Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Ujian Pertarungan


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Eva menjalani hari-hari nya di akademi dengan damai sampai ujian kenaikan tingkat mereka diumumkan.


Ujian pertama adalah ujian tertulis dan ujian kedua adalah ujian pertarungan. Mereka pun menghadapi ujian tertulis dan seluruh murid tingkat satu berhasil lulus.


Beberapa guru di sekolah cukup kagum dengan Reina yang mendapat nilai sempurna. Sementara guru Wilson mulai tertarik dengan jawaban Eva yang berada di luar teori dan sangat menarik.


***


Akhirnya hasil ujian tertulis kami pun diumumkan. Sebelum mengumumkan guru itu memberi kami kabar gembira bahwa semua murid di tingkat pertama lulus semua.


Lalu hasil ujian kami dibagikan. Dengan rasa gugup aku mengambil amplop atas namaku. Setelah kembali ke mejaku aku membukanya.


"Aku dapat 70..." gumamku. Nilai ini tidak terlalu bagus. Tapi setidaknya aku berada di batas aman.


Lilac yang berada di sebelahku mendapatkan nilai yang lebih tinggi dariku. Itu 80 poin. Tapi aku sama sekali tidak rendah diri.


Sampai akhirnya seluruh kelas mengetahui nilai Reina yang sebenarnya. Gadis itu mendapat nilai sempurna! Bahkan putera mahkota dari kerajaan Kano sangat kagum dengannya karena dia sendiri kalah dari gadis itu.


Sekali lagi di mata semua orang, image Reina benar-benar meningkat. Semua orang mulai memuji nya sebagai dewi. Semua orang semakin kagum saat tahu Reina menutupi keahliannya dengan rendah hati.


"Bukankah gadis itu terlalu sempurna?" aku mendengar Lilac mengomentari dengan wajah cemberut. "Dia cantik. Seorang bangsawan. Jenius. Penyihir cahaya. Wajahnya lugu. Dia punya banyak koneksi" Lilac mulai menghitung semua keunggulan Reina yang tampak di matanya. "Sejauh ini kekurangan yang kulihat hanya dia sedikit ceroboh. Tapi sikap cerobohnya membuat semua orang semakin menyukainya"

__ADS_1


Aku tidak merespon perkataan Lilac. Aku hanya ingin menjadi pendengar yang baik sekarang. Lagipula di masa lalu Reina dan Lilac adalah sahabat. Jadi tidak salah kalau Lilac memujinya.


"Tapi semua itu malah semakin mencurigakan" kata Lilac kemudian sambil menggertakan gigi. "Adik bodohku berubah gara-gara gadis itu!" katanya benci. "Sekarang adikku sudah berani membohongi ku dan mencuri barang berhargaku untuk gadis itu!"


Aku sama sekali tidak mengerti. Jadi aku bertanya "apa yang terjadi?"


"Louis sialan itu! Dia mencuri beberapa ramuan penguat mana milikku! Lalu saat aku mengetahuinya, ternyata dia memberikannya pada Reina. Dia terlihat seperti orang bodoh sekarang. Dia melakukan apapun untuk gadis itu!" Reina menggertakan gigi nya kesal


Walau pun dia dan saudara kembarnya Louis selalu bermusuhan. Itu tidak pernah separah ini. Itu hanyalah permusuhan yang sangat wajar antar saudara. Tapi sekarang Louis menganggap Reina lebih penting dari dirinya sendiri. Padahal mereka sedarah! Hal inilah yang membuat Lilac merasa geram.


Aku mengernyit kan keningku bingung. Di masa lalu, saudara api sangat menyukai Reina, dan bahkan mereka menjadi pengikut yang melindungi nya di event-event tertentu. Tapi sekarang Lilac sama sekali tidak akrab dengan Reina. Hanya Louis yang masih terus menempel padanya.


"Jangan marah. Lagipula itu hanya ramuan bukan? Kau masih bisa membelinya. Aku juga akan memberikan padamu beberapa kalau kau menginginkan nya" kataku, berusaha menghiburnya.


