Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Makanan Aneh


__ADS_3

Aku melirik semua orang yang berkeliaran di depanku. Pasar ini sangat ramai. Penuh dengan ruko dan orang-orang yang berlalu lalang. Tapi ada yang aneh. Kenapa hampir semuanya memakai jubah putih? Bukankah itu jubah yang sama seperti yang dikenakan anak buah Dean Caro?


"Kenapa mereka memakai jubah putih itu?" tanyaku pada Robert bingung.


"Yah, jubah itu merupakan bukti identitas bahwa kau berasal dari Menara Sihir" jelas Robert. "Kau bisa melihat bahwa ada lambang kecil di bagian dada kiri dan lambang transparan di bagian punggung"


Aku menyipitkan mataku, berkonsentrasi untuk melihat lebih jelas. Karena logonya berwarna monokrom, itu sangat kontras dengan warna jubah. Sehingga akan sulit dilihat kalau tidak diperhatikan dengan benar.


Aku akhirnya melihat lambang itu walaupun tidak terlalu jelas. Lambang itu berbentung rangkaian bunga yang melingkar. Kemudian, di tengahnya ada tangan yang mengadah dan ada buku kecil di atasnya.


Ohh, jadi ini lambang Menara Sihir? Novel tidak pernah menjelaskan. Ternyata memang benar kata pepatah, lebih pasti melihat sendiri daripada mendengar cerita dari orang lain.


"Baiklah master, aku mengerti~" jawabku.


"Ayo kita berkeliling, aku benar-benar penasaran" kataku antusias sambil menarik tangan Robert.


Kami masuk ke tengah kerumunan. Walaupun kami tidak memakai jubah putih, kami tidak terlalu mencolok karena ada beberapa orang yang tidak menggunakan jubah putih juga.


Aku melihat sekeliling dan mencium sesuatu yang berbau harum. Aku melihat tidak jauh ada sebuah stand kecil yang menjual permen-permen kecil yang berbentuk imut.


Aku sontak menarik Robert mengunjungi stand itu.


"Huaa...apa ini?" kataku penasaran sambil memegang toples yang penuh dengan permen kecil berbentuk domba.


"Gadis kecil, kau bisa mencobanya satu. Ini gratis" kata penjaga stand sambil memberiku sebuah permen berbentuk bunga.


Penjaga stand itu merupakan wanita remaja berumur sekitar delapan belas tahun. Memiliki rambut coklat di kepang dua. Wajahnya bulat dan ada sedikit bintik-bintik di pipinya. Hidungnya kemerahan. Dia terlihat sangat imut walaupun belum mencapai standar kecantikan di dunia ini. Sudah kubilang sebelumnya, bahwa tidak ada orang jelek di dunia ini saat dia masih muda, baik itu pria atau wanita. Baik gemuk atau kurus. Saat menemukan orang gemuk, kau akan melihat mereka memiliki mata yang cantik, hidung bulat yang lucu, dan bibir berisi yang mungil dan seksi. Setiap orang memiliki kelebihan menonjol dari tubuhnya, sehingga kelihatan sangat memikat.


Aku mengambil permen itu tanpa pikir panjang. Melepas bungkusnya dan langsung melemparnya dalam mulutku.


"Eva, jangan dulu..." kata Robert panik sambil berusaha menghentikanku. Tapi aku sudah terlanjur memakan permen itu.


Hmmm, rasanya manis.


Seketika, aku merasakan permen yang kumakan hancur di dalam mulutku, lalu aku merasakan busa-busa aneh mulai terbentuk. Ruang mulutku tidak bisa menahan busa-busa aneh itu sehingga sebagian busa keluar dari mulutku. Aku persis seperti orang yang keracunan atau overdosis obat.


"Itu sangat berguna untuk membersihkan gigimu" kata gadis penjaga stand itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bukankah sabunnya efektif?"


Apa kau bilang?! SABUNNN!!


"BLAH!" aku langsung melemparkan permen dalam mulutku ke tanah.


Robert dengan gerakan cepat mengeluarkan saputangan dari udara kosong dan mengusap mulut Eva dengan lembut, membersihkan busa yang tersisa.


"Bukankah sudah kubilang, jangan dimakan dulu..." kata Robert prihatin.


