Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Kota Sihir 11


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva berteleportasi ke tempat aneh karena alat sihir yang diletakan di tempat dia bersembunyi mengacaukan mana lingkaran sihir. Lalu mereka pun dikepung oleh orang-orang berjubah hitam itu.


Sementara di sisi lainnya, Dean Wason dan Robert sibuk mencarinya dengan alat pendeteksi sihir.


***


Mereka bertiga akhirnya terkepung. Mereka ingin melarikan diri dengan berteleportasi ke tempat lainnya, tapi sihir teleportasi mereka tidak berfungsi. Para jubah hitam itu melakukan sesuatu yang menganggu mana mereka.


"Gadis kecil. Jangan membuat semuanya sulit. Kami sama sekali tidak ingin menyekitimu. Serahkan benda itu!" mereka menuntut.


"Benda apa? Aku sama sekali tidak mengetahui apa pun" aku masih berusaha menyangkal.


"Cih!" salah satu dari mereka mulai mendecakkan lidah, lalu mulai mendekati Eva untuk menarik bajunya.


Tapi Slap! Si Tuan dari Komunitas pengembara itu tiba-tiba bergerak dan menghalangi gerakan si jubah hitam dengan pedangnya.


"Jangan berani menyentuhnya!" katanya tegas.


Si jubah hitam itu terdiam sebelum tertawa keras "Hahaha! Anak muda zaman sekarang benar-benar tidak terduga. Apakah ini musim semi? Hmm...kukira sekarang masih musim gugur. Tidak kusangka banyak sekali lebah berkeliaran di sekitarmu gadis kecil" katanya sarkas. "Aku melihat dua orang muda sebelumnya. Kelihatannya kau banyak mengumpulkan pria-pria muda berbakat untuk mengikutimu" katanya lagi sambil menatap Eva dari atas sampai bawah. "Oh...kelihatannya mereka semua terpikat dengan kecantikan. Hm, hm, saat masih muda kau memang susah sekali menahan hasratmu" ejeknya lagi sambil mengangguk.


Aku menatapnya tajam. benar-benar mengesalkan! Apa-apaan itu? Walaupun aku tidak mengerti dia mendapatkan idiom itu dari mana, tapi aku masih tahu artinya. Lagipula sejak kapan banyak pria mengelilingiku. Otak pria tua ini pasti rusak!


Terlebih lagi aku tidak menganggap para tokoh utama di sekitarnya adalah seorang pria. mereka semua hanya karakter dalam buku yang bisa saja berbalik melawannya, walaupun untuk sekarang mereka sangat akur. Dan untuk dua orang asing dari Komunitas Pengembara ini baru bertemu dengannya beberapa jam yang lalu.


Si Tuan kelihatannya sangat kesal dengan perkataan si jubah hitam. Eva tidak tahu alasannya kenapa kata-kata itu memprovokasinya. Tapi dia tiba-tiba menyerang si jubah hitam dengan pedangnya.


"hahaha! Ternyata pendekar sihir. Apa yang pendekar sihir lakukan di Kota Sihir?" tanya si jubah hitam dengan nada mengejek. "Para pendekar sihir biasanya adalah bangsawan. Apa kau bangsawan yang menyusup ke sini?" tanyanya lagi curiga.


Si tuan itu terus menyerang, tapi tentu saja tidak ada serangan yang kena karena si jubah hitam terus menghindar.


"Kekuatanmu cukup bagus. Kau kuat. Sayangnya masih terlalu muda. Dan tidak bagus untuk orang muda terlalu sombong" kata si jubah hitam sebelum dia mempercepat pergerakannya lalu menndang si tuan dengan kedua kakinya.


Tubuh si tuan terlempar beberapa mete sebelum akhirnya dia terbatuk sambil memegang dadanya.


"Tuan! Kau tidak apa-apa!" teriak rekannya sambil berlari menghampiri.


"Aku tidak apa-apa" jawab si tuan santai sambil melambaikan lengannya.


"Sudah cukup bermain-main" si jubah hitam mulai serius dan menargetkan tujuannya kembali pada Eva. "Serahkan! Atau kau akan tahu akibatnya"


"Kalau kau terus bersikap seperti ini, kami mau tidak mau akan membunuhmu"

__ADS_1


Aku menatap mereka dengan tajam. Aku tidak mau menyerahkan Rexus! Tentu saja tidak mau! Tapi aku juga tidak mau mati. Apa yang harus kulakukan?


Saat masuk ke dunia ini aku tahu banyak sekali even kematian menantiku. Tapi haruskah secepat ini? Padahal aku hanya ingin menghentikan Reina mendapatkan harta karun di pertandingan sihir. Um...tapi aku juga tidak mengelak, kalau aku juga menginginkn harta karun itu. Tapi intinya tetap aku ingin menghentikan kejadian malangku di masa depan. Melakukan perbuatan menyimpang yang tidak pernah dilakukan Eva asli. Berhubungan baik dengan semua tokoh utama. Aku melakukannya agar alur cerita berubah. Dan aku sadar bahwa ini mulai berubah sedikit demi sedikit. Sehingga aku bisa mencegah kematianku!


Melihat Eva sama sekali tidak mau menyerah, wajah para jubah hitam itu jelek.


