Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Petualangan Robert


__ADS_3

Setelah kembali ke Menara Sihir, aku segera mencari-cari peta misterius itu. Dan aku menemukannya di atas meja kerjaku, bercampur dengan dokumen lainnya.


Peta itu digambar di atas kertas perkamen tua. Ikon-ikon yang ada di dalamnya sangat sederhana, dan bila dilihat lebih detail, jaraknya tidak terlalu jauh. Aku memperhatikan petunjuk arah dan mata anginnya.


"Dari sini, ke Hutan Terlarang, lalu lewat sungai En ke pegunungan Elven. Masuk ke Hutan Everst. Hmmm...perkiraan perjalanan sekitar dua minggu. Dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya"


Hutan terlarang penuh dengan binatang sihir berbahaya. Dan ada banyak mana gelap yang dapat membuatmu tersesat atau pun menimbulkan penyakit. Pengunungan Elven dan Hutan Everst merupakan daerah ras elf. Para elf, tidak terlalu bersahabat dengan manusia. Jadi aku tidak yakin kalau perjalanan ini akan berakhir lancar. Tapi aku masih bingung, kenapa tempat benda itu ada di hutan elf? Tidak mungkin itu harta karun bangsa elf kan? Dan pak tua itu ingin aku mencurinya?


"....." aku memperhatikan peta di tanganku dengan wajah serius.


"Tapi kurasa tidak. Kalau dilihat dari titik ini" jariku bergerak mengikuti titik peta. "Tempat tujuannya agak jauh dari hutan Everst. Jadi kukira, ini tidak berada di wilayah para elf..."


Aku langsung menutup peta. Menggulungnya kecil-kecil, lalu mengikatnya dengan pita dan meletakkannya dalam ruang dimensi.


"Kurasa aku harus bersiap-siap untuk memulai perjalananku" seruku sambil menatap sendu bulan yang ada di luar jendela


***


Keesokan harinya, aku menuju aula pengawasan untuk memberitahu kepergianku. Tidak lupa, aku juga mengambil misi pengantaran ke daerah elf, agar perjalanan ku tidak terlalu dicurigai.


Hari pertama, aku melewati hutan terlarang. Ini baik-naik saja. Aku melalui hutan itu selama tiga hari dan tidak menemukan hal yang berbahaya. Aku hanya menemukan binatang-binatang sihir level rendah, dan aku bersyukur karena itu.


Dan, di tengah perjalanan, aku menemukan sesuatu tidak terduga!


Saat aku sedang bosan, dan kebetulan daerah yang sedang kulewati itu sangat sepi. Aku dengan asal melemparkan sihirku semua arah.


SHU SHU SHU!


Aku melemparkan sihir ke segala arah sambil bersenandung.


Dan aku tidak bosan lagi!


Tapi tiba-tiba ada sebuah suara...


BRUK! KRAK....KRAK....


Apa aku mengenanai sesuatu?


Aku dengan cepat menghentikan sihir ku dan menuju asal suara.

__ADS_1


Disana aku melihat sebuah kereta aneh terbalik. Lalu aku melihat dua orang pria, satu botak dan satu gemuk terlempar ke pohon disamping. Badan mereka remuk.


"Tidak mungkin...." mataku membelalak kaget. "Aku membunuh orang?!"


Bagaimana ini? Apa sihirku tiba-tiba mengenai orang yang tidak bersalah! Aku yakin aku sudah memeriksa daerah ini sebelumnya. Dan tidak ada tanda-tanda mahluk hidup. Bagaimana bisa aku mengenai manusia? Dari mana kereta itu datang? Aku benar-benar tidak mendengar suara kereta....


KREK KREK


Kereta itu berbunyi. Ada sesuatu di dalam kereta.


Aku perlahan mendekat. Dan memeriksa isi kereta.


"Apa ini!!!"


Aku meihat sekelompok anak kecil yang terikat dengan tali dan tidak sadarkan diri. Tidak, anak-anak ini bukan manusia! Telinga itu....mereka elf?!


Anak-anak elf itu mulai sadar dan menatapku. Aku melepaskan ikatan mereka dan mereka mulai menceritakan apa yang terjadi.


Ternyata aku secara tidak sengaja menyelamatkan para elf itu dari seorang pendagang budak. Dan pendagang budak itu binasa karena sihirku salah sasaran. Benar-benar keren!


"Aku harus lebih sering melempar sihirku kemana pun. Siapa tahu bisa mengenai orang jahat lainnya"


Dengan para elf itu, aku dengan mudah melewati pegunungan Elven dan Hutan Everst. Aku berhasil sampai di Hutan Everst sebulan kemudian. Ini benar-benar perjalanan yang cepat dan mulus, tapi terasa sangat membosankan....


Saat tiba di hutan Everst, aku disambut sebagai penyelamat oleh para elf. Ternyata mereka tidak seburuk yang aku kira. Aku pernah mendengar bahwa para elf sangat sombong dan membenci manusia. Tapi ternyata mereka sangat ramah, tidak ada tanda-tanda kebohongan.


Para elf yang kuselamatkan ini merupakan anak-anak dari ras elf daun. Ternyata elf mempunyai beberapa ras. Dan ras itu juga menentukan kasta atau tingkat kekuasaan mereka dalam Hutan Everst dan Pegunungan Elven.


