
cerita sebelumnya:
Di hari berikutnya, Eva melihat para pangeran dan putri itu menghadiri kelas. Mereka sangat populer. Putera Mahkota bahkan membuat kehebohan dengan mendekati Reina dan menyanjung nya.
Sementara Reina mulai mendekati Sayn. Membuat suasana ketiga orang itu tidak baik. Bahkan Eva menjadi malas dan mengurung kan niatnya untuk bertemu dengan Sayn.
***
Para pangeran dan putri itu kembali sehari lebih awal ke istana mereka. Mereka sangat senang saat kembali. Mereka sangat merindukan kamar mereka dan juga makanan istana. Walaupun perawatan di akademi Well cukup baik, tapi perawatan di istana lebih baik. Mereka benar-benar dimanjakan dengan para pelayan disini. Sementara saat di akademi Well mereka harus melakukan semuanya sendiri karena para pelayan itu tidak diizinkan untuk masuk ke dalam istana.
Saat mereka berteleportasi ke dalam aula kerajaan, Raja sudah menyambut mereka disana.
"Semoga panjang umur ayah" mereka semua langsung menundukkan kepala mereka hormat.
Raja melambaikan tangannya sebagai respon terima kasih. "Bagaimana dengan akademi kerajaan Well? Apakah itu tempat yang baik?" Raja langsung bertanya.
Putra mahkota maju lebih dulu dan dia menceritakan semua hal baik tentang akademi itu. Terutama sistem belajar mereka yang bahkan mengizinkan rakyat jelata untuk belajar.
Raja mengernyitkan kening tidak senang saat mendengar nya. "Kita tidak bisa mengikuti sistem mereka. Kalau itu terjadi rakyat kelak akan menggantikan posisi para bangsawan. Hal itu sama sekali tidak baik. Dan ada kemungkinan bahwa keluarga kerajaan kita akan terancam juga" kata Raja dingin. "Tapi beberapa sistem pembelajaran mereka seperti nya menarik. Kita bisa mengambil yang baik dan membuang yang buruk" katanya.
"Ya, ayah" putra mahkota mengangguk setuju.
"Lalu bagaimana dengan hal lainnya?" Raja menaikkan alisnya. Ini adalah pertanyaan yang cukup sensitif. "Apakah kalian berhasil mendapatkan seorang bangsawan untuk dibawa ke tempat ini?" Raja Kano sangat menginginkan pernikahan politik. Dia berharap anak-anak nya bisa membawa seorang bangsawan dengan posisi tinggi dari Kerajaan Well.
__ADS_1
Tapi semua orang menegang setelah mendengar pertanyaan itu. Pasalnya mereka tidak dekat dengan siapapun. Walaupun mereka memiliki beberapa teman baru, tidak ada yang melangkah lebih jauh sampai ke hubungan pasangan. Karena para bangsawan dari kerajaan Well itu juga sulit didekati walaupun identitas mereka adalah pangeran dan putri.
Sang putri bahkan selalu mengejar pangeran kedua Well, tapi dia selalu diabaikan. Itu semua karena gadis cahaya jelek itu menarik perhatiannya.
Begitu pula para pangeran. Mereka berusaha mengejar putri bangsawan cantik itu. Tapi para putri itu selalu membandingkan mereka dengan Putera Mahkota Denis, yang hampir membuat mereka muntah darah. Bagaimana pun juga, Denis memang lebih baik beberapa persen daripada kakak tertua mereka, dari segi bakat dan juga penampilan. Ini adalah kenyataan.
Melihat bahwa semua anak-anaknya tidak merespon, TAK! Raja menghentakkan tongkat di tangannya dengan keras ke lantai. Membuat mereka semua tersentak.
"Kalian tidak berguna!" Raja Kano berteriak marah. "Bukankah kalian tahu tujuan dari pertukaran pelajar ini? Apa kalian bodoh?" katanya murka.
"Ayah..." putra mahkota berusaha membujuk nya, tapi Raja Langsung memotong nya.
"Kau juga! Kau adalah putra tertua, tapi kau tidak bisa menarik siapapun!" katanya, memarahi pemuda itu.
"Oh? Apa tingkat nya?" Raja Kano langsung bertanya. Dia berharap itu adalah gadis bangsawan tingkat tinggi.
