Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Pangeran Erick


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva menanyakan situasi ibukota kepada Denis. Dan ternyata pria itu tidak mengetahui apa pun karena sedang dalam mimpi membantu kepala sekolah. Dan tentu saja Raja tidak memberitahunya tentang apa yang terjadi.


Lalu saat Eva menyelesaikan pembicaraan nya dengan Denis, Sayn tiba-tiba mengunjungi kamarnya. Tentu saja pria itu menyelinap masuk diam-diam.


Sayn menyampaikan keluh kesahnya karena Raja mengurung nya. Raja juga mengancamnya menggunakan orang yang sangat penting baginya. Sayn berpikir untuk membunuh pria tua itu. Dan membuat Eva terkejut.


***


Suasana menjadi sangat dingin dan sunyi saat Sayn mengungkapkan rencananya untuk membunuh Raja.


"Kau gila?" aku menatapnya tak percaya. "Bagaimana kalau ada orang yang mendengar percakapan ini?"


Sayn tersenyum. "Tidak. Dia begitu lemah. Aku bisa dengan mudah membunuh nya seperti ayam. Dan tidak akan ada yang mendengar percakapan kita" katanya percaya diri.


"bagaimana menurut mu?" Sayn bertanya lagi sambil menatapku penuh arti. "Bunuh? atau tidak?"


Gulp.


Aku terdiam.


Aku tidak tahu jawabannya.


Bagaimana aku harus menjawabnya? Sayn memang mendapat kan perlakuan tidak adil dari Raja selama bertahun-tahun. Tapi aku juga tidak berani untuk menyuruhnya membunuh.


"Aku tidak tahu. Kau putuskan saja sendiri. Tapi membunuh itu terlalu berlebihan" aku menjawab setelah berpikir beberapa saat. "Dan juga membunuh Raja di saat seperti ini tidak menguntungkan sama sekali. Karena kerajaan Kano mulai membentuk hubungan kerja sama dengan kerajaan lain. Kalau tiba-tiba Raja mati karena terbunuh, mungkin akan ada kegemparan nasional" lanjutku lagi.

__ADS_1


"..."


Sayn terdiam. Dia sepertinya berpikir tentang sesuatu.


"Baiklah, aku akan membunuhnya nanti. Tidak sekarang" katanya lagi sambil tersenyum.


"Bensr, benar" aku mengangguk setuju. "Lebih baik selamat kan dulu ibu asuhmu. Itu lebih penting"


"Itu mudah. Aku bisa menyelamatkan nya hanya dalam beberapa menit dari penjara" katanya percaya diri.


Aku tidak meragukan nya. Dia pasti bisa melakukannya.


"Baiklah. Aku akan mengunjungi mu lagi nanti" Sayn bersiap pergi, tapi tiba-tiba dia menoleh dan bertanya dengan nada pelan. "Kalau aku menjadi raja, menurut mu aku akan jadi lebih baik daripada Denis?"


"Eh?"


"Aku tidak tahu ... " aku menjawab dengan nada takut-takut. Aku memang tidak tahu. Aku tidak tahu apakah dia akan menjadi raja yang lebih baik dari Denis atau tidak. Karena berdasarkan novel, pria itu belum sempat memimpin sebagai raja karena kalah dalam perang.


Mata Sayn menyipit. Dia tidak bertanya lagi tapi aku tahu bahwa suasana hatinya sedang tidak baik, hanya dari raut wajahnya.


"Sampai nanti" Dia berkata untuk yang terakhir kalinya. Lalu pria itu menghilang dengan cepat. Meninggalkan ku dalam keadaan membeku.


***


Keesokan harinya, aku tidak melihat Sayn di akademi kerajaan. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan. Apa dia melarikan diri dari penjara dan menyelamatkan ibu asuh nya? Kalau itu benar, istana akan menjadi gempar karena dia melarikan diri. Tapi hal seperti itu tidak terjadi.


Hari ini aku juga melihat wajah baru di akademi kerajaan. Seorang pemuda tampan, yang terlihat sebaya dengan Denis tiba-tiba muncul bersama dengan para keturunan Raja. Para pangeran kelihatannya sangat menghormati nya, sementara sang putri menatapnya dengan tatapan kagum.

__ADS_1


Para pangeran dan putri sudah menghadiri kelas. Tapi aku tidak melihat keberadaan Sayn sama sekali.


"Nama saya Erick. Beberapa waktu ini saya akan mengikuti kelas di akademi kerajaan. mohon bantuannya" katanya sopan.


Semua orang yang ada di kelas langsung membeku. Seperti melihat hantu.


Aku juga merasa bahwa wajah pemuda ini sangat tidak asing. Aku pernah melihatnya tapi aku benar-benar lupa.


Sampai salah satu dari murid berbisik "pangeran Erick", aku pun langsung tersadar. Dan ikut membeku.


Erick tidak memperkenankan dirinya sebagai pangeran. Tapi setiap orang di kelas ini tahu identitas nya karena mereka pernah melihat pemuda itu sebelumnya. Semua orang terkejut karena memiliki pikiran yang sama di kepala mereka. Mereka berpikir bagaimana bisa pangeran dari Kerajaan Albion berakhir di kelas mereka?


Pangeran Erick tersenyum dan menggaruk kepala nya polos. Dia langsung duduk di kursi kosong yang telah disediakan tanpa mempedulikan semua orang yang merasa canggung karena keberadaan nya.


Kelas berlangsung seperti biasanya. Semua orang melupakan keberadaan pangeran Erick. Tapi perhatian mereka kembali pada pemuda itu saat kelas selesai.


Beberapa siswa mulai mengelilingi nya dan menanyakan beberapa hal. Sebagian besar dari mereka bertanya bagaimana pemandangan di Kerajaan Albion karena semua orang sama sekali belum pernah berkunjung ke kerajaan itu karena sangat jauh.


Aku juga bisa melihat Lilac bersemangat seperti biasa karena melihat pemuda tampan. Gadis itu yang bertanya paling banyak.


Pangeran Erick tidak merasa terganggu karena tekanan yang tiba-tiba itu. Dia menjawab pertanyaan mereka dengan sabar sambil sesekali tersenyum.


"Apa disana ada penyihir cahaya?" aku bisa mendengar Reina bertanya dengan nada malu-malu padanya.


Pangeran Erick mengerjap beberapa kali dan menjawab. "Ada beberapa" katanya. Setelah itu dia tidak menjelaskan lebih jauh.


"Um... maaf sebelumnya. Tapi aku mendengar kan rumor bahwa saat berita tentang mahluk asing itu tersebar. Kerajaan Albion tidak melakukan apapun untuk membersihkan penyihir gelap dari kerajaan mereka" salah satu gadis yang berdiri di samping Reina membuka mulutnya. Menandakan bahwa kerajaan Albion melindungi para penyihir gelap yang ada di negara mereka.

__ADS_1


Pangeran Erick kehilangan senyumannya untuk sesaat. Tapi dia masih menjawab "Ah, seperti itu. Ya, kami tidak melakukan nya"


__ADS_2