Aku tidak bisa memberikan pendapat apa pun sekarang. Lilac benar. Louis sepenuhnya yang salah disini karena dia sudah benar-benar buta karena rasa cintanya. Tapi aku juga tidak mau terlibat dengan Louis, karena dari awal kami sama sekali tidak akrab.


Seiring berjalannya waktu, Lilac kembali tenang. Tapi mungkin dia akan meledak lagi saat dia melihat Louis. Walaupun dia berusaha menahannya sebaik mungkin.


Setelah pengumuman hasil ujian tertulis, ujian pertandingan pun dimulai. Babak pertama adalah battle royal. Disini hanya akan ada lima puluh orang yang bisa lulus ke babak dua.


Kami semua dikumpulkan di dalam satu gedung bersama dengan kelas lainnya. Disini aku bisa melihat murid-murid dari kelas B dan C. Kelas A adalah kelas terakhir yang tiba, sehingga menjadi pusat perhatian, terutama Reina.


Saat itulah aku juga melihat Vivian di antara mereka.

__ADS_1


"Eva! Lilac!" Vivian berlari kecil sambil menghampiri kami.


"Yo! Bagaimana nilaimu gadis kecil?" kata Lilac sombong sambil menepuk bahu Vivian dengan senyum yang sangat lebar.


"Um...nilaiku tidak begitu baik..." jawab Vivian sedih.


"Jangan bersedih. Walaupun kau tidak cukup pintar, kau masih lulus bukan? Berarti kau tidak benar-benar bodoh. Belajarlah dengan baik di masa depan" Lilac mulai menasehati dengan nada angkuhnya.


Aku hanya melihat semuanya sambil menggelengkan kepalaku. Aku tahu bahwa Vivian lebih pintar dari Lilac. Saat itu ketika dia bersaing dengan Reina, ada banyak strategi dalam pikirannya. Walaupun akhirnya dia harus kalah dengan menyedihkan karena strategi Reina lebih menakjubkan dari nya.


"Kau pasti bisa melampaui nya" kataku kemudian. Aku tahu apa yang dipikirkan Vivian. Dia pasti merasa rendah diri karena dia mendengar Reina mendapat nilai sempurna. Walaupun nilai nya juga sangat baik.


"Pasti" Vivian mengangguk yakin. "Poin 95 ini tidak berguna...Lain kali aku akan mendapatkan poin sempurna!" dia menunjukkan tekadnya.


Lilac hampir muntah darah saat mendengar nya. Dia menjadi salah tingkah. Dia tidak mengira nilai Vivian akan lebih tinggi darinya. Ternyata orang itu kecewa bukan karena poinnya yang rendah, tapi karena tidak bisa mendapatkan nilai sempurna. Lilac tidak mengerti pikiran para kutu buku dan dia tidak mau tahu juga.


***


Ada tiga kelas tingkat satu di akademi kerajaan, yaitu Kelas A, B dan C. Dengan jumlah murid 160 orang. Semua orang akan ditempatkan secara acak di babak pertama, tidak peduli dengan kelas mereka.


Sistem battle royal adalah sistem bertahan hidup. Akan ada lima arena, yaitu arena 1-5, yang ditempati masing-masing sekitar 30 an murid. Tiga puluh orang murid di area yang sama akan bertarung satu sama lain sampai tersisa sepuluh orang saja. Sepuluh orang dari masing-masing arena akan maju ke babak selanjutnya.


Aku ditempatkan di arena nomor 5, terpisah dari Lilac dan Vivian. Lilac berada di area nomor 1 dan Vivian berada di area nomor 4. Aku cukup terkejut saat tahu Reina juga berada di area 1 bersama Lilac. Tapi hanya sesaat. Kau yakin dia akan lulus juga, tidak perlu mengkhawatirkan Lilac.

__ADS_1


Aku melihat murid-murid lainnya yang berada di arena yang sama denganku. Hampir sebagian besar dari mereka adalah orang yang tidak kukenal sama sekali. Aku hanya mengenal putera mahkota kerajaan Kano. Sangat kebetulan dia berada di area yang sama dengan ku sekarang.


__ADS_2