
cerita sebelumnya:
Ren mengajarinya cara membuat golem. Eva menahami semuanya dengan mudah dan dia bisa membuat golem sempurna miliknya sendiri. Mereka pun menghabiskan waktu untuk membuat golem bersama sampai pada akhirnya Ren memutuskan untuk membantunya membuat golem raksasa. Eva menyetujui hal itu dengan mudah dan hari mereka berakhir.
***
Aku mengeluarkan bola kristal sihir sambil duduk di atas tempat tidur. Lalu aku menunggu selama beberapa menit sampai benda kecil itu terhubung ke Duke. Hanya dua menit, bola kristal itu terhubung dan aku bisa melihat wajah Duke di sisi lainnya.
Ini cukup mengejutkan ku. Aku mengira bahwa aku hanya melihat Duke duduk di meja kerjanya. Tapi ternyata juga ada Robert disana. Pria itu menyadariku dan melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Mulutku sedikit berkedut saat aku melihat nya. Sungguh, sejak kapan kedua orang ini benar-benar menjadi sangat akrab?
"Kau ada di ibukota?" Duke berkata. Dia mengenali kamar Eva dalam sekejap.
Aku mengangguk. "Kenapa kembali ke mansion utama?" aku bertanya. "Padahal aku kembali ke ibukota karena ingin bertemu dengan kalian" kataku dengan ekspresi menyedihkan.
Melihatnya, wajah Duke berkedut. Dia merasa terganggu dengan ekspresi sedih Eva. Tapi Eva tidak memperhatikannya dan berkata lagi. "Aku ingin melihat Evan ~"
"Bayi itu sedang tidur sekarang." jawab Duke kemudian.
Aku mengerjap. Ini memang sudah malam. Sudah sewajarnya Evan tertidur. "Bagaimana dengan ibu?"
"Dia juga"
"Jadi kenapa kalian pindah kesana? Apa ada pekerjaan mendadak?" aku pura-pura bertanya dengan ekspresi polos.
Duke mematung sebentar sebelum mengangguk dengan enggan. Dia tidak mengatakan apapun.
__ADS_1
"Ayah, aku dengar kau memiliki konflik dengan raja karena masalah pertunangan" kataku pelan. Aku tidak bisa menahan untuk tidak bertanya. Karena kalau aku tidak bertanya, Duke tidak akan mengatakan apapun.
Duke tersentak. "Siapa yang memberitahu mu masalah itu?" Duke balik bertanya sambil mengerutkan keningnya tidak senang. Dia berpikir, Eva mendapatkan berita itu dari Denis.
"Berita itu tersebar luas di ibukota Ayah" jawabku lirih. "Tidak ada yang memberitahuku" aku berbohong. "Aku bahkan mendengar bahwa kau memutuskan pertunangan ku secara sepihak dengan raja"
Wajah Duke berubah jelek. "Pertunangan akan dibatalkan. Itu tidak akan berlanjut" katanya dingin. Duke menduga Eva akan memohon padanya untuk tetap melanjutkan pertunangan.
Eva di masa lalu mungkin akan melakukan nya. Tapi Eva yang sekarang, dia sangat acuh dan bahkan tidak peduli.
"Itu tidak masalah" Aku bergumam.
Duke mengerjap kaget saat melihat respon nya yang sangat santai.
"Tapi situasi politik sekarang sangat tidak bersahabat. Pembatalan pertunangan bisa menghancurkan segalanya. Kita harus bersabar. Pembatalan pertunangan bisa dilakukan nanti. Untuk sekarang kita hanya harus menunggu." kataku pelan.
Pembicaraan tentang pertunangan ini hanya sampai disini. Kita merubah topik pembicaraan. Tentu saja kita membicarakan hal lainnya, seperti Evan dan keadaan mereka.
Robert hanya berdiri di sudut dan mengamati. Dia tidak merespon atau menganggu pembicaraan kedua ayah dan anak itu. Sampai akhirnya pembicaraan mereka selesai.
"Selamat malam ayah dan Masta." aku melambaikan tanganku. "Jangan lupa istirahat dan jangan bekerja terlalu keras" kataku. Walaupun stamina bisa dipulihkan dengan ramuan, tetap saja pola itu tidak sehat. Karena kelelahan mental sama sekali tidak bisa dipulihkan dengan ramuan.
