
Cerita Sebelumnya:
Eva mengusir Robert dan Darwin dari kamarnya, menyuruh kedua orang itu untuk berkelahi di luar. Keesokan harinya, mereka semua bersiap-siap untuk kembali ke kerajaan Well. Dan perjalanan mereka pun dimulai dengan kereta kuda.
***
Kereta kuda ini secara perlahan berjalan menyusuri hutan. Menimbulkan beberapa gerakan bergoyang yang membuatku mual. Aku sedikit mabuk kendaraan, karena itu aku sangat tidak menyukai kereta kuda. Pernah aku meminta pada Robert untuk membiarkanku terbang di atas untuk mengikuti kereta. Tapi aku langsung ditatap sinis dan dijitak dengan keras. Semenjak itu, aku tidak berani mengatakannya lagi.
Aku sudah beberapa kali menggunakan sihir untuk meredakan mabuk kendaraanku. Tapi mabuknya muncul dan terus muncul. Arghhh! Kapan kami sampai? Memikirkan perjalanan ini selama dua hari, aku benar-benar akan menjadi bubur saat sampai nanti.
Sudah dua jam perjalanan. Saat ini aku masih baik-baik saja. Aku menggunakan sihir berulang kali untuk meredakan rasa mabuk kendaraanku.
Akhirnya, setelah lima jam perjalanan, kereta kuda itu berhenti. Mereka memutuskan untuk beristirahat dan makan siang. Aku merasa sangat senang sekali dan menjadi orang pertama yang melompat keluar dari kereta.
Kami berhenti di tengah-tengah hutan yang mempunyai lahan kosong yang cukup luas. Setelah kereta kuda berhenti, para pelayan mulai keluar membawa tenda. Mereka memasang tenda dibantu para prajurit. Setelah itu, pangeran dan putri mulai keluar dari gerbong mereka dan duduk di bangku yang sudah disediakan oleh para pelayan.
Aku melonggo melihat semuanya. Walaupun aku bangsawan, aku belum perah dilayani seperti itu. Bahkan saat aku dan orang tuaku berpergian, kami makan sendiri dengan makanan yang sudah kami simpan di ruang dimensi. Maksudku itu lebih praktis. Kau hanya harus mengambil makanan dan memakannya. Tidak perlu memasak lagi, sehingga tenaga para pelayan tidak diperlukan.
Tapi berbeda dengan pemandangan yang kulihat ini. Aku melihat para pelayan itu mengeluarkan peralatan masak dan memasak beberapa makanan. Mereka memasak di tengah hutan seperti ini? Aku kira tradisi kita benar-benar berbeda ya...
Para murid dari akademi mulai turun dari kereta dan mencari beberapa pohon sebagai tempat untuk duduk. Tentu saja aku juga membaur dengan mereka. Dan untung saja, aku menemukan sisa tempat duduk di dekat Lilac. Kami mulai mengeluarkan makanan dari ruang dimensi dan memakan makanan kami masing-masing. Lihat saja! Tidak hanya aku. Tapi bangsawan lainnya dari kerajaan Well mempunyai kebiasaan seperti ini. Kami tidak akan memasak saat perjalanan jauh seperti ini. Karena ini sangat tidak efisien.
"Kenapa mereka memasak?" aku mendekati Lilac dan bertanya sambil menunjuk para pangeran dan putri itu dengan mulutku.
"Ehm? Mungkin mereka suka dengan makanan panas?" jawab Lilac ambigu.
Ah...ternyata orang ini juga tidak tahu ya...
Salah satu putri mulai menatap kami. Aku tidak mengenalnya. Walaupun dia sudah mengenalkan diri sebelumnya. Aku sama sekali tidak mengingat namanya. "Ayo kemari! Kita makan bersama!" teriak putri itu dengan suara yang indah seperti lonceng.
"Kenapa kalian memakan makanan kering seperti orang bar-bar?" salah satu pangeran mengernyit jijik.
Mendengar perkataan pangeran ini, aku benar-benar ingin menendang bokongnya. Bukankah orang ini terlalu manja? Saat kau bertahan di suasana hidup dan mati, apa kau sempat memasak? Kita hanya bisa hidup dengan makanan kering. Sebenarnya bagaimana sih orang-orang ini dididik?
"Makanan itu tidak bergizi. Kalian bangsawan bukan? Tapi kalian terlihat kurus dan tidak terawat" ejek salah satu pangeran bertubuh gempal.
"Boleh aku menguburnya?" aku mendengar Lilac menggumam kesal.
__ADS_1
"Jangan membuat masalah oke" aku berusaha menasehatinya. Aku melihat murid-murid lain yang berada di sekelilingku. Wajah mereka tidak baik. Kelihatannya mereka tidak senang dengan perkataan para pangeran itu. Aku takut akan terjadi perkelahian. Tapi kelihatannya tidak, karena anak-anak itu masih bisa menahan amarah mereka.
"Hentikan omong kosong kalian!" putra mahkota itu langsung memarahi para saudaranya. Dia menatap kami sambil tersenyum dengan mata menyipit. "Maafkan perkataan mereka. Maukah kalian makan bersama kami?"
"..." Tidak ada yang berani menjawab.
"Emm...terima kasih yang mulia. Tapi aku sudah kenyang" aku menjawab lebih dulu.
"Aku juga" Lilac menyusul.
