Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Tamu yang Terlambat (Sayn)


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Saat Eva dan Vivian pulang berbelanja, Diana memanggil Eva untuk memberitahu bahwa ada tamu untuknya. Eva pun diarahkan ke ruangan Duke. Ternyata tamu itu adalah Robert.


Setelah sekian lama menghilang, Robert muncul kembali. Tapi Duke adalah yang pertama kali ditemuinya dan mereka saling berbagi rahasia sehingga membuat Eva penasaran.


Robert ternyata ingin menanyai Eva tentang kejadian di ujian pertandingan. Awalnya Eva sedikit was-was memberitahu Robert karena takut pria itu tiba-tiba menyalahkan nya juga. Tapi dugaan Eva salah. Robert tidak menyalahkan nya dan mendukung keputusan nya.


***


Aku kembali menghampiri Vivian di halaman belakang. Kami mengadakan pesta teh pribadi disana dan saling bercerita satu sama lain dengan antusias.


Entah mengapa, aku benar-benar terbawa saat mengobrol dengan Vivian. Seakan-akan pikiran kita cocok satu sama lain, jadi sama sekali tidak ada suasana yang canggung.


Bahkan tanpa sadar, waktu berlalu cukup lama. Bahkan kami melewatkan makan siang dan hanya membiarkan cemilan kue manis untuk mengisi perut kami.


"Sebentar lagi jam makan malam." Vivian tiba-tiba teringat. "Ayo siap-siap"


Aku pun mengangguk.


Kami berdua langsung menuju ke dapur untuk mulai memasak. Beberapa kotak bahan makanan dan panci besar sudah menyambut kami di sana.


Vivian tidak meminta bantuan pelayan kali ini. Dia hanya meminta bantuanku untuk memotong beberapa sayuran dan daging. Sementara dia memasukkan bumbu dan mencicipi makanannya.


Satu jam kemudian, makan malam pun sudah siap. Kami membuat satu panci besar sop daging dan menu lainnya. Vivian bahkan membuat sendiri makanan penutup, seperti puding dan permen manis. Makanan penutup itu dibuat menggunakan resep racikan nya sendiri.


Setelah itu, kami meminta para koki untuk menghidangkan semua makanan di meja makan. Sementara aku dan Vivian kembali ke kamar kami masing-masing untuk mandi.


Tepat pukul tujuh malam, kami berdua sudah ada di meja makan. Diana datang tak lama kemudian. Lalu Duke dan Robert menyusul terakhir.


"Tuan Besar, kami kedatangan tamu..." Wiya tiba-tiba memasuki ruang makan dengan gugup untuk memberitahu kami.

__ADS_1


Duke mengernyitkan keningnya tidak senang "Siapa?" Dia bertanya. Dia sama sekali tidak pernah mengundang siapapun ke rumahnya hari ini.


"Oh? Itu teman sekelasku" aku teringat tentang keberadaan Sayn. "Aku akan menyambut nya sebentar"


Aku pun meninggalkan meja makan dan menuju ke halaman depan. Awalnya, Sayn berada di depan gerbang karena para pengawal menghalangi nya. Tapi dia sudah bisa masuk setelah mendapat kan izin.


"Ini pertama kalinya aku bermain ke rumahmu secara formal bukan?" kata Sayn sambil tersenyum. Tapi sebenarnya dia cukup gugup karena ini adalah pertemuan pertamanya dengan kedua orang tua Eva.


'Aku harus memberikan kesan yang bagus!' Sayn memperkuat tekadnya untuk tidak memberi kesan buruk apapun di hadapan kedua calon mertuanya...um... maksudnya di hadapan orang tua temannya...


Sayn masuk dengan sikap sopan. Saat Duke dan Diana melihat nya, dia langsung memberikan salam dengan hormat.


"Selamat malam Duke dan Duchess, saya Sayn, teman sekelas Eva dan Vivian"


"Ah! Ini pertama kalinya Eva membawa teman pria~" Diana menyambut dengan antusias.


"Hm" Duke hanya merespon dengan gumaman pendek dan mengangguk kecil. Lalu dia menatap Eva, meminta penjelasan apa yang terjadi.


"Sayn kecil, ayo kemari. Duduk di samping Robert. Sebentar lagi makan malam nya akan dimulai. Untung saja kau tidak terlambat~" Diana langsung memecah suasana yang tegang dengan cepat.


