
Lena adalah seorang gadis elf biasa. Dia bukan seorang bangsawan elf. Hanya saja orang tuanya sangat kaya sehingga dia bisa menikmati apa yang dimiliki oleh bangsawan. Tapi dia tidak puas dengan itu. Walaupun dia kaya, dia tidak memiliki darah bangsawan. Itu adalah perbedaan yang besar.
Orang tuanya memiliki lahan teh hitam yang sangat luas. Lahan itu adalah sumber penghasilan mereka. Saat itu Raja berkunjung ke tempat mereka. Dan saat itulah Juga Lena melihat Ren untuk pertama kalinya. Lena langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Baginya, Ren sangat sempurna. Pria itu sangat dingin, pintar dan kuat. Julukannya sebagai 'Raja elf jahat' juga membuat hatinya berdebar. Yang paling penting adalah dia seorang Raja. Lena selalu bermimpi untuk menjadi bangsawan. Jadi dia sangat mengagungkan posisi Raja.
Ren berkunjung untuk melihat lahan Teh hitam milik keluarga nya. Lalu Ren menjadikan lahan itu milik kerajaan sehingga pendapatan mereka bertambah.
Lena merasa sangat senang. Dia bahkan mendekati Ren untuk berterima kasih, tapi Ren menanggapi nya dengan dingin. Lena merasa kecewa. Kenapa Ren memperlakukan nya seperti itu? Sama seperti gadis-gadis lainnya?
'Apakah karena aku terlalu muda?' Lena berpikir. Tapi umurnya juga tidak terlalu muda. Walaupun tubuhnya tidak tumbuh lagi, dia sudah berumur 350 tahun. Dia sudah bisa menikah di umur ini! Dia bukan anak kecil!
Tapi Lena tidak mau bersikap berlebihan menunjukkan ketertarikan nya pada Ren. Dia takut pria itu akan semakin tidak menyukai nya. Jadi dia hanya bisa menyerah dan menunggu kesempatan lain di masa depan.
Saat Ren mulai meninggalkan kediamannya, Lena hanya bisa menarik napas pasrah. Pemuda itu mungkin bahkan tidak mengingat namanya. Tapi dia tidak akan menyerah.
Seratus tahun berlalu. Dia sama sekali tidak pernah melihat Ren sejak saat itu. rumor mengatakan bahwa Ren juga tidak kembali ke istana nya karena sibuk dengan penelitian nya. Tidak ada seorang pun yang tahu dimana pria itu berada sekarang.
Tapi Lena tidak mau menyerah pada keinginan nya. Teh hitam menjadi semakin populer sekarang. Orang tuanya juga sering sekali diundang ke istana. Jadi Lena yakin bahwa dia memiliki kesempatan lagi untuk bertemu dengan Ren dan menarik perhatian nya.
Kalau orang lain melihat kelakuannya, Dia hanyalah seorang gadis kecil yang naif dan polos.
Tapi suatu hari, terjadi sebuah insiden yang merubah semuanya.
Saat itu, Lena dan kedua orangtuanya berpergian keluar wilayah elf gelap dengan kereta mereka. Saat itu, mereka ingin berkunjung ke desa elf lainnya, yaitu elf pohon untuk mendapatkan beberapa bahan penting.
Tapi siapa yang akan mengira bahwa beberapa bandit manusia sedang menunggu mereka di hutan perbatasan.
Saat itu mereka tidak membawa satu orang pengawal pun karena mereka berpikir ini adalah wilayah yang aman. Hutan ini merupakan kawasan hutan elf, sangat jarang manusia bisa melintas kesini dari kota mereka. Karena para manusia perlu melewati hutan yang penuh dengan binatang sihir untuk sampai ke kawasan hutan elf.
Tapi saat ini, di depannya, ada sekelompok manusia mengerikan yang menatap mereka dengan penuh nafsu. Jujur saja, Lena hidup dengan sangat dimanjakan. Dia tidak tahu bagaimana harus bertarung dengan benar. Karena dia terlahir kaya dan hidup dengan nyaman.
