Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Kemunculan Robert


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Duke dan yang lainnya mulai mendiskusikan rencana mereka untuk menyelamatkan Diana. Duke dan Pale akan berhadapan dengan para prajurit kerajaan dan jendral besar kerajaan di depan gerbang ibukota. Beberapa jubah hitam akan menghadapi penyihir istana yang memasang segel. Lalu Emerta, Eva dan Sayn akan menuju ke tempat eksekusi. Kemudian Pangeran Erick akan tetap berada di perkemahan untuk menjaga Evan.


***


Eksekutor itu menendang kaki Diana sehingga Diana langsung berlutut. Diana berlutut di hadapan semua orang, yaitu Denis dan para bangsawan. Kedua tangannya diikat dengan rantai ke belakang.


"Baiklah, mulai" kata Denis dingin.


Suasana menjadi sunyi. Tidak ada lagi yang berani mengeluarkan cemoohan dan teriakan saat Denis mengeluarkan suaranya.


Eksekutor itu secara perlahan mendekat kan sebuah mangkuk kecil di mulut Diana. Itu adalah mangkuk yang sudah diisi dengan racun mematikan.


Tepi mangkuk sudah menempel di bibir Diana dan perlahan cairan racun itu akan masuk.


"Tunggu dulu!" Tiba-tiba suara yang sangat lantang memenuhi seluruh aula.


Racun yang dipegang oleh eksekutor itu terjatuh ke lantai karena dipukul oleh sesuatu yang tidak terlihat.


Lalu di atas muncul tiga orang, yang sedang terbang dan secara perlahan turun ke tengah aula. Mereka adalah Robert dan dua orang Dean dari Menara Sihir, salah satunya adalah Dean Cristal, guru sihir Eva dan Dean Leon.


Denis langsung melemparkan tatapan tidak senang ke arah Dean Wason.


"Apa maksudnya ini?" dia tidak menyangka bahwa Menara Sihir akan menganggu proses eksekusi secara terang-terangan seperti ini.


Padahal mereka masih terikat perjanjian, tidak akan bertarung satu sama lain karena Menara Sihir masih menumpang di tanah kerajaan mereka.


Dean Wason mengangkat kedua tangannya. "Aku tidak tahu apa-apa Yang Mulia" dia menggeleng kan kepalanya. "Ketiga orang itu bertindak sendiri dan tidak membawa nama Menara Sihir. Mereka akan menanggung resiko mereka sendiri karena mengacaukan proses eksekusi. Aku tidak mau ikut campur" katanya acuh.


Lalu dia mengedipkan mata kanannya ke arah Robert dan Robert tersenyum. Denis memperhatikan hal itu dan menggertakan giginya kesal. Menara Sihir benar-benar menganggap acara eksekusi ini sebagai taman bermain mereka. Denis merasa tidak dihargai sama sekali dan harga dirinya terasa di injak-injak.


"Yang mulia, maafkan kelancangan saya" Kata Robert kemudian. Dia maju beberapa langkah dan berdiri di samping Diana.


"Kalian, enyahlah!" eksekutor itu ingin menyerang Robert.

__ADS_1


Tapi Denis mengangkat tangannya "Hentikan" dan eksekutor itu berhenti.


"Apa yang kau lakukan?" Denis menatap Robert dingin. "Kau tahu kalau mengacaukan proses eksekusi itu adalah kejahatan bukan?"


"Saya tahu. Tapi sejak awal eksekusi ini salah" kata Robert lantang.


Pernyataan Robert membuat seluruh isi aula menjadi ribut. Setiap orang mulai berbisik-bisik di antara mereka sendiri setelah mendengar perkataan Robert.


"Eksekusi ini dimaksudkan untuk menghukum mati penjahat yang menjadi mata-mata kerajaan. Tapi wanita ini bukanlah mata-mata" tambah Robert lagi.


Aula menjadi semakin ribut.


"Itu berarti kau meragukan intelejensi kerajaan?" Denis hampir meledak.


"Tidak yang mulia." Robert menggelengkan kepalanya. "Aku hanya takut ada penyusup yang merubah seluruh informasi sehingga setiap orang tertipu"


Denis mengernyitkan keningnya.


