Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Mimpi Eva


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Kartu yang ditemukan Eva di dalam amplop adalah sebuah undangan misterius. Kelihatannya seseorang mengundang Robert ke suatu tempat. Dan tempat yang disebutkan dalam undangan tersebut adalah "Taman Asoka". Salah satu taman yang berada di halaman belakang Menara Sihir. Setelah menanyakan arah kepada beberapa orang, Eva akhirnya menemukan taman itu. Taman itu sangat indah dan terletak paling belakang dekat Hutan Terlarang. Keadaan taman itu sangat sepi saat Eva disana. Eva memutuskan untuk duduk bersantai di pondok taman sambil mengamati undangan misterius itu.


Tapi tiba-tiba sesuatu yang tidak terduga terjadi. Saat kartu undangan itu terkena sinar rembulan, tulisan yang aneh tiba-tiba muncul dengan sendirinya. Kelihatannya itu sebuah mantra. Tapi mantra apa? Eva asyik berpikir tentang keanehan itu dan tiba-tiba dadanya terasa sakit. Seperti ada sesuatu yang menembus dadanya dan mengenai jantungnya.


Karena kesakitan, secara perlahan Eva mulai kehilangan kesadaran. Dan sebelum pingsan dia melihat sosok misterius di depannya. Siapakah sosok misterius itu?


***


Ruangan ini sangat gelap. Walaupun ada beberapa lilin redup yang tertempel di dinding, itu tidak cukup sebagai penerangan.


TAK TAK TAK


Sosok berjubah hitam, secara perlahan berjalan mendekat.


"Aku berhasil..."sahutnya lirih.


Ada sosok lain di depan sosok berjubah hitam. Sosok itu sibuk dengan gelas aneh di depannya. Dia memasukkan berbagai cairan aneh lalu secara perlahan mengaduknya. "Bagaimana dengan yang lainnya?" tanyanya sambil fokus pada gelas di depannya.


"Tinggal di jalankan saja" jawab jubah hitam acuh tak acuh.


"Aku berhasil, tinggal langkah selanjutnya"


Sosok itu langsung menghentikan pergerakannya dan menatap si jubah hitam "Bagus" katanya sambil menyeringai. "Aku akan membagimu hasilnya? Sudah berhasil dikunci?"


"Ya" jawab jubah hitam sambil mengangguk.


"Baiklah, kau boleh kembali. Aku akan mengurusnya nanti" Katanya, lalu kembali fokus pada gelas aneh di depannya.


Sosok berjubah hitam itu berbalik dan secara perlahan menghilang dalam kegelapan.


***


Eh? Aku ada dimana ini?


Aku merasa tubuhku terasa aneh. Aku juga tidak bisa menggerakan tubuhku.


Uwahhh, aku berjalan sendiri! Apa-apaan ini? Apa ada orang yang mengontrolku sehingga aku menjadi boneka?


Tapi kenapa aku merasa aku tidak asing dengan kejadian yang kualami ini?


Eh?


Kenapa aku kembali menjadi bayi lagi?


Tubuhku bergerak sendiri, dan aku melalui masa bayiku, menjadi anak-anak dan menjadi dewasa. Aku mengalami kejadian yang ada di dalam novel! Aku mengalami kisah Eva! Kisah Eva yang asli di dalam novel!


Walaupun aku sudah membaca cerita novelnya dan sudah tahu jalan ceritanya. Tetap saja mengalaminya sendiri itu sangat berbeda rasanya!


Apa aku bermimpi? Aku pasti bermimpi aneh bukan...


Aku terus hidup sebagai Eva. Kisahku sama dengan kisah novel itu. Aku tumbuh besar secara perlahan dan selalu mengejar Denis. Aku tumbuh menjadi arogan, sombong dan menyukai kemewahan. Denis yang terus mengabaikanku dan aku yang terus mengikutinya. Kebencianku yang kuat terhadap Reina. Kematian kedua orang tuaku. Gelar bangsawanku yang dicabut dan aku hidup sebatang kara.


