Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Diana (Bertemu Lagi)


__ADS_3

Walaupun mereka saling kenal, bukan berarti Ren membiarkan gadis kecil itu berkeliaran dengan bebas saat mengetahui rahasianya.


"Apa kau benar-benar bisa merahasiakan semuanya?" tanya Ren serius.


"Tentu saja aku bisa" respon Diana dengan gaya heroik. Tapi hal itu malah membuat Ren semakin ragu. Lagipula sifat gadis kecil ini sedikit terbuka. Ren takut Diana akan menyebarkan rahasia miliknya tanpa sadar. Tentang dirinya yang mempunyai dua wujud, yaitu manusia dan elf gelap.


"Tapi aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau adalah raja elf, kakak Ren" kata Diana dengan mata mengerjap takjub.


Melihat antusias gadis kecil itu, Ren merasa percaya diri. "Bukankah itu menakjubkan?" katanya percaya diri. Dia yakin gadis itu akan memujanya karena kekuatan nya.


Tapi dugaannya salah.


"Menakjubkan. Raja elf itu benar-benar menakjubkan. Aku mendengar dia sudah hidup selama ribuan tahun. Jarang berinteraksi dengan mahluk hidup lainnya. Dia juga dijuluki si gila penelitian. Karena terlalu sering mengurung diri, dia tidak pernah mendapat kan pasangan. Ada beberapa rumor yang beredar kalau dia menyukai pria, bukan wanita. Dan dia menculik beberapa pria untuk menemaninya tidur di kastil menyeramkan nya. Lalu dia juga terkenal kejam. Dia suka membunuh orang karena dia tahu dia kuat. Bukankah karakternya terlalu menakjubkan. Dia memiliki karakter aneh, gila dan jahat secara bersamaan!" jelas Diana blak-blakan.


BRAK!


Ren tidak melakukan apapun, tapi tiba-tiba timbul retakan di bawah kakinya. Wajahnya berkedut. Dia hampir muntah darah sekarang. "Darimana kau mendapat rumor seperti itu?"


"Rumor itu sudah tersebar seperti debu di seluruh dunia~" kata Diana senang. Lalu dia menatap Ren dengan mata menyipit. "Aku tidak tahu ternyata kau orang seperti itu, kakak~"


"Itu semua omong kosong! Aku bukan orang seperti itu!" Ren bersikeras.


"Aku mempercayaimu~" jawab Diana sambil menaikkan salah satu alisnya.


Ren merasa semakin kesal. Dia tahu Diana sengaja melakukan ini untuk mengejeknya.


"Kau bisa keluar dari istanaku!" katanya marah. Dia langsung mengirim Diana terbang.


"Tunggu! Aku ingin bersama ibuku!" teriak Diana.


"Aku tidak akan mengembalikan ibumu sampai kau menyelidiki dari mana semua rumor itu berasal"


"Itu tidak mungkin! Apa kau gila? Aku tidak mungkin menanyai setiap orang di seluruh dunia tentang hal itu! Kalaupun aku menemukan pelakunya. Aku tidak akan bisa melawannya. Aku sangat lemah. Itu tugas yang mustahil!"


"Anggap saja ini hukumanmu"


SYUUU!


Ren melempar gadis itu dengan sihirnya. Dia ingin menyingkirkan gadis kecil ini. Entah kenapa dia berpikir darahnya akan meninggi kalau gadis ini terus bersamanya. Tapi dia juga tidak lupa memberikan artefak pelindung dan pelacak padanya. Artefak itu akan aktif kalau nyawanya berada dalam bahaya, untuk melindungi nya. Ren juga bisa melacaknya karena pelacaknya menjadi aktif.


Diana terlempar cukup jauh. Dia bisa merasakan gelembung transparan menyelimuti seluruh tubuhnya.


Walaupun dia melihat langit, dia tidak bisa menikmati pemandangan karena pergerakan nya terlalu cepat. Membuka matanya hanya membuat nya merasa pusing. Jadi dia menutup matanya. Dia akan membuka matanya lagi kalau dia sudah mendarat di tanah.


