Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Mencari (Robert POV)


__ADS_3

Beberapa tahun berganti. Aku sering mengunungi gadis kecilku. Tidak, dia bukan gadis kecil lagi. Saat ini dia tumbuh setinggi perutku. Yah, walaupun itu tetap pendek, karena tubuhku terus meninggi. Tapi, tetap saja untuk seorang gadis kecil berumur sepuluh tahun, dia cukup tinggi.


Saat Eva mencapai usianya yang kesepuluh, dia mengadakan pesta teh untuk menyambut debutnya di kalangan bangsawan. Aku diundang untuk hadir. Tapi jujur saja, aku tidak mau datang. Kenapa aku harus berbaur dengan para bangsawan bau itu? Aku sangat tidak mau! Tapi, gadis kecil itu memohon padaku dengan mata berkaca-kaca agar datang. Aku tidak tega untuk menolaknya.


Pesta teh tiba, Eva dan keluarganya menetap sementara di ibukota. Saat itu, aku sedang berada di luar ibukota, untuk melakukan suatu hal. Aku ingin menemukan tanaman obat. Tapi aku mempercepat urusanku, dan untung saja tekejar. Aku berhasil tiba di pesta teh gadis kecil itu tepat waktu.


Aku sudah beberapa bulan tidak melihatnya. Gadis itu semakin besar. Dulu, dia terlihat seperti boneka kecil yang lucu. Sekarang, dia lebih dewasa dan lebih feminim. Gadis kecil itu tidak lagi mengeluarkan aura kekanakan, aura dewasa sudah mulai bercampur. Dia mengenagkan gaun berwarna biru muda yang sangat elegan, tidak terlalu banyak rumbai atau pun hiasan, tapi juga tidak terlihat polos. Gaun itu sangat cocok untuknya.


Saat aku datang ke pesta teh kecilnya, aku melihat anak-anak bangsawan yang sudah berkumpul di halaman mansion. Tapi apa-apaan tatapan mereka itu! Saat aku membaca pikiran para bocah itu, mereka menjelek-jelekkan gadis kecilku! Dasar bangsawan sampah! Aku benar-benar ingin melenyapkan mereka di tempat. Mereka seperti semut. Hanya memiliki sihir lemah, tapi mulut mereka sangat hebat!


Tapi, aku tidak ingin membuat kekacauan. Aku tidak ingin pesta teh ini menjadi kacau gara-gara aku tidak bisa menahan kemarahanku. Tapi, lihat saja, aku tidak akan membiarkan mereka, terutama para bocah lelaki busuk itu, yang memiliki pikiran kotor tentang Evaku!


Pesta teh itu berlangsung damai dan singkat. Eva memperkenalku sebagai gurunya di pesta teh itu. Dan mata para bocah itu mulai menunjukkan keirian, dan ada beberapa yang tidak bisa menyembunyikan keinginan untuk memiliki. Yah, ini memang mata para bangsawan, aku sudah sering melihat mata seperti ini. Pasti, aku yakin, setelah pesta teh ini berakhir, para gadis bangsawan itu akan mulai menghampiriku dan mulai menebarkan pesona mereka. Tentu saja mereka melakukannya agar bisa membawaku di pihak mereka. Cih! Mereka benar-benar menurunkan martabatku! Mereka pikir, mereka bisa menggodaku hanya karena mereka seorang wanita! Jangan bermimpi!


Saat mereka mendekatiku, aku hanya mengabaikan mereka. Menganggap mereka tidak lebih dari serangga atau pun rerumputan di sekitar.


Aku memberikan bros bunga pelindung itu sebagai hadiah untuk pesta tehnya. Wajahnya bersinar ceria saat menerima hadiah itu. kelihatannya dia menyukai hadiahnya, aku sangat senang.


Saat dia mulai mengucapkan terima kasih, sambil menciumku.


DEG! Jantungku langsung berdebar dan aku tidak bisa mengontrol suhu tubuhku. Wajahku mulai memerah.


Jujur saja, aku belum pernah dicium oleh siapa pun. Saat bibir mungilnya yang lembut menyentuh pipiku, entah kenapa aku merasa ketagihan. Aku ingin dia menciumku lebih sering.


Pesta teh itu sudah mau berakhir, aku harus berpamitan lebih awal. Aku masih harus menyerahkan tanaman obat itu kepada tabib di ibukota, dan menerima bayaran ramuannya.


***


Sehari sudah berlalu. Walaupun aku melalui hari-hari seperti biasa, entah kenapa perasaanku terasa aneh. Kenapa ya? Aku merasa tidak nyaman. Atau terjadi sesuatu yang tidak kuinginkan?


Aku memutuskan untuk pergi menemui Eva, entah kenapa saat perasaan ini muncul, aku langsung memikirkan wajah Eva. Saat aku tiba di mansion, aku melihat para pelayan itu panik. Beberapa dari mereka bahkan berwajah sedih.


