Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 8 Lingkaran Sihir 1


__ADS_3

Denis kembali ke kerajaannya dan dia masih merasa sedih. Tapi dia tidak bisa larut dalam masa lalu seperti itu. Eva tidak membencinya dan sudah memaafkannya. Jadi semua masalahnya selesai. Dia mulai fokus untuk mempersiapkan penghancuran lingkaran sihir misterius itu.


Dia membawa Jean dan Vivian bersamanya. Lalu tiga orang prajurit sihir terkuat dan lima penyihir kerajaan. Reina juga akan ikut sebagai penyembuh dan pendukung saat pertarungan terjadi. Lena mengikuti mereka diam-diam, tidak ada yang mengetahuinya.Dia membunuh salah satu penyihir kerajaan, lalu menyamar dan mengambil tempatnya. Empat Dean dari Menara Sihir juga bergabung dalam kelompok mereka.


Ren menunjukkan lingkaran sihir teleportasi terdekat yang dibuatnya sehingga semua orang bisa langsung bergerak ke sana tanpa harus melalui perjalanan panjang. Akhirnya kelompok kecil itu tiba di tempat tujuan mereka.


Mereka berteleportasi ke sebuah hutan rindang yang tidak pernah mereka kunjungi sebelumnya. Hutan itu sangat menakutkan. Penuh dengan kabut berwarna hitam sehingga mereka tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di sekeliling mereka.


"Aku akan mengecek situasinya. Kalian tetap di sini" Denis memerintahkan. Lalu dia mulai terbang ke atas untuk mengamati seluruh hutan. Dan dia menemukan sebuah lapangan kosong dengan lingkaran sihir raksasa yang terukir di sana.


"Di sana" dia langsung memimpin kelompoknya untuk menuju ke lingkaran sihir itu. Tapi, saat mereka berusaha mendekat. Sesuatu tidak terlihat menghalangi langkah mereka lebih jauh. Ada sebuah penghalang yang tidak terlihat menutupi seluruh lingkaran sihir. Sehingga mereka tidak bisa masuk.


"Mundur" Denis menarik pedangnya. Lalu dia mengalirkan mana di pedang sihirnya. Dia mengerahkan semua kekuatannya dan menebas penghalang itu dengan pedangnya.


KRAK! Penghalang itu pecah dalam satu serangan.


Denis mengernyitkan keningnya bingung. Dia berpikir ini terlalu mudah. Tapi kenapa Ren berkata dia butuh waktu bertahun-tahun untuk memusnahkan semua lingkaran sihir?


"Ayo masuk, tapi hati-hati" Denis memperingatkan semua orang dan mereka mulai berjalan ke arah lingkaran sihir raksasa itu.


Lingkaran sihir itu hampir seluas istana kerajaan mereka. Mereka berusaha mendekat dengan hati-hati dan tidak berani untuk maju sampai ke tengah.


"Periksa" Denis dan beberapa penyihir berusaha memeriksa lingkaran sihir itu. Mereka tidak bisa menghancurkannya dengan cara biasa karena itu benar-benar besar dan penuh dengan pola aneh.


Denis menyelidikinya. Dia merasa bahwa ini benar-benar sihir kuno. Dia belum pernah melihat lingkaran sihir seperti ini. Mereka meneliti lingkaran sihir itu selama dua jam penuh. Sampai akhirnya mereka menemukan kelemahannya.


Denis dan para penyihir pun berkumpul di pusat lingkaran. Mereka mulai mengalirkan mana ke titik pusat lingkaran sihir. Lalu Denis melakukan tindakan terakhir dengan menusuk pusat lingkaran dengan pedang sihirnya.

__ADS_1


Lingkaran sihir raksasa itu retak dan perlahan memudar, menghilang.


"Ini benar-benar mudah" kata Reina saat melihat lingkaran sihir raksasa itu.


Denis juga berpikir bahwa semuanya sangat mudah. Tapi tiba-tiba, Vivian berteriak "Hati-hati"


Sesosok benda raksasa mulai mengarah ke arah mereka dengan cepat. Benda itu ingin menyerang Denis dan para penyihir yang berada di pusat lingkaran. Denis berhasil menghindar, tapi beberapa penyihir berhasil terkena serangan dan terpental ke belakang.


Benda raksasa yang menyerang mereka itu sebesar batang pohon raksasa dan berwarna ungu. Tak lama, serangan lainnya datang. Semua orang menghindar dengan cepat. karena sudah mengetahui arah serangan itu.


Lalu dari balik kabut tebal muncul sosok raksasa yang mendekat ke arah mereka dengan suara mendesis. Itu adalah seekor ular raksasa dengan mata merah dan tubuh berwarna ungu. Ternyata ular itu menyerang mereka dengan ekornya. Mereka kaget saat melihat sosok seperti itu di hutan seperti ini. Ular itu hampir seukuran naga. Binatang sihir seperti itu bisa menghancurkan satu kerajaan manusia dengan mudah.Dan selama ini belum pernah ada binatang sihir raksasa yang sebesar ini di dunia, kecuali para naga.