Tiga puluh menit berlalu. Diana terbang selama tiga puluh menit di atas langit. Kecepatan terbang nya sekarang sudah mulai melambat. Jadi Diana mulai membuka matanya. Tapi BAM! Dia tiba-tiba terjatuh dan menghantam tanah dengan keras.


Diana sempat panik dan berpikir bahwa dirinya menjadi bubur karena terjatuh dari tempat yang tinggi. Tapi itu terjadi. Gelembung transparan itu melindunginya dan pecah saat menyentuh daratan.


Diana membuka matanya pelan-pelan dan kaget saat melihat bahwa tanah di bawahnya retak dengan cetakan berbentuk manusia. Kalau tubuhnya tidak diselimuti oleh pelindung, dia benar-benar akan menjadi bubur.


Diana tidak menyangka bahwa Ren akan begitu kejam seperti ini.


"Kakek Ren sialannnnn!" Dian berteriak keras untuk melampiaskan kekesalannya.


Tapi tiba-tiba dia mendengar suara yang aneh, seperti banyak sekali hentakan kaki. Saat dia sadar dan mengamati sekelilingnya, tubuhnya dikelilingi oleh ujung tombak.


"Eh?" Diana mengerjap kaget. Dirinya sekarang dikelilingi oleh beberapa prajurit. Para prajurit itu mengarahkan senjata mereka pada tubuhnya.


"A...apa yang terjadi?" Diana mengerjap bingung dengan ekspresi polos nya. Dia menggerakkan jarinya untuk menyentuh salah satu ujung tombak. "Astaga! Ini senjata nyata!" dia tersentak kaget.

__ADS_1


Diana tidak tahu apa yang terjadi. Dia hanya diterbangkan di tempat acak oleh Ren. Dia baru saja mendarat, tapi sudah dikepung oleh prajurit asing.


Dia pun mengamati sekelilingnya dan meljhat banyak sekali tenda berwarna hitam. "Eh?" Dia memastikannya sekali lagi, bahkan menghitung semua tenda itu dalam hati. "Ehhhhh?" Ada banyak sekali tenda! Yang lebih mengejutkan lagi, dia berada si tengah-tengah tenda itu! "Ehhhhhhhh?"


'Apa aku jatuh ke tengah-tengah perkemahan orang lain?' pikir Diana panik.


"Aku bukan orang jahat. Aku benar-benar tidak sengaja terdampar di tempat ini. Aku akan langsung pergi dengan cepat kalau kalian melepaskan ku" kata Diana sambil menatap para prajurit itu dengan mata memohon.


Tapi KRANG! Para prajurit itu malah memperketat pengepungannya. Ujung tombak itu sekarang menyentuh tubuhnya. Diana refleks mengangkat kedua tangannya "Aku sama sekali tidak bersalah...." dia merengek.


"Siapa penyusup nya?" sebuah suara asing bergema. Dan para prajurit yang mengepung Diana secara otomatis memberi jalan kepada seseorang untuk mendekati nya.


Diana melihat seorang pemuda seumuran dirinya, mungkin mendekat ke arahnya. Pemuda itu memiliki rambut pirang dan wajah tampan. Dia juga memakai baju tidur berkelas dengan pedang cantik yang menggantung di pinggangnya.


Pemuda itu menatap nya curiga. "Apa kau mata-mata? Kau benar-benar menggunakan sihir terbang untuk menyusup ke sini. Apa kau bodoh?" kata pemuda itu sarkas.


Diana mengernyit bingung. "Mata-mata? Aku tidak mengerti apa maksudmu. Aku datang kesini karena terjatuh dari atas" Diana menunjukkan ke atas langit "Seseorang yang galak menerbangkan ku"


Mata Pemuda itu menyipit "Kurung dia. Jangan lupa letakkan penghalang sihir agar dia tidak menggunakan sihirnya. Aku harus istirahat. Tidak punya waktu untuk mengurus tikus liar sepertinya" kata pemuda itu malas sambil beranjak pergi dari tempat itu


"Tunggu!" Diana berteriak. "Apa kau akan memberikanmu makanan?" tanyanya bodoh.


