Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Kerajaan Kano: Toko Ramuan


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Eva dan Lilac menghampiri Reina dan Sayn. Mereka berempat berbincang-bincang sebentar sampai akhirnya, Eva dan Lilac memutuskan untuk pergi ke toko. Lalu Sayn mengajak Reina untuk berbicara tentang apa yang dilakukannya pada anak itu. Setelah Sayn mendapatkan jawabannya dia segera menyusul untuk masuk ke dalam toko.


***


Aku masuk ke dalam toko ramuan ini. Dan merasa terkejut. Ada banyak sekali ramuan dan semuanya disusun rapi di atas rak. Kemudian di dinding rak itu diberi tulisan jenis ramuan. Ini benar-benar rapi dan sangat enak dilihat.


"Aha! Ada yang baru lagi Yeah~" Tanpa pikir panjang Lilac menuju rak ramuan penguatan tubuh. Ramuan ini memang berguna bagi pendekar pedang sepertinya.


Aku sama sekali tidak tertarik dengan ramuan itu. Bukan berarti penyihir tidak bisa menggunakannya, tapi penyihir lebih cenderung memakai ramuan yang dapat menguatkan mana mereka dari pada tubuh mereka.


Aku masih mengamati sekeliling dengan bingung. Aku belum memutuskan untuk membeli ramuan apa. Ehm, ramuannya ya? Entah kenapa ini mengingatkanku pada ramuan cinta sialan yang kuperoleh dari nenek itu. Ramuan itu kusimpan di tempat paling tersembunyi dan terbengkelai di dalam ruang dimensi. Aku sudah menguatkan tekadku untuk tidak pernah mengeluarkan ramuan gila itu. Dan berharap ramuan itu tidak pernah ditemukan oleh siapa pun.


"Hm?" Mataku terfokus pada salah satu rak yang menyimpan jenis ramuan untuk 'penyamaran'. Ada ramuan untuk membuat tubuh transparan, membuat halusinasi dan sebagainya. Ada satu ramuan yang membuatku tertarik. Ramuan itu berada di sudut dan botolnya lebih lusuh dari yang lain. Ramuan itu hanya disimpan di dalam botol plastik. Tapi bukan kemasannya yang membuatku tertarik. Itu adalah jenis ramuannya. "Ramuan yang bisa menirukan suara binatang selama 24 jam"


"Wtf!" aku hampir tertawa. "Ramuan apa ini? Menirukan suara binatang?" Aku yakin tidak akan ada yang membelinya karena fungsinya sangat tidak berguna. Tapi aku tertarik dan mengambilnya. Aku membelinya karena fungsinya yang sangat unik. Siapa tahu ramuan ini akan berguna nantinya. Bisa meniru suara binatang itu sangat menyenangkan. Apalagi ramuan ini hanya ada satu botol.


"Eva!" Lilac tiba-tiba sudah berdiri di belakangku.


"?"


"Kau sedang memilih ramuan apa?" tanyanya penasaran. Saat dia melihat Eva mengambil sebuah ramuan botol plastik, dia mengernyitkan kening. "Kenapa sih kau selalu memilih barang lusuh?" tanya sembertu. "Pisau jelek itu. Dan sekarang ramuan tidak berguna ini." Dia langsung membaca fungsi ramuan yang dipegang Eva "Apa? Menirukan suara binatang?"


Lilac menatap Eva lekat-lekat. "Aku tidak tahu kau sangat menyukai barang-barang seperti ini..."


"Tidak, tidak" Aku tidak nyaman saat Lilac menatapku seolah-olah aku orang aneh. "Aku hanya ingin bersenang-senang dan mengoleksi barang unik. Lagipula ramuan ini benar-benar unik."


"...." Lilac tidak merespon dan masih menatapnya dengan mata menyedihkan. "Ternyata kau punya selera seperti nenek-nenek"


Duar! Aku terasa disambar petir saat mendengar pernyataan Lilac. Nenek-nenek? Aku belum menjadi nenek-nenek oke? Bahkan kalau ditambah umur asliku, aku masih sekitar 20 tahun. itu masih jauh dari nenek-nenek. Aku ingin membela diri dan mengatakan hal itu. Tapi itu tidak mungkin. Jadi aku hanya bisa pasrah dan tersenyum canggung.

