
Cerita Sebelumnya:
Dean Caro pun di tangkap dan penampungan mananya dirusak sehingga dia tidak bisa menggunakan sihir lagi. Hal ini berlaku juga untuk enam penatua lainnya dan Jen. Sebelum itu, Jen dimasukkan ke dalam ruang interogasi untuk memeras informasi darinya. Ternyata Jen menyusup ke dalam Menara Sihir itu karena ingin mengambil resep kuno yang ada di tangan Caro. Dan ternyata itu perintah dari perkumpulan penyihir gelap yang dimasukinya. Dan yang tak terduga lagi, pemimpin persekutuan itu adalah raja elf gelap, Ren.
Setelah Dean Wason selesai mengurus para pengkhianat, dia kembali ke aula. Dia memberikan bayaran upahnya pada Sayn. Dan Sayn pun pergi meninggalkan Menara Sihir. Lalu dia juga perlu mengurus pelantikan untuk para penatua yang baru.
Sementara Eva dan Robert memutuskan untuk beristirahat. Dan Eva ingin menanyakan pada Robert tentang ruang bawah tanah itu.
***
Aku akhirnya berada di kamar ini lagi. Kamar ini benar-benar memiliki suasana yang membuatku merasa nyaman. Aku tidak tahu kenapa.
BRAKKK! Pintu ruang bawah tanah itu terbuka.
"Ayo" Robert menyerahkan tangannya. Aku menyambutnya dan kami turun bersama ke dalam ruang bawah tanah itu.
Sesampainya di sana, Robert langsung membuat penerangan dengan bola api dan memindahkan lemari ke sisi lainnya. Peta besar yang terukir di dinding itu pun terpampang jelas di depan kami.
"Darimana kau mendapat peta ini master?" aku mulai mengajukan pertanyaan.
"Dari seorang kakek misterius. Aku tidak mengenalnya" jawab Robert singkat.
"Ah~ apa tujuan dari peta ini? Ada apa di titik ini?" aku menunjuk titik merah pada peta.
"Kakek itu berkata bahwa ini adalah peta harta karun. Aku pernah mencari harta itu. Di titik merah ini." Robert menunjuk. "Disinilah aku menemukan sebuah peti aneh. Di dalam peti itu ada dua benda, buku cerita dan resep kuno itu. Aku menyerahkan resep itu pada Dean Caro untuk membantu menerjemahkan apa yang tertulis. Aku sungguh bodoh. Aku tidak tahu resep itu membuatnya menjadi lebih serakah dan gila"
"Resep kuno? Resep yang menyatakan bahwa aku adalah bahan terakhir? Kenapa kau mencari resep kuno itu master?"
"Uh..itu.." Wajah Robert memerah. Dia menggaruk belakang kepalanya malu-malu.
Apakah dia harus mengaku pada Eva bahwa dia termakan emosi saat itu? Dan mencari resep itu untuknya? Agar dapat mengontrol kebocoran mana miliknya? Dan ternyata itu gagal karena resep itu sama sekali tidak berhubungan!
'Tidak! Itu memalukan...' pikirannya langsung membantahnya.
"Yah...karena itu harta karun" jawabnya lugas. Dia langsung menyangkalnya
"Di mana kau mendapat resep itu master?"
"Aku mengambilnya di desa elf" dia berbohong lagi. Tidak mungkin dia mengaku pada Eva bahwa dia mencurinya!
"Elf ya? hmm..." Eva memegang dagunya, berpikir.
Resep kuno itu tidak pernah dijelaskan. Hanya dijelaskan bahwa Robert telah meminum ramuannya walaupun dengan resep tidak lengkap, sehingga kekuatannya bertambah. Dan ternyata resep ini berhubungan dengan para elf gelap! Ini benar-benar tidak terduga.
"Aku tidak menyangka cerita novel roman picisan akan serumit ini" aku tanpa sadar mengumam.
Robert kelihatannya mendengarnya. "Apa? Novel?"
"Ah! tidak, tidak!" aku langsung berdalih. "Aku hanya mengucapkan hal yang tidak penting master, jangan pikirkan"
"ngomong-ngomong....masalah novel. Aku juga menemukan buku cerita aneh bersamaan dengan resep kuno itu..." kata Robert kemudian.
"buku cerita apa?"
"Hmm... hanya buku cerita rakyat. Aku kira itu menceritakan legenda para penyihir gelap. kalau tidak salah judulnya 'Story of Darkland'...Tapi aku benar-benar lupa dimana aku meletakkan benda itu"
"AH!" aku langsung berteriak kaget.