Wajah pemuda itu berkedut kesal. "Jangan berikan makanan apapun padanya" katanya dingin sebelum menghilang dari pandangan Diana.


"Tidak mungkin!" Diana menatap para prajurit itu tak percaya. "Aku harus makan walaupun kalian ingin mengurungku! Lagipula aku sama sekali tidak bersalah!" Diana terus mengoceh.


Dua orang prajurit yang membawanya berharap mereka mendapatkan penyumbat telinga. Karena mereka benar-benar tidak tahan dengan ocehan gadis tahanan yang mereka bawa.


"Hei, dengarkan aku! aku sudah menjelaskan tentang hak-hak tahanan padamu. Setidaknya beri aku makan dan tempat yang layak untuk tinggal"


Mereka tidak mempedulikan nya dan melemparnya ke dalam jeruji besi berbentuk kubus.


Akhirnya Diana harus menerima dirinya untuk tidur di dalan jeruji besi itu. Jeruji besi itu tidak memiliki alas apapun. Bahkan lantainya juga jarang-jarang dan membuat tubuhnya kesakitan saat ingin tidur. Mau tidak mau dia hanya bisa tidur dalam posisi duduk untuk mengurangi pundaknya yang kesakitan.


Beberapa jam pun berlalu dan pagi pun tiba. Diana bisa melihat bahwa semua orang yang berada di tenda itu sudah sangat sibuk pagi-pagi sekali. Dan Diana lebih kaget, saat di tahu, ada lebih banyak tenda di tempat ini. Pasalnya dia lebih mudah melihat kondisi hutan di pagi hari.


Para prajurit itu mengemaskan tenda mereka dan berbaris rapi. Ada sekitar dua ratus orang. Diana mengerjap kaget saat melihat manusia sebanyak itu.


Pemimpin mereka, seorang pemuda cantik dan kasar itu muncul. Dia mengatakan sesuatu kepada para prajurit. Diana tidak terlalu fokus untuk mendengar perkataan nya. Dia lebih fokus pada perutnya yang menggeram saat ini.


Walaupun dia tidak bisa selalu memakan makanan mewah. Dia tidak pernah kelaparan. Dia bisa makan tiga kali sehari. Dan makan sarapan adalah kebiasaan nya juga.


Setelah itu, Diana bisa melihat bahwa para prajurit itu menyalakan api unggun untuk memasak.


Lalu dia juga melihat banyak sekali daging yang muncul dari ruangan kosong. Diana mengerjap kaget dengan pemandangan di depannya. Semuanya terlalu mewah. Dan dia juga tidak tahu bagaimana mereka memunculkan daging seperti itu dari udara kosong.


Terlebih lagi mereka juga memiliki koki! Diana bisa mencium bau harum dari daging yang dimasak oleh para koki itu.


KRUUUKKK~


Perutnya semakin berteriak saat dia mencium bau harum itu. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Diana hanya bisa menunduk sedih dan memilih untuk berbalik badan agar tidak melihat apapun. Karena kalau dia melihat semuanya, perutnya akan semakin memberontak. Dan hal itu cukup membuat nya kesulitan.


Beberapa jam berlalu. Para prajurit itu sudah menyelesaikan makan mereka. Mereka bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka.


Diana bisa melihat beberapa orang prajurit menghampiri nya. Lalu mengikat tangannya dan meletakkan kalung untuk menyegel mananya. setelah itu mengeluarkan nya dari jeruji besi. Saat dia keluar, jeruji besi itu tiba-tiba menghilang dari udara.


"Bagaimana kalian menyimpan semua barang itu?" tanya Diana penasaran sekaligus takjub. Ada banyak barang yang menghilang sekaligus sehingga membuat nya kaget.


Salah satu prajurit menatap Diana dengan mata kasihan. "Kau tidak tahu tentang ruang dimensi?"

