
Sayn membeku selama beberapa saat sebelum akhirnya dia tersadar kembali. Matanya membelalak kaget tak percaya. Dia membaca sekali lagi informasi yang diberikan untuk memastikan. Lalu melihat lagi potretnya.
'Ini adalah ibu Eva!' pikiran Sayn meledak. Siapa yang menduga dia akan mendapatkan misi seperti ini?
Melihat tuan mereka tidak bereaksi, salah satu penatua mengeluarkan sebuah botol kaca bening. "Tuan, ini adalah racunnya."
Ren menerimanya. Racun itu sangat bening sehingga botol itu terlihat benar-benar kosong.
"Bukankah ini misi yang mudah tuan? Kita bisa mendapatkan air suci yang langka itu" dia berkata dengan wajah berseri-seri. Ini adalah kesempatan yang langka. Mereka hanya perlu membunuh seorang wanita bangsawan dengan bersih. Dan mendapatkan harta dunia.
Mereka tahu bahwa tuan mereka tidak suka membunuh seseorang yang tidak bersalah. Wanita bangsawan itu adalah salah satunya. Dan dia selalu menolak saat mendapatkan misi seperti itu. Tapi mereka tidak bisa kehilangan air suci hanya untuk seorang bangsawan tidak penting. Jadi mereka berusaha meyakinkan tuan mereka untuk menerima misinya.
Sayn masih tidak merespon. Dia sibuk melihat botol racun dengan ekspresi datar.
"Ini adalah harta dunia yang hanya muncul seratus tahun sekali tuan" pengikut lainnya berseru.
"Kau benar..." akhirnya Sayn membuka mulutnya.
Mata keempat penatua itu langsung berbinar cerah.
"Aku akan menerima misinya. Siapa yang mau kehilangan harta berharga seperti itu bukan?" sambung Sayn.
Keempat penatua itu mengangguk dengan antusias.
"Aku akan melakukan misinya. Hanya aku sendiri. Dan beritahu utusan yang mengirimkan permintaan itu. Untuk informasi selanjutnya nya dia bisa menghubungi ku langsung" Sayn berdiri dari kursinya, bersiap untuk meninggalkan ruangan.
"Tapi tuan. Kami bisa melakukan nya. Tuan tidak perlu turun tangan dan bisa menikmati waktu liburan" salah satu penatua itu menawarkan dirinya. Dia tahu bahwa tuannya cukup marah karena liburan nya terganggu. Jadi dia ingin sedikit membantu.
Sayn berhenti lalu dia menatap keempat penatua itu dengan tatapan mengerikan. Keempat penatua itu langsung bergidik ngeri, tidak tahu bagaimana tuan mereka bisa tiba-tiba semarah itu.
"Aku sudah bilang. Misi ini, aku yang akan menanganinya. Jangan lakukan apapun. Jangan ikut campur." suaranya yang tajam menggema di seluruh ruangan.
"Ba...baik..." keempat nya menjawab dengan suara gemetar.
__ADS_1
Sayn pun langsung menghilang dengan sihir teleportasi nya, menyisakan keempat penatua itu dalam keadaan linglung.
"Aku merasa nyawaku berkurang setengah nya" salah satu dari mereka mengusap keningnya yang berkeringat.
"Umur kita memang sudah berkurang setengah. Kita sudah tua" yang lainnya menanggapi dengan bodoh.
"Anak muda terlalu berubah-ubah. Bukankah sebelumnya dia merasa kesal karena kita mengganggu liburan nya? Tapi dia tiba-tiba marah saat kita ingin membantu"
Yang lainnya mengangguk. "Ya. Anak muda tetap anak muda. Dia mungkin sangat bersemangat dengan misi kali ini karena hadiahnya"
"Baiklah, aku akan memberitahu utusan itu untuk menghubungi tuan"
***
Sayn terbang di kegelapan malam melintasi atap-atap rumah. Pikirannya sangat berkecamuk sekarang.
Awalnya dia ingin membantu Eva karena rumah Marquis menyewa seseorang untuk mencelakai duke. Tapi sekarang organisasi dari Kota Suci ingin mencelakai Duchess. Dia tidak menyangka bahwa ada banyak orang yang mengincar rumah Court.
Bukankah rumah Court hanyalah rumah bangsawan dari sebuah kerajaan? Tapi bagaimana bisa menarik setiap orang dari seluruh penjuru dunia untuk mengincar mereka. Ada sesuatu yang tidak benar. Ada rahasia diantara semuanya. Dan itu saling terkait. Marquis, orang misterius dan juga organisasi dari kota Suci.
Sayn tidak peduli bahwa dia lebih berbakat darinya atau pun lebih kuat darinya di kemudian hari. Itu malah semakin bagus sebagai perlindungan diri. Sayn hanya ingin membantu sebisa mungkin. Setidaknya dia ingin mengurangi sedikit beban yang harus diangkut di bahu sekecil itu.
