Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Sihir Penyembuhan Eva


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Akhirnya mereka menemukan para bocah yang mencurigakan itu, tapi ternyata mereka bukan pelakunya.


Dua bayangan hitam mencurigakan juga terlihat dari semak-semak. Dan masih tidak diketahui asalnya. Mereka adalah dalang dari balik semua penyerangan itu.


Setelah mereka membentuk kelompok dan berpencar, akhirnya mereka menemukan korban lainnya. Mereka terluka, tapi tidak terlalu parah dan masih bisa disembuhkan dengan ramuan penyembuh. Pangeran yang kehilangan anggota tubuh ini adalah hal yang paling sulit. Sayn bingung untuk menyembuhkannya secepat mungkin agar tidak ada berita buruk yang tersebar. Dia ingin menemukan Reina secepat mungkin.


Sampai akhirnya Reina ditemukan dan mereka menceritakan semua kejadian ini kepada semua orang. Reina akhirnya memeriksa korban. Reina berkata dia bisa menyembuhkannya tapi memerlukan waktu dan beberapa item karena kondisinya saat ini tidak baik. Dia sudah menggunakan sihir untuk menyembuhkan orang-orang dalam pertempuran tadi. Pernyataan ini membuat Sayn tidak tenang. Sampai akhirnya Eva menawarkan diri untuk mencobanya. Eva ingin menggunakan sihir cahaya untuk menumbuhkan anggota tubuh pangeran yang hilang. Bisakah Eva melakukannya?


***


Aku memperhatikan pria di depanku. Tubuh pangeran ini sudah membaik. Semua luka-luka kecil sudah menghilang karena ramuan penyembuhan Sayn. Hanya ada satu kekurangan, kaki kanannya terpotong sampai ke lutut.


Saat ini si korban tidak sadarkan diri karena Sayn melakukan sesuatu untuk membuatnya tenang dalam proses penyembuhan.


Aku pun membuka perlahan perban yang melilit di kaki kanannya. Walaupun tidak ada darah yang mengalir lagi, tetap saja daging pemuda itu terlihat. Jujur saja, semenjak bereinkarnasi di dunia ini aku merasa terbiasa dengan hal-hal gore seperti darah dan daging manusia. Aku tidak tahu kenapa. Padahal saat tinggal di bumi aku termasuk orang yang sangat takut saat melihat darah. Tanpa sadar mentalku berubah dan kepribadianku juga berubah saat datang ke dunia ini.


Aku meletakkan tanganku di kaki pemuda itu. Sebenarnya aku tidak tahu mantra untuk menyembuhkan. Aku hanya pernah menyalurkan sihir cahayaku ke tubuh Lilac, dan stamina gadis itu langsung pulih. Oleh karena itu, satu konsep terbentuk di benakku. Kalau aku terus menyalurkan sihir cahaya ke tubuh orang lain mungkin aku bisa menyembuhnya. Ini hanya mungkin oke. Aku belum pernah mencobanya karena itulah pangeran ini akan kujadikan percobaan.


Aku pun mulai mengeluarkan manaku dan menyalurkannya ke tubuh pemuda itu. Manaku terus mengalir dan tidak ada apa pun yang terjadi pada tubuh di depanku. Aku mengira ini akan berhasil, tapi setelah sepuluh menit, tidak terjadi apa pun. Setelah lima belas menit, ada sedikit perubahan yang terjadi! Tubuh pemuda itu menjadi sedikit bercahaya.


"Ayolah!" aku berteriak bersemangat karena tanda itu. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku mempunyai perasaan bahwa ini akan berhasil.


Setelah dua puluh menit tidak ada perubahan yang signifikan, hanya tubuh pemuda itu menjadi lebih bercahaya.


"Ahhh~~" aku menghela napas bosan. Sampai kapan aku harus melakukannya? Ini benar-benar membuatku menyerah dan bosan. Kelihatannya aku benar-benar gagal kali ini...


Hmm, bagaimana kalau aku mencoba menuangkan mana dalam jumlah besar? Aku pun langsung menuangkan sejumlah besar mana dalam tubuh pemuda itu. Aku sedikit takut saat pemuda itu bergerak sebentar dan mengerang kecil. Apa aku melakukan sesuatu yang salah?


Sampai akhirnya aku melihat sejumlah daging kecil mulai tumbuh di kaki kanannya. Aku terkejut dan tersentak! Ini berhasil!


Aku semakin bersemangat. Aku terus menuangkan manaku dalam tubuh orang itu. Bahkan meningkatkan kapasitasnya.


Setelah sepuluh menit berlalu, daging di kaki kanan orang itu semakin tubuh memanjang. Aku meningkatkan kapasitas sihirku lagi dan aku hampir menggunakan 10% sihir dalam tubuhku.

__ADS_1


Satu jam pun berlalu, aku akhirnya berhasil! Walaupun aku hampir menggunakan 30% mana dalam tubuhku, ini membuatku senang. Aku akhirnya berhasil menyembuhkan orang kehilangan anggota tubuh mereka. Tapi tetap saja, cara ini kurang efektif. Terlalu membuang waktu dan menghabiskan banyak manaku. Lain kali aku akan mencari cara lain yang lebih efektif.


Ini pengalaman pertamaku menyembuhkan orang. Dan ini tidak menyenangkan sama sekali! Setelah menyembuhkan orang itu, aku segera memulihkan staminaku kembali dengan sihir dan berjalan ke luar tenda.


