Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Percobaan Membuat Golem 2


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva sudah menjalani kehidupan sekolah nya di kerajaan Kano hampir seminggu. Dia tidak bertemu dengan Sayn karena pemuda itu absen untuk waktu yang cukup lama. Putera Mahkota berkata bahwa dia dan Raja berkelahi sehingga Raja mengukumnya.


Setelah itu Eva memutuskan untuk kembali ke Mansion nya karena dia mendapat kan dua hari libur setiap minggunya. Tapi orang tuanya tidak ada disana. Pelayan nya, Wiya, mengatakan bahwa Duke berkelahi dengan Raja karena masalah pertunangan dan memutuskan untuk kembali ke mansion utama. Eva memutuskan untuk memikirkan semua hal ini nanti. Dia lebih memilih untuk melakukan percobaan membuat golem karena mansion itu sedang kosong.


***


Aku melihat halaman belakang mansion yang terasa tidak asing ini. Dulu halaman ini kosong, tapi sekarang ada beberapa pepohonan di tepi pagar dinding. Aku tidak tahu siapa yang menanam pohon itu. Tapi jujur saja aku takut merusaknya. Aku akan berusaha untuk lebih berhati-hati.


Aku pun mulai menghirup napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan. Aku melakukan nya berulang kali sampai aku mulai merasa tenang. Lalu secara perlahan aku mengeluarkan sihirku dan membentuk golem kecil setinggi pinggangku.


Golem itu terbentuk hanya dalam beberapa detik. Tidak memiliki bentuk khusus, terlihat seperti boneka bulat yang memiliki tangan dan kaki serta wajah bulat yang tidak ada mata, hidung dan mulut. Boneka itu berjalan seperti robot, menggerakkan kakinya dengan kaku.


Aku takut dia akan runtuh sebentar lagi. Ternyata memang mustahil membuat golem tanpa inti sihir. Mereka tidak bisa terus hidup tanpa mana yang mendukung tubuh mereka. Jadi aku meletakkan kristal sihir biasa ke dalam tubuh golem itu. Kristal itu tersimpan tepat di tengah dada golem.


Lalu tiba-tiba pergerakan golem menjadi lebih mulus. Golem kecil itu bertingkah seperti anak kecil yang manis, mengelilingi ku dengan riang. Lalu menarik-narik gaunku. Astaga! Dia benar-benar seperti anak kecil. Bahkan saat dia mendongak menatapku, aku merasa sedikit kasihan karena tidak memberikan nya bentuk yang baik.


Aku pun meletakkan tanganku di kening boneka golem itu dan mulai membayangkan wajah kecil yang akan aku buat. Aku membayangkan wajah peri kecil yang kulihat di buku dongeng. Keberadaan peri itu berbeda dengan elf. Elf yang ada disini memiliki wajah yang tidak berbeda jauh dari manusia. Hanya saja mereka lebih cantik. Tapi peri dalam buku dongeng itu memiliki hidung tinggi merah, mata besar, dan pipi yang merona serta telinga yang runcing. Sehingga membuat mereka tampak lebih imut.


Aku membayangkan nya dan membuat bentuk golem menjadi seperti peri. Muncul gelembung-gelembung aneh pada tubuh golem itu karena perubahan bentuk yang tiba-tiba. Lima menit kemudian, aku berhasil merombaknya.


Perlahan golem itu membuka matanya yang berwarna coklat. Walaupun dia terlihat seperti manusia, aku tidak bisa mengubah tubuh mereka menjadi seperti manusia. Mereka tetap terlihat seperti tanah hidup atau boneka hidup dengan warna kecoklatan. Mengingatkanku pada pinokio.


Golem dengan bentuk peri kecil itu tidak bisa berbicara. Tapi dia bisa berjalan dengan mulus dan menggerakan tangannya dengan mudah. Bahkan itu bisa berkedip. Jadi aku cukup menyukainya. Sayangnya aku tidak akan pernah membuat golem itu menjadi manusia karena itu sedikit tabu.


Aku menyuruh golem itu untuk mengambilkanku daun yang berjarak beberapa meter dariku. Golem kecil itu menuruti ku dan berlari kecil untuk mengambilnya.


Sangat imut, dia benar-benar imut. Dia benar-benar seperti anak kecil yang imut. Aku jadi tidak tega untuk membayangkan nya hancur.


Setelah itu, aku menyuruhnya untuk menggunakan sihir. Golem kecil itu hanya bisa mengeluarkan batu bulat kecil dari tangannya dan melemparnya. mungkin karena hanya menggunakan satu kristal, jadi sihir yang bisa digunakan terbatas.

__ADS_1


Aku membenamkan satu kristal lagi di dalam tubuhnya. Golem itu bisa menggunakan sihir tanah dasar seperti membuat pelindung dari tanah dan membuat lubang. Mataku berbinar saat melihatnya.


Walaupun ini jauh dari imajinasi ku. Aku berharap golem kecil itu bisa mengeluarkan beam seperti di film-film yang aku tonton saat kecil. Tapi sayang nya semua golem hanya bisa menggunakan sihir bumi karena mereka memang dibuat dari sihir bumi.


Aku mencoba membenamkan kristal sihir lainnya. Sihir yang dia keluarkan lebih kuat dan jangkauan nya lebih luas dari sebelumnya. Lalu aku membenamkan kristal keempat dan terjadi perubahan aneh pada tubuh golem.


