
Raja Albion langsung membentuk unit prajurit khusus untuk mempertahankan dinding ibukota. Pangeran Erick dan Enell segera memimpin dua pasukan utama yang di arahkan ke depan gerbang ibukota. Para penyihir bersiap di atas tembok untuk menggunakan sihir mereka.
Eva ditugaskan untuk menjaga Diana dan Evan. Tapi tentu saja dia tidak mau. Jadi dia mengabaikan perintah ayahnya dan ikut maju ke formasi depan. Diana dan Evan akan dijaga oleh sang kakek, Raja Albion bersama yang lainnya di tempat perlindungan. Ada beberapa penyihir dan prajurit sihir yang mengelilingi tempat perlindungan itu.
Kebetulan Ren berada di sana. Jadi Ren mengikuti Eva untuk mengamati situasi. Mereka bisa melihat dari jauh bahwa segerombolan binatang sihir menyerbu ke arah mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Ini sangat aneh" gumam Ren. Dia tidak pernah melihat situasi seperti ini selama masa hidupnya. Kadang-kadang binatang sihir akan menyerbu. Tapi mereka tidak menyerbu dengan ribuan kelompok seperti ini. Lalu bentuk tubuh mereka juga aneh. Mereka mengalami mutasi seakan-akan memakan obat dopping.
Eva berpikir. Ini pasti ada hubungannya dengan orang itu. Dan ekspresinya semakin serius.
"Ada apa denganmu?" tanya Ren.
"Apa kau percaya dewa?" Eva balik bertanya.
"Kenapa aku harus percaya mereka?" jawab Ren acuh.
"Lalu aku tidak akan memberitahu apa-apa padamu" katanya.
Ren cemberut. "Jadi kau merahasiakan sesuatu dariku?" dia bertanya dengan mata melotot. "Aku akan menghukumu nanti" katanya.
Mendengar kata "hukuman", wajah Eva langsung memerah. Beberapa tahun ini Ren sering menggoda dan mengganggunya. Lalu saat dia melakukan hal yang salah, pria itu tiba-tiba memukul bokongnya. Benar-benar membuat harga dirinya jatuh. Dia bukan anak kecil yang harus dihukum dengan pemukulan bokong!
"Baiklah, aku akan memberitahumu semuanya. Tapi jangan bilang 'aku tidak percaya'. Atau aku akan mengigitmu. Cukup diam saja kalau kau tidak percaya. Karena itu menyebalkan ketika kau mengatakan saat aku sudah memberitahumu semuanya" kata Eva sebal.
Ren hanya tersenyum kecil.
Eva pun mulai menceritakan tentang konflik para dewa yang terjadi di dalam mimpinya. Dia tidak mengatakan pada Ren bahwa dia berbicara dengan dewa kucing dan kucing itu ingin dia membunuh dewa lainnya. Dia hanya menceritakan hal itu sebagai mimpinya. Lalu dewa itu turun ke dunia untuk menghancurkan semua mahluk hidup karena dendamnya serta dia ingin mengumpulkan jiwa-jiwa agar bisa mendapatkan tubuh dewanya kembali. Dewa itu turun dan menyamar sebagai penyihir cahaya terkuat sekarang.
__ADS_1
"Penyihir cahaya terkuat? Pria itu?" Ren mengingat Reinell yang bertarung dengannya. Pria sok keadilan yang selalu mengoceh selama pertempuran.
"Aku kira bukan dia" jawab Eva langsung. "Dia masih lemah. Dia bahkan tidak bisa mengalahkanmu"
"Tentu saja. Aku adalah yang terkuat di seluruh dunia" respon Ren percaya diri.
"Humph!" Eva mendengus kesal melihat kepercayaan diri bodoh itu. Kemudian, dia langsung meninggalkan Ren di belakang untuk fokus pada gerombolan binatang sihir yang menyerang mereka. Ren mengejarnya sambil bersiul kecil.
Segerombolan binatang sihir itu hampir sampai di gerbang ibukota. Deruan hentakan kaki hewan itu bahkan membuat gempa kecil yang terdengar di seluruh ibukota. Membuat anak-anak kecil menangis karena kenakutan. Lalu sang ibu mulai menenangkan mereka.
Erick dan Enell membentuk dua kelompok prajurit yang bertahan di depan gerbang ibukota. Semua orang menggunakan alat sihir berbentuk perisai, lalu mulai mendorong segerombolan binatang itu dan menusuknya dengan tombak sihir mereka.
Para penyihir yang ada di atas tembok mulai melakukan serangan jarak jauh ke arah gerombolan binatang itu. Dan beberapa penyihir menggunakan sihir tingkat tinggi untuk menyapu para binatang. Tapi binatang-binatang itu masih terus berdatangan. Seakan-akan mereka adalah segerombolan semut yang tidak ada habisnya.