__ADS_1


"Ruang dimensi?" Diana memiringkan kepalanya bingung.


"Sudahlah, tidak penting menjelaskan nya padamu"


"Eh, Tunggu!" Diana mencoba menghentikan prajurit itu untuk mendapatkan penjelasan, tapi tidak berhasil. Jadi dia hanya bisa menghela napas kecewa.


Diana diletakkan di barisan paling belakang rombongan. Talinya terikat kuat pada kereta kuda dan dia harus berjalan. Padahal semua orang memiliki kuda mereka sendiri. Diana merasa semua ini lebih buruk daripada pengalaman nya di jual oleh pedagang budak. Setidaknya pedagang budak itu akan menjaga mereka dengan hati-hati.


Diana berjalan cukup lama. Walaupun dia adalah pengembara, sebagian perjalanan mereka dilalui dengan bantuan sihir. Untuk berjalan menggunakan kekuatan fisik, tanpa makan, dan menyusuri hutan. Benar-benar terlalu berat untuknya.


Dia kelelahan. Dia juga kelaparan. Dia juga haus. Saat ini wajahnya memucat. Dia hanya bisa menahan semuanya.


Tapi ada saatnya dia juga mencapai batas. Pandangan nya menjadi buram. Dan gadis itu jatuh terkulai di tempat.


Tapi belum sempat tubuhnya mendarat di permukaan tanah, seseorang menahannya. Dia adalah pria muda, pemimpin dari rombongan itu.


"..."


Pria itu melepaskan ikatan tangan Diana. Laku dia menggendongnya dan memindahkan nya ke dalam kereta kuda.


***


Diana mengernyitkan keningnya. Lalu secara perlahan dia membuka matanya.


"Em?"


"Kau sudah sadar?"


Pandangan Diana perlahan menjadi lebih bersih dan dia melihat seorang pemuda duduk di depannya.


"Apa yang terjadi?" katanya lemah.


"Kau pingsan. Kelaparan. Dehidrasi" jawab Pemuda itu. "Apa memang mata-mata akan selemah ini?" gerutunya.


Wajah Diana cemberut "Aku sudah bilang padamu aku bukan mata-mata. Jangan kan menjadi mata-mata, aku bahkan tidak bisa terbang" Diana menangis dalam hati saat mengetahui fakta ini.


"..."


Pemuda itu berpikir sebentar sambil mengamati Diana lekat-lekat. Lalu sebuah daging asap muncul di udara kosong bersamaan dengan piringnya.


Pemuda itu memberikannya pada Diana "Makan itu"


Diana menerima nya dengan senang hati. "Terima Kasih~"


Dia bahkan tidak berpikir bahwa makanan itu akan diracuni. Pikirannya sangat polos. Ini lah alasannya Emerta enggan membiarkan nya pergi sendirian.


Diana mulai memakan makanannya. Pemuda itu juga memberi air minum padanya.


"Siapa kau? Dan bagaimana kau bisa berada di perkemahan kami?" pemuda itu bertanya lagi


"Aku sudah bilang padamu, aku bukan mata-mata. Kau sama sekali tidak percaya" kata Diana dengan mulut penuh daging. "Namaku Diana. Aku seorang pengembara. Awalnya aku bersama ibuku. Tapi ibuku ditahan oleh seseorang yang galak dan kuat. Orang itu melemparkan ku dengan sihirnya dan aku berakhir di tempat mu" jelasnya.


Deg!


Pemuda itu tiba-tiba menyentuh bahu Diana dan menggoyang nya "Siapa tadi namamu?"


"Diana" Diana menjawab sambil mengerjap polos.


Pemuda itu membelalakan matanya lalu mengamati Diana dengan seksama. Rambut coklat ikal yang panjang. Mata besar dan berair. Hidung kecil dan bibir mungil yang berminyak karena daging. Dia berusaha mencocokan Diana dengan orang lain dalam kenangannya.

__ADS_1


"Kau benar-benar anak itu..." pemuda itu bergumam. Ada sedikit senyum kecil yang muncul di bibirnya.


__ADS_2