Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Berburu Penyihir Gelap 1


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva menawarkan robot pembersih itu kepada Denis. Denis berkata dia perlu memikirkan hal itu lagi, terutama bayaran yang harus mereka kirimkan. Eva juga berniat menawarkan robot itu kepada Sayn dan Robert sejak kedua pria itu berpengaruh penting di dalam Kerajaan Kano dan Menara Sihir. Setelah itu, Eva meminta Vivian untuk mengatur masalah pertokoan yang akan dia buka di ibukota.


***


Berita bahwa mahluk asing sudah datang ke dunia ini menyebar dengan cepat. Seluruh dunia sudah mengetahui hal itu dan bersiap memperkuat pertahanan mereka, termasuk Kerajaan Well. Berita ini menyebar dengan cepat karena pihak elf cahaya menyebarkan nya ke seluruh dunia dan menyuruh semua mahluk hidup untuk waspada terhadap mahluk asing itu.


Setiap kerajaan mulai melakukan pembersihan pada daerah mereka. Mereka mulai mendeteksi penyihir gelap yang ada di wilayah mereka, lalu memusnahkan para penyihir itu. Ini menjadi pembersihan masal karena dilakukan secara serentak di seluruh dunia. Tapi ada beberapa penyihir gelap yang berhasil menyelamatkan hidup mereka sendiri dengan melahirkan diri.


Pembersihan masal terhadap penyihir gelap ini dilakukan di seluruh tempat, kecuali Kota Sihir, Kerajaan Albonia dan juga Menara Sihir. Kota sihir tidak akan melakukan pembersihan masal seperti itu karena tempat itu memang tempat netral untuk semua penyihir. Sementara untuk Menara Sihir dan Kerajaan Albonia, tidak ada yang tahu alasan mereka, kenapa mereka tidak melakukan pembersihan sama sekali. Kerajaan Albonia adalah satu-satunya kerajaan manusia yang tidak melakukan pembersihan dan semua orang merasa bingung dengan keputusan raja mereka.


Saat ini kondisi di Kerajaan Well juga sangat tegang. Seluruh kota penuh dengan pengawal kerajaan yang melakukan inspeksi di setiap rumah. Para pengawal itu menanyakan identitas mereka. Kalau identitas mereka tidak jelas, secara otomatis mereka akan ditangkap dan dipenjara untuk diintrogasi lebih lanjut. Pembersihan ini tidak hanya menjaring para penyihir gelap tapi juga para imigran illegal yang pindah secara sembarangan ke kerajaan Well.


Aku awalnya sempat khawatir karena pembersihan masal ini. Tapi ternyata keluarga bangsawan dikecualikan karena identitas mereka sudah jelas. Jadi aku merasa sangat lega karena hal itu. Setidaknya mereka tidak akan menyelidiki identitas Diana dan status keluarga kami tidak akan diketahui oleh publik.


Suasana akademi juga tidak terlihat baik. Seluruh staff sekolah dan anggota dewan melakukan inspeksi besar-besaran hari ini untuk mencari penyihir gelap yang tersembunyi itu. Jadi semua kelas diliburkan untuk hari ini.


Bahkan asrama kami juga diinspeksi, walaupun aku adalah wakil dewan sekolah. Dan tentu saja yang melakukan inspeksi adalah Denis dan dua orang staff sekolah.


"Jadi ini adalah kamarmu?" kata Denis sambil tersenyum menggoda.


Aku merasa tidak nyaman dengan senyuman itu sama sekali. "Memangnya kenapa?"


"Tidak apa-apa. Hanya saja lebih rapi dari yang kuduga" katanya.


Urat-urat kekesalan muncul di kepalaku. Memangnya aku sekotor apa sampai dia menduga bahwa aku akan memiliki kamar yang sangat kotor? Dasar pria tidak tahu malu!


"Humph!" aku hanya mendengus kesal.

__ADS_1


"Ini semua pasti karena kau sekamar dengan nona Vivian" Denis membuat kesimpulan. "Nona Vivian adalah seorang perfeksionis sejak dia masih kecil. Jadi mungkin karena dia, kamar kalian tetap rapi walaupun tidak ada pelayan kecil yang melayani kalian."


Vivian memerah malu karena dipuji seperti itu. Dan aku merasa sangat kesal. walaupun perkataan Denis itu benar, bahwa Vivian lah yang selama ini m membersihkan kamar. Tapi tetap saja aku tidak bisa menerima nya dan merasa sangat kesal.


Dua orang staff yang datang bersama Denis, adalah guru wanita. Jadi kami dengan leluasa mengizinkan keduanya untuk memeriksa kamar kami. Dan tentu saja, tidak ada hal apapun yang mencurigakan.


Pengecekan pun selesai. Denis langsung pergi ke kamar selanjutnya. Sementara Vivian pergi untuk mengecek restauran miliknya. Aku juga pergi untuk menghampiri Robert.


Dia menghubungiku dengan telepati bahwa dia sudah kembali hari ini. Jadi aku ingin menemuinya. Sementara Sayn, dia memang ada di ibukota tapi dia tidak berada di akademi sekarang. Katanya ada urusan mendadak dan aku tidak tahu apa itu.