Buku itu! Buku yang membawaku pada mimpi aneh. Itu adalah buku dokumenter dari penyihir gelap bernama David! Buku itu menceritakan masa lalu para penyihir gelap dan penyebab kenapa para penyihir gelap bisa seperti sekarang ini.
Robert mengernyitkan keningnya, penasaran. "Ada apa Eva"
"Aku melihat buku itu master."
Aku langsung menceritakan pada Robert segalanya. Aku menceritakan padanya bahwa aku menemukan buku dengan judul yang sama di tempat itu. Tempat di mana aku diculik! Aku menceritakan bahwa ada mana gelap yang menarikku ke dalam mimpi dan membuatku menjelajah seluruh isi buku. Buku itu berisi masa lalu dari penyihir gelap bernama David dan menceritakan asal-usul para penyihir gelap.
"David itu...apakah terkenal?" aku bertanya ragu-ragu. Tidak pernah dijelaskan tokoh bernama David di novel yang kubaca! Tapi berdasarkan mimpi yang kualami, David pasti terkenal. Dia penyihir terkuat dengan julukan "penyihir iblis". Tidak mungkin orang seperti itu tidak terkenal.
"Eva...David adalah nama yang tabu. Jangan menyebutkannya lagi sembarangan saat di luar, atau kuil suci akan menangkapmu"
"Uh...
"David itu merupakan penjahat terbesar di seluruh dunia. Dia benar-benar terkenal sebagai jelmaan iblis dan menyebabkan banyak kehancuran. Karena itulah namanya sangat tabu. Aku tahu, berdasarkan ceritamu, legenda yang tersebar di dunia tentangnya itu tidak benar. Aku turut prihatin dengan para penyihir gelap itu. Tapi kita tidak bisa mengubah pandangan orang begitu saja untuk legenda yang sudah tersebar selama beberapa ratus tahun" Robert menjelaskan dengan bijaksana.
Dia menatapku dengan mata serius, membuatku sedikit bergidik. "Jangan ungkapkan dirimu sebagai penyihir gelap di luar oke. Masih baik-baik saja tersebar di Menara Sihir, karena Dean Wason akan memblokir kabar itu. Tapi, kalau tersebar di dunia luar, kita tidak bisa memblokir mulut satu negara."
Aku mengangguk. "Iya master."
__ADS_1
Tentu saja aku tidak akan mengungkapkan itu di publik, kecuali aku bodoh!
"Aku cukup ceroboh kali ini, tapi di masa depan aku akan berhati-hati"
Robert langsung menyentil kepalaku. "Kau memang ceroboh! Itu tidak bisa dirubah, sudah mendarah daging."
"Hmph" aku merenggut tidak senang sambil mengusap keningku.
Tapi setelah mendengar semua potongan cerita ini, aku mulai bisa menghubungkannya.
David menjadi kuat karena mendapat ramuan kuno dengan resep lengkap. Dia juga mendapat resep ramuannya, tapi setelah mengetahui bahannya dia mengurungkan niatnya. Lalu dia meninggal. Semua peninggalannya, resep kuno dan buku dokumenternya, diserahkan kepada dua muridnya. Aku ingat dua orang muridnya merupakan gadis manusia dan gadis elf gelap. Jadi ini masuk akal. Kenapa resep kuno itu ada di desa elf gelap. Mungkin murid David ada di desa itu.
Hanya saja Robert mengambilnya, membawanya keluar dari desa elf gelap. Dan benda itu jatuh ke tangan Dean Caro.
Hmm...lalu buku mantra itu? Buku mantra kuno elemen gelap untuk membuat lubang penghisap itu...kenapa bisa ada di mansion ku? Bukankah harusnya buku itu ada pada murid David yang satunya? Apa leluhurku berhubungan dengan murid David? Untuk yang satu ini aku belum menemukan potongan-potongan kisahnya. Mungkin aku akan menemukannya di masa depan.
"Apa ada yang ingin kau ketahui lagi Eva?" tanya Robert sambil menaikan alisnya.
Aku menggeleng.
Semuanya sudah cukup jelas.
Robert pun menata lemari itu ke tempat asalnya. Lalu mulai membawaku naik ke atas.
"Bersiap-siaplah, kita akan tidur"
Aku mengangguk.
Aku membersihkan diri dan berganti pakaian. Saat aku menuju kasur, aku melihat Robert sudah terlelap.
"Hmmm" aku menatap wajah Robert dari dekat. Sangat tampan ah~ Andai saja dia bukan karakter novel, ck!
"Master ~ kau sudah tidur?"