Pertama, Sayn akan memerintahkan semua jaringan organisasi nya untuk menyelidiki keberadaan tentang Organisasi Kota Suci. Sebenarnya Sayn cukup kaget bahwa organisasi seperti itu ada. Padahal dia memiliki jaringan di seluruh dunia, tapi dia tidak pernah mendengar nya. Mereka bersembunyi dengan baik. Dan bukankah itu juga cukup mengerikan saat diketahui oleh dunia bahwa ada banyak sekali penyihir cahaya yang membentuk sebuah kelompok? Padahal ada banyak sekali kerajaan yang menginginkan para penyihir cahaya itu.
Lalu Sayn juga tidak bisa kehilangan harta dunia, air suci. Dia akan melaksanakan misinya dengan baik. Tapi bukan untuk membunuh Duchess. Melainkan mencuri air suci itu. Jadi dia perlu tahu keberadaan sang utusan yang menghubungi mereka. Kemudian dia akan mencari tempat persembunyian mereka dan mencurinya.
Memikirkan semua itu membuatnya merasa sangat antusias. Jantung nya berdebar dengan hebat karena adrenalin nya terpicu dengan sangat maksimal. Tanpa sadar, Sayn tersenyum dengan sangat menyeramkan.
Lalu, untuk rumah Marquis, Sayn memiliki rencananya sendiri.
"Hmm, siapa gadis itu? Si penyihir cahaya. Bukankah dia dari rumah Marquis?" Sayn bergumam.
Dia berencana mendekati nya, agar dia bisa mengunjungi mansion milik Marquis dan menyelidiki semuanya.
__ADS_1
Sebenarnya, dia bisa dengan mudah menyelinap masuk ke dalam mansion Marquis. Tapi dia takut orang misterius itu akan melarikan diri. Jadi dia ingin menggunakan pendekatan untuk mendekati mereka.
"Mungkin saatnya memakai gelar pangeran ini" gumam Sayn jijik. Walaupun dia tidak menyukainya dan tidak menganggap posisi sebagai pangeran penting, tetap saja ini akan berguna suatu hari nanti. Seperti saat ini.
***
Reina bermain dengan teman-temannya seperti biasa. sebagian temannya adalah rakyat jelata, karena itu dia sering berkeliling di ibu kota untuk bermain.
Saat ini teman-teman nya sudah akan kembali, dia juga ingin kembali ke Mansion nya.
"Suatu hari nanti aku ingin menikmati hidup. Siapa yang suka jalan kotor dan berdebu seperti ini" Reina mengeluh sambil menendang kerikil di jalanan.
Dia terus menatap ke bawah sampai akhirnya, DUG! Dia menabrak seseorang. Reina hampir terjatuh ke samping karena tabrakan itu. Tapi sebuah tangan yang besar langsung memeluk nya.
"Maaf" Suara dingin melayang. Tapi itu sangat indah. Reina pun menoleh sambil mengedipkan matanya dan melihat sesosok pria tampan dengan jubah hitam.
'Dia tampan...' pikir Reina. Penampilannya bahkan tidak kalah dari Denis. Tapi Reina merasa wajahnya sangat familiar. Dia pernah bertemu dengan nya, tapi dia tidak ingat.
"Ah! Nona Reina?" pria itu memanggil nya. Dia mengenalnya?
Reina memasang wajah bingung yang polos. "Um...maaf?"
Pria itu tersenyum. "Apa nona tidak mengenalku? Kita teman sekelas"
Reina mengerjap kaget. "Ah! Maaf!" dia langsung meminta maaf dengan canggung. "Maaf karena tidak mengenalimu. Aku tidak terlalu akrab dengan teman sekelasku..." jawabnya lirih.
"Um..." pria itu menggaruk kepalanya malu-malu. "Tentu saja nona tidak mengenaliku. Aku baru saja pindah bersama saudara-saudaraku ke kerajaan ini. Aku dari Kano"
Reina mengerjap kaget lagi. "Kano? Pangeran?" Reina berusaha mengingat semua pangeran dari Kerajaan Kano. Tapi tidak ada yang tampan seperti ini. Mereka bahkan tidak mengesankan sama sekali. Hanya sekelompok babi gendut dan goblin jelek. Hanya putra mahkota yang terlihat normal.
"Aku adalah pangeran dari kerajaan Kano. Mungkin aku sering bolos dan melarikan diri dari pelajaran, karena itu aku jarang terlihat" jawab pria itu malu-malu.
"Aku juga minta maaf Yang Mulia karena tidak mengenalimu" jawab Reina.
__ADS_1
Pria itu tersenyum. "Jangan meminta maaf."
Sayn pun memulai rencananya untuk dekat dengan Reina. Dia ingin memanfaatkan Reina untuk membawanya ke mansion Marquis sebagai teman. Dengan identitas nya sebagai pangeran, tidak akan ada yang mencurigai nya kalau dia dekat dengan Reina, termasuk Marquis.