Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Kerajaan Kano: Sayn dan Reina


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Keesokan harinya Lilac menghubungi Eva untuk mengajaknya berkeliling ibu kota. Akhirnya mereka tiba di sebuah toko senjata. Sebenarnya Eva tidak terlalu berminat, tapi dia menemukan sebuah senjata aneh. Senjata ini hanyalah sebuah pisau usang yang bisa berbicara. Awalnya Eva bingung, tapi pisau itu memohon padanya agar diambil. Mau tidak mau Eva mengambilnya, lagipula itu tidak masalah baginya.


Setelah keluar dari toko senjata, Lilac mulai mengajaknya ke toko lain yaitu toko ramuan. Dia pikir ini tidak buruk juga. Tapi ada sesuatu yang mengejutkan menghampirinya. Dia melihat Reina dan Sayn di dekat toko itu. Apa ini? Apa ini saatnya event untuk Reina dan Sayn.


***


Hari Sayn melakukan aktivitas seperti biasanya. Dia akan menyelinap keluar istananya untuk pergi menemui teman-teman organisasinya. Dia mendapat informasi dari telepati bahwa organisasi mereka menerima misi baru. Pertemuan kali ini berada di ibu kota.


Setelah bersiap-siap beberapa menit, dia akhirnya teleportasi ke tempat pertemuan. Dia dan kawanannya mengenangkan pakaian yang sama, yaitu sebuah jubah yang sudah dimodifikasi dengan sihir persembunyian. Jubah ini sangat berguna untuk mengurangi hawa keberadaan mereka. Saat dia tiba, dua orang temannya sudah menunggu.


Sayn langsung menanyakan detail tentang misinya. Ternyata ini misi mencari informasi bukan pembunuhan tokoh tertentu. Ada seorang klien tertentu, yang identitasnya dirahasiakan, meminta mereka untuk menyelidiki sebuah toko. Tapi tentu saja Sayn mengetahui siapa klien ini. Dia adalah salah satu penjabat yang tidak lain adalah perdana mentri Hendrick.


Saat ini perdana mentri sedang sibuk mengurus bagaimana cara mensejahterakan distrik tertinggal itu. Dia memulainya dari anak-anak, karena dia tahu anak-anak masih bisa berkembang. Berbeda dengan para orang tua yang sudah mati perkembangannya. Dia ingin memanfaatkan sumber daya anak-anak itu. Melatihnya dan membuat mereka berguna, walaupun mereka tidak bisa bersekolah. Sehingga mereka bisa menghasilkan uang sendiri. Tapi saat melihat sebuah laporan dan statistik jumlah anak-anak, dia merasa bingung. Statistik menunjukkan bahwa ada anak-anak yang hilang. Walaupun jumlahnya sedikit, itu sangat menganggunya.


Toko yang diselidiki ini adalah salah satu toko terkenal yang ada di ibu kota. Sebuah toko yang menjual ramuan-ramuan unik. Sang klien mencurigai ada aktivitas yang mencurigakan dari toko itu. Dia mengklain melihat beberapa anak dari distrik rendah masuk ke dalam toko dan tidak pernah keluar lagi. Sayn menyetujui misinya. Dia mengajukan diri untuk melihat situasi di toko itu terlebih dahulu sebelum membiarkan yang lainnya bertindak.


***


Reina saat ini sangat senang. Kemarin malam dia berkeliling ibu kota bersama teman-temannya. Dan mereka singgah di sebuah toko ramuan yang sangat menakjubkan. Toko ini menjual berbagai macam ramuan. Kebetulan sekali dia menemukan ramuan yang sangat berguna baginya.  Ramuan ini dapat meningkatkan kekuatan penyembuhannya. Selama orang itu tidak mati, dia bisa menyembuhkan walaupun tubuh mereka tidak utuh. Hal itu berlaku untuk dirinya dan orang lain. Lebih tepatnya ramuan ini membuatnya lebih dekat dengan kebadian dan bisa membuatnya menjadi lebih hebat.

__ADS_1


Tapi, saat dia ingin membelinya, dia sedikit sedih karena harganya benar-benar mahal! Tentu saja dia mendapat uang saku dari Marquis Zent, tapi belum menutupi biayanya. Dia menjadi bangsawan baru-baru ini, jadi dia belum bisa menyimpan uangnya. Setiap dia ingin membeli sesuatu dia tidak tahan ingin membelinya, karena itu dia tidak memiliki simpanan.


"Nona, ada cara lain untuk membayar" kata penjaga toko itu sambil tersenyum saat melihat wajah ragu Reina karena harganya.


"Apa itu?" tanya Reina dengan mata berbinar.


