
cerita sebelumnya:
Para murid di akademi kerajaan Kano memulai misi mereka. Eva dan kelompok nya mendapatkan misi untuk mendapatkan seorang pencuri kecil. Pencuri kecil ini tinggal di kawasan kumuh untuk menghidupi beberapa saudara kecilnya. Sehingga mereka benar-benar tidak tega untuk menangkap pria kecil itu. Hingga akhirnya Sayn memutuskan untuk mengurus semuanya. Dan keesokan harinya mereka mendapatkan berita bahwa pencuri itu berhasil ditangkap dan misi mereka berhasil.
****
Setelah semua orang pergi, malam itu Sayn membawa si pencuri kecil ke tempat persembunyian nya. Saat dia membawa orang baru dengan wajah bayi dan tubuh pendek, para tetua yang ada di tempat itu memasang wajah bingung.
"Siapa ?" seseorang maju dan bertanya.
Sayn mendorong tubuh si kecil ke depan, sehingga anak itu sedikit tersandung. "Orang baru. Tolong urus. Aku akan membawa beberapa lagi" kata Sayn pelan dan sosok nya langsung menghilang dengan cepat.
Dia segera kembali untuk membawa beberapa anak yang tersisa di ibukota.
Setelah itu, Sayn membuat boneka manusia dengan sihirnya. Dia membuat seolah-olah boneka manusia itu adalah mahluk hidup yang telah mati. Lalu dia menuju ke kerajaan untuk menyerahkan boneka yang dibuat sebagai mayat manusia. Dia ingin melaporkan misinya.
Saat melihat Sayn membawa seorang mayat anak kecil, penjaga akademi itu sedikit kaget. Walaupun mereka memberikan misi untuk menangkap pencuri kecil. Mereka tidak pernah menduga bahwa Sayn akan membunuh anak kecil itu.
Salah satu dari mereka menatap Sayn dengan tatapan kurang nyaman dan bergumam. "Apa kau benar-benar membunuhnya?"
__ADS_1
Sayn tidak merespon. Setelah itu berkata "Misi kami selesai"
Mereka langsung tersentak dan mengangguk. Seakan-akan bisa melihat aura yang mendominasi dari Sayn. Mereka bahkan tidak tahu bahwa mayat kecil itu adalah sebuah boneka yang dibuat dengan sihir karena mereka sepenuhnya mengabaikan mayat anak itu. Salah satu dari mereka berkata "buang saja di pegunungan. Dia akan menjadi makanan gratis untuk para binatang sihir itu"
Setelah mengantarkan mayat buatan itu, Sayn. kembali ke kamarnya. Dia kembali dengan mulus dan mengganti semua pakaian nya. Dan melempar kan dirinya ke kasur.
Dia sangat bimbang sekarang. Walaupun dia tidak terlalu menyukai anggota kerajaan, tapi dia tetap marah setelah mendengar pangeran Erick meremehkan negaranya dan keluarganya. Dia berpikir bahwa itu bukan salahnya untuk terlahir dari keluarga sampah seperti ini. Tapi kenapa dia harus menanggung dampak kebodohan mereka?
***
Raja Albion mengira lingkaran sihir transportasi akan membawanya langsung ke aula kerajaan nya. Tapi ternyata terjadi gangguan transmisi sihir, sehingga dia dan beberapa rekannya harus terdampar di hutan sekitar.
Dan dugaan pria itu benar. Dalam beberapa detik cahaya menyilaukan tiba-tiba muncul. Cahaya itu perlahan memudar dan menampakkan sosok seseorang yang tidak jelas. Semua orang terpaku pada kedatangan orang asing itu, yang tiba-tiba muncul di dekat kelompok kerajaan mereka.
Raja Albion menatap sosok itu. Sosok itu sedikit jauh dari mereka. Jadi dia tidak bisa memperhatikan wajahnya dengan jelas. Dia hanya bisa melihat bahwa dia adalah seorang wanita berambut panjang dengan jubah hitam. Tapi entah kenapa, Raja Albion terpaku pada punggung tangan wanita itu. Dia terkejut dan merasa sedikit nostalgia dan tanpa sadar bergumam "Emerta...", sebelum akhirnya sosok itu menghilang dari depan mereka.
Wanita berjubah hitam itu mendengar seseorang memanggil namanya. Dia menoleh dan melihat sekelompok orang tidak jauh dari titik teleportasinya. Dia hanya mengernyitkan keningnya tapi dia tidak terlalu memikirkan hal itu.
