Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Cepat Bawa Duke dan Keluarganya kesini!


__ADS_3

BAB 7: Cepat Bawa Duke dan Keluarganya Kesini!


Cerita sebelumnya:


Pangeran Erick berjaga di perkemahan Bersama dengan beberapa para pelayan dan prajurit. Dia masuk ke salah satu denda dimana Evan sedang tertidur di tempat itu. Lalu tiba-tiba alat sihir komunikasinya berbunyi, Raja


Albion menghubunginya.


Pangeran Erick dan Raja Albion saling bertatapan setelah pangeran memohon maaf selama beberapa menit. Dia menunduk, tidak berani menatap Raja Albion. Tapi sebenarnya di dalam hati, dia merasa sedikit kesal karena


ayahnya mengancamnya.


Setelah beberapa menit, Raja Albion memintanya untuk menjelaskan semuanya. Pangeran Erick pun mulai menjelaskan situasinya satu per satu. Tentang konflik internal yang terjadi di kerajaan Well dan kematian sang


Raja. Saat ini kematian Raja Well belum tersebar luas. Semua orang hanya tahu ada penyihir gelap yang menyusup di kerajaan Well tapi mereka tidak tahu bahwa sang Raja sudah terbunuh.


 Raja Albion merasa sedikit lega saat tahu Pangeran Erick tidak terlibat dengan perang saudara itu. Dia berterima kasih kepada Duke bahwa tidak melibatkan putranya dalam perang.


 “Cepat Kembali” Raja Albion berkata dengan tegas. Situasi perang itu sangat menegangkan. Bisa dibilang kemenangan Duke Court sangat tidak memungkinkan. Walaupun keajaiban terjadi dan Duke Court bisa keluar hidup-hidup dari ibukota, belum tentu nasib mereka saat melarikan diri akan berjalan dengan mulus. Dia tidak ingin putranya terlibat dalam bahaya seperti itu.


Tujuan awalnya membawa pangeran ke kerajaan Kano adalah untuk membangun hubungan kerja sama dengan kerajaan Kano dan memata-matai bagaimana system pemerintahan di kerajaan itu. Raja Albion mengakui bahwa


system kerajaan Well dan Kano sangat berbeda dengan kerajaan miliknya. Setelah mengetahui beberapa hal, dia mendapatkan beberapa ide bagus yang bisa diterapkan pada kerajaannya. Untuk membuat kerajaan itu lebih berkembang.


Pangeran Erick memasang wajah sedih “Aku tidak bisa. Aku tidak bisa meninggalkan tempat ini…”


Raja Albion menghela napas. “Baiklah. Cepatlah Kembali setelah Duke Kembali ke tempat itu. Aku sudah memberitahumu lingkaran teleportasi rahasia yang berada di dekat sana”


Pangeran Erick sebenarnya enggan tapi dia tetap mengangguk patuh seperti ayam “iya…”


“Oh, ayah” tak lama kemudian dia tba-tiba teringat sesuatu. Raja Albion yang ingin mengakhiri pembicaraan mengernyitkan keningnya.


“Kau ingat…um…lukisan Wanita yang ada di ruang kerjamu….”


 Ekspresi Raja Albion menegang. Dia menatap pangeran Erick dengan tatapan menakutkan.

__ADS_1


“Jangan marah dulu, aku belum selesai!” kata pangeran Erick cepat. Dia bergidik ngeri. “Sebenarnya…sebenarnya, aku melihat seorang Wanita yang mirip sekali dengan lukisan itu…” dia melanjutkan dengan suara mencicit


kecil seperti tikus.


 “Apa maksudmu?!”


 Pangeran Erick mulai menceritakan lebih detail bagaimana dia bertemu dengan Wanita Bernama Emerta itu. Dia menyebutkan ciri-cirinya secara spesifik. Bahkan sihir aneh yang digunakannya.


Tubuh Raja Albion bergetar. “Emerta…?”


Pangeran Erick mengangguk pelan. Lalu dia terbelalak kaget karena melihat ayahnya yang dingin itu tiba-tiba menangis. “A…ayah?”


