Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Babak Pertama 11


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Mereka akhirnya memecahkan lingkaran sihir yang menjebak mereka dan melanjutkan perjalanan melintasi pegunungan.


Tapi mereka melihat sesuatu yang tidak terduga saat melintasi pegunungan, Kedua Tim lawan, yaitu Tim Sihir Keadilan dan Tim Bayangan saling bertarung satu sama lain. Kami memutuskan untuk mengawasi mereka.


Robert merencanakan untuk membiarkan mereka bertarung, lalu kita akan melawan tim menang dengan mana yang sudah terkuras. Jujur saja, rencana Robert ini cukup licik.


Awalnya kami mengira Tim Sihir Keadilan akan menang dengan mudah karena merupakan runner up tahun lalu. Tapi dugaan kami salah. Tim bayangan menang dengan strategi yang cerdas. Tapi rencana Robert tidak bisa dijalankan karena Tim Bayangan sudah melarikan diri mereka dengan cepat.


Tapi ada sesuatu yang aneh. Eva merasa sangat familiar dengan ketua Tim Bayangan. Tidak hanya Eva, Robert juga merasa tidak asing saat melihat sosok itu. Sebenarnya apa yang terjadi?


***


Tim Bayangan menghilang dengan cepat. Kami memutuskan untuk tidak mengejar mereka dan fokus ke tujuan kami sebelumnya, mencari tempat untuk beristirahat.


Kami tidak menemukan gua yang cocok. Tapi kami menemukan sebuah tanah lapang yang cocok digunakan sebagai tempat istirahat.


Robert memasang lingkaran sihir pengaman di seluruh tanah dan mengambil tenda praktis dari ruang penyimpanan.


Kali ini aku, Robert dan Charlotte yang berjaga lebih dulu. Sementara Jean dan Hans pergi beristirahat.


Jadi kami memutuskan untuk duduk bersantai dan membuat api unggun kecil.


"Kita harus melewati pengunungan dan melewati rawa lagi" kata Robert menerawang. "Sebenarnya aku tidak pernah menduga perjalanan kita akan panjang seperti ini. Aku penasaran berapa banyak mana yang mereka gunakan untuk membuat dunia sihir ini. Dan darimana mereka mendapatkannya"


Robert mengeluarkan peta lagi dan mengamatainya.


"Apa benar-benar tidak ada jalan pintas?" tanyaku ragu.


Robert menggeleng. "Kita hanya bisa memutar dan membuat perjalanan kita menjadi lebih jauh" Robert menggerakan jarinya. "Jalur yang kita lewati merupakan jalur paling dekat. Karena itulah kita bisa melihat Tim lain melewati jalur ini." Jelas Robert.


Dia menggulung petanya dan meletakkannya kembali ke tuang dimensi. "Aku harap perjalanan kita bisa lebih cepat haa~" dia menghela napas. "Kita kekurangan penyihir angin"


"Aku merasa banyak hal mencurigakan di pertandingan sihir kali ini" Charlotte tiba-tiba membuka suaranya.


Eva dan Robert langsung menatapnya.

__ADS_1


"Aku menemukan banyak hal mencurigakan. Termasuk lingkaran sihir dari elemen gelap itu" Dia menatap Eva dengan mata menuduh. "Tidak hanya itu. AKu juga menemukan beberapa jejak elemen gelap di rawa. Apa ada penyihir jahat yang menyusup di anatar peserta?" dia membuat asumsi dengan tatapan tajam yang penuh dengan niat membunuh.


"Ehem!" aku berusaha membuat pembelaan. Wanita ini benar-benar membenci penyihir gelap dan menganggap mereka orang jahat. Ini benar-benar pikiran yang salah oke?


"Kau berpikir berlebihan. Lagipula tidak semua penyihir gelap itu jahat....maksudku...."


"Apa kau merencanakan sesuatu yang jahat?" Charlotte memotong pembicaraanku dan menatapku dengan tatapan dingin.


"Eh?"


"Kau yang paling mencurigakan disini! Bagaimana bisa seorang bangsawan bisa menggunakan elemen gelap.Kau juga bisa menggunakan elemen cahaya! Ini semua aneh. Ada sesuatu yang aneh padamu. Aku benar-benar tidak bisa mempercayaimu sepenuhnya. Aku tidak akan pernah mempercayai penyihir gelap!" Charlotte kehilangan ketenangannya dan berteriak.


"Em..aku bukan cuma penyihir gelap. Aku juga bisa menggunakan elemen cahaya. Jadi aku bukan orang jahat oke. Pikiranmu benar-benar berlebihan." aku membalasnya dengan nada tidak senang.


"Sudah hentikan" Robert menyela. "Jangan sampai mencurigai teman satu tim kalian sendiri. Kalau dari awal saja kita bukan tim yang kompak, kita tidak akan pernah memenangkan pertandingan" Robert menantap mereka berdua dengan mata serius.


Eva dan Charlotte menatap Robert dengan mata bersalah dan menundukkan kepala mereka.


