
Cerita Sebelumnya:
Setelah mengenal lawan-lawan mereka, mereka langsung berdiskusi tentang strategi. Robert akan dipilih menjadi ketua. Charlotte akan menjadi back up dibelakang barisan untuk menyembuhkan yang terluka. Sementara Eva, Jean dan Hans akan menjadi back up untuk melawan binatang sihir.
Tapi mereka dihadapkan pada strategi tidak masuk akal. Mereka berharap untuk menjadikan Eva sebagai umpan saat keadaan terdesak. Semua ini karena mereka menganggap Eva adalah peserta yang paling lemah dan menjadi beban bagi tim.
***
Mereka kembali berisitirahat ke kamar masing-masing setelah rapat itu selesai. Kamar mereka tidak terlalu besar. Kamar itu sangat mirip dengan penginapan yang ditinggali Eva saat dia berkelana ke ibu kota diam-diam. Hanya ada satu kasur kecil dan satu meja.
Walaupun Eva bisa memulihkan kebugaran nya dengan sihir, tetap saja mental dan pikirannya membutuhkan istirahat. Jadi, saat menyentuh kasur, tanpa sadar dia langsung terlelap.
Eva menutup matanya dan dia masuk ke dalam mimpi yang dalam.
Aku benar-benar tertidur dengan cepat kali ini.
Aku kira aku benar-benar tertidur, tapi....
Aku tiba-tiba bangun di dunia yang aneh lagi. Aku merasa nostalgia. Sepertinya aku ingat dunia ini....
Ah! Ini dunia mimpi itu lagi! Dunia yang membawaku melalui kematian sebanyak lima kali. Sialan!
Pasti ini ulah si kucing bodoh itu lagi. Dia menarikku ke dunia mimpi aneh ini lagi!
"Kucing bodoh! Dimana dirimu? Kenapa kau membawaku kemari?!" aku berteriak. Aku benar-benar curiga. Pasti ada hal yang aneh disini.
"Jangan berteriak miaow~" seekor kucing buntal tiba-tiba muncul di udara. Kucing itu melayang terbang mengelilingi nya. "Telingaku sakit karena suaramu terlalu jelek miaow~"
"Kau!"
"Yang sabar miaow~ Aku memanggil mu kembali karena ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan padamu. Selamat miaow~"
Aku mengernyitkan kening bingung. Dia ingin memperlihatkan sesuatu padaku?
"Apa itu?"
"Hm...aku akan memberikan mu kejutan miaow~" kata kucing itu sambil melompat-lompat di udara. Kucing itu mendekat, menatap Eva dengan wajah imutnya "Apa kau tahu cerita dalam novel itu memiliki chapter ekstra miaow~ ?"
"Apa Maksudmu?" aku masih tidak mengerti.
"Maksudku Novel berjudul "Flower Summer" itu memiliki ekstra chapter miaow ~"
"Ending novel itu bukan hanya berkahir ketika kedua tokoh utama bersama, mereka memiliki kisah lainnya di chapter tambahan miaow~"
"Apa kau ingin tahu miaow~?"
__ADS_1
Mataku langsung berbinar. Aku kaget. Benar-benar kaget! Aku tidak menyangka mereka memiliki chapter ekstra pada novel itu! Ini benar-benar menakjubkan!
"Kenapa kau tiba-tiba memberitahuku hal ini?" aku bertanya penasaran.
"Ini karena pola pikirmu sudah berubah miaow~"
"Kau benar-benar memikirkan bahwa dunia ini begitu besar dan bukan hanya sekedar ruang lingkup novel saja miaow~"
"Karena itulah aku ingin menujukan sesuatu yang diluar ekspektasi mu miaow~"
"Pada kenyataannya dunia nyata tidak akan seindah karya novel miaow~"
Kucing buntal itu menggerakan tangannya dan tiba-tiba sekumpulan asap putih mengelilingi kami. Lalu secara perlahan asap putih itu mulai melebar, membuat penglihatan ku memudar.
Beberapa saat kemudian, asap putih mulai menghilang dan kucing buntal itu juga menghilang!
Aku juga sudah berada di tempat yang berbeda! Tempat ini sangat familiar untukku. Dimana ya aku pernah melihatnya?
Aku memikirkan nya sebentar....
Dan aku mengingatnya!
Ini adalah lorong yang ada di kerajaan Well. Aku pernah melewati lorong ini beberapa kali saat aku berkunjung ke kerajaan!
Maksudku bukan kah Denis dan Reina sudah hidup bahagia? Apakah ini menceritakan tentang kehidupan anak mereka atau bagaimana?
