Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5. Pertandingan Sihir : Babak Pertama 6


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Mereka melanjutkan perjalanan.


Lalu di tengah-tengah perjalanan, mereka mendengar teriakan dan seekor binatang sihir level 7 muncul.


Eva menghabisi binatang itu dengan sihir tingkat tinggi dan membuat semua orang menjadi kaget.


***


Aku melihat semua orang. Kenapa mereka mematung?


"Apa kau sudah bisa menggunakan sihir tingkat tinggi?" Robert kemudian membuka suaranya.


"Ah! Dean Cristal mengajariku hahaha" aku tertawa canggung.


Robert tersenyum. Dia mengelus kepala Eva "Kerja bagus. Kelihatannya di masa depan kau tidak perlu perlindunganku lagi. Aku senang sekaligus sedih" kata Robert menjelaskan isi hatinya. Jika gadis itu tidak membutuhkan pelindung untuknya, mungkin dia akan dibuang. Itulah yang dipikirkan oleh Robert.


"Eh? Kenapa sedih? Bukankah itu bagus mastaa! Aku bisa bertarung dengan masta di masa depan dan tidak perlu menjadi beban lagi" kataku percaya diri.


Mata Robert langsung berbinar dan semua keraguannya menglihat. Dia tersenyum. "Ah. Kau benar. Aku benar-benar melupakan fakta itu"


"Uuhhh..." sebuah jeritan tiba-tiba menarik perhatian mereka semua. Mereka menoleh, dan sumber itu berasal dari semak-semak.


Itu adalah manusia yang diangkut oleh binatang sihir tadi. Saat Hans dan Jean menggunakan sihir mereka untuk membakar burung, burung itu melemparkan si manusia ke semak-semak terdekat.


Kami melihat orang manusia itu dengan waspada.


Tiba-tiba cahaya asing muncul tiba-tiba menyinari tubuh manusia asing.


"Fuh!" manusia asing itu mulai berdiri sambil menepuk-nepuk jubahnya. Suaranya sangat imut.


"Untung saja aku bisa menggunakan sihirku untuk membuat luka-luka ini hilang. Tapi pakaianku tetap kotor uh~" dia mengeluh.


"Penyihir cahaya..." Jean dan Hans berkata kaget. Pertandingan sihir ini tidak baik untuk jantung mereka. Bukan karena pertarungannya, tapi terlalu banyak hal mengejutkan yang terjadi disini. Mereka tanpa sadar menoleh ke arah Charlotte.


Penyihir cahaya?


Aku melihat manusia asing itu. Dari suaranya, kelihatannya dia seorang gadis. Hanya saja, kami tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, karena dia menutupi kepalanya dengan tudung jubah. Bukan hanya dia, kami sekelompok juga menutupi wajah kami dengan jubah Menara Sihir.

__ADS_1


Kurasa ini hal yang wajib dilakukan untuk menyembunyikan identitasmu dari musuh.


Gadis asing itu memakai jubah putih dengan lis berwarna emas. Aku melihat lencana di dadanya.


Ah! Peserta dari Jiwa Sihir! Ini wajar kalau dia adalah penyihir cahaya, karena Organisasi Jiwa Sihir memang memiliki lumayan banyak Penyihir Cahaya.


"Ah~ Halo~" Gadis asing itu menyapa dengan suara yang imut dan manis.


"Terima kasih telah menolongku~"


"Kami tidak ada niat untuk menolong mu" jawab Robert dingin.


"Uh~ Maafkan aku" suara gadis itu bergetar malu. "Tapi yang terpenting, aku selamat gara-gara kalian"


"Lupakan itu" gadis itu menatap kami. "Kelihatannya kalian dari Menara Sihir bukan? Ah! Aku dari Jiwa Sihir. Aku terpisah dari kelompokku..." kata gadis itu sedih. "Bisakah kalian mengantarku ke kelompokku? Kalian cukup hebat bisa mengalahkan burung raksasa itu walaupun aku tidak melihat terlalu detail pertandingan kalian"


Orang bodoh seperti apa yang meminta tolong pada musuh!


Apa orang ini gila!


Gadis itu tetap berjalan maju. Dia bergerak maju ke arah Robert. Walaupun Robert mengeluarkan aura membunuh yang tajam, gadis itu tetap maju. "Aku minta tolong padamu ah~ Aku tahu kau pemimpinnya bukan?"


"Uh~" Gadis itu merenggut kecewa. gadis itu dengan enggan berbalik, tapi tiba-tiba dia tersandung. Tubuhnya terhuyung-huyung dan jatuh ke dada Robert.


