Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Diana (2)


__ADS_3

cerita Sebelumnya:


Diana dan ibunya singgah di salah satu kerajaan bernama Garbiur. Tempat sembunyi untuk para buronan kerajaan-kerajaan lainnya. Kota ini disebut juga sebagai kota penjahat.


Suatu hari, para penjahat itu merencanakan penculikan untuk Diana. Lalu mereka mengurung gadis kecil itu untuk dijual kepada seorang pedagang budak.


***


Beberapa mil dari Kerajaan Garbiur, terlihat beberapa kavaleri berkuda menuju dengan cepat ke arah kerajaan itu.


Seseorang yang memimpin mereka adalah pria tua dengan janggut putih yang sangat panjang.


"Tuan muda. kenapa kau menggunakan dirimu sebagai umpan. Aku benar-benar tidak menyangka. Kalau aku tahu, aku tidak akan membiarkanmu keluar dari mansion" keluh pria tua itu. Pasalnya tuan muda mereka selalu bertindak sendiri untuk menumpas kejahatan. "Dan lagi nona muda mengikutinya" kata pak tua itu hampir menangis. Dia meratapi nasibnya karena harus mengurus dua orang anak nakal itu.


Lalu disisi lainnya, seorang wanita heroik dengan jubah hitam melihat kedatangan kavaleri dari jauh dengan sihirnya. Wanita itu adalah ibu Diana.


Ibu Diana mengernyitkan keningnya saat dia melihat kedatangan kavaleri asing itu. "Aku bahkan belum menemukan anakku. Apa kavaleri itu ingin menyerang kerajaan ini? Tapi kenapa mereka tiba-tiba menyerang? Apa mereka tahu bahwa ada banyak sekali penyihir gelap di tempat ini?" dia menggertakkan giginya kesal. Dia harus menemukan putrinya secepatnya lalu melarikan diri dari tempat ini sebelum kavaleri itu tiba.


***


Cerita kembali ke tiga anak yang disekap oleh para pedagang budak. Mereka tidak mengira kalau mereka akan dijual sekarang juga oleh pedagang budak itu.


"Selamat kan Fifi kakak!" Gadis kecil itu berteriak sambil berpegangan pada anak laki-laki lainnya.


"Lepaskan saudaraku!" anak laki-laki itu berteriak. Dia menggertakkan giginya, seperti menyesali sesuatu. Tapi ini juga bukan salahnya karena sepupu kecilnya tiba-tiba menyelinap menemuinya tanpa dia ketahui. Dan terlibat tanpa sengaja di rencana berbahayanya.


Pedagang budak itu menendang tubuh si anak laki-laki. Dan anak laki-laki itu terpental ke belakang. "Berhenti membuang waktuku" gerutu pedagang budak itu kesal.


Diana benar-benar tidak tega melihat kejadian di depan matanya. Melihat gadis seumuran dirinya menangis dan memberontak seperti itu membuat nya sakit.


"Tunggu!" Diana menghampiri pedagang budak itu. "Bisakah aku menggantikannya untuk dijual?"


Perkataannya membuat semua orang yang ada di ruangan membelalak kaget.


"Berhenti bicara omong kosong!" anak laki-laki itu berteriak panik. Entah mengapa dia benar-benar tidak menyukai kejadian di depan matanya ini.


"Tapi sudah ada yang memesanmu" kata pedagang budak itu ragu.

__ADS_1


"Dia hanya memesanku bukan? Dia sama sekali belum melihat wajahku. Kami berdua sangat cantik bukan? tidak ada yang tahu kalau kami berganti tempat" Diana ingin mengulur waktu lebih banyak untuk anak itu.


Pedagang budak itu tidak membantahnya. Dia melempar kan kembali si anak perempuan ke jeruji besi, lalu mulai menarik Diana keluar. "Baiklah, aku akan menjualmu lebih dulu" katanya.


"Hei, apa yang kau lakukan? Apa kau gila! Kemari! Lepaskan dia!" si anak laki-laki itu berteriak histeris sambil mengguncang jeruji besi yang tertutup.


Diana melihat nya dan tersenyun tulus. "Terima kasih sudah membelaku. Tapi bukankah Sepupu mu sudah selamat sekarang. Aku doakan kalian bisa keluar dari tempat ini" ini adalah kata-kata terakhir Diana, sebelum pedagang budak itu membawanya pergi.


Si anak laki-laki itu mencengkram erat dadanya. Dia tidak tahu mengapa tapi dadanya sangat sakit sekarang. Itu bahkan lebih menyakitkan saat dia melihat gadis itu tersenyum padanya dalam situasi seperti itu. Dia merasakan bagaimana sakitnya tidak berdaya dan menjadi lemah. Bahkan tidak bisa menyelamatkan orang yang penting untuk nya.


Diana dibawa keluar dari toko budak itu. Dia akan dibawa ke rumah bangsawan yang telah membelinya. Mereka mempersiapkan sebuah kereta untuk membawanya.


Diana tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Tapi dia tidak merasakan takut sekarang. Apakah ini normal? Dia sama sekali tidak tahu.


Dia masuk ke dalam kereta dengan empat orang yang menjaganya. Diana mencuri pandang ke pintu keluar. Dia berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri.


