
Cerita sebelumnya:
Pertarungan antara Duke dan Raja pun terjadi. Duke berhasil mengalahkan seluruh bawahan Raja walaupun pria itu berjuang sendiri. Dia bertekad melindungi istrinya apapun yang terjadi walaupun dia harus memusuhi seluruh dunia.
Duke berhasil melumpuhkan semua musuhnya. Tapi sayangnya Marquis Zent mengeluarkan alat sihir aneh. Alat itu membuat nya tidak bisa bergerak sama sekali. Lalu Duke pun dilumpuhkan dan kehilangan kesadarannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Diana melihat suaminya yang tidak sadarkan diri dengan mata berkaca-kaca. Walaupun begitu, dia tidak menangis. Dia memeluk Evan dengan erat dan terus menjauh ke belakang sambil menatap dua orang di depannya dengan garang.
Raja memerintahkan beberapa bawahannya yang masih sadar untuk mengambil tubuh Duke. Dia akan membawanya ke istana. Jujur saja, Raja tidak berniat untuk melukai Duke selama pria itu bisa bekerja sama dengan baik.
Lalu Raja menatap Diana. "Kau tahu kenapa semua ini terjadi bukan? Jangan melawan lagi atau kau akan melukai orang-orang tidak bersalah"
Diana mengigit bibirnya. Dia mempererat pelukannya kepada Evan. Lalu dia mengangguk kecil.
Diana tidak ingin membahayakan semua orang. Selama orang-orang terdekatnya baik-baik saja, dia tidak peduli kalau dirinya terluka. Dan dia tahu dia lemah. Dia tidak bisa melawan dan melindungi semua orang walaupun dia ingin. Jadi dia hanya bisa menyerah untuk melindungi semuanya.
Raja melihat Diana dengan tatapan sedih. "Maafkan aku. Setidaknya aku bisa meringankan hukuman mu kalau kau memberitahu ku tujuanmu menyusup ke kerajaan ini" Raja berkata. "Kau juga tahu bahwa dirimu adalah mahluk terburuk di dunia ini. Aku tidak akan bisa membiarkan mu tetap hidup. Tapi aku bisa membiarkan semua orang hidup dan menjalani kehidupan mereka dengan aman"
Raja memerintahkan beberapa orang untuk mengambil Diana. Lalu sebelum dia meninggal kan ruangan, dia menoleh untuk terakhir kalinya. "Jangan salahkan aku karena bersikap kejam. Salahkan nasibmu untuk terlahir sebagai penyihir gelap". Lalu Raja menuju keluar mansion bersama dua orang prajurit, menuju keretanya.
Semuanya harusnya berakhir dengan damai. Mereka sudah berhasil menangkap penyihir gelap itu. Dan mengamankan semua orang. Tapi tiba-tiba tatapan Marquis tertuju pada sosok kecil yang tertidur di pelukan Diana.
"Tunggu dulu" Marquis memberhentikan Diana dan dua orang yang mengawalnya.
__ADS_1
Diana mengernyitkan keningnya.
"Bayi itu." Marquis menunjuk Evan. "Sejak kau penyihir gelap. Anak-anak mu juga terlahir sebagai penyihir gelap bukan? Kami perlu mengeceknya."
Diana membelalakkan matanya dan berkata. "Jangan sentuh bayiku!"
Tapi Marquis bersikeras merebut Evan dari pelukan Diana. Tidak ada yang menghentikan perlakuan Marquis. Mereka hanya menjadi penonton.
Evan yang mulanya tertidur, jadi terbangun dan menangis. Marquis berhasil mengambil bayi itu dengan paksa dan mendorong Diana sampai wanita itu terjungkal ke belakang.
Melihat Bayi yang menangis di tangannya, Marquis tersenyum. Dia benar-benar tidak bisa membiarkan bayi ini hidup. Karena dia adalah anak laki-laki. Anak laki-laki secara hukum akan mewarisi gelar ayahnya. Dia tidak bisa membiarkan Duke masa depan ini menghalangi jalannya lagi.
Untuknya, keberadaan Eva sama sekali tidak masalah. Karena Eva adalah anak perempuan. Dia akan menikah dengan seseorang dan ikut dengan suaminya. Dia akan mencari cara membuat Eva dikirim ke kerajaan lain, menggunakan nya sebagai alat diplomatis.
Melihat bayi kecil nya akan dilukai, Diana menjadi histeris dan dia bangkit berdiri untuk menyerang Marquis.