Robert langsung berkata dengan cepat. "Aku akan menunjukkan buktinya"


Alat sihir ini adalah alat sihir kuno yang ditemukan oleh Robert saat dia berada dalam misi ekspedisinya. Robert juga tidak menduga bahwa dia menemukan alat bagus untuk merekam informasi seperti ini.


Semua orang terdiam saat melihat layar besar cahaya tembus pandang di depan mereka.


"Saya dan Duke sebenarnya sedang menyelidiki para penyusup yang ada di ibukota. Dan kita menemukan beberapa kejanggalan" Robert mulai menjelaskan.


Terpampang gambar orang asing di layar itu, mengenakan jubah coklat.


"Kami menemukan seorang penyusup. Dan dia adalah orangnya"


Lalu gambar berganti. Masih dengan orang yang sama tetapi jubahnya sudah dilepas. Semua orang bisa melihat tubuh yang berwana kegelapan dan telingan runcing yang panjang.


"Ya, sosok itu bukanlah manusia. Dia adalah seorang elf gelap"


Semua orang syok. Mereka tidak pernah menduga bahwa ada elf gelap yang menyusup di wilayah mereka. Bahkan Denis juga membeku sejenak.

__ADS_1


"Kami menggunakan berbagai cara untuk memperoleh informasi dari elf gelap ini. Dan dia mengatakan bahwa ada beberapa penyusup lainnya. Bahkan beberapa dari mereka adalah manusia. Dan mereka hanya menjalankan perintah dari pemimpin mereka. Sampai saat ini aku masih tidak tahu siapa pemimpin yang dimaksud ini. Tapi kami berhasil memperoleh informasi penting lainnya"


Robert menatap para bangsawan lalu tatapannya berhenti di salah satu bangsawan. "Rumah bangsawan Marquis Zent terlibat"


"Omong kosong!" Marquis Zent langsung berdiri dan berteriak marah. "Kalian bersekongkol dan ingin memfitnahku! Aku sama sekali tidak tahu tentang apa yang kalian bicarakan!"


"Marquis!" Denis berkata dengan tegas. "Diamlah. Kau bisa membela dirimu nanti. Biarkan dia menyelesaikan semuanya."


"Tapi...tapi...aku tidak terima"


Denis menatap tajam Marquis. Marquis membeku dan terdiam. Marquis menatap Robert dengan niat membunuh. Lalu kembali duduk dengan wajah jelek. Suasana hatinya sangat gelisah sekarang.


Gambar di layar besar itu berganti menjadi gamabr sebuab ruangan dengan tabung-tabung besar yang aneh.


"Kami menyusup ke kediaman Marquis dan menemukan tempat ini. Sebelum nya ada kabar bahwa kediaman Marquis hancur karena pencuri bukan? Itu bohong. Tempat yang hancur ini adalah sebuah laboratorium rahasia"


Robert menunjukkan gambar lainnya tentang laboratorium itu. Membuat seluruh penonton menjadi tertegun karena itu sangat mengerikan.


Mereka bisa melihat ada banyak organ di tempat itu dan mereka bahkan tidak tahu itu adalah organ manusia atau binatang.


"Aku masih tidak tahu penelitian apa yang mereka lakukan. Tapi para penyusup itu bekerja sama dengan Marquis dan melakukan penelitian bawah tanah di mansionnya. Kemungkinan itu adalah penelitian tentang manusia"


Gambar berganti menjadi sebuah diagram angka.


"Akhir-akhir ini kami mengecek di bagian pelaporan istana, ada banyak berita anak yang hilang. Dan hampir mereka semua adalah anak yatim piatu yang tersebar di ibukota."


Gambar berganti lagi.


"Kami menemukan beberapa potongan baju anak-anak di laboratorium itu"


Semua orang membeku dan merinding. Beberapa dari mereka memiliki perasaan campur aduk. Mereka merasa marah dan sedih saat tahu anak-anak tak bersalah juga terlibat.


"Sampai saat ini aku tidak tahu kenapa penyusup itu melakukan penelitian di kerajaan Well dan apa tujuan mereka menyusup ke tempat ini" Robert menatap Marquis. "Kita bisa menanyakan hal itu langsung pada yang bersangkutan"


Dan semua orang ikut menatap Marquis juga.

__ADS_1


__ADS_2