
Cerita sebelumnya:
Mereka semua mencari lingkaran sihir yang membuat perjalanan mereka terhambat. Eva menemukan sebuah pohon aneh dan Robert menghancurkan pohon itu. Lingkaran sihir itu ada di bawah pohon.
Sangat mengejutkan! Ternyata itu lingkaran sihir dengan elemen gelap. Walaupun keadaan ini mencurigakan karena hanya kelompok mereka yang terjebak.
Eva pun menghancurkan lingkaran sihir itu dengan sihir gelapnya.
***
Mereka bertiga memanggil Jean dan Hans yang masih berkeliling.
"Aku melihat sesuatu yang hancur tadi. Apa kalian sudah menghancurkan lingkaran sihirnya?" tanya Jean.
"Kami sudah mengatasinya. Ayo kita lanjutkan perjalanan. Perjalanan kita masih cukup jauh dari titik tujuan" jawab Robert.
Mereka pun melanjutkan perjalan dengan sihir angin.
Yang benar saja. Setelah berjalanan ke depan selama 15 menit, kami akhirnya melewati rawa ini. Akhirnya kembali melihat pemandangan hutan yang terasa sangat familiar.
Kami tetap maju ke depan sampai kami kehilangan stamina dan memutuskan untuk beristirahat.
Robert mengeluarkan peta.
"Kita harus melewati pegunungan dan melewati rawa lagis setelahnya" jelasnya.
Ha~ aku bisa mendengar suara keluh kesah dari Jean dan Hans.
Perjalanan kita benar-benar panjang. Dan dunia buatan ini benar-benar luas. Aku penasaran berapa banyak mana yang mereka gunakan untuk membuat dunia ini.
Setelah mengisi stamina dan mana. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan.
Kali ini kami akan melintasi pegunungan.
Ini benar-benar jauh. Kalau berada di dunia nyata mungkin perlu waktu beberapa hari untuk menempuh perjalanan. Walaupun sangat sedikit orang yang melakukan hal itu, karena lebih praktis menggunakan sihir transportasi.
Kelihatannya juga kami harus bermalam di pegunungan ini. Karena setelah beberapa jam berjalanan, kami belum melewati pegunungan yang besar ini.
__ADS_1
Pegunungan ini sangat dipenuhi dengan pohon-pohon rindang dan besar. Terlihat seperti hutan dengan jalan menanjak dan menurun.
Mungkin, besok pagi kami akan melewati gunung dan melanjutkan perjalanan.
Ya... mungkin.
Sampai kami menemukan sesuatu yang tidak terduga.
Awalnya perjalanan kami sangat lancar. Saat langit mulai gelap kami memutuskan untuk mencari tempat untuk beristirahat.
Tapi, saat kami melintasi hutan, kami menemukan sesuatu yang tidak terduga. Benar-benar tidak terduga...
Kami bertemu dengan tim lainnya!
Tapi ini bukan pertemuan biasa. Kami bertemu dengan dua tim lawan!
Mereka adalah tim "Sihir Keadilan" dan tim "Bayangan". Kedua tim itu sedang bertarung di depan mata kami.
Saat kami mencari tempat untuk beristirahat, kami mendengar suara tang sangat ribut. Setelah mendekat, kami melihat kedua tim itu bertarung sambil menghancurkan lingkungan di sekitar mereka.
Kami bisa mengetahui bahwa itu tim "Sihir Keadilan" dan tim "Bayangan", hanya dengan melihat jubah dan lencana yang mereka kenakan.
"Kita lanjutkan." jawab Robert santai. "Akan lebih mudah untuk melawan mereka. Hanya lihat siapa yang menang, lalu serang tim yang tersisa. Ini akan lebih mudah karena tim itu sudah bertarung sebelumnya. Kita benar-benar beruntung." Robert tersenyum licik sambil mengeluarkan pendapatnya.
Kami pun menghilangkan hawa keberadaan kami dan mencari tempat yang cocok untuk mengintip.
Awalnya, aku mengira tim "Sihir Keadilan" akan lebih unggul karena mereka merupakan runner up di pertandingan sebelumnya. Tapi aku salah. Kedua tim cukup seimbang. Dan tim "Sihir Keadilan" kelihatannya cukup kewalahan melawan tim "Bayangan".
