Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Misi Denis 1


__ADS_3

Denis selalu berlatih setiap harinya. Dia ingin menjadi kuat. Setidaknya dia bisa melindungi gadis yang disukainya. dia semakin giat berlatih saat dia berada di dekat gadis itu. Dia sangat menyukainya


Tapi tiba-tiba dia mendapat misi lagi. Kali ini bukan dari akademi, tapi dari Ayahnya. Dia sebenarnya sangat enggan melakukan misi yang sangat jauh. Kenapa? karena ada orang yang ingin dia lihat setiap hari!


Tapi tetap saja dia tidak bisa menentang ayahnya karena dia sangat menyayangi ayahnya. Hari itu sang Ayah memanggilnya dan berbicara empat mata padanya.


Ha~ sang Raja menghela napas lelah.


"Konflik di Kerajaan semakin memburuk akhir-akhir ini" katanya sedih.


Denis tidak menjawab, hanya mengerutkan keningnya.


"faksi Court sudah melakukan gerakan mencurigakan akhir-akhir ini dan mereka semakin agresif. Aku mendengar semuanya dari Marquis Zent. Situasi saat ini benar-benar berbahaya..."


"jadi apa yang ayah rencanakan sekarang?" tanya Denis langsung ke inti masalahnya.


"Aku ingin kau melakukan sesuatu. Aku mendengar bahwa para penyihir sedang berkumpul sekarang karena mereka ingin memasuki domain misterius. Aku mendengar bahwa mereka menyediakan beberapa hal kuno di domain itu. Aku ingin kau menyamar dan masuk ke domain itu. Lalu ambil salah satu item disana" Raja memberikan sebuah kertas perkamen yang berisi sebuah gambar. "Ini adalah item kuno peninggalan nenek moyang kita. Aku mendengar bahwa nenek moyang masuk ke domain itu sambil membawa item ini. Aku ingin kau menemukannya kembali"


Denis mengernyitkan keningnya bingung. "Apa fungsi alat ini? Apakah alat ini bisa menyelamatkan kerajaan?"


Raja mengangguk yakin. "Aku belum tahu kegunaan pastinya. Tapi kita bisa mengeceknya setelah mendapatkannya nanti"


"Dan kurasa ini akan sulit. Menyusup di antara penyihir sementara aku adalah seorang Pendekar Sihir." kata Robert ragu.


"Jangan khawatir" kata Raja tenang. Dia mengeluarkan kertas lagi yang berisi enam logo yang berbeda. Raja mulai menjelaskan tentang pertandingan yang harus mereka datangi beserta organisasi-organisasi yang mengikutinya. Tentu saja ini adalah enam organisasi sihir di dunia. Raja menyatakan bahwa ada salah satu organisasi bernama "Komunitas Pengembara" yang bisa dia masuki. Organisasi itu sama sekali tidak ketat dan anggota mereka adalah para penyihir pengembara, jadi mereka tidak terlalu peduli dengan asal usul anggota. Dia hanya perlu akrab dengan ketua organisasi itu dan mengikuti pertandingan untuk masuk ke dalam domain


"Tidak masalah kalau kau seorang pendekar sihir selama kau masuk ke dalam organisasi mereka. Tapi kau harus mengingat, jangan sampai para penyihir itu tahu bahwa kau seorang bangsawan kerajaan. Apalagi putera mahkota. itu berbahaya." Jelas Raja.


Benar sekali! Hubungan para penyihir dan bangsawan tidak baik. Kalau mereka tahu bahwa ada bangsawan yang bahkan bukan "penyihir" dan menyusup ke dalam pertandingan karena mengincar harta karun. Mereka pasti akan marah.

__ADS_1


Denis mengangguk.


Tapi tatapannya fokus pada gambar lambang "Menara Sihir". Entah mengapa dia memikirkan gadis itu. Walaupun peluangnya kecil kalau gadis itu terlibat, karena Duke pasti akan menentangnya.


"Aku akan melakukan yang terbaik" kata Denis setuju.


Raja tersenyum cerah.


"Hati-hati anakku" katanya sambil memeluk Denis.


Denis mengangguk. Setelah membicarakan hal ini, mereka mengalihkan topiknya. Mereka berbincang seperti ayah dan anak, bukan membahas masalah politik lagi.


"Jadi bagaimana hubunganmu dengan Eva?" tanya Raja dengan nada nakal. Akhirnya topik mereka sampai ke kehidupan pertunangan sang anak.