Tanpa membuka matanya, Robert langsung memegang pinggangku secara tiba-tiba dan melemparkannya ke kasur. Dia langsung memelukku seperti bantal guling. Untung saja dia membuat sedikit ruang untukku, kalau tidak aku benar-benar akan mati karena kehabisan napas.
"Master~ kau belum tidur kan? Aku ingin bertanya sesuatu padamu? Ku mohon~" kataku dengan nada manja.
Robert perlahan membuka matanya. Dia mengangkat dagunya sebagai isyarat "ingin bertanya apa"
Sihir ini sangat penting. Aku takut aku tetap rata di masa depan. Novel tidak pernah menggambarkan bahwa Eva mempunyai tubuh yang bagus. Sihir ini benar-benar tepat untuk menjadikanku putri yang sempurna!
"...." Robert tidak menjawab.
Mulutnya langsung berkedut aneh.
Dia tidak menghiraukan Eva dan kembali memejamkan matanya.
Melihat Robert bersikap acuh tak acuh, aku terus memanggilnya dengan nada memohon. Biasanya ini sangat efektif, Tapi dia tetap mengacuhkanku!
"Cih! Dasar pelit! Untuk apa pria sepertimu menyimpan sihir itu sendiri!" aku tanpa sadar mengumpat sambil mengigit lengannya geram.
Tapi Robert tetap mengacuhkanku dan tertidur pulas. Akhirnya aku hanya bisa menyerah dan ikut masuk ke alam mimpi.
***
Keesokan harinya, aku berpisah dengan Robert karena kami memiliki urusan yang berbeda.
Aku langsung mengunjungi Dean Cristal dan Robert mengunjungi kakek.
Aku langsung berteleportasi ke dalam ruangan Dean Cristal. Saat itu aku melihatnya sedang duduk dengan tenang sambil menyirami bunga kesayangannya. Ah~ guru benar-benar suka bunga. Dia memiliki banyak sekali bunga langka dan indah.
"Guru" aku memberi hormat padanya.
Dean Cristal hanya mengangguk dan mempersilahkanku duduk.
"Kau menyembunyikannya dengan sangat baik" katanya dengan nada menyindir dan sedikit tersenyum. "Aku tahu kau hanya memberitahukannya pada orang yang kau percaya"
"Tidak...tidak" aku langsung menunduk malu. Ah~ guru benar-benar menyindirku karena aku tidak jujur padanya. "Maaf guru. Tapi ayahku memberitahuku bahwa aku tidak boleh memberitahu siapa pun sampai aku bisa melindungi diriku sendiri. Bukan berarti aku tidak mempercayai guru..." aku berusaha menjelaskan dengan nada lirih.
Dean Cristal tersenyum. "Aku hanya bercanda hahaha" katanya. "Jangan terlalu menganggapnya serius. Perkataan ayahmu sangat benar. Kau tidak boleh memberitahu siapa pun sampai kau bisa melindungi diri. Karena....kalau berita ini benar-benar bocor ke publik, aku yakin hidupmu tidak akan tenang"
Dean Cristal langsung membuka ruang dimensi miliknya dan mengeluarkan setumpuk buku.
"Ini buku mantra yang sudah kukumpulkan. Kau bisa membuat salinanya akrena aku tidak mungkin memberimu semua buku yang kumiliki hahaha"
"Terima kasih guru" kataku dengan hormat sambil menyimpan buku itu. "Aku akan menyalin dengan cepat" kataku yakin.
__ADS_1
"berlatihlah dengan keras" kata Dean Cristal serius. "Aku benar-benar menaruh harapan besar padamu. Aku juga sangat bangga mempunyai murid sepertimu. Tidak ada rasa penyelesan sedikit pun."
"Ya" kataku tegas sambil mengangguk yakin. Aku pasti akan terus berlatih dan membuat diriku menjadi kuat. Saat-saat genting seperti ini aku harus bisa melindungi diriku!
"Terima kasih guru. Aku juga sangat senang mempunyai guru yang baik dan sabar sepertimu" kataku dengan malu.
Dean Cristal hanya membalasnya dengan tersenyum senang.
Setelah itu, kami melanjutkan obrolan kami dengan topik yang lain. Kami berbicara tentang berbagai hal. Guru mencceritakan pengalaman hidupnya dan memberiku saran. Aku juga menceritakan perkembangan pelatihanku dan meminta saran padanya.
***
Robert langsung berteleportasi ke dalam ruangan Dean Wason. Di sana Dean Wason sudah menunggunya.