"Kelihatannya si Bayangan itu benar-benar mendapatkan bibit yang berbakat untuk pertandingan kali ini" komentar Robert. "Mereka cukup kuat. Bahkan pemimpin mereka belum turun tangan" Robert menunjuk satu orang yang berdiri diam di belakang sambil memperhatikan pertandingan. Kelihatannya dia adalah Ketua Tim Bayangan.
Pertandingan ini benar-benar menyenangkan mata. Walaupun aku sudah cukup lama berada di dunia ini dan melihat banyak pertandingan, tetap saja aku merasa kagum. Aku benar-benar tidak pernah menduga bahwa background dari novel romantis akan mempunyai view action yang menakjubkan seperti ini.
Kedua tim itu bertarung dengan cukup sengit. Tim Sihir Keadilan lebih dominan ke elemen bumi dan pedang. Sehingga serangan mereka sangat brutal dan menghancurkan apapun yang ada di depan. Sementara Tim Bayangan bertarung dengan penuh perhitungan. Kelihatannya ketua Tim itu sangat pintar. Dia memikirkan beberapa strategi bagus untuk melawan Tim Sihir Keadilan yang mempunyai gaya bertarung seperti bintang buas. Bahkan sang ketua sama sekali belum menggunakan kekuatannya.
Kami menonton pertarungan ini selama beberapa saat. Sampai akhirnya pertarungan ini mencapai klimaksnya.
Tim Bayangan menang! Ini benar-benar diluar dugaan kami. Tim yang sama sekali tidak pernah kami perhitungkan menjadi kuda hitam kali ini.
__ADS_1
Semua anggota Tim Sihir Keadilan yang sudah kehilangan poin mereka dan kelelahan tiba-tiba menjadi serpihan cahaya dan menghilang. Kelihatannya mereka sudah keluar dari dunia dimensi ini dan kembali ke dunia nyata.
"Siapa kalian?" suara ketua Tim Bayangan bergema sambil menatap tajam ke arah tempat kami bersembunyi.
Robert dengan santai keluar dan menunjukkan dirinya. Kami mengikutinya di belakang.
"Menara Sihir?" Ketua Tim itu bergumam kaget dan bingung.
Saat aku mendekat, aku bisa melihat tim lawan dengan lebih jelas.
Jubah mereka berwarna biru tua dan lencana mereka berwarna merah.
Dari balik tudung jubah, aku bisa melihat samar-samar ke arah wajah mereka. Dan tanpa sengaja aku melihat Ketua Tim Bayangan memakai topeng berwarna hitam.
Eh? Kenapa aku merasa tidak asing dengan topeng ini? Dimana aku pernah melihatnya ya? Atau ini hanya perasaanku saja?
Robert tersenyum cerah dan berkata "Halo" sambil melambaikan tangannya.
"Ayo pergi" Sang ketua Tim musuh mengacuhkan Robert dan menyuruh semua anggota timnya untuk pergi.
Eh? Mereka melarikan diri! Ya, mereka melarikan diri dengan cepat. Dalam sekejap mereka langsung menghilang dan lari ke depan.
Ketua Tim musuh benar-benar pintar. Dia tahu rencana licik Robert dan memilih untuk mundur. Karena kekuatan mereka sudab terkuras habis di pertarungan sebelumnya.
"Haruskah kita mengejarnya?" tanyaku.
"Biarkan saja." Robert menjawab. "Kita cari tempat untuk istirahat. Sudah mulai gelap" katanya.
Kami mengangguk.
"Umm Eva...apa kau mengenal orang itu?" tanya Robert tiba-tiba.
"Siapa?"
"Topeng hitam dan jubah biru"
"ah~ Ketua Tim Bayangan? Aku sama sekali tidak mengenalnya. Bahkan belum pernah bertemu dengan nya. Kenapa Masta?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Hanya saja kelihatannya orang itu tidak asing...." Robert bergumam. "Sudah lah, ayo cari tempat istirahat" dia langsung mengalihkan pembicaraan nya.
Sebenarnya aku merasa pernah melihat orang itu juga. Robert juga merasa seperti itu. Tapi aku tidak ingat di mana. Dan aku sama sekali tidak pernah mengenal orang dari organisasi sihir lainnya. Ini benar-benar membingungkan. Walaupun aku tidak terlalu memikirkan nya setelah ini.