Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Si Gila Marquis Zent


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Dua sosok asing dengan jubah hitam tiba-tiba muncul untuk menyelamatkan Diana. kemunculan kedua penyusup itu membuat raja kembali meragukan Diana sebagai mata-mata. Dan berpikir bahwa alat interogasi yang digunakannya selama ini rusak. Diana adalah mata-mata dan raja tidak akan membiarkan mereka melarikan diri. Mereka pun bertarung. Raja berhasil menekan mereka karena menggunakan alat sihir untuk menyegel mana. Saat Raja berniat membunuh salah satu dari mereka, Sayn tiba-tiba datang dan menghentikan semuanya.


***


Sayn langsung berteleportasi ke tempat di mana Duke di penjara. lalu dia membuat semua orang tidak sadarkan diri dan membuka pintu penjara milik Duke.


Duke awalnya bingung dengan kedatangan Sayn. Dia mengira bahwa sosok itu adalah musuh yang ingin membunuhnya di penjara. Tapi setelah dia tahu bahwa dia adalah teman baik Eva, Duke merasa lega.


Sayn pun membawa Duke dan beberapa orang yang dipenjara di tempat yang sama menuju lingkaran teleportasi. Sebenarnya Sayn tahu, dia hanya perlu membagi orang-orangnya menjadi tiga bagian. Dia sendiri akan menyelamatkan Duke dan para staff dari rumah Duke. Karena mereka dipenjarakan di tempat yang sama.


Dua orang lainnya akan menyelamatkan Evan, anak termuda Duke yang dipenjara di sisi lainnya bersama seorang pelayan. Dan dua orang lainnya akan menyelamatkan Diana yang berada di penjara bawah tanah.


Penyelamatan Diana merupakan yang tersulit dari semuanya. Karena itu Sayn akan membantu mereka, setelah dia berhasil menyelamatkan Duke dan orang-orangnya.


"Jangan khawatir. Aku akan mengurus semuanya. Istri dan anakmu akan selamat" kata Sayn kepada Duke.


Setelah Duke berhasil mendapatkan kekuatan nya kembali, pria itu bersikeras untuk ikut dengan Sayn dalam misi penyelamatan. Tapi Sayn tahu, kalau Duke terlibat dan tertangkap lagi, semuanya akan lebih runyam. Apalagi, Duke tidak ahli dalam menyusup. Pria itu akan terang-terangan menyerang dan membuat keributan.


Sayn berusaha keras menenangkan pria itu. Sampai akhirnya dia terpaksa membuat pria itu pingsan dan menyuruh orang-orang nya untuk membawanya ke lingkaran teleportasi, melarikan diri.


"Ketua, kami tidak menemukan bayi itu. Ruangannya kosong" salah satu dari orang-orangnya mengirimkan sinyal telepati ke arahnya.


Lalu dari sisi lainnya, koneksi mereka tiba-tiba terputus, yang menandakan bahwa mereka tidak bisa menggunakan sihir dan dalam bahaya.


"Cari sampai ketemu" Sayn memberi mereka intruksi. Lalu segera menuju ke penjara bawah tanah, dimana Diana di penjara.

__ADS_1


Dan dugaan Sayn benar, mereka dalam bahaya karena Raja menggunakan alat sihir yang cukup merepotkan. Untung saja dia tidak bergantung pada mana dari alam. Dia juga menyimpan banyak mana dalam tubuhnya, jadi dia bisa menggunakan sihir walaupun alat segel di aktifkan.


Sayn mendekati Raja. Raja perlahan mundur. Pria tua itu sedikit ketakutan dan berniat meminta tolong. Tapi bahkan dia lupa bahwa dia sendiri sudah menyegel seluruh area sehingga dia juga tidak bisa menggunakan sihir. Raja juga menyalahkan orang-orangnya karena bergerak lamban dan belum sampai ke tempat ini.


Sayn menyuruh orang-orang nya untuk bersiap berteleportasi saat dia berhasil melepaskan penghalang dan menghancurkan alat sihir milik Raja.


KRAK! Alat sihir itu hancur dengan mudah walaupun Raja sudah menyembunyikan nya dengan baik di dalam saku celananya. Raja merasa dirinya seperti orang idiot sekarang. Dia tidak berpikir bahwa dirinya bisa dipermainkan oleh satu orang penyusup sampai seperti ini.


Segel telah dihancurkan dan semua orang bisa menggunakan Sihir sekarang. Sayn akan membimbing mereka dan Diana untuk melarikan diri. Lalu dia akan menyusul kelompok lainnya untuk mencari si bayi. Begitulah rencananya.


Sayn berpikir bahwa rencananya akan berjalan dengan baik, sampai akhirnya tiba-tiba beberapa sosok lain muncul di penjara.


