Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Misi Sayn: Jubah Hitam Misterius


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Sayn mendekati Reina agar dia bisa mendapatkan koneksi untuk masuk ke rumah Marquis. Rencananya berhasil, Reina mengundang nya untuk makan malam. Bahkan Marquis menyambut nya. Dia juga diizinkan untuk menginap di sana.


Saat tengah malam, Sayn menyelinap ke dalam kastil. Dia memasuki semua ruangan seperti pencuri sampai akhirnya dia menemukan keberadaan orang misterius itu. Saat itu orang misterius berjubah hitam itu sedang melakukan pembicaraan dengan Marquis di ruang kerjanya. Setelah pembicaraan selesai, orang misterius itu pergi keluar kastil. Sayn pun mengikuti nya.


***


Sayn mengikuti si jubah hitam itu dengan hati-hati. Mereka melintasi ibu kota di kegelapan malam. Jujur saja sulit bagi mengikuti nya tanpa ketahuan. Untung saja si jubah hitam itu tidak menggunakan teleportasi sehingga Sayn tidak perlu menggunakan lebih banyak tenaga untuk mencari jejak nya.


Sampai akhirnya, mereka berhenti di salah satu daerah termiskin di ibu kota. Si jubah hitam itu masuk ke dalam satu rumah.


Walaupun kerajaan Well termasuk kerajaan termakmur, tetap ada daerah termiskin yang dihuni oleh anak-anak yatim piatu dan tunawisma tua. Yang menyambung hidup mereka dengan menjadi pengemis atau pencuri. Karena itulah daerah ini paling berbahaya saat dikunjungi. Tempat penjualan budak juga ada di daerah ini.


Sayn mengernyit bingung saat melihat si jubah hitam masuk ke dalam rumah kecil. Rumah itu terlihat normal tidak tidak terlalu kumuh. Sayn berpikir dia mungkin bertemu dengan sekutu lainnya.


Sayn pun menghela napas dan mencoba mengamati pergerakan nya. Dia tidak masuk ke dalam. Dia melubangi dinding atap dan melihat apa yang terjadi di dalam dengan teropong kecil.


Dia melihat keberadaan manusia selain si jubah hitam. Mereka adalah tiga orang anak kecil. Tiga orang anak itu langsung berkumpul setelah melihat kedatangan nya. Kelihatannya mereka adalah anak yatim piatu.


Sayn kembali memasang wajah bingung. Apakah si jubah hitam ini adalah orang baik? Kelihatannya ketiga anak itu sangat nyaman saat berada di dekatnya.


Si jubah hitam itu mulai menggerakkan tangannya dan melepaskan tudung jubah nya. Memperlihatkan rambutnya yang panjang berwarna perak.


"Wanita?" Sayn mengerjap tak percaya. Sayn bahkan melihat wajahnya. "Elf?" Ya. Sayn melihat sosok elf sekarang, bukan manusia. Sayn tidak terlalu mengerti tentang ras elf. Tapi elf di depannya bukanlah elf gelap. Tapi Sayn tidak menyangka bahwa elf akan mencampuri urusan dunia politik manusia.


Sayn tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Sayn juga tidak ingin menggunakan sihir untuk menguping karena dia takut keberadaan nya ketahuan.


Yang paling mengejutkan, tiba-tiba ketiga anak manusia itu menjadi tidak sadarkan diri dan terjatuh ke lantai. Si elf meletakkan mereka ke dalam ruang dimensi sebelum menutup dirinya lagi dengan jubah dan melarikan diri.


Sayn tidak mengerti dengan tingkah laku mencurigakan elf itu. Jadi dia memutuskan untuk tetap mengikuti nya. Dia tidak menampakkan dirinya sampai dia mendapat kan petunjuk yang jelas.


Anehnya, elf itu kembali ke mansion Marquis. Sayn tetap mengikuti nya. Dan menemukan ada sebuah ruang bawah tanah rahasia di dalam kastil ini.


Sayn langsung memutuskan sesuatu dengan cepat. Dia mengeluarkan ramuan untuk merubah penampilan dari ruang dimensi nya. Ramuan ini bisa merubah bentuk wajah dan suaranya dalam jangka waktu satu jam.