"Apa-apaan?" salah satu Dean Menara Sihir berkata gugup dengan mulut menganga.


Ular ini bisa memakan mereka semua hanya sebagai cemilan. Mereka kekurangan orang untuk menghadapinya. Denis menyesal karena dia tidak membawa banyak orang. Dan sekarang dia sudah kehilangan dua orang penyihir karena serangan tiba-tiba itu.


"Bentuk Formasi" Denis berteriak.


Denis menyerang lebih dulu. Tebasan pedangnya berhasil menggores tubuh ular raksasa. Tapi tidak cukup untuk membuat luka yang dalam karena sisik ular itu sangat keras. Bahkan serangan para prajurit sihir lainnya tidak cukup untuk membuat luka gores di tubuhnya.


Ular raksasa itu mendesis dan mulai menyerang dengan ekornya. Lalu mulai membuka mulutnya dan menyambar ke arah mereka. Mereka berhasil menghindar. Gigi sang ular menancap di tanah dan membuat tanah itu meleleh, menandakan bahwa racun yang ada di giginya sangat mematikan.


"Hidup adalah prioritas utama" kata Denis kemudian. "Rencana B"


Semua orang mengangguk. Para penyihir melempar mana mereka ke arah Denis. Denis menyerap mana itu dengan pedangnya. Cahaya di pedangnya semakin lebar dan lebar.


"Ini tidak cukup" kata Denis. Lalu para Dean dan prajurit sihir ikut memberikan mana mereka. Pedang sihir dengan aura pedang raksasa terbentuk. Denis batuk darah sedikit karena tidak mampu menahan seluruh mana dalam tubuhnya. Tapi dia harus bertahan.

__ADS_1


SLASHH! Denis menyerang dengan pedang raksasanya. Ular itu menyerang dengan giginya. Serangan Denis mengenai mulut ular raksasa itu. Tebasannya membuat kedua gigi taring ular itu terpotong dan mulutnya terbelah. Ular raksasa itu berteriak kesakitan sebelum akhirnya terjatuh ke tanah dengan benturan yang kuat.


Denis merasa bahwa tubuhnya melemah dan dia jatuh berlutut.


"Yang Mulia" Vivian dengan cepat menompangnya. Lalu dia melotot ke arah Reina "Apa yang kau lakukan? Cepat kesini"


Reina sadar dari lamunannya "I...iya " dan mendekat ke arah mereka dengan ekspresi takut. Dia takut ular mengerikan itu masih hidup dan menyerang mereka. Lalu dia mulai menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan Denis.


Denis sudah meminum ramuan penyembuh tapi ramuan itu tidak terlalu memiliki efek di tubuhnya. Mungkin karena dia sudah kebal dengan efek ramuan penyembuh karena meminumnya setiap saat. Jadi saat sihir Reina memasuki tubuhnya, dia merasa sangat nyaman.


Saat Reina sibuk menyembuhkan Denis, Vivian merasakan perasaan aneh saat melihat bangkai di depannya. Bangkai itu membengkak dengan aneh.


"Semuanya lari!" teriak Vivian tiba-tiba. "Bangkai binatang itu akan meledak!"


BOM! Ledakan yang besar terjadi. Melululantahkan seluruh hutan. Semua orang yang berada di sana langsung memasang alat sihir pelindung di tubuh mereka. Tapi tetap saja, serangan itu melukai mereka dan mereka terpental beberapa meter jauhnya.


Denis menggunakan alat sihir pelindungnya lalu menggunakan pedangnya sebagai perisainya untuk melindungi Reina dan Vivian dari efek ledakan. Tapi ketiganya tetap terpental ke belakang.


Reina terpental beberapa meter jauhnya. Tubuhnya penuh luka. Tapi dia masih sadar dan dengan cepat menyembuhkan dirinya.


"Itu menakutkan..." katanya menahan sakit. walaupun lukanya secara perlahan tertutup, dia tetap tidak menyukai rasa sakit itu sama sekali.


"Kau masih saja lemah" seseorang tiba-tiba muncul di belakangnya. Dia adalah salah satu dari dua penyihir yang terluka di awal pertarungan. Yang tidak lain adalah Lena yang berpura-pura terluka. Gadis itu melepas tudung jubahnya dan membantu Reina berdiri.


"Ini bukan keinginanku. Aku juga mau menjadi kuat sepertimu kakak" kata Reina dengan wajah cemberut.


"Baiklah. Sekarang ayo kita pergi"

__ADS_1


Reina mengernyitkan keningnya bingung. "Kemana?"


Lena tersenyum sinis. "Balas dendam"


__ADS_2