Ras yang paling rendah adalah elf bunga. Mereka bertubuh kecil dan memiliki kekuatan sihir paling rendah. Para elf bunga dewasa hanya sebesar lengan manusia. Mereka membangun rumah mereka di ladang bunga di tengah hutan.


Ras peringkat empat adalah elf daun. Elf yang sudah kuselamatkan ini. Mereka hanya bisa menggunakan sihir tanaman. Dan mereka membentuk komunitas kecil di sekitar hutan.Para elf daun paling sering ditangkap oleh manusia untuk dijadikan budak. Walaupun hal ini sudah dilarang, tapi ada beberapa manusia jahat yang melakukannya demi uang. Hal inilah yang menyebabkan hubungan antara manusia dan elf tidak membaik.


Ras peringkat tiga adalah elf pohon. Para elf pohon diberkahi oleh pohon kehidupan yang ada di tengah hutan. Mereka juga menggunakan sihir yang berhubungan dengan tanaman. Tapi mereka juga bisa menggunakan sihir elemen lainnya, sama seperti manusia.


Ras peringkat pertama dan kedua tidak bisa diprediksi, yaitu elf gelap dan elf cahaya. Kedua ras ini mempunyai komunitas yang sangat besar. Bahkan kedua ras elf ini sering berperang karena sihir mereka yang saling bertolak belakang. Ras elf cahaya sangat hebat dalam sihir suci. Tapi juga bisa menggunakan sihir lainnya. Mereka diberkati kekuatan pohon kehidupan. Ras elf gelap sangat hebat dalam sihir gelap. Lebih tepatnya, mereka sangat hebat dalam pembunuhan dan penghancuran. Mereka memiliki reputasi buruk sama seperti para penyihir gelap.


Dan yang paling buruk....barang yang kucari ada di daerah elf kegelapan! Bagaimana ini? Aku mendengar rumor bahwa mereka paling berbahaya. Dan mereka menjadikan tengkorak manusia sebagai hiasan di hutan sekeliling, menganggap kumpulan tengkorak sebagai taman bunga.


Aku memang merinding saat mendengar cerita ini. Tapi aku tidak takut! Aku tidak mengacau, jadi kenapa harus takut? Lagipula aku tidak harus terang-terangan melintas bukan! Aku masih bisa menyelinap~

__ADS_1


***


Setelah pergi dari kediaman elf daun. Aku segera menuju tempat yang kucari. Tempat itu benar-benar berada di desa elf gelap!


Aku langsung menyembunyikan auraku, keberadaan ku dan juga sosokku. Dan, aku masuk dengan lancar ke dalam desa itu.


Tapi aku menemukan masalah! Ternyata tempat yang kucari itu tepat berada di kastil pemimpin elf gelap. Kenapa?


Aku mengamati peta di tanganku dan kastil di depanku. Dan itu titik yang sama? Apa aku benar-benar harus mencuri harta karun elf? Dan itu adalah elf penghancur?


Bukankah aku akan mati?


Aku tidak tahu, apakah Menara Sihir akan melindungiku kalau aku benar-benar diburu para elf gelap.


Tapi...ini demi Eva! Aku tidak akan menyerah!


Walaupun ini menakutkan, tetapi aku merasa semuanya akan baik-baik saja. Kenapa ya? Apa ini insting?


Aku pun menyelinap ke dalam kastil itu. Walaupun kastil itu tidak sebesar Menara Sihir, tapi itu sebesar mansion kerajaan. Aku tersesat beberapa kali karena melihat banyak lorong dan banyak kamar.


Aku membuka satu persatu ruangan. Mencari ruangan yang tepat. Peta itu memberi sebuah petunjuk. Sebuah kotak dengan segel unik. Aku sudah beberapa kali memindai ruangan dan tidak menemukan apa pun. Bagaimana aku bisa mencari sebuah kotak kecil di kastil yang besar? Ini benar- benar mencari jarum dalam tumpukan jerami!


"Siapa kau?" AKu tiba-tiba mendengar suara memanggilku.


Aku menoleh dan melihat seseorang melotot padaku.


"Tidak mungkin....kau bisa melihatku...." kataku gugup. Bagaimana kalau dia berteriak? Bukankah aku akan ditangkap?


Orang yang mengenaliku....bukan, yang memergokiku adalah seorang gadis. Gadis elf itu berkulit gelap dan matanya berwarna ungu. Bentuk matanya sangat tajam, sehingga saat dia melotot padaku, itu benar-benar menyeramkan. Gadis elf itu memiliki rambut berwarna abu dan dikuncir dua dengan pita berwarna hitam. Lalu dia mengenangkan gaun berwarna merah maroon.


"Benar-benar penampilan yang nyentrik" aku tanpa sadar bergumam. Ups! Aku langsung menutup mulutku!


Mata gadis itu semakin melotot. "Apa maksudmu?! Kau ingin mati!!" dia memekik.


Bagaimana ini? Haruskah aku lari? Eh, tapi bukannya tinggal membungkam elf ini saja?


***


Apabila Eva melihat gadis elf ini, dia pasti mengenalinya. Kenapa? Karena gadis elf ini adalah antagonis wanita keempat. Elf ini selalu mengejar kakak tirinya, raja elf kegelapan. Raja elf gelap ini merupakan tokoh utama yang akan muncul di kemudian hari.

__ADS_1


__ADS_2