Dan kesempatan itu tiba tak lama setelahnya. Diana tidak tahu apa yang terjadi. Tapi secara tiba-tiba seluruh isi kota menjadi panik. Dan semua orang berhamburan untuk lari ke gerbang belakang kota.


'Apa yang terjadi? Apa ada gerombolan binatang sihir yang menyerang?' pikir Diana. Diana tidak terlalu takut dengan bintang sihir karena ibunya bisa mengalahkan mereka dengan mudah. Tapi kalau ada banyak, itu cukup menakutkan juga baginya.


Karena terjadi kepanikan di kota, Diana bisa dengan leluasa melompat keluar dari kereta. Bahkan kakinya sedikit terluka karena aksi itu.


"Dasar kurang aja! Mau kemana kau!" pedagang budak itu mencengkram lengannya dengan kuat.


"Lepaskan aku!" dia tidak peduli cengkraman itu melukainya. Dia tetap memberontak.


Tapi tetap saja, seorang gadis kecil sepertinya tidak akan bisa mengalahkan kekuatan orang dewasa. Dia hanya membiarkan dirinya tertangkap lagi di tangan mereka.


Diana tidak menyukai hal ini. Dia benci ketika orang tidak dikenal menyentuh tubuhnya. Dia membencinya!


Tanpa Diana sadari mana gelap keluar dari tubuhnya.


"Mati" Diana bergumam dengan kejam tanpa sadar. Dan tiba-tiba, empat orang yang menyekap nya berhenti bergerak. Mereka berteriak kesakitan. Kabut gelap keluar dari tubuh mereka dan masuk ke tubuh Diana. Ya, Diana menyerap kekuatan mereka. Meninggalkan tubuh mereka yang sudah kering kerontang menjadi mayat berserakan di jalanan.


Saat Diana sudah menyerap semuanya, mana gelap dari tubuhnya menghilang dan gadis itu jatuh terlelap, tidak sadarkan diri.


Saat Diana jatuh pingsan, Sesosok pria dewasa dengan jubah hitam mendekatinya. Pria itu mengangkat tubuh Diana yang tidak sadarkan diri. Lalu mereka menghilang dari tempat itu.

__ADS_1


***


Sementara di sisi lainnya, kavaleri berkuda itu sudah tiba di kota. Kedatangan mereka menyebabkan semua buronan yang tersembunyi di kota itu menjadi panik. Raja dan para bangsawan yang ada di kota itu juga panik. Mereka keluar dari mansion mereka untuk menyambut ratusan kavaleri perang yang menakutkan itu. Jujur saja mereka tidak ingat kapan mereka menyinggung orang kuat seperti itu.


"Tuan, tuan. Kenapa kalian semua berkunjung ke kota kami yang kecil ini?" tanya raja itu sambil menampilkan senyum palsunya.


Pria berjenggot panjang, si pimpinan kavaleri hanya mengernyitkan keningnya. "Kau masih bertanya kenapa kami berkunjung?" jawabnya ambigu.


"Tuan..." kaki raja itu bergetar ketakutan.


"Serang!" tanpa kompromi, ratusan kavaleri itu menerobos masuk ke dalam kota. Membuat semua orang yang ada di kota berhamburan ketakutan.


Kavaleri itu menghancurkan semua tempat. Ada banyak sekali pusat kejahatan di kota ini. Mereka menghancurkan rumah judi dan rumah pelacuran. Serta menangkap beberapa buronan yang berhasil melarikan diri dari kerajaan mereka.


Lalu, saat mereka sampai di rumah penjualan budak, pria tua berjenggot itu berlari cepat untuk masuk ke dalam.


"Tuan muda!" dia berteriak histeris saat melihat anak laki-laki di dalam jeruji besi. "Tuan muda Enell. Nona Fifi. Kalian tidak apa-apa?" katanya panik sambil membawa keluar dua anak kecil itu.


"Kenapa kau lama sekali?" tanya anak laki-laki yang bernama Enell itu dengan nada tidak senang.


"Maaf tuan muda. Kami tersesat" jawab pak tua berjenggot itu malu-malu.


Enell hampir muntah darah mendengar jawaban bodoh itu.


"Emm...tuan muda. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Menyerang kota ini adalah rencanamu" tanyanya ragu.


"Tunggu apalagi. hancurkan semuanya sampai tidak bersisa."


"Siap!"


"Dan jangan lupa juga. Geledah rumah semua bangsawan yang ada di kota ini" kata nya dingin. "Kalau kau menemukan gadis kecil bernama Diana di rumah para bangsawan itu. Bawa gadis itu padaku"


Pak tua berjenggot itu menatap Enell dengan tatapan bingung. Apa tuan muda memintanya untuk menculik seorang gadis kecil dari rumah bangsawan? Siapa identitas gadis itu hingga tuan muda begitu mengkhawatirkan kannya?


"Apa kau tidak mendengar kan?"


Pria tua itu membuyarkan lamunannya. "Ah, baik tuan muda"

__ADS_1


"Bereskan dengan cepat semuanya. Aku ingin cepat kembali ke rumah dan berlatih"


__ADS_2