"Aku membutuhkan beberapa anak kecil. Yah, umur mereka tidak masalah. Yang penting tidak lebih dari 13 tahun. Tuan saya ingin mengadopsi beberapa anak karena ingin menghabiskan masa tuanya dengan bagagia, tapi sangat sulit menemukannya. Padahal tuan saya berniat baik." jelas penjaga toko itu dengan wajah sedih. Dia menatap Reina sungguh-sungguh. "Nona sangat baik hati dan lembut. Saya yakin anak-anak itu akan nyaman dengan nona dan nona bisa membujuknya"


Mendengar pujian tentangnya, wajah Reina memerah malu dan kepalanya menunduk. Dia ingat dengan anak-anak distrik bawah yang ditemuinya di dekat gerbang. Mereka memang liar, tapi Reina yakin bahwa dia bisa bergaul dengan mereka karena dia juga pernah mempunyai pengalaman hidup seperti itu. Lagipula tujuannya sangat baik. Dengan membawa anak-anak itu ke sini, mereka akan hidup dengan baik dan tidak kelaparan. Kelihatan sekali bahwa pemilik toko ini lumayan kaya. Dan dia juga memperoleh keuntungan untuk mendapatkan ramuan itu secara gratis.


"Em....baiklah. Saya akan mencobanya. Saya akan membawanya kemari" kata Reina lirih. "Ini merupakan kebanggaan bagiku karena bisa membantu orang baik dengan tuan toko"


Akhirnya Reina mengunjungi distrik kumuh itu lagi. Dan dia menemukan seorang anak laki-laki dengan tubuh kurus kering yang duduk di pinggir jalan. Kali ini Reina sudah menyimpan uangnya baik-baik, dia yakin bahwa dia tidak akan kecurian lagi.


Reina pun mendekati anak itu. Karena pembawaan Reina yang lembut dan ramah, anak itu merespon. Reina bahkan tidak jijik menyentuhnya walaupun tubuhnya kotor. Ini membuat ketertarikan Reina meningkat di mata anak itu. Di tambah Reina juga menceritakan kisah hidupnya saat di panti asuhan. Kisah hidupnya untuk mencari uang dan makanan. Akhirnya, mereka menjadi dekat. Setelah Reina yakin bahwa dia mendapatkan kepercayaan anak itu, Reina mengatakan tujuannya.


Anak itu berbinar senang saat tahu ada seorang pedagang kaya yang ingin mengadopsi seorang anak. Dan dengan patuh dia mengikuti Reina menuju ke toko ramuan. Saat mereka sampai, Reina langsung menyerahkan anak itu kepada penjaga toko. Dan dia menerima ramuan yang dia inginkan. Dia pun keluar dari toko itu dengan wajah berseri-seri. Hari ini dia membantu orang dan mendapatkan barang mahal dengan gratis. Dia merasa hidupnya akhir-akhir ini sangat beruntung.


***


Sayn sudah mengintai di sekitar toko. Kebetulan sekali saat itu dia melihat seorang gadis membawa seorang anak kecil memasuki toko. Mereka masuk bersama tapi hanya gadis itu yang keluar. Anak kecil itu tertinggal di dalam.

__ADS_1


"Dilihat dari baju yang dipakainya, gadis itu pasti bangsawan. Tapi aku tidak pernah melihatnya...Apa dia anak dari pedagang kaya? Tapi kelihatannya sangat tidak asing..." Sayn merenung. "AH! Aku melihatnya! Aku melihat gadis kecil itu bersama dengan rombongan anak-anak dari kerajaan Well. Dia dari akademi? Kenapa dia menitipkan seorang anak kecil di toko itu? Bukankah harusnya orang-orang dari kerajaan Well sangat asing dengan tempat ini?" pikir Sayn bingung. Dia merasa curiga dan akhirnya memutuskan untuk mendekati gadis kecil itu.


Sayn mendekati gadis itu. Dia berpura-pura menabrak gadis itu saat berjalan lewat. Saat gadis itu akan terjatuh dengan sigap dia menarik pinggangnya dan memeluknya.


"Anda tidak apa-apa nona?" kata Sayn sambil tersenyum.


Reina membeku sebentar. Dia tidak menyangka bahwa seseorang akan mendorongnya, lalu memeluknya. Dia sedikit gugup. "Ah...tidak apa-apa.." katanya lirih. Dia sangat takut dengan orang asing yang memakai jubah ini. Bagaimana kalau orang ini ingin melukainya? Tapi saat dia melihat bahwa wajah si jubah itu sangat tampan, rasa takut itu langsung hilang seketika dan pipinya memerah malu.


Sayn mengernyitkan keningnya. "Maafkan aku nona. Aku tidak sengaja menabrakmu. Untung saja kau tidak terluka" katanya dengan nada menyesal sambil menggelengkan kepalanya.


"Uhh..tidak apa-apa...tidak apa-apa tuan...bukan salahmu..." sahut Reina lembut.


Mata mereka bertatapan.


Dua orang itu saling menatap dengan pikiran masing-masing.


'Aku harus menggali informasi dari gadis ini' pikir Sayn.


'Ah~ pria ini sangat tampan~' pikir Reina.


Jangan Lupa LIKE

__ADS_1


__ADS_2