"Ada apa?" aku bertanya kepada salah satu penjaga.


"Nona...menghilang tuan..." kata penjaga itu lirih.


"Apa?" aku berteriak kaget. "Bagaimana bisa? Apa kalian sudah melapor ke Duke?"


Dia menggeleng. tentu saja mereka ragu untuk melapor. Kalau mereka melaporkan hal ini, kepala mereka akan hilang dari tempatnya.

__ADS_1


Aku langsung mengedarkan manaku. Kelihatannya Eva memakai bros yang kuberikan padanya. Di dalam bros pelindung itu, aku menyelipkan sedikit manaku, sehingga aku bisa melacak keberadaannya. Aku melakukan hal ini untuk jaga-jaga, dan ternyata berguna. Saat aku melacak, arah manaku berada di tempat tidak terduga.


""Bagaimana mungkin...." aku bergumam tak percaya.


Ini Menara Sihir!


Menara Sihir menculik Eva! Kenapa? Apa karena aku?


"Tidak usah cemas" kataku kepada penjaga. "Beritahu para pelayan lainnya dan juga Duke, bahwa Eva aman. Dia ada di Menara Sihir. Dia kesana untuk berkunjung" kataku mencoba menenangkan mereka.


Setelah itu secara perlahan, aku mulai berteleportasi ke Menara Sihir.


Saat tiba di Menara Sihir, aku masih melacak manaku. Dimana ini? Apa Dean Caro menculik Eva karena aku?


Tapi, ini bukan ruangan Dean Caro!


Aku langsung menuju ke tempat yang dituju dan menerobos masuk!


Tebak apa yang kulihat ini! Aku melihat Charlotte dan anak buahnya menyerang Eva. Apa-apaan ini? Bagaimana Charlotte bisa ikut campur?


Terdengar dari penjelasannya, dia melakukan ini demi Dean Caro. Sial! Penyebab semua ini memang pak tua itu! Apa yang sedang orang tua itu pikirkan? Apa dia ingin melakukan rencana jahat pada kami?


Lalu Dean Caro muncul. Dia menyuruhku untuk kembali ke Menara Sihir untuk memenuhi keinginanya. Tentu saja menolak! Tapi Eva yang tidak tahu apa-apa jadi terlibat. Aku sangat menyesal karena hal itu terjadi....


Dean Caro menyerang kami dengan berbagai macam alat dan trik-trik licik. Aku agak kewalahan. Padahal awalnya, aku bisa menghadapi semuanya dan membawa Eva lari dari tempat ini. Tapi, ternyata kami terjebak. Sampai akhirnya, Eva mengeluarkan sihir gelap berbahaya yang tidak boleh ditunjukkan kepada publik. Aku masih mentolerirnya kalau gadis itu mengeluarkan sihir elemen lain selain sihir gelap. Tapi, dia menggunakan sihir gelap misterius yang tidak diketahui asalnya. Untung saja sihir itu gagal, kalau tidak akan menyebabkan kegemparan disini.


Dan yang paling anehnya, aku melihat Dean Caro menunjukkan senyum kemenengan, dan ada hasrat yang kuat di matanya. Aku melihatnya sedang fokus memandang Eva. Kenapa? Apa yang dipikirkan oleh pak tua itu?


"..."


"Sial!" aku mengumpat.


Aku lupa, bahwa Eva bisa menggunakan semua elemen merupakan rahasia.


Sekarang rahasia itu terekspos di mata pak tua itu! Dia pasti merencanakan sesuatu! Dia pasti ingin Eva menggantikanku. Tapi tidak semudah itu! Aku tidak akan membiarkannya.


Saat dia melihat Eva, entah kenapa aku merasa tidak nyaman. Dia pasti merencanakan sesuatu yang berbahaya. Hanya saja aku tidak tahu apa itu


Di saat-saat kritis, tiba-tiba ketua datang sebagai penyelamat. Dean Wason, Dean Leon dan Cean Cristal datang untuk menghentikan semua kekacauan. Aku mereasa sangat lega. Untung saja Ketua tahu bahwa ada masalah disini. Yah, tidak ada yang luput dari mata Ketua Menara Sihir. Ini adalah wilayahnya, jadi dia tahu semua kejadian yang terjadi disini.

__ADS_1


Kejadian berlangsung cepat. Eva cepat sekali akrab dengan ketua. Bahkan aku tidak menyangka dia mengangkat Eva sebagai cucunya. Sangat jarang bagi Ketua untuk peduli dengan bangsawan. Lalu tiba-tiba Eva menjadi murid Dean Cristal, dan mulai tergabung sebagai anggota Menara Sihir. Ini benar-benar terjadi terlalu cepat.


