
Markas organisasi para penyihir gelap berada di tengah hutan belantara dan mereka mendirikan camp mereka di atas tebing. Sehingga serangan para binatang buas ini tidak terlalu mempengaruhi mereka. Tapi ada beberapa binatang bersayap yang menyerang mereka dari udara. Walaupun begitu, hal itu tidak mempengaruhi mereka sama sekali. Mereka mengalahkan binatang sihir itu dengan mudah karena jumlahnya sedikit.
DOR! DOR! DOR!
Ricko menembak tiga burung raksasa dari jarak jauh dengan pistol sihir miliknya saat semua orang perlu terbang untuk menebas mereka. Semua orang merasa terpana dengan hal itu.
"Senjata sihir apa itu?" Xena turun tepat di depannya setelah menghabisi beberapa binatang sihir. Dia menatap pistol sihir itu dengan tatapan tertarik.
"Ini dari kakakku" balas Ricko cemberut. Dia langsung menyembunyikan pistol sihir miliknya dari balik jubahnya. Dia takut kalau Xena mengambilnya diam-diam.
Xena bisa membaca pikiran Ricko dan berkata "Aku tidak akan merebut apapun dari anak-anak" katanya. Dia langsung berbalik pergi.
"Siapa tahu kan..." cibir Ricko cemberut.
Xena tidak mempedulikan cibirannya dan terbang lagi. Dia ingin mencari beberapa binatang sihir yang masih hidup.
" Jadi Cucu Emerta ya..." dia bergumam sambil tersenyum.
Kerajaan Riyas.
__ADS_1
Reinell bisa melihat bahwa segerombolan binatang sihir akan menyerang mereka. Jadi dia segera memberitahu semua orang untuk bersiap-siap.
"Kau terlalu bodoh" cemooh Casius saat melihat Reinell menjadi panik.
"Kenapa? Markas kita diserang sekarang. Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu?" Reinell tidak mengerti.
"Lihat" Casius menunjuk ke arah segerombolan binatang sihir yang berbalik arah menjauhi kerajaan Riyas. "Kita semua diberkati oleh dewa!" dia berteriak sambil sambil menatap semua orang. "Tidak ada yang bisa mengganggu kita karena dewa melindungi kita"
Lalu Casius mengangkat tangannya dan bersorak. "Hidup kuil cahaya! Dewa ada di samping kita!"
"Hidup kuil cahaya!" semua orang mulai ikut bersorak. Mereka merasa bahagia melihat gerombolan binatang sihir itu berbalik arah dari kerajaan mereka, seakan-akan mereka ketakutan. Semua orang berpikir bahwa itu adalah kekuatan dari dewa.
"Apa yang terjadi?" dia bergumam bingung. Dia belum pernah mendengar ada kasus di mana binatang sihir mengamuk dan menyerang manusia dalam kelompok seperti itu.
Gelombang penyerangan para binatang sihir itu terhenti. Tapi kejadian itu memakan banyak sekali korban. Terutama para prajurit yang membela tanah air mereka. Sehingga semua orang di seluruh dunia dalam keadaan berduka.
Casius merasa sangat senang. Dia berhasil mendapatkan banyak jiwa kali ini. Dia tahu bahwa serangan ini tidak cukup untuk memusnahkan seluruh mahluk hidup di dunia ini. Tapi setidaknya dia berhasil mengurangi populasi mereka hampir setengah. Dia memiliki rencana lainnya. Yaitu rencana kedua.
Casius sudah menyiapkan hal ini sejak lama. Awalnya dia ingin menggunakan anak-anak manusia, lalu membuat mereka menjadi manusia buatan yang setia. Membuat mereka menjadi mesin yang membunuh kaum mereka sendiri. Dia mendapatkan beberapa peninggalan David dan berniat membuat banyak manusia buatan dengan rancangan itu. Tapi rencananya gagal.
__ADS_1
Kekuatan dari anak-anak itu tidak seperti yang dia inginkan sama sekali. Mereka tidak lemah, tapi mereka sangat sulit untuk dikontrol. Sehingga Casius memilih untuk menghancurkan mereka.
Tapi beberapa hasil penelitian berhasil melarikan diri. Laboratoriumnya juga dihancurkan oleh para manusia bodoh itu. Dan bawahannya sama sekali tidak berguna.
Jadi dia mengganti target penelitiannya. Dia menggunakan binatang sihir untuk itu. Dan hasilnya sangat mengejutkan. Saat cairan itu diinjeksikan ke dalam tubuh binatang, binatang itu akan menjadi monster yang sangat menakutkan.
Setelah mengorbankan banyak sekali subjek penelitian, waktu dan tenaga. Akhirnya dia berhasil menciptakan enam monster raksasa. Mereka memiliki kekuatan yang lebih kuat berkali-kali lipat daripada Naga. Satu monster bahkan cukup untuk menghancurkan beberapa kerajaan. Tentu saja, dia tidak akan menggunakan satu. Dia akan melepaskan semuanya. Lalu dia akan menonton kehancuran dunia ini dari kursi tahtanya.
"Aku benar-benar tidak sabar!" Dia berteriak antusias sambil tertawa terbahak-bahak.
***
Di sisi lain, seluruh dunia merasa bahwa penyerbuan binatang sihir ini akan terjadi lagi. Jadi masing-masing kerajaan memutuskan untuk mengadakan pertemuan, di mana pertemuan itu akan dihadiri oleh Raja-raja di seluruh dunia.
Pertemuan itu akan diadakan di hutan elf. Karena tempat itu adalah tempat yang paling aman dari serangan para binatang sihir. Jadi dalam dua hari, semua perwakilan dari setiap kerajaan menghadiri pertemuan itu.
Kerajaan Albion diwakilkan oleh pangeran Erick, Enell yang kembali menyandang gelar Duke Albion, dan Eva. Kerajaan Well diwakilkan oleh Denis, Jean, Vivian, Reina dan Lilac. Lena juga ikut tapi menyembunyikan dirinya. Kerajaan Kano diwakilkan oleh Sayn dan tiga orang dari organisasinya. Menara Sihir diwakilkan oleh Dean Wason dan Robert. Organisasi penyihir gelap diwakilkan oleh Xena, Gord dan Ricko. Raja Elf cahaya membawa dua orang kepercayaannya. Raja Elf gelap, Ren, membawa Rexus bersamanya. Yang tak terduga, kerajaan Riyas juga hadir. Diwakilkan oleh Reinell dan tiga orang bawahannya.
Dalam sekejap, tidak ada lagi yang mempedulikan penyihir gelap dan penyihir cahaya. Mereka bersatu karena krisis dunia menghampiri mereka. Jadi mereka memutuskan untuk melakukan gencatan senjata. Lalu saling bekerja sama untuk bertahan hidup. Tidak ada lagi pihak yang jahat dan baik sekarang.
__ADS_1