Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Side story: Denis POV 2


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat. Aku sudah merindukan gadis itu. Haruskah aku mengunjungi rumah duke? Hmm....itu tidak buruk.


Tapi rencana kunjunganku terhalangi. Ayahku menyuruhku mengikuti pelatihan militer sebagai persiapan sebelum masuk ke akademi.


Aku pun mengikuti pelatihan itu dengan enggan.


Pelatihan itu berada di hutan perbatasan.


Aku mengikuti pelatihanku selama beberapa hari sampai hal itu terjadi....


Saat itu aku sedang berjaga di malam hari, dan aku menemukan sesuatu yang mencurigakan. Aku kira itu penyusup, jadi aku mulai menyerangnya.


Tapi ternyata hal mencurigakan itu adalah gadis itu!


Bagaimana Eva bisa ada di tempat seperti ini? Apakah ini takdir?


Aku mulai menasehatinya lagi. Terlalu berbahaya untuk seorang gadis kecil berkeliaran sendiri. Dan dia bahkan kabur dari rumah! Apa apaan gadis ini! Aku benar-benar marah! Dan saat dia menceritakan bahwa dia dikejar sekelompok bandit. Aku menjadi lebih murka. Gadis ini masih muda, tapi kenapa dia tidak bisa menjaga diri? Kenapa dia membahayakan dirinya sendiri? Aku benar-benar sangat marah dengan sikap nakal dan cerobohnya.


Gadis itu meminta maaf dengan wajah sedih. Aku tidak tega memarahinya lagi, jadi aku memaafkannya.


Lalu, ternyata dia tidak seorang diri di tempat ini. Ada seorang gadis kecil lainnya. Gadis polos berambut coklat. Gadis itu dengan takut-takut mneyapaku. Yah...aku tahu ini.... setiap gadis yang baru pertama kali bertemu denganku, mereka pasti akan takut karena posisiku. Jadi aku berusaha bersikap ramah dan lembut padanya, agar gadis itu tidak takut lagi padaku. Aku bukan orang yang menakutkan, oke.


Setelah menenangkan gadis berambut coklat yang bernama Reina, aku mengajak mereka kembali ke tenda. Tapi gadis nakal itu tetap diam disana, melamun. Aku menjadi kesal! Aku tidak suka dengan sikapnya! Bagaimana dia bisa begitu ceroboh? Dia dalam bahaya dan dia masih bisa melamun seperti itu! Benar-benar gadis yang nakal! Apa dia tidak menghargai hidupnya sama sekali dan selalu membuat masalah?


***


Kami menuju perkemahan. Aku membawa Eva dan Reina menemui Jendral Lin. Serta menyuruh jendral Lin agar menjemput putrinya yang kabur dari rumah.


Aku membiarkan kedua gadis itu menginap di tendaku. Ini tidak buruk, membawa gadis nakal itu ke dalam kamarku.


Tapi, itu hanya sedikit ketenangan. Tiba-tiba terjadi kegaduhan lagi di dalam tenda. Aku langsung dengan cepat menghampiri sumber keributan. Ternyata kedua gadis itu bertengkar. Aku melihat Eva membentak Reina. Benar-benar gadis yang arogan! Aku benar-benar tidak bisa membantunya membuang sifat arogannya itu. Tapi seharusnya dia tidak menggertak rakyat biasa seperti itu! Dia benar-benar menyalahgunakan kekuasaannya.


Kami saling membentak lagi karena masalah ini. Aku sebenarnya tidak mau berkelahi dengannya. Tapi aku ingin dia mengubah sikap arogannya itu.


Gadis itu semakin marah. Aku pun ikut terbawa emosi. Akhirnya dia melarikan diri dari perkemahan. Tidak! Maafkan aku....Aku tidak bermaksud untuk menyakitinya....Aku hanya ingin menasehatinya agar dia merubah sikapnya....


Tampaknya gadis itu terbawa emosi. Dia bahkan keluar dari zona aman dan menuju ke zona berbahaya. Aku langsung mengejarnya. Yang tidak kuduga, ternyata gadis nakal itu lumayan cepat! Aku langsung mengeluarkan kekuatan penuhku untuk mengejarnya!


Saat aku berhasil menangkapnya aku langsung memeluknya. Aku sebenarnya ingin minta maaf, tapi harga diriku menghalangi. Sehingga aku hanya bilang bahwa para bandit mengejar dan menyuruhnya tenang. Akhirnya gadis itu tenang dalam pelukanku, aku benar-benar senang dan menyunggingkan senyum kemenangan.


Kami bersembunyi di gua menghindari terlihat oleh musuh. Gadis dalam pelukanku tertidur nyenyak. Aku meletakkannya dengan lembut di lantai batu. Setelah itu aku menyelimutinya.


