
"Bagi yang menyerah. Aku akan membiarkan kalian sebagai penghuni dunia baruku. Karena aku juga tidak mau menyiakan orang-orang berbakat" kata Casius.
Casius menatap semua orang. Tidak ada yang mau mempercayainya. Mereka yakin bahwa Casius hanya mempermainkan mereka. Mereka akan dibunuh di tempat kalau mereka mendekat.
"Kau ingin kami hidup di atas mayat-mayat saudara kami? Kami tidak akan pernah melakukannya" kata Dean Wason. Dia ingin menyerang. Robert menatapnya dan mereka mengangguk satu sama lain. Beberapa orang yang memiliki mana besar dalam tubuh mereka juga memilih untuk melawan.
"Dasar serangga!" bentak Casius benci. Bayangan raksasanya juga bergerak.
"Tunggu. Berhenti" Eva tiba-tiba menghentikan semua orang. Dia menatap semua orang dengan serius. "Aku tahu cara menghadapinya. Apakah kalian mau membantuku?"
Casius yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak. "Kau serangga kecil ingin menghadapiku? Meskipun kau berhubungan dengan dewa lainnya, kau tidak akan bisa melawanku! Kecuali tuan dewamu turun secara langsung dan menghadapiku!"
Eva mengabaikan Casius. Dia menatap semua orang di depannya. Mereka semua adalah sekutunya sekarang. "Kita tidak bisa menghadapinya seperti ini. Mana dalam tubuh kita akan habis dan kita akan kalah. Aku tahu caranya. Tapi aku butuh kepercayaan kalian untuk melakukannya"
Tidak ada yang menjawabnya.
"Aku percaya" kata Enell cepat. Dia menghampiri putrinya dan mengelus kepalanya. "Jangan terlalu memaksakan dirimu"
"Aku juga percaya" kata Dean Wason. Lalu Robert, Denis, Sayn dan yang lainnya juga mengatakan hal yang sama. Hal ini menjadi dorongan bagi yang lainnya juga. Mereka percaya pada Eva. Apalagi mereka tahu bahwa gadis itu adalah utusan dewa. Dia mungkin memang tahu bagaimana caranya melawan Casius.
__ADS_1
"Baiklah. Kalau kalian sudah memutuskan, aku ingin kalian mentransfer mana kalian padaku. Aku membutuhkan lebih banyak mana untuk melawannya" kata Eva.
Mereka menjadi ragu lagi. Pasalnya mana di dalam tubuh mereka adalah harapan terakhir bagi mereka untuk bertahan hidup. Kalau mereka kehabisan mana, artinya mereka mati. Karena mereka hanya akan menjadi manusia biasa dan tidak bisa melarikan diri.
Tapi orang-orang terdekat Eva mulai melakukan aksinya dan mentransfer mana mereka ke tubuh Eva. Hal ini sekali lagi membuat semua orang yakin untuk melakukannya. Semua orang pun mulai mentransfer mana mereka, termasuk Reina. Bahkan Reinell yang terluka juga ikut membantu.
Eva merasakan bahwa mana di dalam tubuhnya terisi penuh. Tapi dia bisa menampung lebih. Dia menerima lebih banyak mana dan dia merasakan rasa hangat di perutnya. Proses transfer itu berlangsung selama tujuh menit sampai semua orang selesai. Itu cukup cepat dan Eva merasakan bahwa dia sangat bersemangat sekarang. Mana di dalam tubuhnya sekarang tiga kali lipat dari mana sebelumnya!
"Dasar bodoh!" Casius mengangkat tangannya. Bayangan gelap raksasa di belakangnya mulai bergerak untuk menyerang para manusia.
Eva tidak membiarkannya. Dia terbang menuju bayangan raksasa itu lalu mulai mengeluarkan seluruh mana dari dalam tubuhnya. Mananya menyelimuti seluruh tubuhnya seperti pelindung. Dengan mana itu dia mulai menyerang bayangan hitam raksasa.
Eva terus maju. Dia tahu dia tidak bisa menghadapi bayangan hitam raksasa itu. Lagipula targetnya bukan bayangan, melainkan tubuh manusia Casius.
Eva menghindari bayangan dan terus maju ke arah Casius. Dia berusaha untuk meminimalisir kontak dengan bayangan hitam itu agar mananya tidak terkuras.
Tapi hal itu terjadi terus menerus dan mana di dalam tubuhnya semakin terkuras. Hal itu menyebabkan mana yang mengelilingi tubuhnya semakin meredup dan meredup. Tapi dia hampir mendekati Casius.
Casius melihat Eva yang terbang ke arahnya dengan tatapan bodoh.
__ADS_1
Eva berhasil sampai di depan Casius. Tapi seluruh mananya menghilang sekarang. Casius tertawa terbahak-bahak. "Adegan bodoh apa ini? Aku bisa membunuhmu dengan sekali hempas sekarang" bayangan gelap itu mulai bergerak.
Eva mengeluarkan sisa mananya untuk memperkuat tubuhnya. Dia mengeluarkan pisau kecil yang diterimanya dari kucing itu lalu dengan cepat menusuknya ke dada Casius.
Casius tersentak. Dia menganggap Eva serangga jadi dia terlalu meremehkannya dan tidak memasang pertahanan diri apapun. Matanya membelalak kaget saat dia melihat pisau yang dipegang oleh Eva. Dan dia tidak sempat menghindar saat pisau itu menancap ke dalam tubuhnya.
"BRENGSEKKK!" Casius berteriak. Dia menatap Eva dengan tatapan benci. Tubuhnya perlahan menjadi abu dan menghilang. Bayangan raksasa itu juga tiba-tiba pecah dan mengeluarkan bulir-bulir cahaya yang menghujani seluruh hutan. Bulir-bulir cahaya itu adalah mana alam yang sudah dimakan oleh sang bayangan
Ren dan Vien yang membeku perlahan bergerak dan mata merah mereka memudar. Sihir di dalam tubuh mereka menghilang secara perlahan-lahan. Sampai akhirnya kesadaran mereka kembali.
Tubuh Casius menjadi abu. Tapi jiwanya tidak hilang karena dia seorang dewa. Jiwa berbentuk bola cahaya itu terbang ke atas langit.
"Aku akan membalas semuanya! Kalian para serangga, aku akan menghancurkan kalian!" teriaknya penuh dengan kebencian.
"itu tidak akan terjadi miaow~" suara aneh tiba-tiba menggelegar di seluruh langit. Lalu tangan putih raksasa muncul dari atas awan dan mengambil jiwa Casius. Membawanya terbang ke atas dan menghilang.
Semua orang bingung. Terutama dengan keberadaan tangan raksasa lainnya. Eva tentu saja mengetahui suara siapa itu. Itu adalah suara yang sangat akrab untuknya. Suara si kucing buntal.
"Semuanya sudah berakhir..." gumam Eva sambil menadah bulir-bulir cahaya yang jatuh dengan tangannya.
__ADS_1