"Jangan salahkan kami karena membunuhmu!" kata mereka dingin sebelum maju menyerang.


Tentu saja aku tidak akan membiarkan mereka membunuhku!


Empat orang itu mulai menggunakan sihir aneh pada Eva. Mereka ingin membunuh Eva. Tapi mereka harus membuat tubuh gadis kecil tidak hancur agar benda itu tidak rusak! Jadi mereka hanya menggunakan sesuatu untuk mengikat Eva. Membiarkan gadis itu mati kehilangan napas.


Dua orang dari Komunitas Pengembara menyaksikan itu dan bergegas menyelamatkannya. tetapi pergerakan mereka langsung di hadang salah satu jubah hitam. Mereka sama sekali tidak bisa melewati jubah hitam itu walaupun mereka menyerang secara serentak.


Aku merasakan tali yang tidak terlihat melilit seluruh tubuhku. Secara perlahan aku merasakan sesak karena tidak bisa bernapas. Aku juga tidak bisa menggunakan mana di sekitarku, seakan alat sihir itu memblokir semuanya. Tapi untungnya aku masih bisa menggunakan mana yang tersimpan di dalam tubuhku.


Tidak boleh seperti ini!


Apa gunanya aku belajar sihir kalau tetap mati seperti ini!


Pikiranku sangat kacau sekarang. Aku sama sekali tidak ingin mati lagi. Tapi aku tidak bisa melakukan apa pun saat ini. Jadi aku memutuskan untuk melepaskan semuanya sekarang!


"Rexus, lari sekarang" aku berbisik pada Rexus yang bersembunyi di bajuku. Setidaknya anak kecil ini bisa selamat.


"..."


Baiklah. Lupakan tentang penolakan Rexus. Sekarang aku harus memikirkan cara agar bisa menyelamatkan diri sendiri dan semua orang yang ada disini.


Tali ini semakin menyakitkan. Aku menggunakan mana api untuk merusaknya, tapi tidak mempan. Lalu aku menggunakan elemen lainnya agar tali itu rusak, tapi tetap tidak berguna.


Para jubah hitam itu tertawa terbahak-bahak saat melihat perjuangan Eva. Ya, mereka menganggap itu sangat lucu. Gadis itu menggunakan elemen api lemah untuk merusak tali. Lalu elemen air, elemen angin dan elemen bumi.


Tapi tawa mereka langsung terhenti saat gadis itu mengeluarkan empat elemen.


"Gadis kecil itu bisa menggunakan empat elemen!" kata mereka terkejut dengan mata menyipit.


"..."


"Aku sudah merasakan hal itu sebelumnya saat berhadapan dengannya"


Sesak!


Tali ini semakin melilitku.

__ADS_1


Aku terdesak dan langsung mengeluarkan sihir tingkat tinggi yang sudah kupelajari.


"Inferno"


"Froze"


"Wind"


Eva mengeluarkan tiga sihir berturut-turut.


Efeknya sangat luar biasa. Dalam sekejap badai angin muncul, disertai dengan bongkahan es besar yang muncul dari langit dan juga kolam lava di tanah.


Seluruh rumah di tempat itu langsung menjadi rata dan tampak seperti medan perang kecil.


Para jubah hitam itu terpana. Mereka langsung menggunakan sihir terbang saat Eva mulai membuat kolam lava. Lalu mereka menyaksikan Eva mengeluarkan tiga sihir tingkat tinggi dan mata mereka membelalak kaget.


Walaupun sihir itu tidak membuat mereka terluka. Efek yang ditimbulkan cukup mengerikan. Membuat lahan kecil di kota Sihir ini menjadi hancur lebur. Untung saja tidak ada penduduk di daerah itu.


Karena kehancuran yang ditimbulkan sangat besar, semua orang di Kota Sihir mulai keluar dari rumah mereka masing-masing. Dari kejauhan mereka bisa mendengar suara gemuruh yang sangat besar. Badai angin yang bergulung dan reruntuhan bangunan yanh berterbangan.


Jujur saja mereka sangat kaget. Karena ada larangan untuk bertarung di Kota Sihir karena hal itu dapat merusak kota. Tapi ada penyihir kuat yang melanggarnya sekarang. Dan bahkan menghancurkan hampir sebagian kota.


"Sial!"


"Apa yang gadis itu lakukan!"


"Monster macam apa ini"


Para jubah hitam itu menggerutu kesal. Mereka benar-benar terlalu kaget sekarang. Siapa yang menyangka bahwa sumber semua kekacauan adalah sosok kecil yang saat ini sedang berdiri di tengah-tengah lava.


"Sial! Kita tidak bisa melakukan nya sekarang! Beberapa orang kuat menuju kemari."


"Ayo pergi!"


Dalam sekejap para jubah hitam itu menghilang dari langit.


Aku sudah menggunakan banyak sekali sihir. Tapi...kenapa sama sekali tidak berpengaruh?


Eva merasakan sesak yang kuat. Dia tidak bisa bernapas. Pandangannya menjadi sangat buram.


Apa aku akan mati sekarang?


Tubuhnya mulai terjatuh.

__ADS_1


***


__ADS_2