Tubuh golem itu terlihat seperti mencair dan akan hancur. Aku dengan cepat mengeluarkan satu kristal sambil menghela napas lega saat perubahan aneh itu berhenti. Kelihatannya satu golem hanya bisa menahan tiga kristal sihir. Kalau lebih dari itu maka tubuh mereka akan hancur.


Aku jadi bingung sekarang. Kalau aku menggunakan kristal merah itu, bukankah tidak ada golem yang bisa menahannya?


Dan dugaanku benar...


Aku melakukan percobaan selama satu jam. Membuat banyak Golem dengan bentuk yang beragam. Ada bentuk manusia, humanoid dengan tanduk atau sayap, dan juga binatang. Ukuran beragam dari besar ke kecil. Tapi tidak ada yang bisa menahan kekuatan dari batu kristal merah. Tubuh mereka perlahan berubah seperti akan mencair saat aku memasukkan kristalnya. Jadi aku dengan cepat mengeluarkan nya dan mengganti nya dengan kristal biasa.


Aku jadi merasa sedikit putus asa. Ada banyak sekali golem di halaman belakang sekarang, dari besar hingga kecil. Tapi mereka tidak terlalu kuat, walaupun tetap bisa digunakan sebagai prajurit. Beberapa dari mereka bahkan bisa terbang kalau aku membuat kan mereka sayap. Tapk sayangnya mereka hanya bisa menggunakan sihir bumi alias hanya bisa melempar batu. Ini cukup lucu dan menyedihkan. Bahkan aku tidak bisa membuat golem powerful seperti yang aku bayangkan.


"puft..." tiba-tiba aku mendengar suara tawa saat salah satu golem terbang menjatuhkan kerikil nya ke bawah dan mengenai kepalaku.


Tapi yang keluar adalah sosok yang tidak terduga.


"Ren!" aku berseru kaget saat menatap sosok tinggi di depanku. Kenapa aku merasa Ren sekarang bertindak seperti Robert yang suka menyelinap diam-diam? Apa semua tokoh utama pria sangat suka mengendap diam-diam?


Ren tersenyum dan matanya menyipit kecil. Dia masih sedikit terkekeh. "Apa yang kau lakukan?" dia bertanya. "Aku sudah lama tidak melihat mu dan kau membuat batu hidup" katanya.


Pernyataan nya sangat jelas. Aku sedang membuat batu hidup sekarang! Dan dia tertawa karena golem-golem itu terlihat seperti tidak berguna di matanya!


Wajahku langsung berubah cemberut. Aku merasa tersinggung oke.


"Aku membuat golem bukan batu hidup" aku menjawab masam dengan melipat tanganku. Aku tahu dia sangat berbakat membuat hal-hal seperti ini. Tapi seharusnya dia tidak mengejekku bukan?


"Golem?" Ren berseru dengan wajah bingung. "Itu tidak terlihat seperti golem sama sekali" katanya lagi.

__ADS_1


Urat-urat kekesalan muncul di keningku.


Ren mengeluarkan sesuatu dari ruang dimensinya. Itu adalah sebuah anjing kecil. Tapi anjing itu tidak bergerak sama sekali. Apa itu boneka anjing?


Ren menyentuh sesuatu pada tubuh anjing itu dan tiba-tiba anjing itu bergerak dan menggonggong. Aku sedikit kaget.


"Robot lagi?" tanyaku.


"Bukan. Ini golem" kata Ren.


"Golem?" aku berseru tak percaya. "Terlihat seperti robot daripada golem. Sekarang aku merasa pikiran ku konslet. Bercampur aduk antara robot dan golem. Apa mereka produk yang sama?


"Ini golem" Ren menggendong anjing kecil itu di dadanya. Anjing itu menggonggong kecil sambil menggoyangkan ekornya. Terlihat seperti anjing asli. "Aku membuat nya dengan sihir bumi. Ini golem" sambung Ren. "Sentuh saja"


Aku menyentuhnya. Dan benar saja, tubuh anjing itu terasa keras. Walaupun itu bulu, tapi rasanya sangat keras dan kaku seperti tanah.


Aku mengerjap kaget. "Apa kau seorang seniman kayu Ren?" kataku tak percaya. Dia bisa membuat golem dengan detail seperti mahluk hidup ini hanya dari tanah. Bahkan golem itu bisa bersuara.


"Tidak. Itu sebenarnya hal yang mudah" jawab Ren santai.


"Lalu kemampuan apa yang dimiliki anjing kecil ini? Apa dia mengeluarkan kerikil juga?" wku bertanya.


Ren tersenyum saat mendengar pertanyaan ku. "Tidak." Dia memerintahkan sesuatu dan anjing itu tiba-tiba turun dan melesat dengan cepat untuk mengambil ranting kayu yang tidak jauh dari sana.


Itu sangat cepat! Hampir seperti penyihir angin!


"Bagaimana mungkin golem bisa menggunakan sihir angin?" kataku tak percaya.


"Tentu saja bisa"


Aku menghela napas pasrah. Pantas saja dia tertawa. Ternyata kemampuan kami memang seperti langit dan bumi. Lalu siapa yang tahu bahwa Ren juga bisa menggunakan elemen bumi.

__ADS_1


"Ini sangat mudah. Aku akan mengajarimu" kata Ren kemudian sambil tersenyum kecil.


__ADS_2