"Terima kasih" Sayn langsung mengambil posisinya. Dan saat itu, dia langsung bertemu pandang dengan Robert.


Robert memasang wajah cemberut, seakan-akan mengatakan sedang apa hama ini disini. Sayn menerima sinyal ekspresi nya dan memasang wajah cemberut juga dengan mata menyipit.


Sementara Duke memperhatikan Sayn dari ujung kepala sampai kaki. Anak laki-laki ini adalah teman sebaya putrinya. Kalau Eva mengundang nya secara pribadi ke tempat ini, berarti hubungan mereka sangat dekat. Entah kenapa Duke merasakan sedikit bahaya saat tahu putrinya mempunyai teman dekat laki-laki.


"Apa kau teman dekat Eva? Dari rumah mana kau berasal?" tanya Duke dengan nada acuh. Dia sama sekali tidak mengingat anak bangsawan dari rumah lainnya. Tapi semenjak anak ini adalah teman Eva, dia harus tahu.


Saat Duke menanyainya, Sayn langsung melepas tatapan tajamnya dari Robert. "Saya baru saja pindah ke akademi beberapa bulan yang lalu. Saya tidak berasal dari kerajaan ini" jelas Sayn.


"Oh?" Duke mengangkat alisnya, tertarik. Jujur saja Duke sama sekali tidak tahu rumor apapun di ibukota kalau rumor itu tidak menyangkut tentang keluarga nya. Jadi dia bahkan tidak tahu bahwa pangeran dan putri dari Kerajaan tetangga belajar sementara di akademi kerajaan. Dia tidak terlalu peduli dengan semua itu.

__ADS_1


"Saya berasal dari Kano"


Wajah Duke langsung menegang. Kano adalah negara pertama yang menjadi lawannya saat berperang. Dan dia memiliki lebih banyak Musuh dari Kerajaan Kano dari pada Kerajaan lainnya.


"Ada pertukaran pelajar di akademi. Jadi pangeran dan putri dari Kerajaan Kano belajar disini" aku dengan cepat menambahkan.


"Pangeran dan putri?" Duke bergumam.


"Ya, Sayn adalah seorang pangeran" aku menambahkan.


"Walaupun kau seorang pangeran, aku tidak akan menundukkan kepalaku" kata Duke tiba-tiba dengan nada bermusuhan.


Suasana langsung menjadi canggung karena perkataan nya.


"Sayang!" Diana langsung menegurnya. "Sayn kecil, jangan terlalu dipikirkan perkataan pak tua ini oke~ Dia memang seperti ini~" Diana berusaha menghibur Sayn, takut bocah itu terluka karena perkataan kasar suaminya.


"Tidak masalah..." Sayn menjawab lirih.


Melihat sikap Duke yang tidak bersahabat, bibir Robert tertarik sedikit dan dia tersenyum penuh arti. Dia menyukainya saat Duke menatap Sayn dengan mata tidak senang. Seakan hal itu sudah mengurangi satu bebannya.


Duke membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi Diana langsung melototinya, sehingga Duke mengurungkan niatnya dan terdiam.


"Saya sebenarnya sangat mengagumi Duke. Nama anda sangat terkenal di kerajaan kami" kata Sayn kemudian.


"Oh? Benarkah?" Wajah Duke tiba-tiba menunjukkan ketertarikan.


"Ya" Sayn mengangguk dengan elegan. Dia mulai memuji Duke atas kinerjanya di Medan perang. Dan bagaimana mulanya pria itu bisa terkenal di Kerajaan Kano karena kekuatan dan strategi nya. "Bahkan jenderal-jenderal di kerajaan kami tidak akan mampu untuk menandingi mu" Sayn mengakhiri pujiannya.


Mata Duke berubah cerah. Kelihatannya dia menyukai pujiannya. "Kau cukup baik" Duke bergumam. Dia mulai menyukai sikap anak itu karena memuji nya di depan putri dan istrinya. Dalam sekejap tatapan tidak senang Duke pada Sayn memudar.


Sayn, yang merasa usaha nya berhasil langsung tersenyum kecil. "Terima kasih Duke. Saya sangat terhormat."

__ADS_1


__ADS_2