Kemudian murid-murid lainnya juga menolak. Tentu saja mereka menolak, karena tidak nyaman untuk makan bersama mereka. Aku berpikir begitu sampai akhirnya seseorang menjawab dengan lembut dan menerima ajakan putra mahkota.
"Saya bersedia yang mulia....Apakah tidak apa-apa?" Reina menjawab dengan wajah malu-malu.
Astaga! Sejak kapan tokoh utama ini mulai mengejar tokoh pendukung?
"Hm, hm" putra mahkota mengangguk senang. "Tidak apa-apa, kemarilah"
"Reina tunggu" salah satu sahabatnya berusaha menghentikannya dengan menarik gaunnya.
Tapi Reina langsung menoleh dan menatap dua orang sahabatnya. "Tidak enak menolak ajakan yang mulia oke" kata Reina dengan wajah tidak tega. Seakan-akan dia adalah gadis polos yang tidak enak untuk menolak apa pun.
"Aku juga"
Akhirnya tiga orang itu maju menghampiri para pangeran dan putri itu. Sisanya hanya mengamati dari jauh, termasuk aku.
Reina mulai maju dengan kedua orang sahabatnya. Lalu mereka duduk dengan malu-malu.
"Kau cukup cantik. Siapa Namamu?" tanya si pangeran gempal.
Reina mengernyit jijik sebentar. Lalu dia merubah raut wajahnya dan tersenyum. "Um...Reina Zent dari keluarga Marquis Zent" Reina sengaja menyebutkan gelar keluarganya agar dia tidak diremehkan oleh orang-orang ini. Walaupun dia bisa menahannya, entah kenapa dia merasa sakit saat diremehkan. Dia tidak ingin diremehkan lagi seperti dulu. Dia ingin mengubah kehidupannya.
"Oh? Kau anak dari Marquis Zent ya? Aku cukup mengenalnya. Dia orang yang cukup pintar." puji putra mahkota Gerd.
"Terima kasih yang mulia"
"Elemenmu apa?" tanya sang putri tiba-tiba.
__ADS_1
"Saya pengguna elemen cahaya"
Mendengar kata elemen cahaya, para pangeran dan putri itu tersentak kaget. Bahkan Sayn yang dari tadi sibuk makan dan tidak peduli tiba-tiba menatap gadis di depannya. Kenapa mereka kaget? Karena pengguna elemen cahaya sangat langka. Dan di kerajaan Kano sama sekali tidak ada pengguna elemen cahaya. Karena para pengguna sihir suci itu tinggal di salah satu kota suci yang merupakan kota independen. Jadi sangat sulit mendapatkan pengguna sihir cahaya untuk diri mereka sendiri.
Mereka tahu bahwa Menara Sihir juga memiliki pengguna elemen cahaya. Tapi sekarang gadis bangsawan ini juga. Ada dua pengguna sihir cahaya di kerajaan musuh dan mereka sangat iri.
"Ah~ itu sangat hebat" jawab sang putri riang. "Reina~ Maukah kau menjadi temanku?"
"Tentu saja yang mulia.."
"Aku sangat senang ah~ Bisakah kau menunjukkan keahlianmu pada kami?"
Reina mengangguk patuh. Dia meyentuh telapak tangan sang putri dan menggunakan sihirnya.
Sang putri merasakan perubahan menakjubkan pada tubuhnya dan tersentak kaget. "Astaga! Efeknya bahkan lebih kuat dari ramuan-ramuan penyembuh itu!" kata sang putri senang. Dia merasa tubuhnya sangat ringan dan mananya juga kembali pulih setelah kelelahan karena perjalanan yang lama.
"Apa lagi yang bisa kau lakukan dengan sihirmu Reina?"
Reina mulai menjelaskan bahwa dia bisa menyembunhkan berbagai macam penyakit dan kutukan, bahkan dia juga bisa menumbuhkan anggota tubuh yang hilang. Mendengar kemampuan menakjubkan Reina, mereka semua terpesona. Dalam sekejap Reina sudah berbaur dengan mereka. Dan para pengeran dan putri itu mulai memuji Reina.
Aku memperhatikan semuanya dari jauh. Tokoh utama benar-benar cepat sekali menarik orang. Dalam sekejap dia akrab dengan pangeran dan putri. Bahkan Sayn juga tertarik padanya.
"Kemampuannya memang cukup hebat ya" Lilac disampingku bergumam dengan nada iri.
"Hm" aku mengangguk. "Tapi juga punya kelemahan. Dia tidak bisa bertarung"
"Dia tidak perlu bertarung. Ada banyak orang yang akan melindunginya. Apalagi kemampuannya benar-benar ajaib"
"Kau benar" responku.
Di dalam kehidupan novel itu, Reina memang dipenuhi dengan orang-orang yang melindunginya. Reina memang sudah terlahir beruntung. Kalau aku adalah Eva di masa lalu, aku pasti akan iri padanya. Tapi sekarang, rasa iri itu tidak diperlukan lagi. Yah...itu cuma sihir cahaya kau tahu. Aku juga memilikinya. Bukan sesuatu yang hebat lagi bagiku hehehe
Makan siang pun berlanjut. Setiap orang membentuk kelompok sendiri-sendiri. Sampai akhirnya tiba-tiba terdengar sesuatu yang aneh.
ROARRR! Sebuah auman yang sangat keras.
"Tidak mungkin...ini binatang sihir!!"
__ADS_1
Dalam sekejap, semua orang mulai panik.