Dia mengikuti elf itu untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah. Waktunya sangat singkat, Sayn hampir saja ketinggalan. Tapi dia berhasil masuk.


Ruang bawah itu sangat luas. Lalu Sayn menemukan hal paling aneh yang membuat jantung nya berdebar kencang karena rasa terkejut berlebihan.


Ada banyak sekali tabung kaca. Dan di dalam tabung kaca itu, tertidur anak-anak manusia. Ada selang aneh yang dipasang pada tubuh anak manusia itu. Selang itu mengarah pada tabung besar utama yang berada di tengah-tengah ruangan.

__ADS_1


"Apa ini?" Sayn melonggo tak percaya. Mereka mengambil mana secara paksa dari anak manusia! Ini sangat kejam dan menjijikan!


"Siapa?" Sayn mendengar suara yang bergema bersamaan dengan belati hitam yang terlempar ke arahnya.


Sayn dengan cepat menghindar.


Elf itu menatap Sayn dengan tajam sambil melempar senjata lainnya. Dia cukup kaget bahwa ada penyusup di laboratorium miliknya. Dan dia bahkan tidak sadar bahwa penyusup itu mengikuti nya.


"Mati!" suara elf itu bergema. Dia melempar kan senjata sihirnya secara bersamaan dengan sihir serangan.


Elf itu sedikit menahan kekuatan penghancur nya karena dia tidak ingin menghancurkan tempat ini. Dia berusaha menggunakan serangan efisien untuk membunuh mahluk hidup.


Pekerjaan utama Sayn adalah penyihir. Dia bukan pendekar sihir. Sehingga dia cukup kewalahan dengan serangan fisik yang diarahkan padanya. Walaupun dia bisa menghindari semuanya dengan baik.


Sayn tidak bisa terus menghindar. Dia menyerang balik. Elf itu cukup terkejut karena serangan besar Sayn hampir merusak laboratorium.


Tentu saja Sayn sengaja melakukan nya. Dia ingin menghancurkan tempat ini. Mereka benar-benar melakukan tindakan kejam terhadap para anak manusia itu.


Tapi Sayn bukan orang baik. Dia akan menghancurkan tempat ini. Tapi dia tidak cukup baik hati untuk menolong semua anak manusia itu. Dia tidak peduli kalau serangannya akan melukai mereka. Sayn sama sekali tidak memiliki prinsip 'orang baik' saat dia menjalankan misinya.


"Apa yang kau lakukan?" Elf itu menggertakan gigi nya marah. Dalam sekejap dia tahu bahwa penyusup itu ingin menghancurkan laboratorium nya.


Dia langsung maju menyerang Sayn dengan pedangnya. Sayn menghindar dan mengeluarkan pedang Sihir nya juga. Pedang mereka saling bertabrakan.


Sayn tidak menjawab. "Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini di wilayah manusia? elf?" Sayn berkata dengan nada tajam.


Tubuh elf itu bergetar hebat seakan-akan semua rahasianya sudah terbongkar. Keinginan untuk membunuh menjadi lebih besar.


Sementara di tempat lainnya, Marquis Zent bisa mendengar suara ledakan yang besar di Mansion nya. Dia tersentak kaget. Dalam sekejap dia tahu bahwa suara itu berasal dari ruang bawah tanah. Dia pun segera menuju ke sana dengan panik. Dan menemukan dua orang dengan jubah hitam bertarung satu sama lainnya.


Sayn menyadari bahwa Marquis Zent datang ke tempat ini. Dia tidak ingin membuat resiko pada dirinya. Dia takut identitas nya terbongkar karena efek ramuannya juga semakin melemah.


Sayn berlari ke arah Marquis.


"Marquis!" Elf itu berteriak. Dia mengira Sayn akan membunuh sang Marquis.


Marquis yang mendengar peringatan sang elf segera mengeluarkan pedangnya.


Sayn menyerang Marquis. Tapi itu bukan serangan yang kuat. Dia hanya ingin Marquis menghindar dari jalannya.


