
cerita sebelumnya:
Mereka memasuki lorong tapi terjebak lagi karena tidak menemukan pintu keluar. Ternyata mereka memerlukan sihir cahaya dan sihir gelap untuk membuka ruangan tersembunyi.
Eva berhasil membuka ruangan itu dan mereka masuk ke ruangan tersembunyi. Tapi ternyata ada penghalang lagi di sana. Semua orang tidak bisa masuk kecuali Eva. Mereka tidak tahu alasannya kenapa hal itu terjadi.
***
Aku menyerah. Aku kira mereka sama sekali tidak bisa mendengar suaraku. Mungkin karena penghalang ini.
Aku juga memeriksa apakah aku masih bersama Rexus. Oke, aku membawa nya. Dia aman meringkuk di dalam jubahku.
"Rexus? Apa kau tahu sesuatu?" aku bertanya lagi. Jujur saja, di tempat misterius ini banyak hal membingungkan terjadi. Aku selalu berhati-hati karena itulah selalu bertanya pada Rexus. Walaupun naga kecil itu tidak tahu apa-apa karena dia baru lahir, tetap saja instingnya masih tertinggal di tempat ini karena ini adalah tempatnya.
Rexus dengan semangatnya keluar lalu melompat ke atas peti hitam kecil itu.
"Aku mencium bau enak. Ayo cepat buka." kata Rexus antusias sambil melompat-lompat di atas peti.
Aku membuka peti itu. Belum sempat aku melihat isinya, tiba-tiba asap hitam keluar dari peti itu. Dan secara singkat, asap itu memenuhi seluruh ruangan.
"Sihir gelap?" aku mengerjap bingung.
Aku merasakan mana gelap dari asap ini. Ya, ini sihir gelap.
Asap hitam itu memenuhi seluruh ruangan dan tiba-tiba pemandangan di depanku berubah.
"Ehhh?"
Rexus bahkan menghilang.
Aku tahu bahwa mana gelap ini berspesialisasi untuk berpindah dunia. Apa aku mendapat penglihatan lagi?
Argh!
Aku sangat tidak menyukainya!
Aku tiba-tiba berada di sebuah taman. Aku merasa nostalgia dengan tempat ini. Bukankah ini taman yang ada di kerjaan Well?
Kenapa aku kembali ke tempat ini?
Lalu tiba-tiba dari kejauhan aku melihat Denis menghampiriku. Wajah Denis sangat menyeramkan. Dia berjalan dengan cepat sambil menggandeng tangan Reina. Reina yang berada di belakangnya hanya menunduk sedih.
"Apa yang kau lakukan?!" Denis berteriak dan menatapku dengan tajam.
__ADS_1
Aku mengernyit bingung. "Apa? Aku tidak mengerti? Aku tidak melakukan apa pun"
"Berhenti berbohong. Akui kesalahan mu Sekarang maka aku akan meringankan hukumanmu" Kata Denis dengan nada mengancam.
Aku semakin bingung. Denis sama sekali tidak pernah melihatku dengan mata kebencian seperti ini. Maksudku di kehidupan ini bukan kehidupan sebelumnya.
Aku yakin yang di depan ku ini bukan Denis. Apa ini ilusi?
Denis semakin marah saat dia melihat Eva mengabaikan nya.
Denis menarik lengan Reina dan menunjukkan luka lebam di pergelangan tangannya.
"Kau melakukan ini padanya! Aku benar-benar tidak tahu kau gadis yang suka melukai orang lain. Aku benar-benar kecewa padamu!" kata Denis.
"Aku tidak melakukan apa pun. Mungkin gadis itu jatuh sembarangan dan menuduhku" kataku tidak peduli. Aku akan melihat apa yang terjadi. Kalau benar ini ilusi aku akan mengikuti alurnya.
Plak!
Aku tidak tahu bahwa Denis akan mendarat kan tangan nya di wajahku. Dia menamparku, bahkan aku tidak bisa berkata-kata.
"Minta maaf sekarang atau aku akan memenjarakan mu seperti keluargamu" Denis berkata dengan dingin.
"..."
"Aku tidak akan minta maaf." kataku tegas. "Karena sudah seperti ini. Ayo batalkan pertunangan. Aku sama sekali tidak membutuhkan orang kasar yang memukulku sebagai tunanganku" kataku sekali lagi.