Duke dan Robert melambaikan tangan mereka. Lalu bola kristal di depan mereka meredup dan kembali ke warna asal nya.
"Bagaimana dengan Menara Sihir?" Wajah Duke langsung berubay serius saat Eva mulai pergi. Mereka memang dalam pembicaraan serius sebelumnya. Tapi gadis kecil itu tiba-tiba datang tanpa diundang dan mereka harus merubah sikap mereka dalam sekejap.
"Aku sudah memberitahu Dean" jawab Robert.
__ADS_1
"Aku tidak ingin raja bodoh itu menekanku lagi. sekarang saatnya mengakhiri itu. Aku tidak akan bersembunyi dan berpura-pura tidak tahu lagi" kata Duke sambil menggertakan giginya kesal.
Duke Selama ini tidak terlalu tertarik dengan dunia politik. Dia mengabaikan faksinya dan juga rumor tentang nya yang ada di ibukota. Seakan-akan dia tidak terlibat dengan semua itu. Duke hanya ingin hidup dengan damai sehingga dia tidak ingin terlalu terlibat dengan orang lain.
Tapi siapa yang mengira bahwa sikapnya itu membuat para bangsawan itu meremehkan nya. Mereka bahkan menyebarkan rumor jelek tentang nya dan juga putri nya. Faksinya sendiri bahkan selalu menggunakan nama dan ketenarannya untuk melakukan hal-hal di luar moral. Bahkan raja juga ikut terlibat bersama para bangsawan itu. padahal jujur saja, Duke sedikit mempercayai pria itu.
Duke membenci mereka. Dia tidak akan mempercayai para bangsawan itu atau raja lagi. Dia tidak akan berpura-pura bodoh dan membiarkan semua Orang menekannya lagi. Dia akan keluar dari zona nyamannya dan membalas.
Dia memutuskan hal ini sejak raja mulai menunjukkan permusuhan padanya.
Tiga hari yang lalu, terjadi kejadian mencengangkan di aula kerajaan Well. Saat itu Duke mulai menyampaikan pendapatnya untuk membatalkan pertunangan. Dan tentu saja Raja menolaknya mentah-mentah.
Raja bahkan berkata "Kau terlalu egois. Apa kau pikir dengan membatalkan pertunangan anak-anak itu kau bisa menginjakkan kakimu lebih tinggi?" Raja menyindir nya.
Raja tidak pernah mengatakan hal ini pada Duke, mengingat mereka masih berhubungan keluarga. Tapi Raja semakin mencurigai Duke saat dia mendapatkan laporan dari Marquis Zent. Setelah Duke datang padanya untuk membatalkan pertunangan, kecurigaan Raja memuncak bahwa Duke sangat menginginkan kekuasaan dan berniat untuk melakukan kudeta.
Duke yang mendengar perkataan Raja merasakan bahwa hatinya sangat masam. Dia tidak pernah menyangka bahwa raja akan menyindir nya di depan banyak orang.
Duke menatap tajam raja. "Kalau aku memang menginginkan posisi yang lebih tinggi, aku bisa melakukan nya dari dulu. Aku bahkan bisa menggantikan posisi raja" kata Duke sombong. Membuat semua orang dari faksi raja melonggo kaget dan takut. Karena menurut mereka, Duke mulai menunjukkan wajah aslinya.
Berbeda dengan faksi raja, Faksi Court sangat bersemangat saat dia mendengar pernyataan Duke.
"Jangan berpikir kau bisa mencelakakan putriku atau aku benar-benar akan menghancurkan kerajaanmu ini" Duke berkata dingin. Lalu dia meninggal aula kerajaan dengan sikap tidak sopan.
Setelah kejadian itu, Duke kembali ke mansion utama karena dia khawatir dengan keselamatan Diana dan Evan. Dia berpikir mansion utama lebih aman karena ada penghalang sihir disana. Sehingga tidak akan ada penyusup asing yang masuk sembarangan karena penghalang sihir itu.
Lalu dia juga mulai membentuk kerja sama dengan Menara Sihir melalui Robert. Hal ini diperlukan kalau hubungan mereka benar-benar memburuk dan faksi kerajaan memutuskan untuk menekan mereka dengan keras.
__ADS_1