Terdengar suara pedang yang saling bertabrakan. Dan Bruk! Tubuh Marquis terlempar ke samping. Sayn mengambil kesempatan ini untuk berlari keluar dari ruang bawah tanah.

__ADS_1


Marquis yang terlempar dengan cepat berdiri. Dia mengabaikan pinggangnya yang sakit karena benturan dan dengan cepat mengikuti Sayn keluar.


"Pengawal! Ada penyusup! Tangkap dia!" Dia berteriak keras saat melihat bayangan hitam Sayn sudah berada di halaman depan mansion nya.


Semua pengawal itu dengan cepat menyadari keberadaan Sayn dan mengejarnya.


Sayn berlari ke luar mansion menuju ibu kota. Dia tahu bahwa ada banyak orang mengikuti nya. Dia bisa saja melarikan diri dengan teleportasi. Tapi dia tidak melakukan nya karena itu tidak efisien.


Sayn mengeluarkan boneka buatan nya dari ruang dimensi. Dia meletakkan boneka itu di tempat nya. Lalu dia berlari ke arah yang berbeda.


Marquis, Elf dan semua pengawal melihat sosok berlari Sayn di depan mereka. Elf itu mempercepat langkahnya dan menggunakan pedang nya untuk memotong tubuh Sayn.


Tidak ads perlawanan dari sosok di depannya. Darah berterbangan dan sosok itu jatuh ke tanah.


"Kita berhasil" Marquis melotot sambil bernapas lega.


Tapi sang elf tidak tenang. Dia melepas jubah hitam dari sosok yang tergeletak itu dan menemukan sosok manusia yang sudah tidak bernyawa.


"Dia sudah mati. Ini melegakan" Marquis bergumam.


Tapi elf itu menggertakan giginya. "Sialan!"


Marquis tersentak dengan teriakan itu. Dia menatap jubah hitam di samping nya dengan ekspresi bingung. "Ada apa dengan mu?" Dia tidak mengerti tindakan nya.


Sang elf menatap Marquis seolah-olah dia orang bodoh. "Penyusup itu berhasil melarikan diri. Ini hanya boneka" dengan penuh amarah dia menghancurkan boneka di depannya dengan sihir api.


Wajah Marquis langsung memucat. "Apa kau bilang? Dia berhasil melarikan diri? Bagaimana ini? Dia melihat semua yang terjadi di ruang bawah tanah!" Marquis berkata dengan panik.


Elf itu berpikir sebentar. Dia juga panik saat ini tapi otaknya lebih pintar dari Marquis. "Dia berhasil menyelinap seperti itu. Berarti awalnya dia berada di dalam mansion sehingga tidak ada yang curiga pada keberadaan nya. Apa ada orang asing yang akhir-akhir ini masuk ke dalam mansion?" Elf itu bertanya pada Marquis.


"Tidak ada..." Marquis menjawab ringan. Tapi tiba-tiba matanya melotot kaget. "Ah! Tapi itu tidak mungkin...."


***


Sayn tidur dengan nyenyak di kamar tamu yang sudah disiapkan. Lebih tepatnya dia pura,-pura tidur. Tapi tiba-tiba BRAK! Pintu kamarnya terbuka dan lampu kamarnya tiba-tiba menyala.


Sayn pun terbangun sambil menatap ke arah pintu. Ada Marquis, seorang berjubah hitam dan beberapa pengawal di sana.


"Ada apa?" Sayn menatap Marquis polos sambil mengusap matanya yang sembab. Dia bangkit dari tempat tidurnya. Selimut nya bergeser ke bawah, memperlihatkan piyamanya.


Penampilan Sayn membuat Marquis ragu sejenak. "Uhuk" dia terbatuk ringan.

__ADS_1


"Yang mulia, maafkan aku karena sudah menganggu tidur anda. Kami ingin mengecek sesuatu. Maafkan ketidaksopanan saya" kata Marquis itu kemudian.


Sayn menatapnya dengan wajah bingung. "Mengecek?" Dia tidak mengerti apapun.


__ADS_2