Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Tamu Misterius ( Ren )


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Saat mereka akan mulai makan malam, tiba-tiba Denis muncul tanpa kabar dan mengejutkan semua orang.


Semua orang tidak menyukai kedatangan Denis, kecuali Diana yang sangat menyambut nya. Diana pun mengajak Denis untuk ikut makan malam bersama mereka.


***


Wiya mendesah lega saat dia keluar dari ruang makan yang penuh sesak itu. Dia hampir kehilangan napasnya. Dia benar-benar takut Duke akan memarahinya, karena itu dia dengan cepat melesat keluar.


"Ruangan itu seperti neraka" dia menggerutu saat melihat tatapan tajam semua orang, seakan-akan mereka bermusuhan satu sama lainnya. Mereka semua tidak normal, itulah yang dipikirkan oleh Wiya.


Wiya menghela napas sekali lagi, sebelum akhirnya menyentuh pintu ruangan untuk menutup nya.


Tapi tiba-tiba SYUUU! Angin yang sangat kencang menerobos masuk dan membuat rambutnya berterbangan.


Wiya tersentak kaget saat angin misterius yang menerpanya. Dia bahkan mematung beberapa saat sebelum kembali masuk ke dalam ruangan. Dia masuk pelan-pelan dengan melihat sekeliling ruangan. Tapi tidak ada kehadiran siapapun. Malahan dia harus bertemu dengan mata tajam Duke yang saat itu menatapnya.


"Aku akan menutup pintunya" katanya gugup sambil perlahan mundur.


Duke mengalihkan tatapannya tanpa mengatakan apapun. Dan Wiya secara perlahan keluar dari ruangan. Dia berpikir mungkin dia salah lihat. Karena terlalu gugup, dia mengira angin biasa menjadi angin kencang.


Duke menatap semua orang di meja makan. Suasana sangat hening sekarang. Tidak ada seorang pun yang berbicara dengan mulut mereka. Mereka saling berbicara satu sama lain dengan bertatapan.


Duke merasa dia tidak ingin berbicara lagi. Dia takut ada orang aneh lainnya yang muncul saat dia berkata "Kita akan mulai makan malam". Jadi dia hanya menatap semua orang dalam diam.


Tapi tidak ada yang menyadari sikap aneh Duke, karena setiap orang saling berpikir. Mereka saling berbicara dengan pikiran mereka masing-masing. Lalu mulai bertatapan satu sama lain.


Eva juga merasakan bahwa tiga orang itu (Sayn, Robert dan Denis) mengirimkan sinyal telepati padanya. Tapi Eva langsung menolak mereka semua. Alasannya sederhana. Karena mereka semua mengirimkan sinyal di waktu yang sama! Mana mungkin Eva menerimanya. Jadi dia menolak semuanya.


Bahkan Vivian juga memberinya sinyal telepati. Tapi Eva tidak menolaknya, dia langsung menerima nya.


"Bukankah suasananya sangat aneh? Kenapa makan malam yang berharga jadi seperti ini" kata Vivian sedih.


Aku bisa merasakan kesedihan suaranya walaupun dia hanya berbicara dengan pikiran. "Maafkan aku" aku membalasnya. Semuanya salahku. Siapa yang mengira bahwa ketiga orang itu datang secara bersamaan dan membuat suasana menjadi canggung seperti ini?


"Kenapa kau meminta maaf? Itu bukan salahmu" jawab Vivian kemudian.


Lalu tiba-tiba orang lain juga mengirimkan sinyal telepati padaku. Eh? Itu Ren. Aku pun menerimanya.


"Ada apa dengan wajah jelekmu? Dan kenapa suasananya sangat tidak bagus disini?" Ren tiba-tiba berkata.


"...."


Aku tidak menjawab. Aku hanya tersentak kaget dan langsung berdiri dari kursiku. Apa Ren ada disini? Bagaimana dia bisa tahu ekspresi ku sekarang kalau dia tidak disini? Aku celingak-celinguk untuk mengamati sekeliling, tapi aku tidak melihat siapapun. Aku hanya melihat bahwa semua orang di meja makan menatap ku dengan tatapan bingung.


"Ada apa Eva?" Diana bertanya saat melihat Putri nya bangkit dengan wajah kaget seperti itu. Dia merasa tingkah Eva sedikit aneh.


"Tidak apa-apa" aku tersenyum kecil sambil kembali duduk.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin tidak apa-apa? Ada apa dengan wajahmu?" suara yang sangat asing tiba-tiba muncul. Lalu aku merasa tubuhku terbang dengan sendirinya ke sudut ruangan.