"Aku benar-benar tidak tahu kalau itu sabun!" sahutku. "Kakak itu tidak memberitahuku!" kataku sambil menatap gadis di depanku dengan kesal.


"Ara~" Gadis penjaga toko itu kaget sambil menutup mulutnya. "Aku kira kau sudah tahu gadis kecil." katanya dengan nada bersalah.


Haa~ aku menghela napas.


Aku tidak mau menyalahkan gadis itu lebih jauh lagi. Itu salahku sendiri karena bertingkah rakus.


"Gadis kecil... kau mau membelinya?" tanya gadis penjaga stand itu terbata-bata.


"Tentu" jawabku langsung. Aku mengeluarkan beberapa uang logam dan membeli tiga toples. Lalu meletakkan toples-toples itu dalam ruang dimensi.


"Ayo, kita mencari barang lainnya master~" kataku sambil menarik Robert.


Aku benar-benar menariknya seperti kereta dorong. Membawanya dari satu toko ke toko lainnya. Ada banyak barang aneh dijual. Aku benar-benar antusias.


Aku menemukan toko aneh yang penuh dengan bola-bola gorengan dari ukuran kecil hingga besar. Aku mencoba satu bola gorengan kecil dan itu enak.


Tapi tiba-tiba, penjaga stand itu berkata...


"Itu sangat bagus meningkatkan vitalitas pria, tidak berguna bagimu gadis kecil"


GLUP! Kali ini aku langsung menelannya tanpa mengunyah.


Aku tidak akan memuntahkannya lagi, tapi apa-apaan ini?


Semua makanan disini benar-benar aneh!

__ADS_1


"Aku akan membelinya" kataku langsung.


Aku akan membelinya untuk ayah bodoh itu. Yah, bukan berarti aku ingin adik. Tapi, kalau mendapat adik laki-laki kukira tidak buruk juga. Aku bisa menyuruhnya untuk berlatih menjadi kuat lalu memperbudaknya menjadi pelindungku. Kalau itu adik perempuan, aku akan mengajarinya cara memikat pria. Kemudian, mengirimnya ke kerajaan untuk memikat orang dengan posisi penting agar aku bisa aman kedepannya.


'Hm, aku tidak boleh berpikiran seperti itu!' Aku dengan cepat menggelengkan kepalaku.


Kalau dipikir-pikir, aku sudah terlalu ekstrem saat ini, menggunakan adik sendiri agar aku bisa aman ckck.


Tanpa Eva sadari, saat Robert melihatnya membeli bola goreng vitalitas, wajahnya memerah.


'Untuk apa gadis ini membeli benda seperti iniii?' dia berpikir.


Lalu dia mendengar gadis kecil disampingnya, bergumam 'ayah' dan 'adik', dia jadi mengerti maksudnya. Dan ekspresi wajahnya menjadi normal kembali.


Aku melihat Ruko yang terletak disamping stand. Ruko itu kecil. Pintunya terbuka, dan dari balik jendela puding-puding dengan berbagai bentuk menghiasi pandangan. Secepat kilat, mataku berbinar. Aku langsung masuk dengan gerakan cepat.


"Paman, ini terbuat dari apa?" tanyaku kepada pemilik toko. Aku sudah belajar dari kesalahanku sendiri. Walaupun makanan-makanan ini terlihat imut, enak dan cantik tapi asal mereka sangat aneh.


"Ingus goblin"


HUEKK!


Aku langsung merasa pikiranku berputar. Perutku kram dan isi perutku memompa maju. Aku benar-benar merasa mual dan merasa ingin muntah!


Untung saja aku belum mencicipi makanan menjijikan ini!


Aku benar-benar memuji diriku sendiri karena berhati-hati dan tidak bertindak ceroboh.


"Aku akan membelinya"


"Untuk apa kau membelinya?" tanya Robert sambil mengernyitkan kening.


"Untuk hadiah"


Aku akan menghadiahkan ini pada seseorang yang paling kubenci.


'Lihat saja kau Denis hehehe' pikirku sambil mengeluarkan senyum sesat.

__ADS_1


'Aku akan membuat putra mahkota sombong itu memakan ingus goblin hehehe.."


__ADS_2