Walaupun dia bisa menggunakan sihir, dia hanya menggunakan sihir itu untuk keperluan sehari-hari nya. Hal yang sama juga berlaku untuk kedua orang tuanya.
"Lena, bersembunyi di sini. Kami akan menghadapi mereka" ayahnya berkata dengan penuh patriotik sambil mengambil panah sihir di samping nya.
Lena mengangguk pelan, tapi di dalam hatinya dia yakin ayahnya tidak akan menang.
"Aku akan membantumu" ibunya tiba-tiba melepas pelukannya dan ikut menyusul ayahnya.
Lena mengerjap kaget. Dia tidak percaya ini. Dialah yang paling lemah dan perlu dilindungi disini. Tapi ibunya meninggal kannya untuk membantu ayahnya. Bagaimana kalau para manusia itu menyelinap ke dalam kereta tiba-tiba? Bukankah dia akan berada dalam bahaya.
Lena ketakutan. Dia tidak berani keluar untuk memastikan situasi. Walaupun Lena mengeluh tentang orang tuanya, dia juga berharap bahwa mereka selamat.
Tapi harapannya pupus saat dia mendengar teriakan mereka. Orang tuanya tidak mungkin selamat. Mereka sudah berakhir.
__ADS_1
Dengan tubuh bergetar, Lena mencari cara untuk menyelamatkan dirinya. Lalu dia menemukan sebuah peti kosong di dalam kereta dan masuk ke dalamnya.
Untung saja dia sudah masuk, karena para manusia itu mulai menggeledah keretanya.
"Sialan! Kita sudah melintasi rintangan sejauh ini, tapi kita tidak mendapatkan hasil apapun"
"Sudah kubilang jangan dibunuh dulu!"
"Tapi aku hanya membunuh yang pria karena dia sangat keras kepala. Aku tidak menyentuh yang wanita"
"Tapi wanita itu bunuh diri saat tahu pasangannya mati"
"Cih! Sangat disayang kan keduanya mati. Padahal aku berharap bisa membawa mereka hidup-hidup dan menjual nya. Apalagi elf wanita sangat cantik. Para bangsawan sangat menyukai mereka."
Para manusia itu mulai masuk ke dalam kereta dan memeriksa seisi kereta.
"Kereta ini sangat mewah. Tapi tidak ada apapun disini."
"Apa-apaan! Mereka terlihat kaya. Tapi tidak ada satupun barang yang berguna. Baik disini atau pun di tubuh mereka!"
"Mungkin mereka menyimpan semuanya dalam ruang dimensi"
"Kalau itu benar terjadi, sialan! Mereka bahkan mati dengan menjaga harta mereka!"
Wajah Lena memucat. Dia menutup mulutnya agar tidak bersuara dengan tubuh gemetaran.
"Sial! Petinya dikunci!"
"Benar-benar ada harta karun di dalamnya!"
"Ayo kita bawa keluar. Aku akan mencoba menghancurkan nya!"
Mereka membawa keluar peti itu dari kereta. Lalu salah satu dari mereka mulai menggunakan sihir api untuk menghancurkan peti.
"Arghh!" Lena berteriak kesakitan saat peti tempat nya bersembunyi mulai hancur. Walaupun sihir itu tidak mengenainya, dia tetap terkena dampak saat serpihan peti itu hancur. Beberapa kulit nya menjadi terluka karena goresan kayu.
"Apa ini?"
Para manusia itu mulai menatap Lena dengan ekspresi kaget. Mereka tidak akan pernah mengira bahwa mereka akan beruntung seperti ini. Ada gadis elf yang bisa mereka jual!
"Kita sangat beruntung!"
"Dia sangat cantik. Harganya pasti mahal"
"Bukankah sebaiknya kita coba dulu sebelum kita menjualnya?"
__ADS_1
"Kau benar. Kita harus mencobanya dulu".
Mereka mulai mendekati dan menatap Lena dengan tatapan predator.
"Tidak!" Lena berteriak histeris saat mereka mulai menyentuh tangannya.