"Baik-baik saja" jawab Denis datar. "Sebenarnya ini cukup baik-baik saja. Dia belum bisa mendapatkan hati gadis itu. Dia merasa kesal sekarang kalau mengingatnya kembali.


Ha~ Raja menghela napas lagi. "Kau harus berusaha keras anakku." katanya. Tapi dia mulai bertanya dengan nada ragu. "Um...tapi apa kau menyukainya? Kalau kau tidak menyukainya, kau bisa menikah dengan gadis yang lain. Maksudku...aku melihat kau sangat dekat dengan Putri Marquis Zent. Walaupun tujuan utama pertunanganmu dengan Putri Duke Court adalah memperbaiki hubungan kedua faksi. Aku tetap akan mengizinkanmu untuk membatalkan pertunangan kalau kau tidak setuju. Lagipula kita tidak selemah itu...."


Mata Raja membelalak karena sikap tiba-tiba putranya.


"Aku tidak akan pernah melakukan itu, membatalkan pertunangan!" kata Denis tegas.


Ekspresi Raja menjadi tidak enak. Dia merasa bersalah. Dia berani mengusulkan ini karena dia mendengar rumor hubungan Denis dan Eva tidak baik. "Ummm....Denis..."


"Aku pergi ayah. Permisi" kata Denis memotong pembicaraan Raja dan langsung bergegas keluar ruangan.


Denis semakin kesal. Bahkan ayahnya sendiri berani berkata seperti itu. Kenapa orang-orang sangat ingin memisahkan dirinya dengan Eva? Apa salahnya? Dia benar-benar frustasi. Dia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!


Saat sedang kesal-kesalnya, tiba-tiba dia mendengar suara panggilan di belakangnya.

__ADS_1


"Yang mulia~ Yang Mulia~"


Denis menoleh, seorang gadis muda menghampirinya. Denis mengamati gadis itu. Siapa?


Ah! Dia putri Marquis Zent.


Sebenarnya suasana hati Denis tidak bagus saat ini. Dia tidak ingin ada orang yang menganggunya. Tapi demi kesopanan, dia menahannya dan berusaha berbicara dengan gadis itu. Lagipula Marquis Zent adalah pendukung keluarga mereka. Setidaknya dia harus bersikap sopan.


'Aku akan meladeninya sebentar' pikir Denis kesal.


"Maaf menganggu Yang Mulia~" kata Reina sambil memberi hormat.


"Ada apa?" tanya Denis tenang.


"Um...aku mendengar dari Ayah bahwa Yang Mulia akan menjalankan misi. Menyusup di anatra penyihir. Bolehkan aku ikut yang mulia? Aku ingin membantu Yang Mulia..." tanya Reina dengan nada gugup dan wajah memerah.


Denis mengepalkan tangannya, berusaha menahan rasa kesalnnya. Tapi dia tetap menjawab dengan nada normal. "Tidak bisa. Misi itu berbahaya"


Wajah Reina semakin memerah. Dia merasa bahwa Denis sangat mengkhawatirkannya, bahkan melarangnya untuk ikut. Dia tidak tahu bahwa Denis menganggapnya sangat menyusahkan. Dan tidak akan pernah setuju untuk membawanya.


"karena itu berbahaya, maka aku akan sangat membantu! Aku akan melindungi Yang Mulia!" kata Reina percaya diri.


"Enyahlah" kata Denis dingin. Dia sudah di ambang batas sekarang. Kalau gadis itu bersikeras, dia akan lepas kendali dan membentaknya.


"Eh?" Reina melihat wajah dingin Putera Mahkota dan dia langsung terkejut. Dia mundur beberapa langkah ke belakang karena ketakutan. "Maafkan aku yang mulia..." katanya terbata-bata.


Denis langsung pergi tanpa mengatakan apa pun.


Reina hanya menatap punggung Denis dengan mata melankolis.

__ADS_1


"Yang Mulia bahkan bersikap dingin seperti itu karena mengkhawatirkanku..." gumamnya. "Aku pasti akan berguna! Aku akan membantu Yang Mulia!" Reina bertekad.


Dan jalan gadis itu benar-benar dimudahkan. Dia menyelinap keluar, bertemu dengan "Jiwa Sihir" karena elemen cahayanya dan ikut pertandingan Sihir. Inilah asal mula kenapa Reina bisa ada di Pertandingan Sihir. Dia ingin mengejar Denis.


__ADS_2