Tidak lama kemudian, gadis itu terbangun dan mengembalikan jubahku. Dan mulai menyemburkan omong kosong. Kami akhirnya bertengkar lagi karena itu Tapi aku langsung memeluknya dan membawanya tidur disampingku. Melupakan pertengkaran yang sudah terjadi


Dia benar-benar empuk. Hangat juga....dan baunya harum...


Aku sangat menyukainya, aku suka memeluknya seperti ini....


Karena suasana nyaman itu, aku benar-benar tidur nyenyak. Saat bangun, gadis itu sudah memelukku seperti boneka. Aku suka itu, tapi kita berpacu dengan waktu. Duke Court sedang menuju perkemahan. Kita harus segera menuju perkemahan.

__ADS_1


Bagaimana kalau Duke Court sampai duluan dan tidak melihat putrinya disana? Berdasarkan karakternya dia pasti mengamuk bukan? Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi.


Jadi aku langsung menyuruhnya untuk cepat bersiap dan tidak bermain-main.


Kami menuju perkemahan. Beberapa kali berhenti untuk beristirahat.


Setelah sampai di tenda semua orang menyambut kami. Aku melihat gadis berambut coklat. Aku lupa memulangkannya. Jadi aku segera mengatur prajurit untuk memulangkan gadis itu ke desanya. Dan saat aku menoleh, gadis nakal itu menghilang lagi.


Aku mencarinya dan dia sibuk melihat arena pelatihan. Arena itu penuh dengan para pria dan gadis nakal itu menatapnya dengan mata berbinar. Aku tidak menyukainya! Aku tidak menyukai sikapnya! Bagaimana dia bisa mengejar dan memandang pria lain, sementara aku yang berstatus sebagai pria miliknya, ada disini! Gadis ini benar-benar tidak tahu aturan! Aku benar-benar ingin mengajarinya dan membuatnya jera!


Duke Court akhirnya datang. Aku memberi salam padanya, tapi diaa hanya menatapku dengan dingin. Kenapa? Kenapa duke Court sangat membenciku? Apa aku membuat kesalahan?


Tapi, hal yang beruntung terjadi. Duke Court pergi, tetapi Eva tetap tinggal. Aku benar-benar senang. Aku menyuruhnya menginap di tendaku lagi. Aku juga ingin berlatih bersama dengannya.


Dia gadis yang menarik. Dia sangat lucu saat berlatih. Aku benar-benar tidak bisa mengalihkan perhatianku padanya. Sampai saat itu, aku melihatnya bercanda ria dengan salah satu prajurit. Aku tidak suka! Bagaimana bisa dia bersikap seperti itu, sementara tunangannya ada di depan mata!


Dan mereka akan membentuk kelompok berburu?


Hmph! Aku tidak akan membiarkannya. Aku langsung menghalangi mereka untuk saling berdekatan. Dan menjaga Eva tetap dalam pelukanku selama berburu.


Tapi kemalangan menyertai kami, saat berburu kami menemukan binatang sihir level enam. Kami benar-benar tidak berdaya mengalahkan binatang itu. Aku ingin gadis nakal itu tetap aman di belakang. Aku juga tidak ingin yang lain terluka. Aku menyuruh salah satu anggota tim memanggil bantuan jendral.


Aku lelah. Aku tidak bisa bergerak lagi. Binatang itu sudah akan menyambarku. Aku pasrah....


Tidakkk!!! Dasar gadis bodoh!!!!


Aku melihat darah gadis itu berhamburan di depan mataku. Kenapa?!


Aku menggerakan tubuhku sekuat tenaga untuk melindunginya, tapi terlambat.


Ke..napa.....


Tiba-tiba tubuh gadis di depanku bercahaya. Lalu fenomena sihir mulai terjadi. Segumpalan mana keluar dalam tubuhnya. Mana yang sangat dahsyat dan kuat...


Aku kaget, bagaimana bisa tubuh sekecil itu memiliki kekuatan yang besar.


Mana itu bahkan memusnahkan bintang sihir itu dan membuat sebagian lahan menghilang.


Saat kejadian mereda, aku langsung memeluk tubuh Eva. Aku mendekap kuat-kuat gadis itu. Aku merasa jantungnya masih berdebar. Dia masih hidup ... aku sangat bersyukur....


Aku sangat senang!


Dia selamat....


Dia selamat....


Lalu, setelah kejadian ini, jendral Lin datang bersama para prajurit lainnya. Mereka dengan cepat membawa kami yang sudah terluka dan kelelahan ke perkemahan. Aku ingin melihat gadis itu, aku ingin menjaganya. Tapi tubuhku berkhianat. Aku jatuh pingsan tak lama setelah itu.