Bah, aku benar-benar penasaran dan bingung...
Sebuah tulisan besar bercahaya tiba-tiba muncul di depanku.
"Chapter Ekstra"
Dan secara perlahan tulisan itu mulai menghilang.
Adegan di depanku langsung berganti. Aku masih tetap di lorong kerajaan, tapi kali ini aku melihat banyak sekali orang yang lalu lalang. Mereka adalah para pelayan yang sibuk berkemas.
Ah! Ini pasti adegan saat pernikahan Denis dan Reina diadakan.
Aku mulai mengikuti mereka dengan tubuh tidak terlihatku. Aku masuk ke salah satu ruangan. Dan itu adalah ruangan pengantin.
Aku bisa melihat Reina. Astaga dia sangat cantik! Rambut coklatnya yang indah digerai sepinggang. Rambut itu dibuat bergelombang dengan hiasan bunga-bunga kecil di setiap sisinya. Make up-nya juga sangat indah. Tipis, tapi menampakan kesan polos dan murninya. Ditambah dengan gaun putih yang sesuai dengan bentuk badannya dan menmapakkan bahu indahnya. Di leher dan pergelangan tangan juga ada perhiasan dari berlian yang membuat kulit putih indahnya semakin bercahaya. Dia benar-benar terlihat seperti seorang putri.
Aku benar-benar iri uhhh....
Aku juga ingin memakai gaun pengantin yang indah ini suatu hari nanti ah~
__ADS_1
Lalu tak lama kemudian aku melihat Denis masuk ke ruang pengantin. Dia mengenakan tuksedo hitam dengan pita putih di lehernya. Dia sangat tampan dan ada aura dingin keluar dari tubuhnya.
Denis dengan elegan memegang tangan Reina, dan mereka berjalan keluar ruangan.
Aku mengikuti mereka.
Mereka berjalanan menuju aula. Disana para bangsawan sudah menunggu mereka dan juga memberi hormat. wajah mereka tampak berseri-seri bahagia.
Pernikahan itu pun dilaksanakan. Acaranya benar-benar meriah dan bahagia. Tidak ada satu ketidakbahagiaan yang terlihat. Seakan-akan mereka adalah pangeran dan putri dalam dongeng yang hidup bahagia.
Aku sedikit cemberut. Apa maksud dari kucing bodoh itu? Kenapa dia menunjukkan ku adegan ini? Dia ingin membuatku iri atau bagaimana?
Tidak mungkin mereka menunjukkan adegan malam pertama padaku juga kan....
Wajahku langsung memerah malu saat memikirkannya.
Setelah acara pernikahan, mereka langsung mengelilingi ibu kota dengan kereta kuda pengantin. Para warga menyambut mereka dengan meriah.
Setelah menjelang malam pesta pernikahan itu pun berakhir.
Aku kira aku akan melihat adegan malam pertama, tapi ternyata tidak. Adegan langsung berganti.
Kali ini langsung berganti ke halaman kerajaan, disana aku melihat Reina sedang menyiram bunga-bunga miliknya. Seperti ada efek magis yang mengikutinya, banyak sekali kupu-kupu dan peri-peri kecil mengelilinginya. Dia terlihat seperti dewi dari dunia lain.
Disaat Reina sedang sibuk menikmati alam, tiba-tiba seorang pelayan menghampirinya. "Ratu, Raja memanggilmu!" kata pelayan itu sambil terengah-engah. Sepertinya dia sangat terburu-buru.
"Ada apa?" tanya Reina bingung. Dia agak bingung kenapa wajah pelayan itu sangat khawatir.
"Ada masalah terdesak Ratu! Raja menyuruh anda ke aula kerajaan sekarang!"
Tanpa berkata-kata lagi Reina segera menuju aula kerajaan.
Aku juga segera mengikutinya.
Saat memasuki aula, aku melihat aula itu penuh dengan orang-orang asing. Aku belum pernah melihat mereka.
Ada sekitar tiga puluh orang dalam aula. Mereka sama sekali tidak berlutut di hadapan raja. Sikap mereka sangat asing.
Aku belum pernah melihat orang-orang ini di kehidupan ku. Bahkan aku juga tidak melihat deskripsi mereka di dalam novel.
Mereka semua memakai jubah jirah berwarna perak. Ada lambang aneh di dada mereka, sebuah buku berwarna hitam.
"Ada apa?" tanya Reina bingung.
"Perkenalkan kami ada penyihir cahay" satu orang dari kerumunan itu bergerak maju dan menghampiri Reina. Kelihatannya dia adalah pemimpin dari kelompok aneh itu.
__ADS_1