“Apa penampilannya masih sama seperti yang dilukisan itu?”


“Um”


Raja Albion mengepalkan tangannya erat-erat. “Akhirnya aku menemukanmu. Tapi kita sudah berbeda sekarang…” Dia tahu bahwa Emerta, Wanita yang dicintainya itu berbeda dari Wanita lainnya. Mendengar bahwa Emerta sama


sekali tidak menua, dia merasa sedikit ironis. Dia sudah menjadi pria tua yang penuh dengan penyakit. Sementara Emerta masih cantik dan kuat seperti dulu.


DUAR! Raja Albion merasa seperti otaknya tersambar petir.


“Apa kau bilang? Siapa? Dia seorang ibu?!” Dia melototi bola kristal di depannya seakan-akan dia ingin bergegas ke tempat dimana pangeran Erick berada.


 Pangeran Erick juga tercengang dengan penampilan ayahnya yang lepas kendali. “I..iya…”


Raja Albion mengeluarkan air mata lagi sambal tertawa gila. Pangeran Erick ketakutan. Dia tidak mengerti. Dia mengira bahwa sang Raja menjadi gila sekarang.


“Ceritakan semuanya. Ceritakan bagaimana dia bisa berhubungan dengan Duke”


Gulp! Pangeran Erick menelan ludahnya gugup sebelum dia menceritakan semua yang dia tahu. Dia menceritakan tentang Diana, istri Duke adalah putri Emerta. Dan Diana ini adalah penyihir hitam yang akan dieksekusi di kerajaan Well. Lalu Duke juga memliki dua anak, seorang putri dan seorang putra.


“Kerajaan Well kurang ajar!” Raja Albion membentak marah.


“Kenapa kau tidak ikut menyelamatkannya? Dasar tidak berguna!” dia mulai menyalahkan pangeran Erick.

__ADS_1


 “Ha?” pangeran Erick melonggo kaget. Beberapa menit yang lalu ayahnya memarahinya karena dia terlibat dengan peperangan di kerajaan asing. Tapi sekarang ayahnya tiba-tiba marah karena dia tidak ikut perang! Bagaimana bisa berubah serratus delapan puluh derajat seperti itu.


Dia tidak mengerti tentang apa yang terjadi. Tapi dia tahu bahwa sikap aneh sang Raja ada hubungannya dengan Emerta. Dan dia bisa melihat bahwa Emerta adalah sosok penting di mata Raja Albion.


“Ayah…kau tahu aku sedang menjaga bayi…”


“Bayi? Mana bayinya? Tunjukan padaku!”


Pangeran Erick dengan cepat mendekatkan bola kristal itu di dekat Evan yang sedang tertidur. Raja Albion tersenyum saat dia melihat bayi gemuk yang tertidur dengan pulas. Seakan-akan tidak peduli dengan kericuhan yang terjadi di sekitarnya.


“Jaga dia dengan baik!” perintah Raja Albion sambal menatap pangeran Erick dengan mata melotot.


“Eh? Ok…”


“Kalau dia terluka aku akan memotong kakimu!”


“….” Pangeran Erick membeku dengan wajah melonggo.


“Kau bilang mereka sekeluarga akan melarikan diri dari kerajaan Well setelah misi penyelamatan itu berakhir bukan?” Raja Albion bertanya lebih lanjut.


Pangeran Erick mengangguk.


“Bawa Duke dan Keluarganya ke Albion”


“Ha?”


“Bawa mereka semua ke Albion. Mereka akan tinggal di kerajaan Kami.”


“….”


“Jangan khawatir kalua mereka menolak. Kalau kau bertemu dengan Wanita Bernama Emerta itu, hubungi aku. Aku akan berbicara dengannya”


TUK! Bola kristal itu mati dan komunikasi mereka berakhir.


 Pangeran Erick membeku sebelum akhirnya berteriak frustasi

__ADS_1


“Sebenarnya apa yang terjadi!”


__ADS_2