Setelah aku bangun, aku langsung berlari mencari Eva. Saat aku menemukannya dan akan masuk, Duke Court langsung menghalangiku. Duke Court sudah datang? Secepat ini?

__ADS_1


Dia mengeluarkan aura ganas yang kuat. Aku hampir berlutut karena aura itu.


"Semua ini karena kamu. Bagaimana kau tidak bisa melindungi dirimu sendiri? Kau bahkan membahayakan putriku untuk melindungimu. Aku tidak peduli kau adalah putra mahkota. Kau kira kerajaan bisa menghalangiku? Kalau sampai putriku terluka parah, aku benar-benar akan menghancurkan kalian" sahut Duke Court dingin.


Aku hanya bisa menggertakan gigi sambil menahan tekanan yang dikeluarkan oleh Duke . "Maaf...."


"Aku tidak butuh maafmu. Menjauh dari putriku!!!"


"Tidak! Kenapa??" tanyaku putus asa.


"Menjauh darinya. Aku tidak akan membiarkan kalian bertemu lagi. Kau benar-benar sumber bencana. Putriku akan selalu terluka hanya karena dirimu. Menjauh dari putriku!!!"


"Aku akan membicarakan pertunangan kalian dengan ayahmu. Pertunangan ini belum diumumkan secara publik, kita masih bisa membatalkannya..."


"Tidak dukee!!" aku jatuh berlutut. "Aku minta maaf, aku benar-benar akan menebusnya" aku mengabaikan harga diriku sebagai putra mahkota, sebagai raja masa depan negeri ini, dan memohon ampun kepada ayah mertuaku sendiri.


"Aku tidak membutuhkan permohonan maafmu. Itu tidak bisa memperbaiki segalanya."


"Aku berjanji aku akan melindunginya. Aku akan bertambah kuat, aku berjanji" kataku memohon. "Beri aku satu kesempatan lagi. Aku benar-benar tidak akan membiarkan kejadian seperti ini terulang kembali"


"....."


Aku menggengam tanganku dengab erat. "Aku akan menjadi kuat...aku akan menjadi kuat....aku berjanji"


"Baiklah, aku pegang janjimu, untuk yang terakhir kali. Tapi kau tetap tidak bisa menemui putriku sekarang"


"....."


Duke langsung melenggang pergi.


Aku hanya bisa menunggu di luar. Sampai aku melihat gadis bodoh itu keluar dari tenda sambil tersenyum, aku benar-benar senang. Walaupun dia langsung pergi meninggalkan perkemahan, aku tetap memperhatikannya dari kejauhan. Aku benar-benar bertekad. Aku tidak akan membiarkan orang yang berharga bagiku terluka lagi. Aku benar-benar tidak akan membiarkan hal ini terulang lagi.


Setelah kejadian itu, aku tetap berada di pelatihan. Walaupun perkemahan selalu berganti tempat, aku tetap mengikutinya. Aku benar-benar berlatih dengan gila selama dua tahun.


Dua tahun berikutnya, aku masuk ke akademi dan mulai belajar. Aku mulai belajar dengan giat. Aku melatih pengetahuan dan kekuatanku. Walaupun aku berada di posisi tinggi di akademi ini, walaupun aku memiliki reputasi yang bagus di negara ini, aku tidak puas. Aku harus menjadi lebih kuat, harus menjadi lebih kuat.


Lalu aku mengikuti setiap pelatihan berbahaya di perbatasan.


Suatu hari, saat aku masih berlatih dan menyelesaikan misi di perbatasan. Aku menerima surat undangan pesta teh darinya. Aku ingin datang, tapi tidak tekejar. Tapi aku tetap menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat, kemudian langsung menuju ibukota. Walaupun aku tidak bisa menghadiri pesta tehnya, aku ingin memberinya hadiah.


Aku benar-benar tidak sabar menunggu dua tahun lagi. Dua tahun lagi pertunangan kami akan resmi diumumkan. Dua tahun lagi, gadis itu akan resmi menjadi milikku. walaupun belum utuh, setidaknya aku sudah membelenggunya.


Aku sampai di mansion keluarga Court di ibukota. Tapi aku tidak menemukan gadis nakal itu. Kebetulan aku bertemu dengan para pelayan dan mereka menjelaskan.


Menara sihir? Berlibur? Guru? Robert?


Robert si jenius sihir? Bagaimana dia bisa berhubungan dengan Evaku? Bagaimana dia bisa menjadi gurunya?


Ah sudahlah, aku akan menyusulnya. Aku juga punya misi resmi dari akademi untuk pergi ke Menara Sihir, dan masih belum selesai. Aku akan menuju menara sihir. Aku akan menemui gadis nakal itu dan menyelesaikan misinya.

__ADS_1


Aku menatap langit biru di atasku. "Sudah bertahun-tahun. Aku sangat merindukannya"


__ADS_2