Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Bertemu Lagi


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Eva sudah melewati siklus lima kali kematian di dalam mimpinya. Jiwanya terguncang karena mengalami kesakitan berkali-kali. Dan dia menangis keras. Saat siklus mimpi kelima selesai, kegelapan menelan semua dunia mimpi. Dan Eva terbangun. Eva terbangun di dalam sebuah penjara dingin dan lembab. Penjara itu terbuat dari batu, mirip seperti goa dengan jeruji besi di depannya. Dia juga berusaha mengedarkan mana dalam tubuhnya, tapi tidak bisa! Setiap kali dia ingin mengedarkan mana, jantungnya langsung berdenyut kesakitan. Eva tidak bisa menggunakan sihir!


Jika tidak bisa menggunakan sihir, dia hanyalah gadis kecil biasa. Eva sangat bingung bagaimana cara keluar dari penjara ini. Saat dia sedang berpikir, terdengar langkah kaki. Langkah kaki itu semakin mendekat dan semakin mendekat. Eva memutuskan untuk pura-pura tidak sadarkan diri saat langkah kaki itu sudah dekat. Tapi tiba-tiba menjadi hening. Dia menunggu dan suasana tetap hening. Jadi, dia memutuskan membuka matanya untuk melihat situasinya. Awalnya dia tidak melihat apa pun, sampai seseorang menepuk pundaknya. Orang itu memakai jubah hitam. Eva kaget dan mundur. Si jubah hitam semakin mendekatinya. Akhirnya, si jubah hitam itu membuka topeng yang dipakainya. Ternyata dia adalah pangeran Sayn....


Apa yang dilakukan pangeran Sayn disini?


Apa dia pelaku yang menculik Eva?


***


Sayn masih menghimpit Eva dan menatapnya dengan mata tajamnya.


"Bagaimana kau tahu? Apa kau mengetahui sesuatu?" tanyanya curiga.


Dia meragukan Eva karena Eva selalu mengatakan sesuatu yang tidak terduga! Eva tahu identitas kelompoknya...


Eva juga mengetahui nama aslinya. Bagaimana bisa aktivitas kelompok mereka diketahui seorang gadis kecil? Apa mata-mata dari Duke Court menyusup ke dalam kelompok mereka?


Kalau itu benar-benar terjadi, dia tidak boleh membiarkannya! Dia harus mencari mata-mata itu dan melenyapkannya!


Aku menghindari tatapan Sayn yang menusuk.


"Tidak..." kataku ragu. Bagaimana aku harus menjawabnya? Aku tidak bisa memakai nama ayahku lagi atau itu bisa berakibat fatal!


Uh...aku harus menjawab apa?


"Aku mendengarnya.....dari kelompok penyihir yang ada di aula" aku tiba-tiba teringat perkataan itu. Penyihir yang paling tua, yang mengobrol akrab dengan Dean Wason waktu itu mengatakan "Sayn..."


"Penyihir tua itu mengatakan Sayn...aku hanya menebak kalau itu adalah namamu..." kataku lirih.


Sayn menjauh, tapi tangannya masih mengurungku.


"Pak tua bodoh itu!" dia mengumpat.


"Apakah ada orang lain yang mendengarnya juga? Mungkin Dean Wason?"


Aku menggelengkan kepalaku cepat. "Aku tidak tahu."


"Tapi...kakek mungkin tidak mendengarnya. Itu hanya kebetulan, aku sedang memperhatikanmu saat itu, jadi aku mendengarnya"


Sayn mengangkat alisnya "Oh? Memperhatikanku?"


Dia tersenyum nakal "Kau menyukaiku?" katanya dengan nada menggoda sambil mendekatkan wajahnya lagi.


Uhuk! Uhuk! Aku langsung tersedak.


"Tidak!" bantahku langsung. "Itu tidak sengaja. Siapa juga yang menyukaimu!"

__ADS_1


"Hahaha..." Sayn tertawa geli.


Tiba-tiba...


CUP! Dia mencium kening Eva.


"Kau terlihat sangat lucu. Karena itu adalah dirimu akan akan membiarkannya"


Dan tatapannya tiba-tiba menyeramkan. "Tapi kalau itu orang lain, aku akan langsung melenyapkannya" katanya dingin dengan nada serak menyeramkannya.


Dia tidak bisa membiarkan siapa pun mengetahui rahasianya! Tidak seorang pun! Aku akan langsung melenyapkan mereka saat mereka mengetahui apa pun.


Dia menatap Eva. 'Khusus gadis kecil ini, aku akan membiarkannya. Dia menarik dan tidak berbahaya untuk saat ini'


Sayn menatapku lekat-lekat. "Tapi, bukan berarti aku tidak akan melenyapkanmu. Aku akan melenyapkanmu, kalau kau membuat masalah..." katanya sinis.