"Ada yang ingin kubicarakan" kata Dean Wason langsung tanpa basa-basi apa pun.
"Apa itu?" jawab Robert dengan wajah bingung.
"Resep kuno itu, kau yang memperolehnya?"
Robert mengangguk. Perasaannya sedikit tidak enak. Dari mana Dean tahu bahwa dia yang mendeapatkan resep itu?
"Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Dean Wason serius.
'Ah! Dia benar-benar menanyakan hal itu!' pekik Robert dalam hati. Bagaimana ini? Haruskah dia memberitahunya bahwa dia mencurinya? Ahh....itu benar-benar memalukan. Dia masih ingat saat dia mengancam gadis elf itu dan mencuri peti itu dari istana.
Haa~ dia menghela napas. 'Sebaiknya aku jujur saja...'
"Aku mendapatkannya dari desa elf gelap. Aku mendapatkan peta misterius dari seorang kakek misterius. Peta itu menunjukkan keberadaan resep itu di dalam istana para elf"
"Kau mencurinya?" tanya Dean Wason dengan suara yang dingin.
Tubuh Robert langsung membeku. "I...iya..." jawabnya terbata-bata.
Haa~ Dean Wason menghela napas dan merilekskan otot-otot wajahnya. "Ternyata benar. Tapi semuanya sudah terjadi. Aku tidak akan menyalahkanmu. Tapi kau juga sudah menyinggung orang yang tidak seharusnya disinggung. Ini merepotkan..."
Dia menatap Robert. "Ceritakan aku tentang semuanya. Jangan menyembunyikan apa pun"
Robert dengan cepat menceritakan semuanya. Dia juga menceritakan alasan dia mencari harta dalam peta itu. Dia memberitahu Dean bahwa dia ingin mencari cara untuk membantu Eva menangani kebocoran mananya. Dia menceritakan kisah itu dari awal sampai akhir. Sampai resep itu bisa berada di tangan Dean Caro.
Setelah mendengar cerita Robert, Dean Wason agak terkejut. Dia tidak tahu bahwa ini semua juga berhubungan dengan David, penyihir legenda itu.
"Ah...ini benar-benar rumit.." dia mengeluh.
Dia tidak bisa membayangkan semuanya akan sejauh ini.
"baiklah, aku sudah mengetahui semuanya. Kau bisa kembali"
"Terima kasih Dean"
Robert pun menghilang. Dia langsung berteleportasi ke dalam ruangan Dean Cristal untuk menjemput Eva.
Sementara Dean Wason masih terlarut dalam pikirannya. "Kurasa aku harus menemui nenek tua itu. Dia sudah terlalu lama beristirahat. Setidaknya dia harus membayarku karena bersembunyi di dalam daerahku hmmm" dia menggumam pelan.
***
Robert menjemput Eva. Dia langsung membawa Eva kembali ke mansionnya dengan teleportasi. Saat mereka sampai pasangan duke menyambut mereka.
Duke Court dan Diana benar-benar bahagia bahwa anak kembali dengan selamat. Mereka sangat lega bahwa putri mereka tidak membuat masalah lagi. Mereka berpikir seperti ini karena mereka tidak pernah tahu bahwa Eva menyebabkan masalah lebih besar di Menara Sihir.
Duke Court membujuk Robert untuk menginap dan menyediakan kamar tamu untuknya. Mereka benar-benar akrab.
Saat aku melihat ayah bodoh dan guru sedang berbicara, aku benar-benar penasaran. Mereka selalu seperti itu saat kedua orang itu bertemu. Saat aku berusaha menguping, kedua orang itu langsung melotot padaku tidak senang.
"Ini pembicaraan laki-laki" kata mereka langsung.
Aku benar-benar penasaran, apa yang mereka bicarakan? Sejak kapan Duke Court dan Robert menjadi akrab seperti itu. Bahkan aku mendengar si ayah bodoh memanggil Robert dengan julukan "saudara" yang membuatku tidak nyaman.
Ha... setidaknya semua masalah di Menara Sihir sudah selesai. Aku harus bersiap-siap karena sebentar lagi aku akan menghadiri akademi.
Oh, aku benar-benar akan masuk ke dalam lubang neraka. Aku harus bersiap-siap untuk membuat diriku hidup, menangkal semua event bencana yang disebabkan hallo tokoh utama. Setidaknya aku harus sedia payung sebelum hujam bukan~
Eva 11 tahun ~selesai~
Jangan lupa like nya ya, biar author semangat nulis 🙏🙏
Dimana author ngeliat yg love sampai seribuan, tp yg like cuma dua digit 😭😭
__ADS_1