__ADS_1


"Nggak kok, aku juga beli ramuan lainnya" dengan gerakan cepat aku memindahkan posisiku ke rak ramuan untuk meningkatkan mana. "Lihat" aku mengambil salah satu botol ramuan. "Ini cukup bagus. Bisa meningkatkan kekuatan mana kita selama beberapa jam. Ini berguna saat kita menjalani situasi mendesak" aku berusaha menjelaskan dengan nada bijaksana.


Haa~ Lilac menghela napas. "Aku ingin menasehatimu karena kau temanku. Kita tidak bisa sering-sering ke kerajaan ini lagi. Apalagi hubungan kerajaan kita dengan kerajaan kano tidak baik. Jadi aku ingin kau memilih barang-barang yang berguna."


"Iya, iya" jawabku sambil mengangguk. "Tentu saja. Aku akan membeli beberapa ramuan untuk meningkatkan manaku. Kau bisa memilih ramuanmu sendiri, jangan khawatirkan aku"


"Baiklah. Ingat jangan membeli benda lusuh dan aneh lagi. Kau hanya membuang uangmu untuk barang-barang sampah seperti itu"


"Siap! Kau tenang saja..."


Sebelum berbalik menuju rak pilihannya, Lilac menoleh ke arah Eva. Saat dia melihat Eva berpindah ke rak ramuan 'menambah kecepatan pergerakan', dia mengangguk puas. "Setidaknya dia tidak akan membeli barang rongsokan lagi" gumamnya sebelum kembali fokus melihat-lihat botol ramuan di depannya.


Selama beberapa menit kedua orang gadis kecil itu fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing. Sampai akhirnya pintu masuk toko berderit, dan perhatian mereka berdua langsung teralihkan.


Aku melihat Sayn masuk ke dalam toko sambil berjalan santai.


"Ah~ pria tampan, akhirnya kau datang" seru Lilac antusias sambil menghampiri Sayn. "Mau kutemani? Aku akan membantumu memilih ramuan"


"Uh.." Sayn panik. Wajahnya berkeringat dan mulutnya berkedut. Dia benar-benar bungung menghadapi gadis gila di depannya. Sebenarnya dia bisa saja mengusirnya dengan kasar. Tapi dia tidak enak, karena Lilac adalah teman Eva.


"oh" Lilac menunduk kecewa. Tapi itu hanya sebentar. "Baiklah, aku akan melihat-lihat ramuan dulu" katanya ceria sambil berjalan kembali ke rak tujuannya.


Aku meperhatikan Sayn dan mendengar perkataannya. Sayn ke toko ini bukan untuk membeli ramuan. Jadi untuk apa dia kemari? Aku sangat penasaran.


Saat aku melihat Sayn, kebetulan juga pria itu menatapku. Kami saling melemparkan tatapan.


"Apa yang akan kau lakukan di toko ini?" aku langsung melemparkan telepati padanya.


"Bukan urusanmu" jawabnya ketus. Yang membuatku menjadi kesal. Aku hanya bisa memberikan tatapan cemberut padanya sambil melipat kedua tanganku.


'Uh...apa sih yang disembunyikan orang ini? Semakin dia bersikap seperti ini aku semakin penasaran.' batinku frustasi.

__ADS_1


Sayn menoleh ke arah lain dan mengabaikan Eva. Dia menoleh ke arah penjaga toko yang ada di meja kasir. Meja kasir itu berada dekat dengan pintu masuk.


"Permisi, apa pemilik toko ini ada?" tanya Sayn langsung.


Penjaga toko itu menatap Sayn waspada sambil mengernyitkan kening. Dia bingung kenapa ada orang asing yang tiba-tiba datang untuk menayakan tuannya. "Tuan...sedang tidak ada di toko...." jawabnya lirih.