Saat aku keluar, tebak apa yang kutemukan! Aku menemukan banyak orang, aku bahkan melihat guru! Apa kami sudah ketahuan? Kenapa tidak ada yang memberiku kabar apa pun?


Setelah kupikir-pikir, ini sangat wajar kalau semua orang tahu. Karena aku menghabiskan sekitar dua jam di dalam. Dan kelas kami hanya berlangsung sebentar. Aku menjadi gugup entah kenapa.


Secara otomatis aku menjadi pusat perhatian saat aku berjalan keluar. Aku hanya bisa tersenyum canggung dan berusaha menghindari tatapan mereka.


Sayn melihatku dan datang menghampiriku.


"Sudah selesai?" Sayn bertanya.


Aku mengangguk "Sebenarnya ada apa?" tanyaku bingung.


"Yah..." Sayn bergumam ragu sambil menggaruk kepalanya. "Semua orang menjadi khawatir karena kita terlalu lama di dalam dunia ini. Jadi mereka menghampiri kita dan guru juga. Aku berusaha menghentikan mereka dan mengarang cerita bahwa ada beberapa orang yang terluka dan saat ini Kau sedang menyembuhkan mereka dengan item langka yang kau miliki. Jadi kita memerlukan waktu dan mereka bersedia menunggu..."


"Begitu...."


"Berhasil"


Sayn hanya tersenyum seolah-olah dia sudah menduganya. Dia mengangkat tangannya dan mengelus kepala Eva. "Kerja bagus gadis kecilku..."


"Em..." aku hanya bis bergumam malu.


Tanpa kami sadari, pintu tenda di belakang kami terbuka. Dan pangeran itu muncul di belakang kami dengan sempoyongan sambil memegang kepalanya.


"Apa yang terjadi padaku? Aku ingat beberapa orang menyerang ku"


Kami berdua tersentak dan menoleh dengan wajah kaget.


"Tidak terjadi apa-apa" jawab Sayn langsung sambil merubah ekspresi nya.


"Kau hanya terluka karen beberap serangan tidak terduga"

__ADS_1


"Bukan itu. Aku ingat... penyerangan...."


"Mungkin itu hanya mimpi yang kau alami. Kau tidur cukup lama saat ini karena pemulihan" Sayn langsung memotong perkataan nya.


"...."


sang pangeran masih kebingungan. Dia membolak-balik tangannya. "Aku merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhku. Rasanya seperti aku bertambah kuat atau sesuatu...?"


"Itu adalah efek dari ramuan penyembuhan, jangan khawatir" jawab Sayn sambil menepuk pundak sang pangeran.


Sang pangeran hanya mengangguk.


Setelah itu, sang guru mulai melihat kami dan menghampiri. Sayn menjelaskan penjelasan yang sama. Tentu saja dia sudah mengantisipasi semua orang untuk tidak mengatakan yang sebenarnya. Dan semua orang menuruti perintahnya karena sudah tahu konsekuensi mengerikan apa yang akan ditimbulkan.


Dan sang guru membatalkan ruang dimensi dan membawa beberapa doctor untuk memeriksa kami. Setelah memastikan semuanya baik-baik saja, kami semua bisa pulang. Aku merasa sangat lega. Akhirnya masalah ini selesai juga. Sebelum semuanya pulang, Sayn sudah mengancam para bocah yang merencanakan hal mencurigakan dengan obat diare. Dia mengancam agar para bocah itu tidak melakukan hal yang mencurigakan dan berbahaya, atau Sayn akan mengejar mereka dan membuat mereka lumpuh.


Mereka semua mengangguk patuh sebelum akhirnya lari dengan kepala menunduk.


Aku ingin kembali ke asramaku dan istirahat, sampai akhirnya aku mendengar pesan telepati yang tiba-tiba masuk di kepalaku. Ah! Ini dari duke bodoh itu...ada apa ya?


"Diana akan melahirkan..."


Satu kalimat dari ayah bodoh itu membuatku tersentak. Ibuku akan melahirkan! Aku harus kembali ke mansion secepatnya.


Tanpa mengucap salam perpisahan pada Sayn aku bergegas menuju mansion.


***


Reina bingung dengan apa yang terjadi. Awalnya semua orang mencarinya untuk menyembuhkan seseorang yang kehilangan anggota tubuh. Mereka ingin dia menyembuhkan nya sekarang juga. Dia bisa menyembuhkan nya tapi ini membutuhkan waktu dan mana yang banyak. Dia tidak punya cukup waktu dan cukup mana. Jadi seharusnya mereka melaporkan hal ini saja kepada guru agar cepat dibereskan.


Sampai tiba-tiba putri duke itu mengatakan dia punya alat khusus untuk menyembuhkan si korban. Reina sudah menduga hal ini, karena putri duke itu selalu dilengkapi dengan alat sihir canggih dari ayahnya. Bisa dibilang ini koneksi yang kau dapatkan saat kau berada di posisi yang tinggi. Karena itulah Reina sangat ingin berada di posisi itu.


Saat semuanya sudah selesai. Dia tidak merasakan apa-apa sampai akhirnya semua orang berterimakasih pada putri duke itu. Dia tidak menyukainya. putri duke itu hanya menggunakan alat sihir langka untuk menyembuhkan. Apa yang dibanggakan dari itu?


Bahkan saat Eva melenggang keluar, Reina masih menatapnya dengan mata menyipit dari kejauhan.

__ADS_1


"Sudah kuduga ...aku tidak menyukainya...." gumam Reina.


__ADS_2