"Dia adalah Putri Marquis..." Putera Mahkota menjawab dengan nada mencicit.
Wajah Raja Langsung menghitam. "Apa kau kehilangan akal sehatmu!" dia menunjuk pemuda itu, hampir kehabisan napas. Pangkat Marquis bukan pangkat tertinggi. Itu tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggim Tapi untuk seorang putra mahkota, bersanding dengan seorang putri Marquis masihlah tidak pantas. Dia tidak akan marah kalau itu adalah pangeran lainnya. Tapi ini adalah putra mahkota. Amarahnya langsung menuncak saat dia tahu
"Tenanglah ayah. Dia bukan Putri bangsawan biasa" kata Putra Mahkota dengan percaya diri. "Dia adalah penyihir cahaya"
Mata Raja langsung melebar. Dalam sekejap suara marahnya tertahan di tenggorokan dan dia tersenyum. "Kerja bagus. Kerja bagus putraku" dia tertawa senang. "Apakah dia satu-satunya penyihir cahaya dari kerajaan Well?"
__ADS_1
Putra Mahkota mengangguk. Raja semakin senang. Dia berhasil mendapatkan penyihir cahaya sebagai menantu nya. Itu berarti dia berhasil merebut harta nasional kerajaan Well. Ini sangat bagus. Putranya benar-benar kompeten.
"Lain kali bawa gadis itu untuk menemuiku!"
"Tentu saja ayah"
Suasana hati Raja Kano menjadi membaik dalam sekejap. Walaupun anak-anak lainnya tidak berguna. Setidaknya putra tertuanya membawa hasil yang sangat bagus.
"Dan kau putri, karena kau tidak menghasilkan apapun. Aku akan menikahkanmu dengan Bangsawan dari kerajaan Albion" kata Raja kemudian.
Sang putri langsung menegang. Dia ingin menangis tapi dia berusaha menahan tangisannya. Dia sama sekali tidak ingin dijodohkan seperti ini. Dia berharap bahwa pasangan nya bukan pria tua. kalau itu benar-benar pria tua, dia akan bunuh diri di tempat.
Raja Kano menganggap semua ini sebagai kesempatan yang sangat baik. Kerajaan Albion ingin menjalin kerja sama dengan kerajaan mereka. Dia sangat senang saat mendengar berita itu. Bahkan mereka akan berkunjung ke kerajaan mereka sendiri. Ini membuat Raja Kano ingin mengusulkan tali pernikahan dengan kerajaan mereka. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus. Walaupun sebenarnya raja sangat bingung kenapa Kerajaan Albion yang sangat jauh itu tiba-tiba ingin membentuk kerja sama dengan mereka.
"Aku sudah tidak muda lagi" kata Raja sedih. "Kalian akan menggantikan ku suatu saat nanti. Jadi aku berharap yang terbaik untuk kalian dan juga kerajaan ini" katanya melankolis.
Sebenarnya dia mempunyai penyakit tua yang cukup parah. Dia sudah memanggil beberapa tabib dan juga penyihir cahaya untuk mengobati nya. Walaupun bayaran mereka mahal. Tapi mereka tidak bisa berbuat apapun. Bahkan penyihir cahaya itu berkata bahwa sakitnya terjadi karena usia tua. Dan dia tidak bisa melawan takdir yang dibuat oleh dewa.
Raja berharap setidaknya saat dia pergi, anak-anaknya bisa menggantikan nya memerintahkan kerajaan ini. Walaupun mereka akan bertarung satu sama lain nanti, Raja tidak peduli. Dia tidak peduli siapa pemenang nya. Setidaknya dia harus membentuk beberapa koneksi dan rencana yang baik sebelum hal itu terjadi. Sehingga kerajaan nya tidak akan jatuh.
Sang Raja tidak tahu bahwa satu keputusan nya di masa depan, akan membuat kepalanya terpotong dan pemerintahan nya runtuh dalam sekejap.
Sayn mendengar semua itu dan suasana hatinya sangat tidak baik. Kerajaan ini benar-benar kotor sampai ke akarnya. Dia tidak menyukai nya sama sekali. Walaupun dia tidak akrab dengan gadis bernama Reina itu, dia cukup kasihan bahwa gadis itu akan dipergunakan oleh orang-orang disekelilingnya. Bahkan ayahnya sendiri juga sangat licik dan jahat.
__ADS_1