"Charlotte, aku tahu kau membenci penyihir gelap karena masa lalumu. Tapi Eva tidak ada hubungannya dengan ini. Aku sudah mengajarnya sejak kecil di mansion duke. Jadi aku yakin kekuatan sihirnya itu bakat alami dan tidak ada hal yang mencurigakan dengan itu. Dan Eva, berhenti bicara omong kosong"


Akhirnya, kedua gadis itu kembali diam dan mulai melakukan tugas mereka untuk berjaga. Mereka hanya harus berjaga selama 4 jam sebelum gantian dengan yang lainnya. Empat jam bukan waktu yang lama. Robert menjelaskan beberapa strategi baru untuk mempercepat perjalanan mereka. Dan tanpa sadar waktu sudah berlalu. Dan mereka harus berganti shift untuk berjaga.


Aku sebenarnya bisa memulihkan staminaku dengan sihir. Tapi hal itu tidak baik. Karena walaupun staminaku pulih, mentalku kelelahan. Jadi tanpa sadar, aku benar-benar tertidur dengan lelap saat aku menyentuh kasurku.


***


Pagi pun tiba. Tidak ada kejadian yang terjadi hari ini. Tidak ada binatang sihirĀ  dan tim lawan yang menyergap. Aku sempat curiga bahwa Tim Bayangan akan kembali dan menyerang kami secara diam-diam. Tapi hal itu tidak terjadi.


Kami pun melanjutkan perjalanan kami. Melewati pegunungan dan melintasi rawa untuk kedua kalinya.


Perjalanan ini akan berjalan lancar. setelah melewati rawa ini kami akan tiba di tempat tujuan. Benar-benar beruntung. Poin di tim kami bahkan tidak berkurang banyak. Kami bahkan tidak kehilangan satu pun anggota tim kami. Atau pun bertarung dengan tim lainnya.


Sampai akhirnya...


Kami menemukan sesuatu yang tidak terduga di rawa. Yah, kejadian ini sama saja dengan kejadian sebelumnya. Kami bertemu dengan tim lawan. Hanya saja kali ini, tim lawan ini bertarung dengan binatang sihir yang cukup kuat.


"Kita beruntung. Perhatikan dan lihat. Saat mereka selesai bertarung, kita akan menyerang" kata Robert sambil tersenyum licik.

__ADS_1


Sebenarnya cara ini tidak adil dan cukup licik. Bagaimana kau bisa mengambil kesempatan di saat lawanmu sudab mulai lelah dan lemah? Tapi ya sudahlah.


Aku memperhatikan sekelompok manusia itu. Mereka bertarung dengan seekor binatang sihir dengan bentuk ular raksasa berwarna hijau.


Mereka mengenakan jubah hitam gelap dengan lencana berwarna abu terang. Dalam sekejap aku bisa mengenali mereka sebagai tim Sihir Kematian.


Sebenarnya aku cukup curiga bahwa tim ini yang meletakkan segel pada kami di rawa itu. Karena mereka dicurigai menyembunyikan penyihir gelap. Tapi aku masih tidak yakin akan itu.


Kelihatannya tim Sihir Kematian bisa melawan binatang sihir dengan mudah. Mereka cukup kuat. Tidak diragukan lagi mereka termasuk runner up tahun lalu.


Tapi setelah mengamati pertarungan mereka, aku sama sekali tidak melihat tanda-tanda mana kegelapan. Dan juga pertarungan ini sudah berakhirnya dan tubuh tidak bernyawa binatang sihir itu juga sudah lenyap.


"Ayo" kata Robert bersemangat. Sepertinya tangannya sudah gatal karena dia sama sekali tidak turun dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya.


Belum sempat kami keluar dari tempat persembunyian, tiba-tiba benda aneh terbang ke arah kami.


"Menghindar!" teriak Robert.


"Eh?"


Benda aneh berbentuk bola itu tiba-tiba bercahaya. Semakin lama cahayanya semakin menyebar.


Tidak mungkin? Bom mana?!


Aku langsung menghindar dan menggunakan sjhir bumiku untuk bersembunyi di bawah tanah.


Dan


BOOOMMM!


aku mendengar suara ledakan yang sangat keras. Bahkan daerah di sekitarku berguncang walaupun aku sudah berada di kedalaman yang cukup dalam.


'Aku harap mereka semua baik-baik saja.' pikirku panik. Aku sama sekali tidak mengkhawatirkan Robert. Tapi mengkhawatirkan yang lainnya. Bukan masalah kehilangan poin karena terkena serangan. Tapi aku cukup takut luka yang mereka terima cukup parah atau bahkan mereka kehilangan nyawa mereka di dunia ini.


Aku tidak menduga Tim lawan akan mempunyai alat sihir yang cukup kuat dan kejam seperti ini...


Mereka menggunakan bom mana pada kami. Bukankah mereka juga harus menyimpan kekuatan untuk memperebutkan empat bola kristal? Atau jangan-jangan mereka punya banyak sekali persediaan bom mana? Memikirkan hal ini benar-benar membuat ku bergidik.

__ADS_1


__ADS_2