Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Rexus dan Fram


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Eva memperkenalkan Rexus pada orang tuannya. Kedua orang tuannya menerima keberadaan Rexus tapi mereka tidak percaya bahwa Rexus adalah naga. Mereka hanya pura-pura percaya agar bisa menyenangkan Eva.


Fram diam-diam mengawasi Rexus. Rexus sadar dan menghampiri elf kecil itu. Dalam waktu yang singkat keduanya menjadi teman dekat.


Setelah puas menggendong Evan, Eva kembali ke kamarnya untuk menyortir semua harta yang berada di dalam ruang dimensi miliknya. Dia memisahkan harta yang berguna dan tidak berguna baginya.


***


Ini adalah pertama kalinya Rexus dan Fram saling bertemu. Semuanya berawal dari aura mana gelap yang tersebar menarik perhatian Rexus karena sangat kuat. Dan pusatnya adalah si kecil Fram yang sedang mengintip diam-diam dari balik dinding dengan mata bulatnya.


Rexus pun merasa sangat penasaran dan menghampiri mahluk itu. Saat mereka bertatapan Rexus yakin bahwa mahluk ini bukan manusia seperti Eva. Walaupun bentuknya sangat mirip dengan manusia. Lalu baunya juga tidak enak seperti Eva walaupun mana mereka sama-sama berlimpah. Bau mahluk kecil ini seperti tumbuhan.


Dua mahluk kecil itu saling bertatapan satu sama lain.


"Halo, naga" Fram memulai pembicaraan untuk pertama kalinya sambil melambaikan tangannya.


Rexus tersentak kaget. Ini adalah pertama kalinya seseorang memanggilnya naga. Dia menatap mahluk di depannya dengan ekspresi senang.


"Halo, tumbuhan kecil" kata Rexus blak-blakan. Dia tidak bisa memanggil nya manusia karena dia bukan manusia. Rexus tidak tahu Fram mahluk apa. Dia juga tidak tahu namanya. Jadi dia memanggilnya 'tumbuhan' karena itulah bau yang diciumnya dari tubuh Fram.


"Aku bukan tumbuhan. Namaku Fram. Aku seorang elf" kata Fram cemberut.


"Ah! Oke, Fram. Tapi apa itu elf?" Rexus memiringkan kepalanya dengan ekspresi polos. Dia tidak pernah mendengar keberadaan mahluk ini sebelumnya. Hanya ada dua mahluk yang tercatat dalam pikiran Rexus, yaitu manusia dan binatang sihir.


"Bagaimana aku harus menjelaskannya..." gumam Fram bingung sambil menggaruk hidungnya dengan telunjuk. "Elf adalah salah satu ras yang hidup di hutan. Bentuk kami seperti manusia tapi umur kami sangat panjang. Ada dua jenis elf, yaitu elf hutan dan elf gelap. Rasku adalah elf gelap karena itu kau bisa melihat mana gelap dalam tubuhku" jelas Fram.


Rexus masih memiringkan kepalanya bingung. "Apa kau tinggal dengan naga?" Bukan hanya mana gelapnya yang membuat Rexus tertarik. Rexus juga mencium sedikit bau naga pada tubuhnya.


"Ah, ini!" Fram menunjukkan kalung yang ada di lehernya. Itu adalah sisik naga berwarna hijau. "Dahulu sekali ras kamu hidup berdampingan dengan naga di hutan. Tapi suatu hari naga-naga itu meninggalkan hutan dan tidak pernah kembali. Tetua di tempatku berkata bahwa mereka ingin mencari tempat baru. Tapi kurasa ras naga sudah sangat jarang di temukan di dunia ini."


Mata Rexus berbinar setelah mendengar cerita Fram. Tapi dia juga merasa sedih saat mendengar bahwa rasnya sudah sangat jarang ditemukan di dunia ini.


Melihat ekspresi sedih Rexus, Fram langsung berkata dengan semangat "Tapi masih ada satu naga yang tinggal di hutan elf. Namanya adalah Chronos. Dia adalah sahabat baik kakak Ren. Aku selalu mengunjungi nya bersama kakak Ren. Dia adalah naga raksasa yang sudah hidup selama ratusan tahun. Sisik ini adalah pemberian darinya" katanya dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan naga yang bernama Chronos itu" kata Rexus antuasias. "Bisakah kau mengantarkan ku?"


Wajah Fram langsung berubah. "Aku tidak bisa kembali sekarang..." katanya sedih. "Tapi aku akan mengantarkanmu di masa depan. Tenang saja! Aku akan mengajakmu bertemu dengan paman Chronos!" dia meyakinkan.


"Baiklah. Aku akan menunggu." jawab Rexus polos. Di dalam pikirannya mungkin saja jarak tempat tinggal Fram dari tempat ini sangat jauh sehingga dia tidak bisa kembali.


Perbincangan kedua anak itu terus berlanjut. Mereka membicarakan banyak hal. Fram memberikan beberapa informasi kepada Rexus tentang sistem untuk tinggal di kerajaan manusia dan bagaimana caranya bersosialisasi. Lalu dia juga memberitahu jenis-jenis makanan enak yang ada di kota ini. Setelah mendengar kata 'makanan', Rexus kecil mendengarkan cerita Fram dengan mata antusias.


