Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Toko Aneh


__ADS_3

Setelah meninggalkan toko puding ingus goblin, aku dan Robert mulai menyusuri jalan. Dan melihat beberapa toko lagi. Aku tertarik dengan salah satu toko. Toko itu menggantung banyak kuku monster dengan berbagai macam bentuk. Kemudian, mencelupkan kuku-kuku itu dalam cairan aneh dan menggorengnya.


"Ingin mencoba satu?" kata penjaga toko itu menawarkan satu tusuk kuku monster.


"Ini dari apa?" tanyaku tapi refleks tanganku langsung menyambar makanan itu.


"Kuku minotaur. Cobalah, itu enak. Bisa meningkatkan kapasitas mana juga, walaupun tidak banyak. Tapi itu berkhasiat membuatmu tetap sehat" jawab penjaga toko itu.


Aku melirik kuku monster di depanku. Aku melihatnya dan tidak merasa jijik. Kukunya tidak berbentuk aneh, tapi berbentuk seperti senjata purba. Mungkin harus kembali ke zaman batu dimana ada berbagai macam senjata berbentuk aneh, bentuk kuku ini seperti itu.


"Cobalah, ini enak" kata Robert sambil memakan makanan itu.


Robert tidak pernah menyicipi makanan apa pun selama berkeliling denganku. Dia bilang ini enak, aku tidak akan ragu lagi. Aku langsung mengigitnya.


Hmmm, ini renyah! Rasanya seperti keripik. Ini enak.


"Aku membelinya" sahutku langsung.


Dan membawa semua keripik itu di dalam ruang dimensi.


Kelihatannya ruang dimensiku penuh dengan makanan aneh lagi. Aku membawa banyak oleh-oleh unik kali ini. Aku ingin menemukan barang yang lain ah~


Kami meninggalkan toko itu.


Aku berkeliling lagi, dan menemukan bahwa toko lainnya tidak menarik. Bahkan beberapa stand dan toko menjual barang yang sama. Aku sudah membeli barang itu di toko sebelumnya, jadi aku tidak tertarik untuk membelinya lagi.


"Ahhh, apakah tidak ada toko lagi..." aku mengeluh sambil menarik baju Robert.


"Aku tidak tahu, aku jarang berbelanja" jawab Robert santai sambil mengangkat kedua bahunya.


"Ahh, kau tidak berguna master~~"


Aku berjalan dengan lesu sambil melihat sekitarku.


Lalu aku menemukannya!


Aku menemukan sebuah toko yang menarik.


Toko itu ada diantara dua toko besar, jadi terlihat sangat tertutupi. Tampilannya kuno, tidak semewah tampilan kedua toko besar di sampingnya.


Dan yang lebih penting, aku tidak melihat seorang pelanggan pun masuk ke dalam toko itu.


"Masterr, ayo kita kesana" kataku antusias sambil menarik tangan Robert.


"Tidak bisakah kita berkunjung ke tempat lain Eva?" tanya Robert ragu sambil mengernyitkan keningnya.


"Kenapa?"


"Yah, itu toko sihir gelap..."


"Itu bagus!" tekanku. "Tunggu apa lagi. Aku harus ke tempat itu master. Sihir gelapku sama sekali tidak berkembang. Mungkin ini keberuntungan, dewi keberuntungan selalu menyertaiku" sahutku sambil terus menarik Robert dan bernyanyi kecil.


Saat aku tiba di depan pintu toko, ada sebuah bel kecil di depannya. Aku mengangkat tanganku dan membunyikan belnya.


TRING TRING TRING! Bel itu berdentang.


KRIETTT


Perlahan pintu depan mulai terbuka sendiri.


Kami masuk. Dan aku langsung terkejut.

__ADS_1


Kenapa tidak ada benda apa pun disini?


Ruangan yang kami masuki itu kosong. Hanya ada beberapa kursi di sudut dengan meja kecil di depannya. Tidak ada benda apa pun yang dijual. Bahkan tidak ada benda apa pun menjadi pajangan. Ruangan itu kosong. Hanya ada lantai kayu dan dinding dari batu.


"Halo~" aku berteriak kecil. "Permisi~ Kami ingin berbelanja. Apakah ada sesuatu yang bisa dibeli?" teriakku.


Karena ruangan itu kosong, teriakanku sedikit bergema.


Ada ruangan lainnya di dalam toko itu. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan seseorang mulai keluar dari dalam.


"Halo gadis kecil" sapanya.


Sosok itu mendekati kami.


Itu adalah nenek sihir!


Eh, maaf, maksudku nenek-nenek.


Tapi dia memang mirip sekali dengan nenek sihir dalam buku cerita. Apa karena ini sihir gelap? Jadi sihir gelap selalu dikaitkan dengan seorang nenek kurus, keriput yang mempunyai hidung mancung melengkung?


Hmm, tapi tidak mungkin! Aku memiliki sihir gelap tapi sosokku tidak terlihat seperti itu.


Apa jangan-jangan sihir gelap bisa merubah tubuhku menjadi seperti itu?


Aku seketika merinding.


Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh oke! Aku tidak mungkin berubah wujud menjadi seperti itu!


"Apa yang ingin kalian cari?" kata nenek itu, langsung membuyarkan lamunanku.