Aku bergidik ngeri. "Aku pasti tidak akan memberitahu siapapun" kataku sambil mengangguk pelan. "Kita bisa janji kelingking" kataku polos sambil menunjukkan kelingkingku.


Sayn tersenyum geli dan mengabaikanku.


Beberapa detik kemudian, akhirnya dia melepaskan pengekangannya. Dia melepas sandaran tangannya dari jeruji besi.


Haaa....akhirnya aku bebas dan tidak terjepit lagi.


"Kenapa kau menculikku?" aku langsung mengalihkan topik.


Sayn mengernyitkan kening. "Aku tidak menculikmu" bantahnya. "Bagaimana kau bisa ada di tempat ini?" dia bertanya balik.


"Aku tidak bisa menggunakan sihir..." kataku sedih. "Setiap kali aku mengedarkan mana, jantungku langsung terasa sakit. Seperti ada sesuatu yang mengunci manaku untuk keluar"


"Undangan aneh itu, bisa kau berikan padaku? Aku ingin melihat mantra apa itu"


Aku langsung menggeleng. "Undangan itu lenyap. Saat aku terbangun, undangannya sudah tidak ada"


"Tapi jangan khawatirr...aku ingat mantra terlarangnya"


"Mos isqrito deus no en..."


"Mos isqrito deus no en..." Sayn bergumam.


"EH? Hentikan!" teriakku langsung. "Jangan mengucapkannya atau kau akan berakhir sepertiku!"


"Tapi tidak terjadi apa-apa padaku" kata Sayn acuh tak acuh. "Mantra itu hanya aktif kalau ada sinar bulan"


Aku memiringkan kepalaku. "Kau tahu mantra apa itu?"


"Itu mantra untuk mengunci mana. Setiap kunci pasti ada alat untuk membukanya. Kita harus mencari alat itu untuk membuka kunci jantungmu" jawab Sayn.


"Dan kelihatannya aku tahu siapa pelakunya..."

__ADS_1


"Benarkah pelakunya bukan dirimu?" tanyaku meragukannya.


Aku tidak salah oke, dia terlalu mencurigakan. Dan ini hanya pertemuan kedua kami, aku harus waspada!


Sayn langsung memasang wajah cemberut. "Kalau kau tidak percaya tidak apa-apa. Aku akan pergi!"


"Ehhh!!" aku langsung menarik jubahnya. "Aku mempercayaimu. Jangan tinggalkan aku di tempat ini"


Wajah cemberutnya menghilang. Lalu dia menangkap Eva dan menggendongnya.


"Apa yang kau lakukannn?!" teriakku sambil memberontak dalam pelukannya.


"Kau ingin keluar bukan? Baiklah aku akan meninggalkanmu di tempat ini" jawabnya malas.


Aku langsung terdiam.


SHUU! Kami langsung berteleportasi keluar.


Eh? eh? eh? Aku menatap kiri kanan dengan bingung. Kita bisa keluar seumudah ini? tapi bagaimana bisa? Teleportasi tidak bisa membawa mahluk hidup!


"Bagaimana...bisa...?" tanyaku sambil menatap Sayn.


Sayn mengeluarkan senyum bangga. "Rahasia" katanya dengan nada nakal. "Kalau kau ingin tahu, kau harus mematuhi syarat yang kuberikan sebelumnya"


"Hmph!" aku langsung merenggut kesal.


Aku langsung turun dari pelukannya.


"Tapi kenapa kau ada disini? Apa hubunganmu dengan tempat ini?" tanyaku lagi.


"Misi" jawabnya singkat.


Sayn mulai berjalan maju secara perlahan, aku mengikutinya di belakang.


"Pegang tanganku, nanti kau tersesat"


Aku mengabaikannya dan memegang jubahnya.


"....." Wajah Sayn sedikit kecewa. Tapi dia langsung merubah ekspresinya.


"Ingat. Tetap di dekatku" katanya serius.


Aku mengangguk.


"Misi apa?" tanyaku.


"Kenapa kau sangat ingin tahu gadis kecil. ini bukan urusanmu. Aku akan mengeluarkanmu dari tempat ini, lalu kembaliĀ  menjalankan misiku"


"Eh? kau tidak bisa!" aku langsung membantah. "Aku ikut denganmu! Aku harus tahu siapa pemilik tempat ini! Aku harus tahu siapa yang menculikku! Aku juga harus menemukan cara untuk membuka kunci jantung ini agar aku bisa menggunakan sihir lagi!"

__ADS_1


Aku punya banyak alasan kuat yang mendukungku untuk terlibat dalam misi Sayn. Aku tidak akan menyerah!


__ADS_2