
Cerita sebelumnya:
Saat Eva akan menuju ke asrama, dia melihat sesuatu yang mencurigakan di halaman. Dia melihat sekumpulan anak bangsawan yang merencanakan sesuatu yang aneh.
Dia ingin menguping tetapi gagal. Eva hanya berharap tidak ada sesuati yang mengerikan terjadi.
Beberapa jam kemudian, kelas berikutnya dimulai. Awalnya ini hanya kelas teori biasa. Sampai akhirnya sang guru membuat kelas praktek untuk menerapkan sihir-sihir yang sudah mereka pelajari. Sehingga pelajaran ini tidak lagi membosankan.
***
Ada beberapa sihir menengah yang dipelajari dalam pelajaran kali ini. Ada satu jenis sihir untuk setiap elemen. Jadi sebenarnya, kelompok yang memiliki pemilik elemen lengkap lah yang diuntungkan. Karena mereka bisa menggunakan semua jenis sihir yang ada.
Beberapa sihir menengah yang dipelajari hari ini adalah Burst (api), ice (air), wirl (angin), crack (bumi) dan Heal (cahaya).
Burst (api) adalah sihir api yang meledakkan sekitarnya. Level burst yang dipelajari adalah level awal, jadi efek ledakan yang ditimbulkan tidak akan terlalu berbahaya.
Ice (air) adalah sihir menengah untuk membuat beku air yang dihasilkan. Sihir ini sebenarnya cukup biasa.
Wirl (angin) adalah sihir menengah untuk membuat badai kecil. Sebenarnya sihir ini tidak akab berefek untuk manusia yang punya kekuatan tubuh luat biasa. Tapi cukup bisa mengacaukan penyihir biasa yang tidak pernah melatih tubuh mereka.
crack (bumi) adalah sihir menengah yang dapat mengubah permukaan tanah. Sihir ini bisa membuat bentuk permukaan tanah retak atau tidak rata. Dan biasanya digunakan untuk mengacaukan fokus musuh atau dalam pelarian menyelamatkan diri.
Sementara Heal (cahaya) adalah sihir penyembuhan biasa. Hanya saja tingkat penyembuhan akan lebih meningkat di level menengah daripada di level dasar.
Aku melihat kelompokku. Lilac dan Louis adalah pengguna elemen api. Lalu satu anak bangsawan pengguna elemen bumi dan satu pengguna elemen air. Lalu elemen Sayn masih belum diketahui. Tapi kelihatannya dia juga bisa menggunakan banyak elemen. Lalu aku hanya menggunakan elemen udara dan api.
Sebenarnya bisa dibilang kelompok kita memiliki elemen yang cukup lengkap. Kecuali untuk elemen cahaya yang langka. Dan elemen gelap yang dilarang dan tidak pernah dipelajari.
"Baiklah, tetap waspada! Saat kita melihat musuh langsung kalahkan oke!" teriak Lilac bersemangat. Dia melangkah maju paling depan dan dalam sekejap dia sudah menjadi pemimpin kelompok.
"Bagaimana kalau kita bertemu dengan lawan yang kuat?" jawab Louis cemberut.
Tak! Lilac langsung menjitak kening saudaranya itu. "Itu tidak masalah kalau level mereka lebih tinggi. Dasar bodoh. Kita hanya menggunakan sihir yang kita pelajari bukan sihir berbahaya atau sihir rahasia. Jadi tidak perlu khawatir" Lilac menjelaskan dengan percaya diri.
"Bagaimana kau bisa seyakin ini?" balas Louis cemberut. Tapi dia tidak berkata apa-apa lagi setelah itu.
Akhirnya setelah menyusuri hutan selama beberapa menit, kami melihat sekumpulan dari balik semak-semak. Sontak kami langsung bersembunyi dan berhenti berbicara.
Lilac mengamati sebentar sebelum mengangkat tangannya untuk membeli aba-aba "Serang".
Kami semua mengangguk. Lilac dan Louis maju paling depan dan mengeluarkan sihir api mereka tanpa pandang bulu.
Kelompok lain belum menyadari bahwa ada yang menyerang mereka tiba-tiba. Mereka hanya melonggo dengan wajah polos saat Louis dan Lilac menyerang.
__ADS_1
BAM! BAM! BAM!
Suara ledakan terdengar berturut-turut saat ai kembar menyerang.
Dalam sekejap hutan menjadi berdebu dan saat debu memudar, siluet Lilac dan Louis mulai terlihat. Mereka berdiri dengan gagah.
Hanya dalam beberapa menit, pihak lawan pun terkapar. Aku bahkan tidak perlu turun tangan karena mereka semua benar-benar dikalahkan tanpa perlawanan oleh Lilac dan Louis. Sebenarnya ini tidak adil menurutku. Karena dua saudara kembar itu menyerang tiba-tiba dan mereka sama sekali belum bersiap-siap.
Lilac dengan gagahnya mengacungkan kartu yang di dapatnya ke atas kepala dan berteriak "Sudah kubilang bukan? Mereka benar-benar lemah! Hahaha" katanya bangga sambil tertawa tak karuan.
Baiklah, karena kami sudah berhasil mendapatkan kartu dari pihak lawan, maka tugas kami sudah selesai.
