Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Babak Kedua 6


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Rexus menjadi bayi naga dan memberi Eva kristal hitam dari pecahan tulang. Mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk melewati gurun dengan tanah hitam itu sampai akhirnya hari sudah malam dan mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak.


Sementara di tempat lainnya, di tengah aula di Kota Sihir. Ada sekelompok penatua yang menonton mereka (peserta Pertandingan) di sebuah layar besar. Layar itu juga memuat beberapa layar kecil yang menunjukkan beberapa adegan yang berbeda. Bukan hanya penatua negara sihir, para murid dari masing-masing organisasi juga menonton pertandingan itu dari menara mereka karena Kota Sihir menghubungkan layar besar miliknya melalui runo kuno. Agar semua organisasi juga dapat melihat jalannya pertandingan.


***


Pagi-pagi sekali aku berangkat menjelajahi domain Sihir. Rexus, Naga kecil itu duduk dengan santai di atas kepalaku sambil memejamkan matanya. Dia tertidur dengan pulas.


Sebenarnya Rexus benar-benar rakus. Dia menghabiskan semua ramuan di ruang dimensiku. Padahal aku menyetok ramuan untuk digunakan di saat-saat penting.


Tapi aku juga menyadari satu hal penting. Rexus lebih cepat merasa kenyang saat dia menghisap mana gelapku, dari pada meminum esensi dari semua ramuan itu! Kalau tahu begini aku tidak akan menyia-nyiakan semua ramuan yang kusimpan untuk memberinya makan. Tapi sayangnya penyesalan ini datang terlambat. Aku sudah kehabisan ramuan sekarang.


Akhirnya aku berhasil melewati padang gurun dan bertemu dengan hutan lagi


"Cih!" aku menggerutu kesal.


Kenapa harus bertemu hutan lagi?


Walaupun hutan ini terlihat berbeda dari hutan lainnya yang sudah kulewati. Hutan ini lebih hijau. Penuh dengan pepohonan dan besar dan lebih banyak bunga-bunga yang tumbuh.


Saat aku menelusuri lebih ke dalam, aku pun akhirnya menemukan keberadaan peserta lainnya.


Ya...aku mendengar suara pertarungan...


Tidak tahu apakah ini baik atau buruk. Ini akan baik-baik saja kalau mereka adalah teman. Tapi ini akan menjadi buruk kalau mereka adalah musuh.


Tapi aku tetap mendekati suara pertarungan itu. Tidak lupa aku menghapus hawa keberadaan ku. Lalu mengambil Rexus dan memindahkan kannya ke dalam tas kecil. Walaupun bocah itu menggerutu karena tidurnya terganggu. Aku sama sekali tidak peduli.


Aku menemukan area itu. Itu adalah sebuah danau yang sangat besar dengan air yang berwarna biru jernih. Sangat indah. Ditambah lagi dengan pohon raksasa yang ada di tengah-tengah danau. Mengingatkanku pada pemandangan di negeri dongeng. Tapi sayangnya pemandangan itu dirusak dengan keberadaan binatang iblis yang cukup menyeramkan.

__ADS_1


Seekor ular raksasa berwarna hitam dengan besar dua kali lipat dari pohon raksasa itu bertarung dengan tiga sosok manusia. Ular itu melilit pohon sambil terus mengeluarkan sihir dari mulutnya.


Astaga!


Ular ini hampir sebesar naga! Ini sudah pasti binatang sihir tingkat tinggi!


Aku fokus pada tiga orang yang bertarung. Walaupun dari jauh, aku tetap bisa mengenali mereka!


Itu adalah Robert, Sayn dan Denis?!


Kejadian apa ini? Kenapa tiga orang tokoh utama itu bisa berkumpul di tempat yang sama?


"hati-hati!" lalu aku mendengar teriakan seorang gadis bergema selama pertarungan.


Aku mencari asal suara itu, ada sosok kecil di dekat pohon besar. Umu? Reina?!


Aku sedikit kaget dengan kejadian di depan mataku. Tapi aku menenangkan diriku kemudian dan tidak terlalu memikirkannya.