Dengan lembut, aku jatuh ke tangan seseorang. Itu adalah Ren. Saat ini Ren sedang menggendong ku dengan posisi putri. Dan kami bertatapan.


"Apa yang kau lakukan?" aku menatap nya dengan wajah masam, lupa bahwa aku sedang berada di ruang makan sekarang.


Ren perlahan menurunkanku, "Sangat kecil" dia mulai menggerutu.


Aku merenggut kesal, mendengar gerutuannya. Tentu saja aku kecil! Hei, aku masih anak remaja! Bagaimana kau bisa membandingkan ku dengan orang dewasa seperti mu!


"Humph!"


Ren tidak mempedulikan dengusan kesal Eva. Dia tersenyum kecil, sambil membelai pipinya. "Ekspresi mu tidak baik. Apa kau sakit?"


"Tidak" aku menjawabnya ketus.


Dua orang itu tidak tahu bahwa semua orang menjadi panik sekarang karena kemunculan Ren yang sangat tiba-tiba.


Duke berdiri sambil mengambil pedang Sihir nya. Denis melakukan hal yang sama. Ren dan Sayn menunjukkan kuda-kuda untuk menyerang. Mereka berpikir ada musuh yang tiba-tiba datang dan menculik Eva.


"Siapa kau?!" Duke berteriak penuh kemarahan sambil bersiap untuk menyerang.


Ren menatapnya sambil mengerjapkan matanya. Lalu dia mengabaikan nya. Membuat seluruh tubuh Duke bergetar penuh kemarahan.


Duke sudah bersiap ingin menyerang. Tapi tiba-tiba Diana berdiri dan berlari ke arah Ren.


Tapi Diana tidak mendengarkan nya. Dia malah mempercepat larinya dengan sihir. Lalu dia memeluk Ren dengan seluruh kekuatan nya.


"Ren....Ren...Ren..." Diana terus memanggil namanya sambil terus terisak.


Ren menatap Diana, lalu dia perlahan membelai kepala wanita itu. "Lama tidak bertemu"


"Aku merindukanmu, hua" tangis Diana pun pecah.


Duke yang melihat semua kejadian itu dengan wajah tercengang. Dia bahkan menjatuhkan pedangnya ke lantai saking kagetnya.


"Tidak mungkin..." dia bergumam tak percaya. Dia tidak percaya bahwa Diana akan selingkuh!


Dia tidak mengira bahwa Diana akan memeluk pria lain dengan penuh kasih sayang. Bahkan menangis di dadanya! Duke tidak mempercayai nya!


"Siapa pria itu? Kapan mereka bertemu? Dia bahkan lebih muda dari Diana! Bagaimana dia bisa merayu istri orang lain. Dasar tidak tahu malu!" Duke bergumam dengan wajah murka.


Semua orang yang berada di meja makan mendengar gumamannya dan melepas kehati-hatian mereka. Mereka berpikir ini adalah masalah pribadi rumah Duke, jadi mereka tidak bermaksud untuk ikut campur.


"Diana!" Duke akhirnya berteriak marah saat melihat istrinya terus menangis di dada pria asing itu.


"Um..." Diana menghentikan tangisannya. "Maafkan aku..." dia menatap Ren penuh kerinduan. Lalu dia menatap Duke dan mengerjap kaget. "Ada apa dengan matamu? Kenapa kau menatapku seperti itu?" Diana berkata sedih dan ingin menangis lagi


Duke menjadi linglung setelah mendengar perkataan istrinya. Dia tahu Diana sangat polos. Tapi dia tidak mengira bahwa dia akan mulai berselingkuh dengan kepolosan seperti itu. Tapi dia tidak tahan melihat wajah sedihnya, jadi dia berusaha menahan amarahnya. "Siapa pria itu?" suaranya bergetar dengan nada dingin.

__ADS_1


"Um...Dia Ren. Aku pernah menceritakan nya bukan?" Diana bertanya kembali dengan tatapan polos.


"Ren?" Duke merasa nama itu tidak asing. Otaknya mulai berpikir keras untuk mencari kepingan ingatan. Lalu dia mengingat nya. Pria itu adalah raja elf gelap yang pernah ditemui Diana sewaktu dia masih kecil!


Duke tidak mengenalinya karena penampilan manusia yang dia pakai Sekarang.