***


Aku ingin berlatih sebentar sebelum jam makan malam datang. Ini juga adalah pertama kalinya aku mencoba efektivitas dari artefak kuno ini.


"Kuharap benda ini tidak mengecewakan" gumamku sambil mengangkat artefak piala itu tinggi-tinggi.


Aku mulai mengisi nya dengan air lalu meminumnya. Dan memulai meditasi.


"Umu? Tidak ada perubahan?" gumamku bingung.


Aku tidak merasa meditasiku benar-benar meningkat. Bahkan kecepatannya sama seperti biasa. Aku tidak ditipu kan? Kalau itu benar, ini sungguh penipuan publik!


Daripada berpikir terus, lebih baik aku akan mencoba langsung.


Aku meneteskan darahku ke dalam piala. Piala itu langsung menyerap darahku dan bersinar. Dugaanku benar. Kontrak artefak belum terjadi karena beberapa gangguan.


Aku pun mencoba untuk minum seteguk dengan benda itu untuk yang kedua kalinya. Lalu aku memulai meditasiku.


SWOOSH!


Aliran mana tiba-tiba berkumpul di sekitar tubuhku seperti badai. Dan itu langsung masuk ke dalam kolam mana milikku.


Aku membelalakkan mataku kaget dan menghentikan meditasinya. Itu benar-benar terjadi! Kecepatan menyerap mana yang sangat luar biasa!


Tapi aku merasa tidak nyaman saat sekumpulan mana itu masuk ke dalam tubuhku. Seakan-akan aku terkena badai angin tanpa persiapan dan membuat tubuhku goyah.


Aku menghela napas, menenangkan diriku dan melanjutkan meditasinya lagi. Meditasi kedua terasa lebih nyaman. Dia merasa tubuhnya seperti penyedot debu dengan kecepatan super.

__ADS_1


Dia merasa aneh saat itu mungkin karena itu adalah pengalaman pertama dia melakukan meditasi dengan tekanan yang kuat, jadi tubuhnya belum terbiasa dan terasa tidak nyaman.


Aku merasa nyaman dengan teknik meditasi ini sekarang. Tanpa sadar aku lanjut bermeditasi sampai malam. untung saja aku bisa berhenti saat makan malam sehingga ibuku tidak akan mengomel lagi.


"Kau akan kembali ke akademi besok?" tanya Diana di meja makan.


"Ya, aku sudah terlalu lama tidak sekolah" jawabku sambil menikmati makanan di atas meja. Ah~ Sudah lama aku tidak makan enak. Walaupun makanan di kota sihir lumayan tetap saja tidak bisa mengalahkan cita rasa dan kemewahan makanan Bangsawan. Makanan rumah Duke memang yang terbaik.


"Belajarlah dengan benar. Jangan membuat masalah~"


"Tentu saja aku akan ibu. Jangan khawatir."


"Apa kalian akan tinggal di ibukota?"


Diana dan Duke Court menatap satu sama lain.


"Untuk sekarang kami akan tetap tinggal di ibu kota" kata Duke Court.


"Ada banyak hal yang terjadi. Mungkin kita akan tinggal di ibu kota mulai sekarang~" kata Diana.


"Eh?"


Ini sebenarnya tidak masalah bagiku. Tapi...Bukankah konflik internal akan semakin memburuk?


Duke Court dititah kan oleh raja untuk meninggalkan ibu kota dan tinggal di daerah pinggiran karena kekalahan keluarga kerajaan lama. Kalau Duke Court tiba-tiba membulatkan tekadnya untuk tinggal di ibukota, bukankah semua orang akan berpikir dia memiliki keinginan merebut tahta? Walaupun itu tidak benar, tapi kita tidak tahu apa yang dipikirkan pihak kerajaan.


"Kenapa kalian ingin tinggal di ibu kota?" tanyaku penasaran.


"Sebentar lagi ada konferensi antar bangsawan. Akan membuang-buang sihir kalau kami kembali sekarang. Itu hanya alasan sampingan. Dan alasan utamanya adalah karena dirimu" Duke court menatap tajam Eva. "Kau selalu membuat masalah dan pergi dari rumah mendadak. Kami ingin mengawasimu"


Aku tertawa canggung mendengar kan jawaban Duke Court. Mereka menganggap ku sebagai anak nakal sekarang sehingga mereka memutuskan untuk mengawasiku.


"Tapi apa keluarga kerajaan baik-baik saja dengan ini?"


"Omong kosong apa yang kau bicarakan. Tentu saja mereka baik-baik saja" kata Duke Court yakin.

__ADS_1


Aku tidak tahu darimana keyakinannya berasal. Tapi kuharap semuanya akan berjalan dengan baik. Semoga kepindahan Duke Court ke ibukota tidak akan membawa gelombang perubahan yanh begitu besar di kerajaan ini.


__ADS_2