Karena mereka mengalami mutasi, mereka juga sulit dibunuh. Hal itu menyebabkan banyak sekali korban dari pihak prajurit yang berada di garis depan.
SWOSH! Eva dan Ren datang untuk membantu penyerbuan di udara. Karena kedatangan mereka, situasi jadi berbalik. Satu serangan dari mereka berdua membunuh puluhan binatang sihir itu. Sehingga pertarungan selesai menjadi lebih cepat. Atas sudah dibersihkan jadi mereka berdua menuju ke bawah untuk membantu. Para penyihir dari Albion melihat punggung kedua orang itu dengan tatapan kagum. Dan mereka sangat bangga bahwa Eva adalah putri Albion. Sejak kedatangannya kerajaan Albion benar-benar menjadi sangat terkenal.
"Mereka mudah dibunuh. Tapi jumlah mereka sangat banyak" Ren berkata.
Eva mengangguk.
"Walaupun kita bisa menghabisi semuanya satu persatu, itu akan membuang banyak waktu dan tenaga. Semua orang akan kelelahan"
"Kau benar" Eva mengangguk setuju.
"Jadi bagaimana menurutmu?" Ren bertanya sambil menatapnya dengan tatapan misterius.
__ADS_1
"Kau merancakan sesuatu?" Eva balik bertanya.
Ren menyeringai. Dia maju lebih dulu. "Lingkaran sihir" katanya. "Ayo buat lingkaran sihir dan hancurkan mereka"
"Hah? Bagaimana caranya?" Eva tidak mengerti. Di bawah mereka adalah medan perang. Mereka bahkan tidak punya waktu untuk menggambar lingkaran sihir di tanah.
Ren mendekat lalu membisikkan sesuatu pada Eva. Mata Eva membelalak kaget saat mendengar rencananya. Ren ingin menggambar lingkaran sihir di atas langit. Apa-apaan itu? Ren berkata dia tahu sihir yang bisa menghancurkan mereka semua dan dia akan menggambar lingkaran sihur di atas langit. Lalu dia menyuruh Eva untuk menyuruh para manusia mundur saat dia mulai mengaktifkan sihirnya.
"Kau mengerti tugasmu bukan?" kata Ren kemudian.
Eva mengangguk. "Ayo selesaikan ini dengan cepat."
"Tentu saja. Kita juga harus melanjutkan penelitian. Situasi ini benar-benar mengganggu" gerutu Ren.
Ren mulai menggambar lingkaran sihir yang mengelilingi medan pertempuran dengan mananya. Sementara Eva turun ke bawah untuk mengatur para prajurit.
"Ren akan mengaktifkan lingkaran sihir. Mundur sekarang sesuai aba-aba" Eva menggunakan sihirnya untuk membuat suaranya menggelegar di seluruh tempat. Perhatian semua orang pun teralihkan. Dan semua orang mulai mundur.
"Mundur!" Duke memerintahkan seluruh pasukannya.
Ren selesai dengan lingkaran sihirnya. Dia mengaktifkannya lalu lingkaran sihir bercahaya menyelimuti seluruh medan perang. Lalu perlahan lingkaran sihir itu bergerak ke bawah.
Beberapa orang tidak berhasil melarikan diri karena para binatang sihir itu terus mengejar mereka. Jadi Eva menggunakan sihir anginnya dan menghempaskan orang-orang itu mundur ke belakang secara paksa. Mereka berteriak kaget saat angin misterius menghempas mereka ke belakang. Lalu mereka jatuh tersungkur dengan wajah penuh debu dan luka lebam di seluruh tubuh mereka. Eva merasa berasalah, tapi setidaknya masih lebih baik daripada harus mati di bawah sihir milik Ren.
Lingkaran sihir terus turun ke bawah dengan sangat cepat dan menjerat semua binatang sihir yang berada di bawahnya. Para binatang yang terjerat itu tidak bisa bergerak. Lalu lingkaran sihir yang seperti jaring itu mulai berubah menjadi lidah api dan membakar seluruh binatang sihir.
Proses pemusnahan berlangsung dengan cepat. Semua binatang mulai meleleh dan menjadi abu. Bau terbakar tersebar di seluruh ibukota, tetapi sihir itu tidak membakar hutan di sekitarnya. Jadi beberapa orang merasa lega.
__ADS_1
Hanya tertinggal belasan binatang sihir disana. Eva membunuh sisanya dengan mudah menggunakan belati terbang miliknya. Lalu peperangan di kerajaan Albion pun selesai.