"Maafkan aku~" katanya sedih sambil mengangkat tubuhnya, yang tanpa sengaja membuat tudung yang dikenakannya jatuh memperlihatkan Rambut coklatnya.


Aku memperhatikannya. Rambut coklat itu sepertinya familiar. Secara perlahan aku meiha wajahnya. Mata coklat dan wajah halus itu! Itu Reina!


"Reina!" tanpa sengaja suara kaget keluar dari mulutku.


Reina mengernyit dan menoleh ke arahku dengan bingung. Reina tidak mengenalku karena aku mengenakan tudungku. Tapi secara perlahan Reina mulai mendekatiku dan tiba-tiba menyibak tudungku.


Mata Reina membelalak "Kau!" katanya kaget. "Bagaimana bisa kau mengikuti pertandingan sihir? Apa ayahmu memberikan sesuatu ke Menara Sihir? Bagaimana bisa kau melakukan hal memalukan seperti itu?"


Reina langsung mengungkapkan ketidaksukaannya. Dia melakukan ini karena tidak ada satu pun orang disini yang mengenalnya. Dia tahu alasan kenapa putri duke ini bisa ikut pertandingan. Pasti semua karena ayahnya, kekuasaan sang duke itu!


Padahal kenyataannya Duke Court sama sekali tidak tahu Eva mengikuti Pertandingan Sihir. Duke itu masih berpikir putrinya sibuk belajar di akademi.


"Berhenti bicara omong kosong" kata Robert kesal. Dia melepas tudungnya dan memperlihatkan wajahnya.

__ADS_1


Reina menganga kaget. Dia ingat wajah pria ini! Ini adalah pria aneh yang ditemuinya di kerajaan Kano! Dia adalah guru magang di Akademi! Dan dia juga tahu bahwa pria ini adalah orang dari Menara Sihir.


Reina melihat ke arah Eva dan Robert, sekarang dia jadi tahu alasannya kenapa Eva mengikuti pertandingan sihir. Ini semua karena pria ini!


"Maafkan aku..." kata Reina menyesal. Wajahnya memerah dan hampir menangis "Aku tidak bermaksud berkata seperti itu. Aku bingung kenapa gadis bangsawan bisa mengikuti Pertandingan Sihir tanpa alasan yang kuat"


Jean dan Hans mengangguk. Mereka memaafkan Reina. Sepertinya kedua orang itu terpesona saat melihat Reina. Dan mereka juga tahu bahwa pernyataan Reina itu benar. Awalnya mereka juga bingung kenapa Eva bisa ikut Pertandingan Sihir dan mulai meremehkan Eva. Tapi mereka menyesal setelah mengetahui kekuatan Eva.


Aku tidak terlalu memikirkan perkataan Reina.


Pikiranku berkelana ke arah yang lain. Sekarang aku tahu kenapa Reina bisa mendapatkan binatang sihir kuno itu. Itu semua karena dia juga ikut pertandingan sihir dan bertemu dengan Robert, jadi Robert melindunginya. Tapi aku tidak menyangka dia akan bergabung dengan organisasi sihir dari negara lain.


"He" Robert tersenyum sinis. "Kau mengatakan seperti itu, bukankah kau juga gadis bangsawan?" kata Robert tajam.


Jean dan Hans terkesiap kaget. Dia tidak tahu bahwa gadis penyihir cahaya itu adalah bangsawan. Sejak kapan ada penyihir cahaya diantara bangsawan. tapi mereka cukup pengertian, gadis itu bisa diterima dimana pun karena dia adalah penyihir cahaya. Itu alasan yang logis. Dia dapat masuk di organisasi sihir apa pun karena penyihir cahaya dicari dan sangat langka.


"Aku...Aku..."  Reina kali ini hanya bisa bergumam dengan linglung.


Dia berpikir dia benar-benar salah langkah kali ini. Dia membuat semua orang membencinya sekarang.


Dia tidak bisa berkata apa pun, matanya mulai berkaca-kaca karena ingin menangis. Dia tidak bisa meminta pertolongan mereka sekarang.


"KALIAN APAKAN TEMAN KAMI!" Tiba-tiba teriakan keras terdengar.


Sekelompok orang mulai muncul dari langit dengan sihir terbang. Mereka semua mengenakan jubah putih yang sama seperti Reina. Itu adalah Tim dari Jiwa Sihir!


Kami semua langsung waspada dan mulai berkelompok.


Sementara Reina langsung tersenyum cerah. Akhirnya ada yang mencarinya dan menyelamatkannya.


Akankah pertarungan antara kedua tim ini terjadi?


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2