"Kau! Berani-beraninya! Kita tidak akan memutuskan pertunangan!" Denis menolak.
Situasi ini semakin aneh. Kalau ini ilusi dari kehidupanku sebelumnya, bukankah Denis akan menerim keputusan ini dengan senang hati? Tapi kenapa dia menolaknya?
"Ini adalah keputusan mutlak. Walaupun aku mati aku tidak akan bertunangan dengan mu!" jawabku dingin.
"Kau...!" Emosi Denis naik. Dia ingin menampar Eva lagi. Tapi Eva dengan cepat mengelak.
Sialan!
Apa aku harus terima kalau mereka menyakiti dan memukulku terus? Ilusi apa-apaan ini! Lebih parahnya lagi rasa sakit ini sangat nyata!
Aku akan membalasnya. Setidaknya aku harus membuat mereka babak belur!
Aku mengedarkan manaku. Tapi aku sama sekali tidak bisa menggunakan sihir. Aku bahkan tidak bisa merasakan manaku!
"Apa yang terjadi...?" aku membelalak tak percaya. Aku tidak bisa menggunakan sihir sedikit pun.
__ADS_1
"Apa kau lupa kami sudah melumpuhkan sihirmu karena kau melukai orang lain? Lagipula kau seorang tahanan. Beruntung sekali kami tidak membunuh atau memenjarakanmu. Kami membuatmu tinggal dengan nyaman di tempat ini! Tapi kau masih melakukan kejahatan! Kau bahkan melukai para pelayan!" Reina yang sedari tadi diam membuka mulutnya.
Aku kembali bingung. Kenapa ada banyak sekali informasi aneh? Melumpuhkan ku? Kejahatan? Tahanan? Apa yang terjadi?
Denis menarik tanganku dengan kasar secara tiba-tiba.
"Karena kau tidak mau meminta maaf, aku akan memasukkan mu ke dalam penjara"
Aku merasa pergelangan tanganku sangat sakit karena cengkraman Denis. Kenapa rasa sakitnya sangat nyata?
Tapi tiba-tiba seseorang datang dan menghempaskan tangan Denis. Aku melihat orang itu. Dia Robert!
"Masta!" aku mengerjap kaget sambil tersenyum bahagia. Apa master akan menolongku dari para orang gila ini?
"Yang mulia, aku akan mengurusnya" kata Robert. Dia menarik baju Eva dan menghilang. Mereka berteleportasi.
Mereka berdua pindah ke suatu tempat. Eva masih membeku. Robert ternyata membawanya ke penjara!
Robert melempar Eva ke dalam penjara dengan kasar.
Plang! Lalu dia mengunci jeruji besinya.
"Masta? Apa yang kau lakukan? Kau menyakitiku" aku mengeluh sambil mengernyit kesakitan. Lemparan Robert sangat keras sehingga punggungku bertabrakan dengan dinding ruangan. Ini sangat sakit sekali.
Dan juga, sejak kapan Robert memanggil Denis Yang Mulia? Bukankah hubungan dua orang itu sangat tidak baik?
Robert tiba-tiba mengeluarkan aura yang sangat dingin.
"Berhenti membuat masalah. Kami sudah mengampuni mu untuk tidak membunuhmu karena kejahatan yang kau lakukan. Tapi kau masih bersikap arogan. Aku tidak akan pernah memaafkan orang jahat walaupun kau muridku!"
"Kejahatan? Apa maksudnya? Apa aku melakukan sesuatu?"
"Berhenti berpura-pura. Kau sudah membunuh banyak orang dan kau melupakan nya sekarang? Kau benar-benar tidak berubah" ini adalah kalimat terakhir Robert sebelum sosok itu menghilang dari penjara.
Deg!
Aku kaget saat mendengar perkataan Robert.
Perasaan ku tidak nyaman.
Membunuh? Sejak kapan aku membunuh banyak orang? Dan kenapa mereka semua membenciku?
Argh!
__ADS_1
Ilusi apa yang ditunjukkan sihir gelap bodoh itu padaku?! Aku sangat frustasi sekarang karena rasa sakit dan kebencian mereka sangat nyata!