"Salah dengar?" Emerta bergumam dalam hati nya sambil terus maju menuju ke ke depan. Dia ingin mengunjungi kerajaan Kano kali ini. Karena dia memiliki tujuan lain, dia tidak terlalu fokus dengan apa yang terjadi hari ini. Jadi dia mengabaikan nya.
__ADS_1
Emerta ingin menuju ke kerajaan Kano dari kerajaan elf. Butuh waktu yang sangat lama meskipun dia sudah mencoba untuk berteleportasi di beberapa titik terdekat. Dia ingin menemui cucunya kali ini jadi dia tidak terlalu memikirkan hal lainnya. Dia ingin memberikan sesuatu kepada cucu kecilnya itu.
Raja Albion masih membeku. Bahkan saat yang lain memanggil nya, dia sama sekali tidak peduli. Dia benar-benar kaget bahwa dia bisa melihat wanita itu disini. Walaupun sosoknya tidak jelas, dia yakin itu Emerta. Wanita yang paling dicintainya. Wanita yang meninggalkannya sendirian tanpa sepatah kata pun di masa-masa terpuruk nya. Walaupun begitu, dia masih tidak bisa melupakan wanita itu dari benaknya.
Saat itu, Raja Albion masih muda dan bodoh. Dia tidak tahu bahwa posisinya sebagai pangeran hanyalah sampah saat dia kembalim Para bangsawan itu mengambil alih kerajaan nya dan bahkan mengolok-olok nya. Dia sama sekali tidak bisa menunjukkan sisi yang memalukan seperti ini kepada Emerta. Lagipula dia yang membawa wanita itu ke kerajaan nya. Dia ingin mereka hidup dengan bahagia.
Tapi saat itu seseorang bersedia membantunya. Dia adalah putri dari perdana menteri. Wanita yang menjadi Ratu dan ibu kerajaan saat ini. Wanita itu bersedia membantunya untuk memperkuat posisinya sebagai Raja di kerajaan. Tapi dia harus menikahinya dan menjadikan nya Ratu. Tentu saja dia menolak tawaran itu karena dia sudah memiliki wanita yang dicintainya.
"Kau bisa menceraikan ku setelah dua bulan pernikahan" wanita itu berkata. Wanita itu hanya membutuhkan gelar ratu untuk membantu ayahnya ke posisi lebih tinggi dan keluarganya.
Dia tergerak. Wanita itu benar. Setelah dia menceraikan nya, tidak akan ada pihak yang dirugikan. Dia pun menyetujui nya.
Dia sengaja merayakan pernikahan itu diam-diam dan tidak terlalu meriah, karena dia tidak ingin semua orang tahu. Lagipula mereka akan bercerai nantinya dan pernikahan itu hanyalah kesepakatan politik. Dan hanya para bangsawan kerajaan yang hadir sebagai tamu.
Dia juga berusaha sebaik mungkin merahasiakan semua ini dari Emerta. Dia tahu wanita itu sibuk dengan penelitian nya dan mungkin tidak akan mengetahui berita di dunia luar. Dia juga semakin yakin saat para pelayan memberitahu nya bahwa Emerta tidak pernah keluar dari kamarnya. Dia berencana memberitahu Emerta rencananya nanti, setelah pesta pernikahannya selesai. Tapi ternyata, Emerta melarikan diri dari kerajaannnya tanpa jejak apapun. Membuat nya merasa frustasi selama bertahun-tahun.
Dia selalu berhalusinasi tentang Emerta. Tapi dia tidak menyangka bahwa ilusi ini akan terlihat semakin nyata dan semakin nyata. Raja Albion menyerah dan menganggap apa yang dilihatnya adalah ilusi. Karena dia bisa melihat bahwa wajah wanita itu masih muda. Sama seperti saat Emerta masih muda. Jika itu adalah Emerta yang asli, wanita itu akan seumuran dirinya. Tidak berpenampilan seperti itu.
"Aku terlalu lelah..." Raja Albion bergumam sedih sambil menggelengkan kepalanya. Dia hampir terjatuh karena kakinya terkulai lemah, tapi bawahannya dengan sigap mendukung nya untuk berdiri kembali.
__ADS_1
"Ayo Kembali" Raja Albion pun segera memerintahkan para bawahannya untuk membuat lingkaran sihir transportasi baru menuju ke aula kerajaan mereka.