Dan yang terakhir adalah kematianku...


Aku masih ingat dengan jelas saat itu.


"Aku tidak melakukannya! Aku tidak mengirim pembunuh untuk membunuh Reina! Kumohon percayalah padaku Denis..." Eva memelas sambil berlutut di depan Denis.


"berhenti berbohong!" teriak Denis. Matanya penuh kemarahan "Aku sudah punya buktinya. Kau lah dalangnya. Kau benar-benar tidak tahu malu! Aku sudah membuatmu hidup, tapi kau masih membuat ulah!"

__ADS_1


"Benar-benar bukan aku..." Eva masih mengelak. "Aku tidak melakukannya....percayalah padaku hiks..hiks" Eva mulai menangis sambil memeluk kaki Denis.


Denis langsung mengambil sesuatu dari sakunya dan melemparnya dengan kuat ke tanah. Lalu dia menarik rambut Eva dan mendekatkan wajah Eva ke tanah untuk melihat benda yang dilemparkannya. "Lihat itu dasar ******! Itu tanda pengenalmu dan kau masih berbohong?" katanya sinis.


Eva masih menangis. "Hiks..hiks...bukan aku....aku mohon, percayalah....hiks...aku memang berniat meyewa pembunuh, tapi itu dulu....Lagipula aku tidak punya uang untuk membayar pembunuh itu sekarang...hiks...Denis, percayalah kepadaku..." Eva meratap.


"Kau masih tidak mau mengaku!" Teriak Denis. "Padahal aku bermaksud meringankan hukumanmu kalau kau mengaku dan mengurungmu di penjara. Tapi kau masih bersisikukuh?"


Denis melempar Eva dengan kasar ke tanah dan Eva tersungkur.


Eva berusaha bangun. Seluruh tubuhnya bergetar kesakitan.


Denis menarik pedang dari sarungnya dan mendekati Eva. "Seharusnya aku melenyapkanmu dari dulu" gumamnya sambil mengangkat pedang dan menebas kepala Eva.


Lalu adegan mulai berganti.


"AHHH!" Aku berteriak kesakitan!


Rasa sakit itu benar-benar nyata! Tubuhku masih bergetar ketakutan!


Denis sialan! Eva bodoh! Dan siapa yang membawaku dalam mimpi aneh ini? Jangan-jangan dewa kucing bodoh itu?


"Dasar kucing buntal sialannn!!" aku memekik.


Kali ini aku berada di langit? Hanya ada awan disekitarku. Dan aku terus mengambang.


"Kau bilang aku apa miaow~" suara yang familiar itu terdengar.


Dan aku melihat kucing buntal jelek itu di belakangku.


"Kau! Kucing jelek! Dasar dewa sialan! Keluarkan aku dari mimpi bodoh ini!!" aku memekik sambil menunjuk kucing itu dengan kasar.


"Kucing jelek..." aku menggertakan gigi kesal.


Aku berusaha menenangkan diriku. Menghirup napas dalam-dalam, lalu secara perlahan menghembuskannya.


Lalu aku menatap kucing buntal itu serius. "Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang ingin kau lakukan?"


Kucing buntal itu menatapnya dengan penuh selidik. "Kau tidak tahu?" dia bertanya balik.


"Apa maksudmu?"


"Kau sudah mati..."


"..." Aku tidak bisa berkata-kata.


"AHHHH! Bagaimana mungkin!" aku berteriak. Apa seseorang membunuhku? Jangan-jangan rasa sakit di dadaku itu? Bagaimana bisaaa!!!


"Aku bercanda miaow~" kata kucing sambil terkikik. "Tapi ini juga benar. Kau hampir mati miaow~"


"Apa maksudmu?"


"Seseorang menyerangmu. Kau membaca mantra terlarang miaow~"


"Ah! Mantra aneh yang ada di kertas undangan itu!"