"Hentikan wanita gila itu. Aku butuh konsentrasi" Marquis berkata dengan acuh. Lalu dua orang prajurit mulai menyegel Diana, membuat nya semakin menjauh dari bayinya.
"Tidak, jangan lukai Evan!" Diana berteriak histeris sambil berusaha lepas dari dua orang yang menghalangi tubuhnya.
Tapi Marquis tidak peduli. Dia bersiap untuk mengiris kulit bayi itu dengan pisau.
Pisau itu semakin mendekat, Diana semakin histeris. Dan tiba-tiba DUAR!
Angin yang sangat kencang muncul. Dua orang prajurit yang menghalangi Diana terhempas ke belakang dengan cepat. Marquis dan semua orang yang ada di ruangan itu juga terhempas. Lalu badai besar terbentuk di dalam mansion. Badai itu membentuk dinding tebal, melempar semua orang ke belakang. Bahkan mansion itu sepenuhnya sudah menjadi reruntuhan sekarang. Karena badai, atap dan dinding benar-benar hancur dan terbang di dinding badai karena terbawa angin.
__ADS_1
Beberapa orang yang cidera karena bertarung dengan Duke sekarang semakin cidera karena terhempas. Mereka tidak terlihat seperti orang hidup dengan tulang-tulang mereka yang patah.
Hanya Diana dan Evan yang berada di dalam badai. Diana melambaikan jarinya, membuat Evan terbang ke arahnya. Lalu dia memeluk bayi itu.
Evan sadar bahwa dia berada di pelukan ibunya sehingga bayi itu berhenti menangis dan menatap sang ibu bahagia sambil melambaikan tangannya.
Sementara, Raja yang berada di kereta nya kembali ke dalam mansion karena badai raksasa yang tiba-tiba muncul. Raja melihat situasinya. Ada banyak sekali tubuh manusia yang tergeletak di halaman mansion. Mereka adalah bawahan nya dan kondisi mereka semua hampir mati.
Bahkan Raja menemukan Marquis yang tergeletak dengan kaki patah. "Apa yang terjadi?"
Marquis tergagap ketakutan dan berteriak sambil menunjuk ke arah badai. "Penyihir jahat itu tiba-tiba menyerang kami semua!" katanya. "Raja, wanita itu benar-benar gila! Kami hanya ingin membawanya tapi dia memberontak. Kita tidak bisa membiarkan nya melarikan diri!"
Raja memandang ke arah badai raksasa. Itu adalah sihir angin yang sangat kuat. Sebelum nya dia menduga Diana adalah gadis lemah yang sama sekali tidak bisa menggunakan sihir. Lalu dia menemukan bahwa wanita itu adalah penyihir gelap. Dan ternyata dia juga bisa menggunakan sihir angin tingkat tinggi. Kalau hal ini dibiarkan, badai ini bisa menghancurkan seluruh kota dan membahayakan nyawa semua orang.
Tapi Raja tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan nya. Dia tidak memiliki kekuatan sekuat itu. Dia hanya bisa menunggu orang-orangnya, lalu menyuruh mereka untuk menghentikan badai raksasa.
Dalam sekejap, beberapa orang terbang ke arahnya. Mereka adalah penyihir tingkat tinggi dan juga para jenderal yang melayani kerajaan nya. Raja pun menceritakan situasinya kepada mereka.
Diantara semua orang kuat itu, kepala sekolah akademi ada di antaranya. Sebenarnya dia tidak ingin terlalu ikut campur dengan urusan politik kerajaan apalagi melibatkan Duke Court. Tapi dia tetap harus datang karena ini menyangkut keamanan nasional. Dan dia tidak pernah menyangka bahwa gadis lemah lembut seperti Diana bisa mengeluarkan sihir sebesar ini.
Mereka semua ingin menghentikan badai raksasa ini. Tapi tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi sebelum mereka turun tangan. Badai itu semakin mengecil dan mengecil. Puing-puing bangunan yang termakan badai, terjatuh berserakan di sekitarnya. Lalu badai itu pun menghilang.
Dan di tengah-tengah kekacauan. Ada sesosok wanita yang tidak sadarkan diri sambil memeluk seorang bayi.
Walaupun Diana bisa menggunakan sihir tingkat tinggi, dia tidak bisa mempertahankan sihir itu dengan kondisi tubuh fisiknya yang lemah. Akhirnya, dia pun kehilangan semuanya tenaganya dan pingsan
__ADS_1