"Lalu, aku ingin bertanya sesuatu padamu" kata Sayn sambil menatap penuh selidik. "Aku melihat seorang anak kecil masuk ke dalam toko bersama seorang gadis. Tapi bocah itu tidak pernah keluar. Aku sudah menanyakan alasannya pada gadis yang sedang bersamanya. Katanya pemilik toko ini ingin mengadopsi seorang anak. Benarkah?"


Deg! Penjaga toko itu tersentak. Dia menatap Sayn gugup dan semakin waspada. "itu...benar..."


"Jadi bolehkah aku bertemu dengan pemilik toko? Aku ingin menanyakan sesuatu padanya tentang anak itu"


Penjaga toko itu langsung memberikan tatapan tajam pada Sayn. "Apa urusanmu dengan tuanku? Tuanku tidak mengenal orang sepertimu. Jangan cari masalah. Lebih baik kau pergi." katanya tegas.


Tapi Sayn semakin curiga karena sikap penjaga toko yang seperti itu. Dia merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah lencana. Si penjaga toko langsung melonggo kaget saat melihat lencana itu.


"Maafkan perkataanku yang tidak sopan" kata penjaga toko itu sambil menundukkan kepalanya. Bagaimana dia tidak takut? Itu adalah lencana kerajaan! Lencana yang dimiliki oleh anggota kerajaan. Dia tidak berpikir bahwa Sayn adalah anggota kerajaan. Karena tidak mungkin anggota kerajaan berkeliaran di jalanan ibu kota. Dia hanya berpikir Sayn adalah pelayan yang diutus oleh anggota kerajaan. Dan itu semakin menguatkan dugaannya saat Sayn memperkenalkan dirinya.


"Aku adalah utusan dari pangeran. Dia ingin bertemu dengan pemilik toko ini. Kau tahu kenapa? Bocah yang dibawa masuk beberapa saat yang lalu adalah kenalan pangeran. Dia ingin merekrut bocah itu sebagai pelayannya karena bocah itu menolongnya" jelas Sayn dengan cerita bohongnya. Dia mengarang cerita karena tidak ingin penjaga toko itu terlalu curiga.


Mendengar bahwa Sayn mencari pemik toko hanya karena bocah itu, penjaga toko itu mendesah lega. Dia sangat lega saat tahu Sayn tidak akan menyelidiki hal lain. "Um...baiklah. Tapi pemilik toko memang tidak ada disini. Aku akan mengantarmu menemuinya"


Penjaga toko itu langsung memanggil seseorang dan menitipkan toko itu padanya. Dia menunjuk kedua gadis yang sedang sibuk memilih ramuan. Lalu menyuruh orang itu untuk mengawasi mereka saat membayar nanti.


Setelah itu dia memberi isyarat pada Sayn, dan kedua orang orang itu masuk ke dalam ruangan lainnya yang diselimuti tirai hitam.


***


Aku melihat dan mendengar seluruh kejadian. Aku juga tahu bahwa Sayn sudah berbohong tentang identitasnya. Mencari seorang bocah? Ini tidak masuk akal. Aku bisa menyimpulkan bahwa orang itu sedang dalam misi. Tapi misi apa? Ini membuatku sangat penasaran, sial!


Tanpa pikir panjang, aku langsung mengaktifkan sihir untuk menghapus hawa keberadaanku dan menyelinap masuk melalui tirai hitam itu. Setidaknya, aku akan melihat mereka dari kejauhan.

__ADS_1


Orang yang mengantikan penjaga toko itu tidak sadar bahwa Eva telah menghilang. Kenapa? Karena dia sama sekali tidak melihat para konsumen yang sedang memilih ramuan. Dia hanya melayani mereka saat mereka menuju ke kasir untuk membayar. Dia hanya merasa ada angin kencang yang berhembus saat Eva menerobos masuk. Dia tidak terlalu mempedulikannya.


Begitu juga dengan Lilac. Dia tidak memperhatikan bahwa Eva sudah menghilang. Dia sibuk memilih ramuan yang ingin dibelinya sambil bersiul riang.


__ADS_2