Sayn mengira musuh lainnya menampakkan diri. Raja mengira bahwa mereka adalah jendral besarnya dan juga para penyihir senior. Tapi dugaan mereka salah. Itu adalah Marquis Zent dan dua orang lainnya dengan jubah ungu, kemungkinan bawahannya.


Raja mengernyit kan keningnya. Kedatangan Marquis Zent tidak berguna untuk menghentikan penyusup ini melarikan diri. Karena dia juga lemah.


"Yang mulia" Marquis Zent melihat Raja dengan mata bersinar.


Marquis tahu bahwa raja tidak senang dengan kedatangan nya, tapi dia tetap tersenyum. "Aku tidak melihat siapapun" katanya sambil menggeleng.


Marquis mengabaikan Sayn dan lainnya. Dia menunjuk ke arah Diana dan tersenyum. "Kau tidak akan bisa melarikan diri" katanya.


Sayn merasa cukup kesal karena dia sudah menghabiskan cukup banyak waktu. Dan itu sangat sia-sia meladeni para pria tua ini. Sayn tidak menyukai para bangsawan sejak dia masih kecil. Menurut nya para bangsawan dari Kerajaan Well sama menjijikkan nya seperti di kerajaan Kano.


"Ayo pergi" kata Sayn. Dia bersiap membawa mereka untuk berteleportasi.


Tapi Marquis Zent tiba-tiba berteriak. "Kau tidak bisa melarikan diri!" Lalu dia mengeluarkan sebungkus kain kecil dari tubuhnya. "Lihat ini!" lalu memegang seorang bayi yang tidak sadarkan diri sambil mengayun-ngayunkannya.

__ADS_1


"Evan!" Diana berteriak histeris sambil berlari ke arah Marquis tapi Sayn menghentikannya.


"Evan! Evan! Evan!" Diana menangis seperti orang gila. "Apa yang kau lakukan padanya?!"


Sementara dua orang bawahan Sayn sibuk memegang Diana agar wanita itu tidak jatuh ke perangkap musuh.


"Aku tidak melakukan apapun" Marquis berkata licik sambil menyentuh pipi lembut sang bayi. "Dia sangat berisik jadi aku hanya mendiamkan nya"


"Kau!"


"Tenanglah" Sayn berusaha menenangkan Diana. "Berikan bayi itu" dia berkata pada Marquis


"Kenapa aku harus melakukannya?" kata Marquis bodoh. "Aku bisa membunuh serangga kecil ini dengan mudah" kata marquis sambil mengayunkan Evan. "Jangan sekali-kali menyerang atau dia akan mati seketika. Lagipula kalian semua adalah tahanan. Tidak ada salahnya membunuh salah satu dari kalian"


"Hentikan" tiba-tiba Raja berteriak tegas. "Marquis, lepaskan bayi itu dan serahkan kembali ke pengasuh" katanya. Raja benar-benar tidak senang saat melihat pemandangan di depannya. Dia bukan orang yang cukup kejam untuk menjadikan bayi kecil sebagai alat ancaman seperti itu.


"Hah?" Marquis mengernyitkan keningnya dan menatap Raja dengan tatapan tidak senang. "Apa kau lupa yang mulia, bayi ini adalah tahanan dan benih dari bibit kejahatan" katanya dengan wajah jelek.


Raja merasa kondisi Marquis agak sedikit aneh. Pria tua itu bertindak seperti orang gila sekarang dan terlihat tidak waras sama sekali. Biasanya dia terlihat rapi dan sopan. Tapi kali ini penampilan nya sangat berantakan dan dia berkata dengan nada kurang ajar.


"Bagaimana pun dia masih seorang bayi. Dia tidak berhak menanggung dosa orang tuanya. Kita masih bisa mendidik nya untuk kembali ke jalan yang benar" kata Raja tenang. "Aku akan mengurus semua. Mereka akan segera tiba ke tempat ini dan kita semua akan menghentikan penyusup ini melarikan diri" kata Raja percaya diri.


"Cih!" tiba-tiba Marquis meludah ke tanah. Dan membuat Raja syok karena sikapnya yang semakin kurang ajar.


"Kau memang sudah bodoh dari ke akar-akarnya" kata Marquis kemudian.


Raja membelalak kaget. Dia tidak pernah menyangka bahwa Marquis Zent akan mengatai nya seperti itu. Pria itu adalah pendukung setianya yang selalu sopan dan patuh padanya.

__ADS_1


Raja ingin mengomel tapi tiba-tiba dia membeku. Dia merasakan panas di perutnya. Dan sesosok jubah ungu berada di depan matanya sambil menusukknya dengan belati. Kejadian itu sangat cepat. Hanya terjadi sepersekian detik. Bahkan Sayn juga kaget karena sang jubah ungu itu bergerak terlalu cepat.


Marquis Zent tersenyum. "Benar-benar memuaskannya" dan dia mulai tertawa seperti orang gila.


__ADS_2