Kita hanya perlu melawan satu kelompok, tidak semua kelompok. Ada enam kelompok yang terbentuk. Jadi ada tiga tim yang akan menang dan tiga tim yang kalah. Jadi kita bisa beristirahat sekarang.
Aku merasa lega sesaat sampai tiba-tiba Lilac berteriak dengan mata berbinar. "Ayo kita serang tim lainnya!"
Semua orang hampir tersedak saat mendengar pernyataan Lilac. Bahkan wajah mereka berkedut.
"Bukankah Tidak perlu...maksudku kita sudah menyelesaikan kelasnya... bukankah lebih baik kembali dan pulang lalu tidur..." sanggah Louis dengan nada ragu
STARE! Lilac langsung melihat saudaranya itu dengan tatapan membunuh. Louis mengerti arti dari tatapan itu hanya dalam sekejap. Seakan-akan Lilac mengatakan "Kau berani membantahku?! Aku akan membunuhmu!"
Karena itulah, Louis langsung menunduk dan terdiam.
Lalu kami semua mengangguk pelan.
"Baik, ayo maju! Jangan bermalas-malasan di tempat ini" kata Lilac memecah kan keheningan.
Haa~ aku menghela napas.
Padahal aku ingin tugas ini cepat selesai. Tapi tidak jadi karena Lilac terlalu antusias.
Akhirnya kami pun menuruti kemauan Lilac dan menyusuri sekitar hutan.
Setelah beberapa menit, kami tidak menemukan kelompok lainnya. Kelihatannya Guru sudah menempatkan kami dengan sesuai dan berjauhan. Jadi tidak akan ada kelompok yang bertemu dan bertabrakan.
"Aku lelah...ayo kita hentikan. Ini buang-buang waktu saja. Kalau kau mau berlatih lebih baik berlatih di rumah" kata Louis kesal sambil menghentikan langkahnya.
Lilac membuka mulut dan ingin mengomel, tapi dia langsung menutup mulutnya. Dia mengernyitkan kening dan berpikir.
"Baiklah...." katanya lirih.
Mendengar pernyataannya, mata semua orang langsung melebar. Akhirnya mereka bisa mengakhiri kelas ini.
__ADS_1
Aku pernah berpikir kelas praktek akan jadi menyenangkan. Tapi ternyata tidak. Kelompok yang berat sebelah atau terlalu kuat juga bisa menjadi penyebabnya. Karena kalau kelompok kuat bertemu dengan kelompok lemah, hanya dalam beberapa menit pertandingan ini akan berakhir.
Kami sudah bersiap untuk berbalik dan menuju titik point awal saat kami dikirimkan tadi. Di titik awal itu ada sebuah lingkaran transportasi yang hanya bisa digunakan satu kali. Lingkaran itu berfungsi sebagai media transportasi untuk kembali ke tempat semula dan mengakhiri kelas praktek ini.
Tapi tiba-tiba kami mendengar suara gemerisik. Sontak kami pun langsung waspada.
Aku mengira akan ada kelompok lain yang menyerang. Tapi tidak ada tanda-tanda apa pun selama beberapa detik. Suasana menjadi hening kembali
"Ada apa sebenarnya?" gumam Lilac sambil memberanikan diri nya untuk maju memeriksa semak-semak. Secara perlahan sosoknya mulai menghilang, tertutup semak-semak.
"Kyaaa!" Lilac berteriak tiba-tiba. Hal ini mengejutkan kami semua. Sangat jarang untuk mendengar Lilac berteriak. Pasti dia sedang dalam bahaya sekarang.
Apa seseorang sedang menyerang?
Kami pun langsung bergegas menyusul. Dan ternyata dugaan kami salah. Kami tidak menemukan siapa pun. Hanya Lilac yang sedang melonggo bingung sambil menatap ke bawah.
Aku mengikuti arah tatapannya dan melihat sesuatu yang mengejutkan. Tidak mungkin! Ini mayat!
Aku melihat sesosok tubuh terkapar. Tubuh itu penuh luka dan pakaiannya compang-camping. Bahkan aku melihat kaki kanannya sudah terpotong. Ini benar-benar pemandangan yang mengerikan....
Tidak... tunggu...
Kenapa wajah itu terasa sangat familiar ya ...
"Ah!" aku langsung berteriak kaget saat aku menyadarinya.
"Tidak mungkin. Mayat itu adalah salah satu pangeran Kano!" teriakku kaget.
Semua orang langsung terkesiap.
Aku sangat khawatir. Bagaimana ini? Bagaimana mungkin seorang pangeran bisa mati dalam kelas praktek? Apa yang terjadi?
"Bagaimana ini bisa terjadi...." gumam Louis lirih.
"Tidak mungkin raja Kano akan mengirim kan deklarasi perang setelah ini kan..." aku mendengar murid lainnya bergumam cemas.
"Tenanglah!" kata Sayn tiba-tiba dengan suara lantang. Sayn yang tidak pernah berbicara akhirnya bersuara.
"Aku akan bertanggung jawab dan mencari pelakunya. Lagipula orang ini belum mati..."
"Ini melegakan dia belum mati....tapi tetap saja dia kehilangan kakinya..."
"....."
__ADS_1
Suasana kembali hening. Mereka semua berpikir dengan wajah panik. Sebenarnya apa Yang terjadi?