Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Putri Suci


__ADS_3

Aku perlahan merasa sadar dan mulai menggerakkan kelompak mataku. Kelopak mataku terangkat walaupun terasa berat. Aku mulai melihat pemandangan langit-langit yang serba putih. Aku bangkit duduk sambil memegangi kepalaku yang masih terasa sedikit pusing.


"AH?!" aku berteriak kaget saat melihat pemandangan di depanku. Aku berada di dalam ruangan serba putih. Dinding, langit-langit dan lantainya serba putih. Tidak terlihat pintu atau sudut apa pun. Aku saat ini berada di atas kasur, satu-satunya benda berwarna di dalam ruangan itu. Kasur itu terasa seperti melayang dan tidak menyentuh tanah.


'Apa aku berada di langit?' aku berpikir.


Aku mulai mencoba dengan ragu untuk turun dari kasur dan menyentuh lantai.


"Oh? ini bisa diinjak."


Aku mulai melompat kecil "Ini lantai biasa. Kenapa ruangan ini terasa sangat hampa dan aneh?"


KRIETT! Terdengar bunyi pintu.


Secara perlahan dinding putih di depanku mulai bergerak seperti terkupas. Lalu seseorang berjubah putih dan bertopeng mulai melangkah masuk.


"Kau sudah bangun?" tegurnya dengan nada kaget.


"Hmm...aku memberimu dosis yang cukup sampai besok. Kenapa dia sudah bangun?" sosok itu bergumam pelan.


"Siapa kau?" aku berteriak marah. "Kenapa aku ada di tempat ini? Kenapa kalian menculikku? Apa motif kaliann?"


Aku mulai mengumpulkan mana, tapi tidak bisa.


Aku mulai memanggil mana simpanan dalam tubuhku, itu juga tidak bisa.

__ADS_1


Tampaknya ruangan ini benar-benar menyegel penggunaan mana.


Apa ini cara supaya aku tidak menggunakan sihir untuk kabur dari tempat ini?


"Ikut aku" kata sosok berjubah itu. Dia mengabaikan pertanyaanku dan mulai berbalik.


Aku secara perlahan mulai mengikutinya di belakang.


Saat aku mulai keluar dari ruangan serba putih itu, pemandangan mulai berubah. Aku melihat ada banyak kamar, selain kamar-kamarku. Lalu ada tangga melingkar di bawah. Sosok itu mulai memabawaku menuju tangga.


Eh, kenapa tempat ini tidak asing ya?


"Kau mau membawaku kemana ?" tanyaku.


Sosok itu mengabaikanku dan terus berjalan.


Hmmm


Aku menuruni tangga dan turun satu lantai ke bawah. Saat sampai di lantai itu, sosok itu membawaku ke salah satu kamar.


EHHH?? Aku ingat!!


Ini menara sihir bukannn?


Kenapa menara sihir menculikku?

__ADS_1


Adegan ini tidak ada dalam novel bukan? Kenapa adegan novel banyak yang menyimpang jauh?


Hmmm, mereka menculikku pasti karena Robert? Tapi kenapa?


Kami mulai membuka pintu kamar. Dan masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan tanaman. Ruangan itu sangat cantik dan tanamannya tertata rapi. Ada banyak pepohonan eksotos, bunga-bunga indah dan beberapa tanaman lainnya yang unik. Lalu kami terus berjalan dan melihat dua buah kursi kecil dan sebuah meja di tengah. Ini mirip dengan meja kecil saat pesta teh bangsawan. Disana duduk seoran gadis cantik.


Gadis itu memiliki rambut panjang bergelombang dan mengambang. Wajahnya bulat dan tampak imut. Memberikan image polos. Tetapi, rambutnya yang berwarna abu-abu tampak tidak kontras dengan wajahnya yang tampak imut.


"permisi yang mulia putri. Saya membawanya" seru sosok itu sambil memberi salam.


Putri itu menatap kami. Lalu dia menganggukkan kepalanya pelan. Dan mulai menatapku lekat-lekat.


"Siapa kau...?" tanyaku perlahan.


Gadis itu tersenyum. "Namaku Charlotte" jawabnya singkat. "Silahkan duduk putri Eva" katanya singkat.


Charlotte?


Putri suci dari menara sihir!


Aku pernah membaca bagian cerita ini. Dalam novel dijelaskan bahwa Charlotte adalah putri suci dari menara sihir. Dia dapat menggunakkan sihir suci seperti Reina. Sihir penyembuh dan sihir revitalisasi tubuh. Hanya saja sihirnya tidak sekuat Reina, hanya bisa menyembuhkan, menghilangkan kutukan dan juga rasa lelah. Tapi tidak dapat menumbuhkan anggota tubuh yang ilang. Karena itulah, saat menara sihir mengetahui kekuatan Reina, dalam sekejap gelar 'Putri Suci' berganti. Reina akan menjadi 'Putri Suci' selanjutnya, dan Charlotte tersingkir.


Charlotte sebenarnya tokoh antagonis wanita sama seperti Eva. Hanya saja nasibnya tidak setragis Eva. Akhir ceritanya dia hanya diusir dari menara sihir. Kenapa Charlotte adalah tokoh jahat?


Charlotte dan Robert adalah teman masa kecil, sehingga Charlotte memiliki sedikit rasa suka terhadap Robert. Tetapi saat tahu bahwa Robert tertarik pada orang lain, rasa sukanya berubah menjadi rasa iri. Dia membenci Robert dan juga Reina. Dia jugalah penyebab perang antara kedua negara, sehingga Robert harus mengorbankan kekuatan sihirnya, kemudian menjadi pengembara kesepian. Lebih tepatnya rasa suka Charlotte bukanlah cinta, itu hanyalah sekedar rasa suka biasa. Dan rasa suka itu berubah saat dia tahu bahwa dirinya diabaikan. Dia adalah seorang putri, dimanjakan dan dihormati sejak lahir, jadi dia benar-benar benci saat diabaikan.

__ADS_1


"Oh?" aku mengangkat alisku. "kenapa tuan putri ini mencariku? Bahkan menculikku? Aku bahkan tidak mengenalmu!"


Charlotte tersenyum kecil. Entah kenapa itu membuat pundakku merinding. "Kau memang tidak mengenalku. Tapi kau mengenal...Robert" Raut wajahnya berubah menjadi serius seketika.


__ADS_2