__ADS_1


Aku mencoba menepuk kasurnya. Sangat keras, aku tidak akan bisa tidur di kasur seperti ini. Aku langsung mengeluarkan kasur lipat yang kubawa di ruang dimensi. Lebih nyaman untuk tidur di kasur lipat. Lebih empuk dan tidak membuat tubuhku terlalu sakit.


Aku tidak keluar kamar sampai keesokan paginya. Aku berlatih di dalam. Aku berlatih sihir teleportasi ku. Setelah melihat beberapa kejadian yang terjadi akhir-akhir ini, aku sadar bahwa sihir teleportasi itu sangat penting. Setidaknya aku harus bisa membawa orang lain berteleportasi bersamaku, agar semuanya menjadi lebih mudah.


__ADS_2