Aku menemui Robert di ruang guru. Karena semua guru membantu investigasi, ruangan itu menjadi sangat sepi. Robert tidak mempunyai meja pribadi karena dia hanya guru magang. Jadi dia hanya duduk di selesar dengan meja umum untuk semua orang. Biasanya meja ini selalu ramai, tapi sangat sepi sekarang.


"Kau sudah disini" Robert tersenyum sambil meletakkan berkas yang dipegangnya di sudut meja.


Sebenarnya Robert yang memanggil ku lebjh dulu untuk menemuinya karena dia ingin membicarakan sesuatu.


"Lama tidak melihat mu Robert. Kau terlihat lebih pendek sekarang" kataku dengan senyum jahil.


"Jadi ada hal apa?" aku bertanya.


"Kau tahu aku sangat sibuk akhir-akhir ini bukan?"


Aku mengangguk.


"Aku membantu Duke" jawabnya singkat m "Untuk menyelidiki sesuatu. Semua ini terkait dengan pertunanganmu dan juga keluargamu" kata Robert serius.


Aku hanya mengerjap kan mataku tidak mengerti.


"Duke memutuskan pembatalan pertunangan" kata Robert pelan.

__ADS_1


Aku mengerjap kaget. Tapi reaksi ku tidak berlebihan sama sekali. Lagipula aku sudah tahu bahwa Duke memang tidak terlalu menyukai pertunangan ini. "Tapi, kalau kita melakukan nya secepat ini, bukankah itu sedikit berbahaya?" kataku ragu.


Faksi Court dan Faksi Kerajaan sedang bertikai saat ini. Ditambah lagi permasalahan penyihir gelap yang membuat semuanya semakin rumit. Kalau pertunangan mereka dibatalkan di saat seperti ini, situasinya akan semakin kacau.


"Aku tahu" Robert mengangguk pelan. "Apa kau tahu bahwa beberapa bangsawan mengincar keluarga kalian dan bahkan mengirim pembunuh?" Robert bertanya. Dia memberitahu semua informasi yang dia dapat kepada Eva tanpa menyembunyikan satu pun rahasia. walaupun Robert tahu, bahwa gadis kecil itu juga mengetahui semuanya.


Aku mengangguk pelan.


"Dan semuanya atas persetujuan Raja. Dari awal situasinya memang tidak terkendali" kata Robert.


Sebenarnya aku sedikit tersentak saat tahu bahwa semuanya terjadi karena persetujuan Raja. Maksudku, di masa lalu, tidak ada yang mengirim pembunuh dengan menargetkan keluarga kami. Malahan dulu, Eva yang mengirim beberapa pembunuh untuk Reina.


Tapi semuanya berubah sekarang. Marquis Zent lan yang mengirim pembunuh ke kediaman mereka. Tapi aku tidak percaya bahwa semua itu atas persetujuan Raja.


Jadi Raja juga juga terlibat. Bukankah berarti Denis juga terlibat? Aku kira alurnya sedikit berubah. Tapi ternyata tidak. Walaupun sedikit berubah tapi tetap saja mereka mengincar kehancuran keluargaku. Aku harus waspasa sekarang. Aku masih tidak bisa menghadapi mereka semua. Kami sekeluarga tidak akan bisa menghadapi semua orang seorang diri. Dan juga aku masih belum cukup kuat.


"Jangan khawatir. Kalau terjadi sesuatu yang meresahkan. Kami, Menara Sihir, akan berpihak pada kalian" kata Robert kemudian.


"Terima kasih..." kataku sungguh-sungguh.


"Jadi aku ingin bertanya sesuatu yang sangat serius padamu. Apa kau tetap ingin bertunangan dengan Putra Mahkota? Apa kau mencintai nya?"


Aku hampir tersedak saat mendengar pertanyaan Robert. "Tidak. Aku tidak mencintainya" aku menjawab dengan cepat. Aku sudah menyerah pada pria itu sejak lama. "Tapi aku masih ragu untuk membatalkan pertunangan di situasi sekarang ini" kataku kemudian.


Robert tersenyum saat dia mendengar jawaban Eva. Dia mengelus rambut gadis kecil itu dan mencium helaian rambut panjang nya. Eva sedikit tersentak saat Robert tiba-tiba mencium rambutnya. Itu terlalu mendadak.


"Jangan khawatir. Aku dan ayahmu akan mengurus semuanya. Kita tidak akan membatalkan pertunangan secepat itu. Lagipula situasi ini tidak tepat." kata Robert lembut. "Tapi kita akan melakukan nya kalah situasinya semakin parah" dia berkata penuh arti.


"Um...oke..." kataku canggung. Aku masih sangat kaget dengan sikap Robert yang tiba-tiba itu. Aku bahkan lupa bahwa aku ingin menawarkan robot pembersih itu. Dan melarikan diri dengan cepat. "Aku akan kembali!" kataku cepat. "Vivian menunggu ku" aku menambahkan kebohongan palsu dan menghilang dengan cepat.

__ADS_1


Sementara Robert hanya menatap nya sambil tersenyum nakal. Dimasa lalu gadis kecil itu sering menggodanya dengan mencium pipinya saat dia menginginkan sesuatu. Dia membalaskan dendam nya sekarang. Melihat gadis kecil itu melarikan diri dengan wajah malu, dia tersenyum puas.


__ADS_2