Yah, ini hal yang baik. Jadi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku hanya perlu memikirkan langkahku. Apa yang harus kulakukan selanjutnya? Bagaimana aku menghadapi Dean Caro? Aku benar-benar bingung saat ini.


Eva memutuskan untuk menginap di Menara Sihir selama beberapa hari. Aku senang mendengarnya. Dan tentu saja aku langsung menyuruhnya untuk menginap di tempatku.


Aku sangat senang. Aku menghabiskan waktu bersamanya selama beberapa hari. Kami mengelilingi Menara Sihir, berbelanja, dan berlibur. Aku membawanya ke bebrapa dunia virtual untuk hiburan dan membawanya melihat-lihat barang-barang unik yang ada di Menara Sihir.


Aku juga bermalam dengannya. Melihat wajah tidurnya yang begitu polos benar-benar sedikit membuatku lega. Aku segera mengamati resep misterius yang kutemukan di desa elf itu. Aku sudah menemukan beberapa bahan. Aku sangat bingung untuk beberapa bahan terakhir. Sebenarnya, aku ingin bertanya petunjuk bahan terakhir pada orang tua itu. Tapi, aku ragu. Lebih baik aku cari sendiri. Aku hanya berharap ramuan ini benar-benar bisa membuat Eva mengontrol sihirnya, tidak akan meledak seperti dulu lagi.


Aku agak khawatir dengan sihirnya yang tidak terkendali. Aku masih ingat saat sihir gelap itu bocor. Dan membuatku bermimpi aneh.


Aku memutuskan untuk berkelana lagi, mencari bahan terakhir.


Aku melalui hari yang baik sekarang ini. Aku sangat dekat dengan Duke Court, jadi aku mencoba untuk dekat dengan ketua. Sebelum mendekati target utama, aku harus mendekati keluarga target. Tapi, kakek tua itu mengabaikanku. Dia malah memberiku tatapan tidak senang dan menatap Eva dengan penuh hasrat, seakan-akan gadis kecil itu miliknya. Aku tidak suka itu! Entah kenapa aku juga membalasnya dengan tatapan tidak senang. Semenjak itu hubungan kami agak memburuk, tapi tidak terlalu buruk juga. Pertahanan kakek itu sangat susah untuk dilewati haa~


Terlebih lagi, saat Eva akan pulang ke mansion, aku menemukan hama! Dia hama terkotor dan penganggu terburuk yang pernah kutemukan! Aku benar-benar benci saat dia menatap Eva dengan penuh hasrat, bahkan berlebihan. Itu benar-benar tatapan serigala! Lalu sikapnya yang selalu berusaha menarik perhatian gadis kecil itu. AKu membencinya!


Saat mendengar bahwa hama itu adalah pangeran, terlebih lagi dia tunangan politik gadis kecil itu. Aku benar-benar tidak bisa menahan amarahku. Tanpa sadar aku membiarkan aura membunuhku keluar. Tapi, kata-kata gadis kecil itu menenangkanku. Pertunangan ini masih bisa dibatalkan. Ini hanyalah pertunangan politik. Dasar bangsawan sialan! Tidak ada yang benar tentang mereka dari awal. Gadis kecil itu jadi korban gara-gara para bangsawan ini. Entah kenapa dalam lubuk hatiku ada keinginan untuk menghancurkan sistem bangsawan di negeri ini. Karena barang-barang busuk harus segera dimusnahkan!


Saat acara makan siang berakhir, aku agak enggan melepas gadis kecil itu. Walaupun aku memberikan ciuman selamat tinggal sebagai tanda bahwa gadis ini milikku. Aku tidak bisa mengantarnya pulang karena ada sesuatu yang perlu kulakukan. Dan aku agak sedikit tidak rela membiarkannya berdua bersama hama sialan itu!


***


Dean Caro kembali ke ruang penelitiannya. Ada beberapa alat aneh, labu aneh, toples aneh dan juga kuali besar di tengah-tengah ruangan. Ada beberapa jubah hitam yang berdiri di sudut ruangan. Dean Caro sibuk melihat sebuah buku tebal. Tiba-tiba dia melemparkan buku tebal itu dan tertawa.


"Hahahaaahaha"


"Aku akhirnya menemukannya! Aku menemukannya!" dia berteriak. "Aku menemukan bahan terakhir dari ramuan legendaris itu hahahahahaha!"


Dia tersenyum sinis sambil mengamati para jubah hitam.


"Kalian persiapkan semuanya"


"Kita harus segera menyusun rencana untuk menangkap bahan terakhir"


Dean Caro tidak tahu, bahwa ada seseorang yang menyamar, berbaur dengan para jubah hitam, menatapnya dengan mata penuh kebencian.


"Aku tidak akan membiarkanmu" sosok itu bergumam sambil menggertakkan giginya.

__ADS_1


__ADS_2