Duke pun merendam kemarahannya pada Diana. Dia sudah salah paham. Tapi dia masih menatap Ren dengan sangat dingin.


"Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau bisa masuk ke rumah orang lain tanpa izin? Apa kau seorang pencuri yang tidak punya sopan santun sama sekali?" katanya sarkas.


"Tidak. Eva mengundang ku" kata Ren santai.


Aku langsung menatap nya cemberut. Hei! Kapan aku mengundang mu? Kau yang tiba-tiba datang tanpa diundang! Bahkan muncul dengan cara mencolok seperti ini!


"Sayang, jangan kasar pada Ren" kata Diana tidak senang.


Duke mengerjap kaget. Dia tidak menyangka Diana membela pria lain, tapi masih memanggil nya sayang. Duke tidak mengerti isi pikiran Diana sekarang.


Ditambah lagi, dia melihat Eva memegang jubah Ren. Dan istrinya masih memeluk lengan Ren. Bagaimana bisa putri dan istrinya lengket pada pria seperti itu?


Duke ingin menyerang nya. Dia tidak peduli bahwa orang itu adalah orang terkuat! Dia ingin menyerang nya dan mengusirnya keluar dari rumah dengan memalukan! Dia tidak bisa melihat istri dan putrinya dekat dengan pria itu bahkan melebihinya!


Tapi dia tidak bisa melakukan nya. Makan malam kali ini adalah makan malam spesial yang sudah disiapkan oleh Putri nya. Dia tidak mau mengacaukannya.


Kalau mereka bertarung, ruangan ini kacau. Mungkin semua makanan akan terbuang sia-sia. Dia tidak mau itu terjadi. Dia tidak mau menyia-nyiakan usaha putrinya. Jadi dia hanya bisa bersabar dan menyerah.


Diana dengan santai memegang lengan Ren dan menariknya. "Ren, ayo makan malam dulu. Ada banyak hal yang ingin kubicarakan padamu~" kata Diana dengan nada manis.


Mendengar Diana berbicara manis pada Ren, Duke hanya bisa menahan kekesalannya dengan menggertakan gigi.


Diana dengan santai mengarahkan Ren untuk duduk di samping Sayn, sebelum dia akhirnya kembali ke kursinya sendiri.


Aku juga kembali ke kursiku setelah semua yang terjadi.


"Guru Wason?" Tiba-tiba Denis membuka suara nya dengan sedikit ragu. Denis merasa wajah pria di depannya sangat tidak asing.


"Ah! Selamat malam Yang Mulia" jawab Ren ramah. "Aku tidak menduga bahwa akan melihat murid terbaik akademi di tempat ini" katanya kemudian


Mendengar respon Ren, mata Denis berbinar. Dugaannya tidak salah. Pria di depannya adalah salah satu guru yang mengajar di akademi. "Sudah lama tidak bertemu semenjak aku lulus, Guru" kata Denis sopan setelah dia mengkonfirmasi identitas Ren sebagai gurunya. "Eva adalah tunanganku. Tentu saja aku akan sering bermain kemari" Denis menambah kan


"Oh?" Ren membuat wajah tertarik. Dia tidak menduga informasi itu, bahwa mereka berdua adalah tunangan. Dia tidak pernah peduli hubungan yang terjadi di antara rumah bangsawan. Tapi dia tidak mengira gadis kecil itu adalah calon ratu masa depan.


"Siapa yang mengizinkanmu untuk terus masuk ke sini. Ini bukan istanamu" Duke berkata dengan sarkas.


Denis hanya tersenyum canggung saat mendengar nya. Sementara Diana melototi Duke untuk membuat nya tidak membuka mulut lagi.


Robert menatap Ren dengan tatapan waspada. Dia tahu bahwa orang ini sangat kuat sampai bisa menyembunyikan keberadaan nya seperti itu. Robert tidak mengenal Ren walaupun dia juga bekerja sebagai guru di akademi. Pasalnya Robert hanya guru magang dan dia sering mendapat misi lainnya di luar. Sehingga dia jarang bergaul dengan guru lainnya.


Sayn juga menatap Ren dengan penuh kecurigaan. Saat Ren duduk di samping nya, Sayn merasakan tekanan yang sangat kuat. Saat itu dia sadar bahwa pria itu sangat berbahaya. Sayn tidak menyangka orang seperti ini akan menjadi guru di akademi. Sayn juga tidak pernah melihatnya di akademi karena dia sendiri selalu membolos.

__ADS_1


__ADS_2