"Perkenalkan aku Eva Van Court nenek"


Nenek itu mengangkat alisnya "Oh? Robert anak Caro?"


Robert hanya mengangguk kecil. Wajahnya menunduk, aku tidak melihat dengan jelas ekspresinya.


"Lalu gadis kecil, auramu tidak asing..." sahut nenek itu sambil menatapku lekat-lekat.


"Apa kau memiliki elemen sihir gelap?"


Aku mengangguk cepat.


Nenek itu tersenyum. Mungkin sang nenek bermaksud tersenyum ramah, tapi senyum yang terbentuk adalah senyum menyeramkan.


"Gadis kecil, kau ditakdirkan untuk kemari" sahut nenek itu. "Ayo ikut aku"


Aku dan Robert mulai melangkah untuk mengikuti nenek itu. Tapi nenek itu tiba-tiba berbalik.


"Ini bukan urusan laki-laki" jawab nenek itu dingin sambil menatap Robert tajam. "Kau tetap disini" Dia menunjuk kursi di sudut "Aku sudah menyediakan ruang tunggu"


Robert hanya terdiam melongo menatap nenek itu. Dia tidak mau membiarkan Eva sendirian.


'Bagaimana kalau ada bahaya?' dia berpikir. Tapi dia juga tidak bisa membantah nenek itu. Nenek itu adalah pemilik rumah. Dia harus menghormati pemilik rumah karena statusnya sebagai tamu.


Robert melirik ke arahku. Aku mengangguk kecil, menandakan bahwa ini akan baik-baik saja. Kelihatannya nenek itu tidak bermaksud buruk padaku.


Robert berhenti mengikuti kami. Aku mengikuti nenek itu masuk ke ruangan tempat nenek itu keluar. Ruangan yang kumasuki itu berukuran kecil. Hanya ada lemari kecil di sudutnya. Dan satu meja dengan beberapa kursi.


"Duduklah gadis kecil" kata nenek itu mempersilahkanku duduk.


Aku langsung duduk.

__ADS_1


"Boleh aku memegang tanganmu?"


Aku mengangguk kecil.


Nenek itu langsung memegang tanganku dan memejamkan matanya. Itu hanya sebentar. Dalam sekejap, nenek itu langsung membuka matanya dan melepaskan pegangannya.


"Sihir gelapmu tidak stabil" kata nenek itu. "Kau pasti jarang berlatih bukan? Karena kau jarang melatihnya, sihir itu hanya mondar mandir di dalam tubuhmu, tidak punya arus yang jelas" jelas nenek itu.


Aku mengangguk. "Masterku tidak tahu banyak tentang elemen kegelapan" jawabku langsung.


"Yah, sihir gelap memang jarang. Dan para penggunanya sering dikucilkan dari lingkungan" kata nenek itu dengan wajah sedih.


Uuh.. aku tahu alasannya! Sihir gelap dianggap sebagai elemen kejahatan, karena itulah para penyihir kegelapan sangat dikucilkan. Jadi aku mengerti, mengapa tempat ini sangat sepi. Semua orang benar-benar menghindar untuk berurusan dengan sihir gelap.


"Tapi aku ingin melatihnya..." kataku lirih.


"Aku akan mengajarimu mantra untuk menstabilkan sihir dalam tubuhmu. Tapi sebelum itu..." nenek itu menatap wajah Eva lekat-lekat. "Kau memiliki keberuntungan yang buruk tentang pria..."


Uhuk!


Aku langsung tersedak. Apa-apaan nenek ini! Dia bilang keberuntunganku tentang pria sangat buruk?!


Dia sebenarnya ingin membantuku atau ingin menyindirku sampai mati?


Bagaimana topik sihir tiba-tiba bisa berganti menjadi 'pria'?


"Kau sama sepertiku saat muda" kata nenek itu dengan wajah sedih. "Nasibmu tentang pria sangat buruk. Pria yang kau cintai akan pergi dan kau akan bernasib tragis"


Oi,oi,oi nenek....


Apa kau ingin curhat kepadaku?


Kau menceritakan kehidupan masa lalumu lalu langung menjudge bahwa aku akan berakhir sepertimu?


Yang benar saja!


Ehhh...tunggu dulu...


Perkataan nenek ini memang benar.


Nasib Eva memang buruk. Pria yang sangat dicintainya, Putra mahkota itu, tidak mencintainya. Akhirnya pria itu meninggalkannya untuk wanita lain. Dan yang lebih tragis dia terbunuh oleh orang yang dicintainya.


'Apa nenek ini peramal masa depan?' aku berpikir sambil memiringkan kepalaku.


"Karena itu, bawalah ini" nenek itu tiba-tiba menjentikan jarinya dan sebuah ramuan muncul di depan kami.


Ramuan itu berwarna pink pastel dan botolnya berkilauan sangat cantik.


'Sangat mirip botol parfum' pikirku.


"Bawalah ini. Ini gratis" kata nenek itu.


"Apa ini nenek?" tanyaku.


"Ramuan" jawab nenek itu singkat.


"Aku tahu. Tapi ramuan...untuk apa...?" tanyaku ragu.


"Ramuan cinta"


UAPAAAA?!

__ADS_1


__ADS_2