Kucing buntal itu mengangguk. "Benar miaow~"


"Seseorang menggunakan mantra terlarang untuk melukai jantungmu. Berterima kasihlah pada alat pelindung di dadamu miaow~"


"Dan sihir gelapmu miaow~"

__ADS_1


"Alat pelindung?"


Ohh...bros dari Robert! Alat itu benar-benar melindungiku di saat yang tepat.


Sialan! Apa aku dijebak oleh seseorang? Undangan itu berbahaya...


Apa seseorang ingin menjebak Robert. Tapi aku yang kena imbasnya gara-gara rasa penasaran huhuhu....


Aku hanya bisa meratap dalam hati.


"Jadi kenapa aku ada disini? Kenapa aku dalam mimpi aneh ini?"


"Aku kemari untuk menunjukkanmu jalan keluar miaow~"


"Kau belum boleh mati miaow~, belum saatnyaa..."


"Dan mimpi ini terbentuk karena sihir gelapmu miaow~"


"Mimpi...sihir gelap..."


Aku mengangguk mengerti. Robert juga pernah mengalaminya. Dia bermimpi tentang kehidupan sebelumnya, bukan, tentang kehidupannya di dalam novel. Tapi kenapa ini semua bisa terjadi?


Kucing buntal itu memperhatikan Eva yang sedang kebingungan, lalu membuka mulutnya untuk menjelaskan.


"Sihir gelapmu kehilangan kendali, karena saat ini kau dalam keadaan krisis miaow~ Karena itulah kau bermimpi buruk. Tapi tenang saja miaow~ kau tidak akan mati. Kau akan bangun setelah selesai bermimpi miaow~"


"Dan kenapa sihir gelap ini bisa memunculkan mimpi di dalam novel, itu semua karena utasan tali takdir sudah berubah miaow~ Tali yang dulunya hanya bercabang dua, sekarang mempunyai banyak cabang gara-gara keberadaanmu miaow~ keberadaanmu merusak segala tali takdir yang sudah dipasang miaow~ Mimpi yang ditunjukan oleh sihir gelap itu adalah takdir yang asli miaow~ Kau mempelajari mantra sihir gelap yang terlarang bukan. Mantra itu berhubungan dengan dimensi, karena itu bisa membuat mimpi seperti ini miaow~ Kau harus hati-hati agar tidak mengeluarkannya saat dekat dengan orang lain miaow~ Atau semua karakter dalam dunia ini akan bermimpi tentang kehidupan mereka miaow~ Itu bisa mengacaukan segalanya miaow~" jelas kucing buntal itu panjang lebar.


Aku menatap kucing buntal itu dengan serius dan berusaha memahami perkataannya.


Jadi sihir dimensi itu adalah penyebab munculnya mimpi buruk ini? Dan sihir ini selalu bocor tiba-tiba, aku tidak bisa memprediksinya....


Aku tidak bisa memahami semuanya, tapi setidaknya aku memhami garis besarnya. "Jadi...apa yang harus kulakukan? Aku mau keluar dari mimpi menyakitkan ini" kataku sedih.


"Kau akan mengulangi mimpi ini sebanyak lima siklus miaow~"


Aku membelalak kaget.


APAA? Aku harus mati sebanyak lima kali lagi? Bukankah aku akan gilaaa!!


"Aku tahu kau keberatan miaow~"


"Tapi aku kemari untuk memberitahumu ini miaow~ Sihir ini berbahaya. Tahan mentalmu miaow~"


Ini adalah perkataan terakhir sebelum kucing buntal itu tiba-tiba lenyap dari hadapanku.


"Eh? Tunggu dulu! Masih ada yang mau kutanyakan" tapi suaraku hanya menyerang udara kosong.


Lalu adegan di depanku mulai berubah.


Dan begitulah....


Aku terus menghadapi siklus lima kali kematian ini...


OHH TUHANN!!


Aku harap aku tidak menjadi gila....


****


Jangan lupa like ya ~

__ADS_1


__ADS_2