Tapi melihat tiga orang itu bertarung dengan binatang iblis hanya untuk menyelamatkan seorang gadis membuat ku merasa sedikit tidak nyaman. Apakah ini satu adegan di dalam novel itu? Aku sama sekali tidak tahu! Tapi tetap saja kejadian ini membuatku berpikir mungkin karena inilah Reina sangat beruntung di Domain Sihir ini.


***


Setelah menjelajahi hutan itu, dia akhirnya tiba di hutan yang memiliki danau besar itu. Lebih kagetnya lagi dia bertemu dengan dua orang yang paling dibencinya. Kenapa mereka berdua juga bisa ada di tempat ini bersamaan dengannya? Dia sama sekali tidak menyukai nya!


Dua orang yang paling dibencinya itu adalah Sayn dan Denis. Sayn diteleportasi terpisah dari teman-teman organisasi nya. Denis juga terpisah dari Jensen. Tiga orang itu akhirnya bertatapan dalam diam.


Lalu beberapa menit kemudian, cahaya menyilaukan muncul di tengah-tengah danau. Seseorang diteleportasi ke tempat ini. Seorang gadis kecil dan Robert mengenalnya.


Dia adalah Reina. Reina diteleportasi kan paling akhir karena dia berada di keempat.


Reina awalnya cukup takut. Dia akan berpisah dari teman setimnya dan akan berjuang sendirian di tempat berbahaya ini. Tapi dia sudah menguatkan tekadnya, jadi dia akan berusaha bertahan di tempat berbahaya ini.

__ADS_1


Tapi siapa yang mengira dia akan beruntung! Dia melihat putera mahkota saat dia membuka matanya!


"Yang Mulia!" Reina berteriak senang. Lalu dia juga melihat dua orang lain di sekelilingnya.


'Um...bukankah itu pria dari Menara Sihir? Dan orang itu dari Tim Bayangan?' pikir Reina.


Dalam pikiran Reina, dia dikelilingi oleh orang-orang kuat. Dia sangat beruntung!


Reina pun berlari menghampiri Robert. Dan tanpa sengaja dia menginjak sesuatu yang aneh di dalam danau itu.


"Eh?" Reina mengerjap kaget. Dia menginjak sesuatu dan cahaya yang menyilaukan tiba-tiba muncul. Lalu sebuah pohon raksasa Tiba-tiba muncul dan mengagetkan semua orang. Tidak hanya itu saja, seekor binatang sihir kuat juga muncul dari dalam danau! Seekor ulang raksasa berwarna hitam.


Reina yang berada di tengah-tengah kekacauan benar-benar ketakutan. Wajahnya memucat. Dia bahkan mematung karena tidak bisa menggerakkan dirinya.


Ular besar itu akan menyerang dirinya. Dia langsung memejamkan mata karena pasrah. Tapi dia tidak menerima serangan apa pun.


Saat dia secara perlahan membuka mata nya. Dia melihat sosok tiga orang melindungi dirinya.


"Mereka..." gumam Reina kaget dan terharu. Tapi jujur saja dia sangat senang karena tiga orang itu melindunginya. Reina mulai salah paham karena hal ini.


***


Robert melihat bahwa gadis di danau itu menyalakan sebuah jebakan kuno. Membuat seekor binatang sihir kuat muncul. Dia tidak tahu ini hal yang baik atau bukan.


"Aku akan menyerangnya. Aku bisa membuat ramuan yang kuat dari binatang itu" kata Robert senang sebelum dia maju dan menyerang.


Sementara Sayn sama sekali tidak mengenal Reina. Tapi gadis itu menyalakan rune kuno dan memanggil seekor binatang sihir.


Sayn mengangkat alisnya. "Ada harta karun disini" gumam nya senang sambil tersenyum.


Di sisi Denis, pria itu mengernyit tidak senang saat dia melihat Reina di tempat ini. Kenapa dari semua orang yang ingin ditemuinya, dia harus bertemu dengan orang-orang yang menyebalkan. Dia bertemu dengan dua pria yang dibencinya dan gadis yang paling menyebalkan dalam hidupnya.

__ADS_1


Gadis itu tiba-tiba menginjak sesuatu sembarangan dan memunculkan binatang sihir yang kuat.


"Dia benar-benar bodoh!" kata Denis kesal. "Tapi ini kesempatan bagis juga" katanya kemudian sambil maju ke tengah danau.


__ADS_2