Tapi para manusia itu semakin senang. Bahkan mereka menampakkan gigi mereka yang menguning, membuat Lena semakin ketakutan disertai rasa jijik.
Lena merasa putus asa. Tapi saat itu tiba-tiba, matanya terasa sangat sakit. Tiba-tiba matanya terasa seperti terbakar. Lena kembali berteriak kesakitan. Untung nya hal itu tidak berlangsung lama. Setelah beberapa saat, rasa sakit nya mereda dan Lena kembali membuka mata nya.
Anehnya, tidak ada siapapun di depan nya sekarang. Para manusia itu menghilang, hanya menyisakan helaian baju mereka yang bertebaran di atas tanah.
Lena mengerjap bingung. Dia tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi dia merasa lega sekaligus senang.
Lena berpikir dia sudah bebas. Dia bisa lari sekarang. Tapi tiba-tiba terdengar banyak sekali suara kaki kuda yang mendekat ke arahnya. Lena panik kembali.
Ternyata mereka adalah sekelompok elf gelap yang menaiki kuda. Lena dapat dengan jelas melihat warna kulit mereka. Mereka satu ras! Lena mengerjap bahagia dan berlari menghampiri mereka untuk mencari pertolongan.
Dia sudah membuka mulutnya, ingin meminta pertolongan, tapi perkataan nya tersendat saat salah satu dari kelompok itu mulak turun dari kudanya.
"Kau tidak apa-apa?" orang itu membuka tudung jubahnya.
Mata Lena melebar saat melihat sosok itu. Dia adalah Ren! Rajanya!
Ren mendekati nya dan memegang dagunya. Mata mereka saling bertatapan. Lalu Lena melihat pria itu tersenyum antusias padanya. "Mata yang menarik" kata Ren.
"Mata?" Lena tidak mengerti. Tapi kelihatannya Ren sangat menyukai matanya. Dia sangat senang.
"Yang Mulia! Kami menemukan dua mayat elf dan juga beberapa helai pakaian manusia" tiba-tiba seseorang mulai melaporkan situasi nya pada Ren.
Ren pun menarik tatapan nya. Saat itu terjadi Lena merasa hatinya menjadi kosong dan dia menatap pria yang tadi berbicara dengan tatapan kebencian. Dia benci karena orang itu menganggu momen romantis nya dengan Ren.
Ren mengikuti pria itu untuk melihat situasinya. Dalam sekejap Ren bisa tahu apa yang terjadi. Kemudian, Dia menatap Lena dengan tatapan kasihan.
"Aku akan memakamkan orang tuamu dengan layak" kata Ren.
"Terima kasih Yang Mulia" kata Lena dengan wajah sedih. Kedua orang tuanya benar-benar mati. Sekarang dia tidak mempunyai siapapun yang bisa dia andalkan. Dalam sekejap hatinya menjadi kosong lagi.
Ren mengurus semua kejadian itu. Dia bahkan tidak bertanya pada Lena kenapa para manusia itu menghilang. Seakan-akan dia sudah tahu alasannya.
Ren juga membawa Lena ke istananya. Dan secara tiba-tiba menjadikannya seorang putri, adik angkat nya. Membuat seluruh istana menjadi ricuh.
Ren melakukan nya karena dia merasa kasihan dengan insiden yang terjadi pada gadis itu. Terlebih lagi kedua orang tuanya adalah teman baik Ren. Dan mereka sangat berkontribusi dalam pengembangan pertanian teh hitam di desa. Jadi Ren berpikir dengan membawanya ke istana, dia bisa memulihkan kesehatan mental sang gadis.
Ren benar. Saat Lena tahu bahwa dirinya akan tinggal di istana dan menjadi seorang putri, semua kesedihannya langsung lenyap. Bahkan pemakaman kedua orang tuanya tidak lagi membuat nya sedih. Itu semua karena dia berhasil mencapai tujuannya. Ya, dia seorang bangsawan sekarang. Bukan hanya bangsawan biasa. Dia adalah seorang putri!
__ADS_1